Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
keterpurukan putra mahkota


__ADS_3

Malam itu putri Zeng Yi kembali ke guild serikat dagang dan diapun duduk melamun di sebuah taman yang terdapat di area guild serikat dagang.


Pertemuannya dengan Nien Chu membuatnya sangat kesal hingga kejadian itu benar benar membekas di hatinya, karena selama hidup menjadi seorang putri, baru kali ini ada seorang pemuda yang berani lancang kepadanya.


"Nien Chu, nama itu seperti tak asing bagiku tapi mengapa aku tak bisa mengingatnya?" batin putri Zeng Yi.


Dari kejauhan putri Yuan Hua yang baru kembali dari istana kekaisaran, menghentikan langkahnya karena melihat putri Zeng Yi tengah melamun di taman seorang diri, dan seperti sang putri tengah memikirkan sesuatu hal yang membuatnya gelisah.


Putri Yuan Hua berjalan menghampiri putri Zeng Yi, dan kehadiran putri Yuan Hua sama sekali tak dirasakan oleh putri Zeng Yi hingga diapun menegurnya.


"Adik, apa yang tengah kau pikirkan hingga kau melamun seperti ini?" tanya putri Yuan Hua.


"Kak Hua, kau sudah kembali dari istana," ucap putri Zeng Yi terkejut, kemudian berdiri dan memegang tangan putri Yuan Hua.


"Adik apa yang telah kau lamunkan, tak seperti biasanya kau seperti ini," ucap putri Yuan Hua.


Sesaat putri Zeng Yi menengok kiri dan kanan, setelah melihat tak ada orang yang berada di dekat mereka berdua, putri Zeng Yi pun menceritakan tentang pemuda bernama Nien Chu, yang menjadi buronan kekaisaran saat ini dan juga telah ditolongnya waktu tak sadarkan diri di jalan.

__ADS_1


Putri Yuan Hua terdiam, dia tak menyangka jika Nien Chu sudah kembali ke kota ke kaisaran, dan rasa rindu akan sosok pemuda yang selama 3 tahun menghilang, kini bersemi lagi.


"Nien Chu dimanakah kau berada, aku rindu akan canda dan tawamu," batin putri Yuan Hua.


Kali ini giliran putri Zeng Yi yang di buat bingung melihat putri Yuan Hua yang tiba-tiba saja melamun, saat mendengarkan ceritanya.


"Kak Yuan Hua, kau mengenal Nien Chu?" tanya putri Zeng Yi menyelidik.


"Adik aku mengenalnya dengan sangat baik, dia merupakan pemilik lencana emas serikat dagang," jawab putri Yuan Hua.


Hanya itu kata yang keluar dari mulut putri Zeng Yi, dia tak menyangka telah bertemu dengan sosok Nien Chu, pemuda pemilik lencana emas sekaligus sahabat kakaknya pangeran ke 3, yang ingin di jodohkan pangeran ke 3 ke padanya.


"Aku lihat pemuda itu biasa biasa saja, tapi mengapa kakakku mengatakan jika aku ingin suatu kebahagian dengan seorang pemuda yang akan menjadi pendamping hidupku di masa depan, maka aku akan mendapatkannya dari Nien Chu pemuda yang kutemui malam tadi.


Ku rasa perkataan kakakku itu salah, pemuda yang dia anggap cocok menjadi pasangan ku, tak ubahnya seperti pemuda arogan yang membuatku sangat kesal," batin putri Zeng Yi.


"Adik ada baiknya kau membantuku untuk menemukannya, karena aku ingin membicarakan sesuatu padanya," ucap putri Yuan Hua.

__ADS_1


"Aku akan membantumu kak, dan kurasa kita berdua akan mencarinya saat ini juga di seluruh penginapan yang ada di kekaisaran kota, dan tentunya penginapan itu berlevel menengah kebawah karena firasatku mengatakan dia berada di sana," jawab putri Zeng Yi.


Setelah tak ada lagi yang di bicarakan, maka berangkatlah kedua putri itu untuk mencari keberadaan Nien Chu di kota kekaisaran.


Di istana kekaisaran, putra mahkota yang telah sembuh dari luka lukanya akibat pertarungannya dengan Nien Chu, begitu sangat murka setelah mengetahui jika saat ini dia tak memiliki dantian layaknya seorang kultivator, sehingga apapun yang berada di dalam kediamannya menjadi pelampiasan amarahnya, hingga barang barang yang ada di dalam kediamannya itu hancur berantakan dan berserakan di lantai ruangan.


Sang putra mahkota berlutut, sambil meremas rambutnya sendiri, merasakan kepedihan di dalam hatinya karena kehilangan Dantian.


"Mengapa waktu itu kau tak membunuhku topeng perak, apa yang kau lakukan padaku sama saja dengan membunuhku!!, apa artinya aku hidup jika tak mempunyai kultivasi....,A....a...ak...mengapa ini terjadi padaku ...," teriak putra mahkota.


Putra mahkota terpuruk dengan keadaannya saat ini, dan diapun berjanji akan menghabisi semua yang menghalang halangi langkahnya dalam menjadi seorang penguasa di seluruh wilayah cahaya naga.


"Aku akan menemui guru, untuk membentuk Dantian ku kembali," batin sang putra mahkota.


Bersambung.


Maaf belum bisa nulis banyak karena ada tetangga meninggal dunia🙏

__ADS_1


__ADS_2