
Nien Chu membelalakkan matanya seakan tak percaya dengan perkataan yang dilontarkan dari mulut An Yue, tapi dia segera menenangkan hatinya agar An Yue tak tersinggung dengan tingkahnya itu.
"Sebenarnya aku pun menyukai An Yue, tapi saat ini aku belum memikirkan untuk menikah apalagi ada beberapa wanita yang juga telah ku janjikan untuk menjadi pasangan hidupnya, termasuk putri Zeng Yi dan Hyun Zi."
"Jika mereka tahu aku menikahi An Yue, sudah dipastikan mereka berdua pasti akan membenci ku."
"Ada baik nya aku memikirkan jalan terbaik dari permintaan An Yue ini," batu nie Chu.
Dalam diamnya Nien Chu membuat kemarahan An Yue pun meledak, lantas dia pun berkata.
"Sudahlah Nien Chu, lupakan saja perkataanku tadi, anggap saja aku tak pernah berkata seperti itu kepadamu," ucap An Yue.
Dengan menahan rasa kekecewaan, An Yue berjalan keluar dari ruangan itu. Tapi baru selangkah dia berjalan Nien Chu telah menangkap tangannya dan menarik tubuh An Yue ke dalam pelukannya.
Kedua mata mereka saling beradu, dan hembusan napas Nien Chu begitu hangat menerpa wajah An Yue, sehingga membuat wanita cantik itu mengalihkan pandangannya ke tempat lain, Karena rasa malu yang begitu teramat sangat menerpa hatinya.
"Aku telah lama menyukai mu, tapi saat ini aku tak bisa berpijak pada satu hati, karena sebelumnya aku telah melakukan perjanjian kepada beberapa wanita, jika setelah aku menjadi kuat maka aku akan menerima cinta mereka semua," ucap Nien Chu.
"Aku tak mempermasalahkan hal itu, saat ini aku tak mempunyai tempat untuk berpijak selain dirimu, yang terpenting kau berlaku adil kepada kami semua," jawab An Yue.
Nien Chu sangat terkejut dengan jawaban An Yue, karena wanita cantik yang ada di hadapannya itu, bisa menerimanya walaupun harus ada wanita lain selain dirinya di hati Nien Chu.
__ADS_1
"Terimakasih kau mau mengerti keadaanku, dan aku berjanji padamu tak akan pernah menyia-nyiakan cinta yang kau berikan kepadaku," ucap Nien Chu.
Entah siapa yang memulai duluan, kini bibir mereka berdua pun saling beradu hingga ciuman itu semakin dalam dan hangat.
Nien Chu menghentikan ciumannya kepada An Yue, setelah melihat An Yue kesulitan untuk bernafas.
Dan hari itu telah resmi mereka berdua menjadi sepasang kekasih.
*****
Setelah An Yue sembuh, dan hubungan diantara mereka yang tadinya bertikai telah membaik, pada malam harinya mereka semua berkumpul untuk membicarakan mengenai menyelamatkan Kaisar Zeng Hong.
"Aku yakin putra mahkota mempunyai hubungan dengan para iblis, karena saat aku menyembuhkan Pangeran ketiga, ada iblis yang bersemayam di dalam Dantian nya sehingga membuat Pangeran ketiga sakit dan tak berdaya," ucap Nien Chu.
"Saat itu aku hanya meminum segelas anggur yang disajikannya, setelah itu aku pulang dan entah mengapa setelah tertidur dan terbangun di pagi hari, aku merasa kan kepala dan seluruh tubuhku terasa sakit hingga pada satu titik aku tak bisa lagi mengontrol diriku, dan aku baru dapat mengendalikan diriku kembali setelah Nien Chu menyembuhkanku," ucap pangeran ke 3.
"Menyikapi semua kejadian yang telah terjadi, aku berkeyakinan jika putra mahkota memang mempunyai hubungan dengan para iblis."
"Yang harus kita lakukan saat ini adalah, yang pertama pindahkan pusat pemerintahan serikat dagang dari kekaisaran kota Cahaya naga, menuju kekaisaran mutiara hidup."
"Disana kekaisaran mutiara hidup akan mendukung serikat dagang, karena hadirnya serikat dagang akan membawa keuntungan besar bagi kekaisaran mutiara hidup."
__ADS_1
"Buat keadaan serikat dagang seperti bangkrut, agar tak dicurigai oleh putra mahkota jika serikat dagang telah memindahkan pusat perdagangannya."
"Yang kedua, kita akan membawa kaisar Zeng Hong ke puncak Wongku agar aku bisa menyembuhkannya, dan di puncak Wongku akan kita dirikan pertahanan agar dapat melindungi kaisar, Karena setelah kaisar Zeng Hong sembuh akan sangat mudah untuk mengendalikan istana cahaya naga kembali."
"Sedari itu, apakah ada yang ingin di tanyakan dalam hal ini," tanya Nien Chu.
"Jika putra mahkota mengetahui kaisar dibawa ke puncak Wongku, maka dia akan membawa pasukan besar untuk meluluhlantakkan puncak Wongku demi membawa Kaisar kembali, karena saat ini rakyat kekaisaran kota dan seluruh desa-desa yang ada hanya percaya kepada kaisar Zeng Hong, dan jika tanpa adanya titah dari kaisar Zeng Hong untuk memberikan tahta kekaisaran kepada putra mahkota, maka gejolak di wilayah kekaisaran akan terjadi dan peluang pemberontakan pasti akan terwujud, sehingga putra mahkota tak menginginkan hal itu terjadi."
"Saat ini dengan berbagai macam cara kita pasti dapat membendung prajurit kekaisaran yang melewati darat untuk menuju ke puncak Wongku, tapi bagaimana dengan udara, kita tak mempunyai cara melindungi puncak Wongku jika diserang dari udara," ucap tetua wong Chen.
"Aku telah memikirkan hal itu tetua, aku telah mempunyai cara untuk mengatasinya percayakanlah hal itu padaku," jawab Nien Chu.
"Aku percaya pada kak Nien Chu, karena kita yang ada di sini pastinya takkan pernah tahu kekuatan besar yang ada di belakang kak Nien Chu, dan aku harap kita semua bisa mempercayainya," timpal An Yue.
"Aku percaya pada Nien Chu," ucap tetua Cin Ling dengan tiba tiba yang membuat suasana bertambah hikmat.
"Aku pun percaya padanya," ucap pangeran ke 3 untuk melengkapi pembahasan malam itu.
"Aku juga percaya pada Nien Chu walaupun saat pertama kali Nien Chu datang ke puncak Wongku, aku sempat meragukannya untuk menyembuhkan Pangeran ketiga, dan setelahnya keraguan itu pun hilang karena Nien Chu dapat menyembuhkan Pangeran ke 3."
"Aku mewakili puncak Wongku mempercayai Nien Chu sepenuhnya," ucap tetua Wong Chen.
__ADS_1
Setelah semua kesepakatan terwujud untuk membawa Kaisar ke puncak gunung Wongku, maka rencana yang telah disepakati akan dilakukan esok hari.
Bersambung