Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Membentuk dantian baru


__ADS_3

Percakapan mereka berdua terus berlanjut, hingga Thien Yu menanyakan hubungan Feng Yu dengan putri Yan Chi.


"Kak Feng Yu, bagaimana hubunganmu dengan putri Yan Chi?" tanyanya.


Terlihat Feng Yu menarik nafas dalam-dalam, untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya. "Aku Yan Chi saat ini telah usai, aku dan dia sudah tak mempunyai hubungan apa-apa lagi," jawab Feng Yu.


"Maksudmu kak, pasti ada sebab mengapa dia meninggalkanmu bukan?" tanya Feng Yu.


"Adik saat ini aku tak mempunyai kekuatan apa-apa lagi, dia masih muda dan sangat cantik, mungkin dia malu kepada semua orang jika mempunyai calon suami yang tak mempunyai kemampuan apa-apa seperti ku.


Saat ini dia dekat dengan seorang anak dari salah seorang petinggi istana pheonix, yaitu anak jendral dari pasukan udara istana pheonix di bawah naungan jendral agung Jatayu," jawab Feng Yu dengan kesedihan yang mendalam di hatinya.


"Apakah karena itu kak Feng Yu ingin pergi meninggalkan istana Phoenix menuju ke desa batu?, aku tak akan mengijinkan mu untuk pergi ke sana, karena aku akan menjadikanmu kuat kembali dengan kekuatan yang tak terbatas sama seperti ku.


Kak Thien, masih banyak wanita yang ingin dekat denganmu apalagi mereka tahu jika kau merupakan kakak dari seorang kaisar, yang nantinya akan memimpin kekaisaran pheonix di masa depan.


Putri Yan Chi akan menyesali semua yang telah dilakukannya kepadamu, dan setelah kau menjadi kuat kembali aku tak ingin kau kembali padanya, karena aku tak rela jika ada orang yang berani melukai hati mu, maka berjanjilah padaku untuk melakukan hal itu," ucap Thien Yu.


Feng Yu yang merasa jika adiknya hanya berucap untuk menyenangkannya saja, dengan berkata dapat mengembalikan semua kekuatan yang dimilikinya lebih besar dan tak terbatas, dengan tanpa berpikir panjang Feng Yu pun menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan sang adik.


"Bagus, malam ini aku akan membentuk kembali dantian baru untukmu, dan aku ingin kau bersiap untuk melakukan pembentukan Dantian tersebut," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Adik kau jangan berucap seperti itu untuk menyenangkanku, Dantian di tubuhku telah musnah bukannya rusak, jadi tak mungkin seorang kultivator dapat membentuk sebuah Dantian baru bagi seseorang yang dantiannya telah musnah," ucap Feng Yu.


"Apakah kau meragukan ku kak Feng Yu?, apakah kau pernah melihatku berbohong jika melihat keadaanmu terpuruk seperti ini?, kak Feng Yu kita dari kecil hingga remaja tumbuh bersama, pasti kau tau karakter ku saat melihatmu tengah terluka bukan?" tanya Thien Yu.


"Aku tau adik, walaupun kau selalu menjahili ku, tapi saat aku terluka kau tak pernah sedikitpun untuk meninggalkanku," jawab Feng Yu.


"Bagus, aku ingin kau yakin padaku dan mempersiapkan diri untuk membentuk dantian baru di tubuhmu, aku sendiri akan mempersiapkan segala sesuatu sebelum kau melakukan pembentukan dantian baru," ucap Thien Yu sambil melangkah pergi meninggalkan Feng Yu yang masih dengan rasa tak percaya memandang kepergian adiknya itu.


Thien Yu mempersiapkan segala sesuatu di dalam ruang latihan ayahnya semasa masih hidup, dan setelah cukup persiapan nya, diapun mengajak Feng Yu untuk masuk ke dalam ruang latihan tersebut.


"Kak Feng Yu bermeditasi lah di tengah ruangan ini, dan kau harus menahan rasa sakit yang nantinya akan kau derita akibat pembentukkan dantian baru di tubuhmu," ucap Thien Yu.


Feng Yu tanpa suara sedikitpun, dia pun melakukan apa yang diperintahkan oleh adiknya itu, dengan melakukan meditasi di tengah ruangan latihan nya.


Thien Yu mundur beberapa meter ke belakang kemudian melepaskan 12 jari emas dari teknik jari matahari, kemudian menguncinya dengan kekuatan dari teratai nirwana.


Perlahan lahan tubuh Feng Yu sedikit demi sedikit membentuk dantian baru, hingga beberapa waktu kemudian Dantian baru di tubuh Feng Yu pun terbentuk, dan Feng Yu akhirnya mendapatkan kekuatan Dewa yang tak terbatas.


Feng Yu perlahan membuka matanya dan mendapati tubuhnya kini mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa besar, hal itu membuat Feng Yu merasa senang dan berlari memeluk adiknya yang masih merasa kelelahan akibat membantunya dalam membentuk dantian baru di tubuhnya.


"Kakak Jika kau terus memelukku seperti ini bagaimana aku bisa bernapas?" tanya Thien Yu.

__ADS_1


"Maafkan aku adik, aku begitu merasa senang karena mendapatkan dantian yang sangat luar biasa tubuhku, hingga seluruh merindianku dapat merasakan kehangatan kekuatan baru yang melimpah yang terasa di setiap saraf-saraf di tubuh ku," jawab Feng Yu.


Kak Feng Yu malam ini kau pelajarilah kekuatan yang ada di dalam tubuhmu ini dengan melakukan kultivasi, kau bisa melatih kekuatan itu di alam batinmu sendiri karena sekarang ini kau merupakan seorang dewa sepertiku, karena darah manusia murni di tubuhmu telah berubah mencari darah emas yang menandakan jika kau sekarang ini adalah seorang Dewa," ucap Thien Yu.


Dengan rasa penasarannya yang tinggi, Feng Yu lantas melukai telapak tangannya dan mendapati darah yang keluar dari luka di tubuhnya berwarna emas dan mengeluarkan aroma wangi.


"Apa..? aku sekarang ini adalah seorang dewa sesungguhnya, adik aku begitu sangat berterima kasih dengan apa yang kau lakukan padaku, dan aku berjanji di masa depan aku akan menjadi seorang yang selalu ada di dekatmu, yang akan melindungimu dari berbagai macam marah bahaya, dari semua musuh-musuh mu," ucap Feng Yu.


Setelah tak ada lagi perbincangan yang terjadi, Thien Yu meninggalkan Feng Yu untuk melakukan meditasi dalam melatih semua kemampuannya di dalam alam batinnya.


Thien Yu menuju kekamarnya untuk membersihkan diri dari keringat yang sudah sangat lengket di tubuhnya, kemudian dia memakai pakaian seorang bangsawan hingga Thien Yu terlihat sangat tampan dan berwibawa.


"Apa yang sekarang tengah dilakukan keempat putri itu, apakah ada kejadian buruk yang terjadi akibat adanya perselisihan di antara mereka berempat, aku akan melihat keadaan mereka semua jangan sampai ada hal buruk yang menimpa salah satu dari keempat Putri itu," batin Thien Yu.


Thien Yu lantas mencari keberadaan ke empat putri dengan menggunakan mata langitnya, dan mendapati mereka berempat tengah berada di sebuah taman.


Dengan cepat Thien Yu pergi menuju taman, dan alangkah terkejutnya Thien Yu saat melihat mereka berempat telah sangat akrab, dengan saling bercerita, bercanda satu dengan yang lainnya.


Thien Yu menghampiri mereka berempat dan berkata "Aku sangat bahagia melihat keakraban diantara kalian, dan aku berjanji akan menjadi suami yang baik yang selalu melindungi kalian di masa depan," ucapnya sambil membuka kedua tangannya.


Melihat pemuda yang dicintainya membuka tangannya, dengan repleks mereka langsung menghamburkan diri kepelukan Thien Yu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2