
Mendengar penjelasan dari permaisuri, Nien Chu sangat bersalah karena telah menyakiti perasaan sang putri, karena semua yang terjadi bukanlah kehendaknya melainkan kehendak sang Kaisar, yang menghalangi putri Annchi untuk menemuinya.
"Nien Chu, kini hanya kau yang dapat menghentikan pernikahan itu, dan aku ingin kau memikirkannya kembali sehingga tak ada penyesalan bagimu di kemudian hari," ucap permaisuri kemudian beranjak pergi meninggalkan Nien Chu.
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Nien Chu, sampai hilangnya permaisuri dari pandangan matanya.
Sementara itu An Yue yang bersembunyi di semak-semak, hanya dapat memejamkan matanya menahan gejolak hatinya, dugaannya selama ini tentang hubungan Asmara antara Nien Chu dan putri Annchi benar adanya.
An Yue yang selama ini diam-diam mencintai Nien Chu, memutuskan untuk tak merusak hubungan antara Putri Annchi dan Nien Chu, dengan menjauh dari Nien Chu.
"Mungkin ini bukan jodohku dan lebih baik aku tak usah berharap lagi, semoga saja pernikahan itu tak pernah terjadi dan putri Annchi bisa kembali ke sisi Nien Chu " batin An Yue.
An Yue segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan hati yang hancur, dan malam itu juga diapun pergi meninggalkan istana Orgy untuk menuju kelembah salju.
Pagi hari Nien Chu menghentikan kultivasi yang dilakukannya, dan dia pun mengeryitkan keningnya saat melihat An Yue sampai saat ini belum berada di tempatnya untuk melatih bersama.
"Tak seperti biasanya mengapa An Yue belum juga menunjukkan batang hidungnya," batin Nien Chu
Hingga tengah hari An Yue belum juga datang membuat Nien Chu bertanya tanya, dan memutuskan untuk pergi mencarinya ke tempat kediamannya.
Di dalam kamar An Yue, Nien Chu mendapatkan sepucuk surat yang ditulis langsung oleh An Yue, Nien Chu pun mulai membacanya.
"Selama aku bersamamu di hari-hari belakangan ini, aku begitu merasa tenang, damai, dan nyaman, hal itulah yang membuat ku betah bersama dengan mu Nien Chu, tapi sayang rasa cinta yang mulai tumbuh di hatiku hanyalah bertepuk sebelah tangan."
"Aku telah mendengar semua percakapanmu dengan permaisuri, dan aku berharap kau jangan menjadi seorang pemuda bodoh yang harus menyia-nyiakan seorang wanita baik seperti putri Annchi."
__ADS_1
"Nien Chu Aku berharap kau akan memperjuangkan cintamu, karena kebahagiaanmu tentunya akan membuatku merasa bahagia walaupun aku tak bisa memilikimu sebagai seorang kekasih, sedari itu aku memilih pergi agar aku bisa melupakanmu..."
Nien Chu terdiam, dia tak menyangka jika kisah cinta yang rumit antara dirinya dan Putri Annchi akan membuat An Yue pergi, sehingga Nien Chu memutuskan untuk pergi ke lembah salju menemui An Yue.
"Aku tak akan membiarkan An Yue pergi, karena dia merupakan bagian dari kelompok, masih ada waktu bagiku untuk berada di acara pernikahan putri Annchi dan yang terpenting An Yue dapat kembali lagi kedalam kelompok," batin Nien Chu.
Nien Chu bergegas menemui Zhurui dan Anchen, dan mengutarakan maksudnya untuk pergi kelembah salju seorang diri, guna mencairkan kesalahpahaman yang ada di antara dirinya dengan An Yue.
"Aku ingin kalian berdua tetap berada di sini agar sang Kaisar tak berprasangka buruk pada kita, dan aku akan kembali sebelum acara pernikahan Sang Putri selesai," ucap Nien Chu.
Zhurui dan Anchen tersenyum mendengar perkataan dari Nien Chu, hingga Anchen pun berkata. "Jangan lama lama sobat kau untuk menemuinya, karena jika seorang wanita telah tersakiti maka dia akan melakukan hal bodoh yang tak pernah kau inginkan, semua itu untuk membuat kau memperhatikannya seperti halnya putri Annchi yang tak ada angin dan berita tiba-tiba menerima pinangan Wucian, saudaraku aku tau kau mempunyai hubungan istimewa dengan putri Annchi yang membuat An Yue cemburu dan meninggalkanmu," ucapnya.
"Saudaraku, kau tak usah mendengarkan perkataan saudara Anchen, dia hanya ingin membuatmu seakan sangat bersalah karena kepergian An Yue, pergilah..., kami akan menunggumu di sini," timpal Zhurui.
"Trimakasih" ucap Nien Chu singkat.
Nien Chu segera mengeluarkan rubah ekor tiga, dan menungganginya menuju ke lembah salju untuk mempercepat sampai di sana.
Dengan melihat peta dataran langit yang di berikan kaisar Annshor, Nien Chu mengarahkan rubah ekor 3 untuk mencari jalan pintas menuju ke lembah salju.
Tengah malam akhirnya Nien Chu tiba di lembah salju. Rubah ekor 3 kembali ke wujud aslinya yang merupakan rubah kecil yang imut dan lucu.
Saat Nien Chu menyuruh rubah itu masuk ke dalam alam batinnya, sang rubah menolaknya seperti ingin terus berada di dekat Nien Chu.
"Yi eng, apakah kau ingin bersamaku karena ingin menjagaku?" tanya Nien Chu.
__ADS_1
Sang rubah pun menganggukkan kepalanya kemudian melompat ke arah Nien Chu. Dengan sigap Nien Chu menangkap rubah kecil itu dan langsung membawanya kedalam kegendongannya.
Sesaat Nien Chu mengelus lembut bulu tebal yang berada di kepala sang rubah, kemudian dia pun melangkah pergi untuk memasuki gerbang Desa.
"Berhenti ..!!, untuk apa kau malam-malam datang ke desa lembah salju?" tanya seorang penjaga gerbang Desa saat melihat bola mata kuning yang berada di mata Nien Chu.
"Aku ingin menemui An Yue.." ucap Nien Chu singkat.
"Kurang Ajar...!!, berani sekali kau menyebut nama nona muda kami dengan selancang itu, mulutmu tak pantas untuk menyebut Nona muda kami seperti itu!!" ucap salah seorang penjaga yang begitu sangat geram saat melihat bola mata kuning di mata pemuda yang ada di hadapannya, karena bagi warga lembah salju kekalahan mereka dalam turnamen yang diselenggarakan saat menghadapi desa pesisir pantai, merupakan pukulan yang sangat berat yang telah menghancurkan wibawa dan kejayaan lembah salju di mata sang Kaisar.
"Maafkan aku, aku datang ke desa lembah salju untuk menemui Nona muda An Yue," ucap Nien Chu dengan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
"Tunggulah disini, aku akan memberitahukan keberadaanmu kepada para petinggi desa," ucap salah seorang penjaga gerbang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Tak lama kemudian sang penjaga datang bersama seorang pemuda tampan dari bangsa elf, dia bernama An ji Ang, yang merupakan salah satu jenius desa seperti halnya An Yue yang telah menembus ranah Dewa, dia juga merupakan pemuda yang sangat mencintai An Yue.
"Untuk apa kau mencari An Yue?" tanya An ji Ang menyelidik.
"Aku tak bisa mengatakannya kepada anda, karena ini menyangkut masalah pribadiku dengan nona muda An Yue," jawab Nien Chu.
"Jika kau tak ingin mengatakannya maka lebih baik kau pergi dari sini, jika tidak jangan salahkan aku jika harus kasar kepadamu," ucap An ji Ang yang kini diliputi rasa cemburu yang tiba-tiba saja datang menghantuinya.
"Aku datang jauh-jauh ke tempat ini dengan maksud baik dan tak ingin mencari masalah, izinkanlah aku bertemu dengan nona muda An Yue walau sebentar, setelah itu aku akan kembali pulang," jawab Nien Chu.
"Ha..ha..ha .., Aku adalah tuan rumah di sini dan berhak untuk mengusir tamu sepertimu, kau tamu yang tak tahu malu yang memaksakan kehendak, dan ada baiknya tamu sepertimu di binasakan.
__ADS_1
"Serang...!!" teriak An ji Ang dengan menyuruh seluruh penjaga yang ada di tempat itu untuk menyerang ke arah Nien Chu.
Bersambung