
"Penjaga perpustakaan jika kau menginginkan sebuah pertarungan maka aku akan memberikannya, aku ingin kau mengikut sertakan dia dalam pertarungan ini, karena aku benci kepada orang yang telah menghina ibu Dewi Limudza, jika kau tak mengikut sertakan dia maka ku anggap pertarungan ini tak pernah terjadi," ucap Thien Yu sambil menunjuk kearah Dayu haitang.
Mendengar jika Thien Yu menantangnya, Dayu haitang seketika itu naik pitam diapun balas menunjuk kearah Thien Yu sambil berkata. "Cukup aku saja yang akan menghancurkan
mulut binatang mu itu, tak usah kepala perpustakaan yang harus turun tangan dalam menghadapimu," jawab Dayu haitang dengan amarah yang membara di hatinya.
Sebelum pertarungan terjadi di dalam perpustakaan itu tiba tiba saja pasukan keamanan akademi yang biasa di sebut pasukan bayangan, langsung mengurung Thien Yu dan Shao Yan di tempat itu.
"Kak Thien kita tak usah melawan, biarkan pasukan bayangan menangkap kita berdua, semua itu agar kepala akademi tak mempersulit mu untuk berada di akademi ini, ingat tujuan awal kak Thien berada di akademi ini yaitu untuk meyakinkan ketiga saudara kita agar mengakui kak Thien sebagai saudara mereka," bisik Shao Yan.
"Kurasa perkataanmu benar adik, jika aku melakukan perlawanan tak mungkin aku bisa leluasa berada di akademi ini, dan pastinya akan sulit bagiku untuk menemui ke 3 saudara perempuanku karena mereka sekarang ini tinggal di akademi," jawab Thien Yu.
"Ah..., jika tak ada syarat dari ibu Dewi Bilqis untuk mendapatkan pengakuan dari ke tiga saudaraku, jangankan ketua akademi seluruh jendral di istana langit akan aku lawan," batin Thien Yu.
Karena tak ada perlawanan dari dari mereka berdua, akhirnya para pasukan bayangan dapat menangkap dan menyerahkan mereka berdua untuk di hadapkan kepada kepala akademi Nirwana.
kepala akademi Nirwana sangat marah dengan laporan yang masuk kepadanya, jika ada seorang anak muda yang bukan murid dari akademi nirwana telah membuat keributan dan juga menghina Akademi nirwana.
Akan tetapi ketua Akademi tak langsung menerima laporan itu bulat-bulat, dia pun mencerna keadaan yang ada dengan mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Di dalam sebuah ruangan yang ada hanya mereka bertiga yaitu kepala akademi, Thien Yu, dan Shao Yan, disana kepala akademi meminta kepada mereka berdua untuk menjelaskan duduk masalahnya.
Thien Yu pada akhirnya menjelaskan semua yang telah terjadi, hingga penghinaan yang telah diterima oleh keluarganya yaitu Dewi Limudza dan Shao Yan, yang pada akhirnya membuat Thien Yu mengeluarkan kata-kata menghina Akademi.
__ADS_1
"Yang kau tabrak itu adalah Dewi Yun Shi, dia merupakan putri dari Kaisar istana langit yang agung, dan kuharap kau pergi meminta maaf secara langsung kepadanya, agar di kemudian hari tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat Sang Putri memiliki dua orang kakak yaitu Pangeran Yun dai dan pangeran Yun sha.
Kedua Pangeran itu merupakan jenius dari seluruh Nirwana, yang saat ini dilatih oleh Dewa suci dan Dewa agung. Jika masalah ini berlarut-larut ditakutkan kedua Pangeran itu akan turun tangan untuk membela adiknya," ucap kepala akademi.
"Kepala akademi, Apa yang dilakukan oleh kakakku merupakan kesalah pahaman saja, dia pun tak sengaja melakukan hal itu kepada sang putri tapi mengapa hal ini menjadi berlarut-larut, apa karena Dayu haitang yang merupakan jenius Akademi yang membuat masalah ini menjadi berlarut-larut?, kami berdua meminta keadilan dalam hal ini," jawab Shao Yan.
Thien Yu yang tadinya diam kini akan bicara.
"Tak menghilangkan rasa hormat kepada anda kepala akademi, tujuan ku datang ke tempat ini hanya untuk menemui saudara perempuanku, setelah aku menemuinya maka aku akan pergi dari Nirwana, dan kuharap kepala akademi dapat membantuku untuk menemui ketiga saudara ku itu," ucap Thien Yu.
"Aku akan membantumu untuk menemui ketiga saudaramu asalkan kau mau untuk meminta maaf pada seluruh Akademi, terlebih lagi Dewi Yun Shi atas segala ucapan dan perbuatanmu yang telah menyakiti hati orang-orang yang berada di akademi ini," jawab kepala akademi.
"Baik aku akan meminta maaf kepada mereka semua akan tetapi aku meminta agar mereka semua melakukan hal yang sama kepada Ibu Dewi Limudza dan saudaraku Shao Yan, karena mereka juga telah menghina dan merendahkan nya," ucap Thien Yu.
"Jika keadilan itu tak terwujud di dalam akademi ini, maka sampai kapanpun aku tak akan meminta maaf kepada seluruh orang yang berada di dalam akademi ini termasuk anda," jawab Thien Yu dengan ketegasan di dalam ucapannya.
Kepala akademi seketika itu murka, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya begitu keras kepala, dan begitu meremehkan akademi nirwana.
Kepala akademi langsung mengeluarkan kekuatan Dewanya untuk memberi pelajaran kepada Thien Yu.
Terlihat Shao Yan begitu sangat tersisa dengan kekuatan aura Dewa yang di keluarkan oleh kepala akademi, hingga membuat Shao Yan jatuh pingsan.
Thien Yu langsung memberikan hawa murninya hingga tercipta gelembung yang membungkus tubuh Shao Yan.
__ADS_1
"Kau telah melukai saudaraku berarti kau telah melukai ku juga, aku akan memperlihatkan kepadamu seperti seperti apa kekuatan Dewa itu," ucap Thien.
Thien Yu mengeluarkan kekuatan illahi untuk menyerang balik kepala akademi, hingga membuat kepala akademi melangkah mundur beberapa meter karena merasakan kekuatan yang sangat kuat tengah menekan dirinya.
"Siapa sebenarnya pemuda ini mengapa dia begitu sangat kuat, dan bagaimana bisa dia memiliki kekuatan dari Dewa Ilahi yang telah lama menghilang, ini akan buruk bagiku jika aku terus menahan kekuatan Ilahi yang dikeluarkannya," batin kepala akademi.
Thien Yu tiba-tiba saja mengeluarkan teratai nirwana di tangan kanannya, hingga di dalam ruangan itu dipenuhi cahaya emas dan keharuman khas dari bunga teratai.
Melihat teratai nirwana di tangan Thien Yu membuat kepala akademi semakin sangat terkejut, karena setau kepala akademi dari hasil rapat antara petinggi penting istana langit, jika calon jendral perang langit Ciri ciri khas yang ada padanya adalah memiliki kekuatan teratai nirwana tanpa batas.
Mengetahui hal itu, kepala akademi langsung memberi hormat kepada Thien Yu.
Thien Yu yang melihat kepala akademi memberi hormat kepadanya, seketika itu menghentikan kekuatannya.
"Maafkan atas kelancanganku kepada anda jenderal, aku sama sekali tak mengetahui jika yang ada di hadapanku ini adalah dewa perang langit, semoga Jenderal mau memaafkan kelancanganku ini," ucap kepala akademi dengan wajah yang sangat ketakutan.
"Aku akan memaafkan semua perbuatanmu ini padaku, asalkan kamu memenuhi syarat yang kuberikan," ucap Thien Yu.
"Katakan apa syarat yang akan ku penuhi itu?, tanya kepala akademi.
"Yang pertama kau harus merahasiakan keberadaanku sebagai calon Jenderal istana langit kepada siapapun, yang kedua kau harus menjadikanku murid sementara di akademi ini, dan yang terakhir kau harus meminta maaf secara pribadi kepada ibu Dewi Limudza sebagai perwakilan dari Akademi Nirwana yang kau pimpin ini," ucap Thien Yu.
"Baik, aku akan memenuhi syarat yang anda inginkan itu jendral," jawab kepala akademi.
__ADS_1
Bersambung.