
Matahari mulai tenggelam dan binatang malam pun mulai mengeluarkan suara suara khasnya. Tampak seorang pemuda tampan tengah mencari cari seseorang diantara murid terpilih yang tengah menyibukkan diri dalam membakar hewan buruan.
Pemuda itu adalah Feng Yu, dia tengah mencari cari keberadaan Thien Yu sang adik yang belum juga di ketemukannya.
"Di manakah Thien Yu berada, mengapa dia tak ada diantara murid terpilih," gumam Feng Yu.
Feng Yu kembali mencari Thien Yu di area sekitar tempat itu, dan sampailah dia pada satu tempat yang sunyi, karena tempat itu jauh dari keberadaan para murid terpilih.
"Bukannya itu Thien Yu? dan siapakah wanita yang tengah bersamanya?, Sebelum ini aku tak pernah melihat Thien Yu seakrab ini dengan seorang wanita, apa lagi wanita itu merupakan salah seorang murid terpilih yang berangkat bersama sama rombongan ini," batin Feng Yu.
Karena penasaran Feng Yu berjalan menuju kearah Thien Yu dan seorang wanita yang kini membelakanginya.
"Adik" ucap Feng Yu saat berada di dekat mereka berdua.
Sontak Thien Yu dan putri Yan Chi mengarahkan pandangannya kearah sumber suara. Dan betapa terkejutnya Feng Yu saat melihat wanita yang tengah bersama thin Yu adalah Yan Chi, wanita yang sangat di cintainya.
"Feng Yu!??" ucap putri Yan Chi gelagapan saat melihat Feng Yu berada di tempat itu.
"Putri Yan Chi," ucap Feng Yu sambil menganggukkan kepalanya. Feng Yu berusaha menenangkan dirinya saat melihat putri Yan Chi, tapi perubahan expresi di wajahnya dapat terlihat jelas oleh Thien Yu.
Thien Yu mencerna keadaan yang ada, dan dia sangat yakin jika kakaknya terlibat suatu hubungan asmara dengan putri Yan Chi, karena sikap mereka berdua sangat canggung di depan Thien Yu.
"Ha..ha..ha.., kali ini aku akan membalasmu kak Feng Yu, anggap saja masalah kita berdua impas, aku kan mengerjai mu hari ini agar hidupmu sedikit bewarna," batin Thien Yu.
"Ow..., ternyata kalian berdua sudah saling kenal rupanya," ucap Thien Yu tiba tiba.
__ADS_1
Mendengar perkataan sang adik membuat Feng Yu hanya bisa diam, dia hanya dapat mengeluarkan senyuman manis yang sangat dipaksakan nya.
Melihat Feng Yu dan putri Yan Chi terdiam, hal itu membuat Thien Yu melanjutkan perkataannya.
"Kakak, bagai mana menurutmu jika aku dan putri Yan Chi menjadi sepasang kekasih," ucap Thien Yu sambil merangkul tubuh Yan Chi kearahnya.
Sebenarnya putri Yan Chi ingin marah dengan perlakuan Thien Yu padanya, akan tetapi bisikan Thien Yu di telinganya membuat amarah putri Yan Chi mereda.
"Aku tau kau dan kakakku ada hubungan spesial, dan hari ini aku minta padamu agar mau berkerjasama denganku untuk mengerjainya, jika kau tak mau maka di masa depan aku tak ingin kau menjadi kakak ipar ku," bisik Thien Yu.
Putri Yan Chi yang baru mengetahui jika Thien Yu merupakan adik dari Feng Yu kekasihnya, tak mampu berbuat apa apa dengan permintaan Thien Yu.
"Semoga Feng tak marah padaku dengan permintaan Thien Yu yang menurutku tak masuk akal, tapi jika aku tak mengikuti permintaannya itu, di masa depan hubunganku dengan Feng Yu pasti akan bermasalah dengannya. Aku ikuti saja permainan Thien Yu dan setelah ini aku akan menjelaskannya pada Feng Yu," batin putri Yan Chi.
"Bagaimana kak, apakah putri Yan Chi pantas untuk?" tanya Thien Yu kembali.
"Sangat pantas jika kalian berdua bersama, dan akupun sangat senang melihatnya. Kakak mu ini hanya bisa berharap jika kalian berdua dimasa depan dapat hidup bahagia," jawab Feng Yu dengan kegetiran hatinya.
Thien Yu sangat senang karena berhasil mengerjai kakaknya, dan untungnya putri Yan Chi mau bekerja sama dengannya.
"Selamat untuk kalian berdua dan sedari itu aku pamit dulu," ucap Feng Yu sambil membalikkan badan dan melangkah pergi.
"Tunggu kak Feng Yu, mengapa kau terburu buru?, aku tau kau mencariku karena ada sesuatu hal yang ingin kau sampaikan bukan?" tanya Thien Yu.
"Lain waktu saja adik, saat ini waktunya tak tepat," jawab Feng Yu sambil melirik kearah putri Yan Chi.
__ADS_1
"Baiklah kak, aku akan mencarimu nanti," ucap Thien Yu.
Setelah mendengar perkataan Thien Yu, Feng Yu pun pergi dari tempat itu dengan perasaan gundah di hatinya.
Selepas kepergian Feng Yu, Thien yu tertawa terbahak bahak karena telah membuat Feng Yu kesal.
Melihat hal itu putri Yan Chi segera menghampiri Thien Yu dan berkata "Kau harus segera menyelesaikan hal ini dengan kakakmu, jangan sampai masalah ini berlarut larut hingga membuat hubunganku dengannya dalam masalah.
"Jangan khwatir kakak ipar aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya," ucap Thien Yu dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
*****
Malam makin larut udara dingin pun semakin menusuk tulang. Thien datang menghampiri Feng Yu yang tengah terbaring di atas hamparan rumput sambil memandangi bintang bintang di angkasa.
Thien duduk di samping Feng Yu kemudian ikut merebahkan diri di sana.
"Apakah kau ingat kak, sewaktu kita masih di desa batu, kita sering berbaring sambil menatap bintang bintang di langit, dan berharap suatu saat kita berdua akan menjadi kultivator kuat yang tak tertandingi," ucap Thien dengan senyum yang merekah di bibirnya.
"Aku ingat selalu akan hal itu adik, dan tak akan pernah hilang dari pikiranku," jawab Feng Yu.
"Adik walaupun banyak masalah yang menyertai perjalanan kita berdua, aku tak ingin hubungan persaudaraan kita merenggang.
Thien Yu semua yang terjadi baru baru ini merupakan ujian dari rasa persaudaraan kita, karena aku tak ingin jika kau sampai pergi dari kehidupanku," ucap Feng Yu.
"Aku pun tak ingin kehilanganmu kak Feng Yu, karena kau merupakan keluargaku satu satunya yang ku ku kenal sedari kecil," jawab Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung