Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Ketegasan Nien Chu


__ADS_3

Nien Chu ingin mengejar An Yue yang berjalan pergi, akan tetapi langkahnya ditahan Tency yang telah berdiri di sampingnya.


"Biarkan saja dulu sampai gejolak di hatinya mereda, jika tuan muda datang kepadanya saat ini maka tuan muda tak akan mendapatkan kebaikan hatinya, malah tuan muda akan mendapatkan masalah yang bisa menimbulkan pertengkaran, berikan waktu bagi An Yue untuk merenung sampai keadaan hatinya membaik, dan saat itu tuan muda bisa memberikannya penjelasan akan masalah ini." ucap Tency yang berada di samping Nien Chu.


"Jujur jika berhadapan dengan wanita yang sudah dekat dengan ku, kadang aku tak berfikir langkah apa yang harus ku lakukan. Aku telah memberikan penjelasan sebelumnya kepada An Yue jika aku tak bisa tinggal di satu hati, tapi aku bisa berbagi hati seadil-adilnya sehingga tak ada yang tersakiti di antara mereka, dan waktu itu An Yue menerima semua keputusanku, tapi sekarang masalah tiba-tiba berubah, An Yue sepertinya tak ingin jika aku bersama dengan wanita lain," jawab Nien Chu.


"Tuan muda..., apakah kau masih mencintai putri Annchi?" tanya tency.


"Nien Chu menghela nafas panjang kemudian dia pun berkata. "Putri Annchi merupakan wanita yang pertama yang memberi warna di hati ku, walaupun aku pernah berkata jika aku tak akan memperdulikannya lagi, akan tetapi aku tak bisa membohongi hati kecilku sendiri, jika aku masih menginginkannya berada dekat di sisiku."


"Tency..., saat ini putri Annchi kini berada di kekaisaran pheonix, dengan penciuman tajam dari para iblis aku khawatir jika sampai para iblis mencium bau darah elf di tubuhnya, maka dengan sendirinya putri Annchi pasti akan dalam masalah besar." jawab Nien Chu.


"Lantas langkah apa yang harus tuan muda ambil sekarang?" tanya tency kembali.


"Saat ini aku akan menuju ke wilayah kekaisaran Pheonix untuk mengumpulkan semua pemilik simbol dewa disana, salah satunya adalah merekrut putri Annchi ke dalam kelompok pembasmi iblis karena dia memiliki simbol Dewa di tubuhnya."


"Arran, Anchen, Zurui dan Virgion, untuk sementara ini berada di kekaisaran mutiara hidup, untuk membentuk satu kekuatan di dalam serikat dagang yang baru, agar peperangan besar antara ras manusia dan ras iblis di masa depan, kita masih mempunyai kartu as yaitu kekuatan tersembunyi dari serikat dagang yang ada di wilayah kekaisaran mutiara hidup."


"Tency .., jika besok An Yue tak ingin pergi bersamaku ke wilayah kekaisaran Pheonix, maka aku menginginkan mu untuk menjaganya, karena saat ini tak ada keluarga, teman, dan orang terdekat yang bisa menemaninya selain dirimu," jawab Nien Chu.


"Aku pasti akan menjaganya untukmu tuan muda, kau tak usah risau dan mengkhawatirkan hal itu," ucap Tency.


Setelah perbincangan singkat itu, Nien Chu pergi ke suatu tempat untuk beristirahat hingga pagi pun tiba.


Pagi hari Nien Chu meminta ijin kepada kaisar Zeng Hong dan 2 tetua lainnya yang masih berada di puncak Wongku, untuk meninggalkan gunung Wongku karena masih ada urusan yang harus di lakukannya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan izin dari dua tetua dan Kaisar Zeng Hong, pada akhirnya Nien Chu mengajak An Yue untuk pergi bersama menuju ke wilayah kekaisaran Pheonix.


An Yue tak menolak maupun mengiyakan perkataan Nien Chu, dia hanya diam dan tak memberikan kejelasan dari ajakan Nien Chu.


Apa yang di lakukan An Yue memberikan sedikit rasa kesal di hati Nien Chu.


Tiba tiba suara suara inti api surgawi menggema dari dalam alam batin Nien Chu, dia pun berkata. "Kau harus lebih teliti lagi memahami hati wanita, kau harus peka dengan keadaan yang ada, permintaan maaf merupakan cara terbaik untuk meluluhkan hatinya, ditambah lagi dengan memberikan perhatian lebih walaupun sekecil apapun itu, maka kuyakin dia akan luluh dari amarah yang saat ini membelenggu hatinya."


"Nien Chu buang jauh-jauh perasaan egomu darinya, berikan satu penjelasan dan ketegasan di dalamnya, agar masalah yang terjadi ini tak akan terulang untuk kedua kalinya," ucap inti Api surgawi.


"Baik guru..., aku mengerti dengan apa yang kau katakan ini," jawab Nien Chu.


Nien Chu kemudian menggenggam tangan An Yue, kemudian membawanya ke atas punggung Tency yang telah merubah menjadi rubah putih seekor 3.


Diatas punggung rubah putih ekor 3, tak sepatah kata pun keluar dari mulut An Yue, keceriaannya yang dahulu kini hilang entah kemana.


Nien Chu memikirkan mencari momen di mana dia harus membicarakan semua ini dengan An Yue, karena keadaan sekarang ini jangan sampai berlarut larut sehingga menimbulkan suasana asing di antara mereka berdua.


Dan pada akhirnya Tency menemukan sebuah danau, diapun mengurangi laju larinya karena mendengar perintah Nien Chu untuk berhenti sejenak beristirahat.


Setelah mereka berdua turun dari punggungnya, Tency tahu apa yang harus dilakukannya, dia pun berlari dengan cepat hingga hilang dari pandangan mata keduanya.


"Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka, jika aku memang tak sebaik dan pantas bersanding dengan mu, maka dengan sangat menyesal kita akhiri kisah kita ini, karena aku tak ingin di masa depan kau harus terbebani dengan keberadaan wanita wanita lain yang saat ini dekat denganku, dan aku juga terbebani untuk menjaga perasaan mu agar tidak lebih kecewa lagi," ucap Nien Chu.


Mendengar perkataan Nien Chu membuat getir di hati An Yue, wanita muda itu begitu sangat mencintai Nien Chu, dan harapannya jika suatu hari nanti tak ada wanita lain yang berada di hati pemuda yang dicintainya itu.

__ADS_1


Akan tetapi tak ada pilihan baginya karena dia dahulu pernah berkata, jika dia sanggup untuk berbagi hati dengan para wanita lain, yang sebelumnya telah dijanjikan Nien Chu untuk menjadi pasangan kekasihnya, yang penting Nien Chu bisa berbagi hati seadil adilnya.


" Apakah kau mencintaiku?"


Tiba tiba sebuah kalimat terucap dari bibir merah merekah An Yue.


Dengan cepat Nien chu pun berkata. "Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, dan aku berharap jika hubungan kita ini bisa abadi selamanya," jawab Nien Chu.


"Aku cemburu ..!!, Aku takut kau akan menyisihkan aku setelah kau kembali bersama Putri Annchi, karena aku sadar aku kalah segalanya dari putri Annchi," ucap An Yue dengan mata mulai berkaca-kaca.


Nien Chu tersenyum, dan menghapus air mata di pipi An Yue, dengan cepat diapun meraih wanita cantik yang ada di hadapannya itu ke dalam pelukannya, kemudian membisikan kata.


"Sudah kukatakan aku akan menyayangi kalian semua seadil-adilnya, dan aku berjanji padamu air mata yang jatuh hari ini di pipimu, takkan pernah terjadi lagi karena aku akan selalu memberikan yang terbaik bagimu," jawab Nien Chu.


"Aku tak ingin kau meninggalkanku," ucap An Yue sembari mendekap erat Nien Chu.


"Aku takkan meninggalkan mu," jawab Nien Chu dengan membalas dekapan erat sang kekasih.


Dari kejauhan Tency yang telah merubah dirinya menjadi wanita cantik, hanya dapat tersenyum melihat kemesraan diantara mereka.


"An Yue merupakan wanita tegar dan kuat, dan sangat sulit mencari tandingannya di antara kultivator muda di dunia ini, akan tetapi semua ketangguhannya itu harus luntur di hadapan cinta, air mata yang menetes di pipinya merupakan tanda jika dia benar-benar lemah," batin Tency dengan tersenyum penuh arti.


Bersambung.


Lagi ada masalah dengan nt, semoga novel ini bisa terus berlanjut, makasih teman pembaca semua yang selalu mendukung novel ini, kalian yang terbaik🙏

__ADS_1


__ADS_2