Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Setetes darah emas


__ADS_3

Setelah kaisar Feng Liu San mengetahui pewaris Syah kekaisaran pheonix, maka sang kaisar membawa Nien Chu dan ke 3 petinggi istana Pheonix menuju ke tempat suci keberadaan darah Thien Yu di masa lalu.


Dengan membuka kunci dari segel darah yang di milikinya, maka pintu ruangan yang terbuat dari emas itupun terbuka.


Tampak Aura murni dari setetes darah emas yang mengambang di tengah tengah ruangan, seketika itu menerpa mereka semua, sehingga kaisar Pheonix dan ketiga petinggi istana Pheonix tak ada yang mampu untuk masuk kedalam ruangan itu, karena energi dari setetes darah emas begitu sangat kuat untuk mereka lawan.


Nien Chu sangat heran dengan keadaan yang ada, bagai mana mereka berempat tak mampu untuk masuk kedalam ruangan itu, tak seperti dirinya yang tak merasakan efek apapun juga.


Pedang penguasa malam, inti api hidup, inti api neraka dan inti api surgawi secara bersamaan keluar dari tubuh Nien Chu. Ke empat kekuatan penunjang yang di miliki Nien Chu, hanya bisa berada di luar ruangan tempat keberadaan darah emas Thien Yu di masa lalu.


Hanya bunga teratai nirwana yang merupakan kumpulan energi para dewa yang telah mati, yang masih berada di tubuh Nien Chu.


Diam diam kaisar Feng Liu San mengagumi kekuatan besar di dalam tubuh Nien Chu, tak seperti ke 3 petinggi istana langit yang memang telah mengetahui kekuatan Nien Chu yang berasal dari kekuatan ayahnya di masa lalu.


"Tuan muda..., seraplah kekuatan darah emas itu, agar kau di akui oleh semua orang yang berhubungan dengan kontrak darah dari ayahmu di masa lalu," ucap penasehat Biyao.


"Baik paman...!" jawab Nien Chu singkat.


Nien Chu pada akhirnya duduk bersila dengan memejamkan matanya, tak lama kemudian terlihat cahaya keemasan dari bunga teratai nirwana yang mengelilingi tubuh Nien Chu.


Nien Chu kini berada di tengah tengah bunga teratai yang memancarkan aura kuat yang menyebar di udara.


Tak lama kemudian darah emas yang mengambang di udara perlahan lahan terkikis dan mulai merasuk ke tubuh Nien Chu, hingga Nien Chu merasakan kekuatan yang sangat besar di dalam dantiannya.


Setetes darah emas pada akhirnya merasuk semua ke dalam tubuh Nien Chu, dan Nien Chu merasakan adanya tehnik kuat yang kini berada di dalam pikirannya.

__ADS_1


Nien Chu kini berada di sebuah alam kehampaan yang semua terlihat putih dan tanpa penghuni serta mahluk hidup di dalamnya.


Nien Chu kemudian mencerna keadaan yang ada, dan tiba tiba saja ada dorongan yang sangat kuat untuk mempelajari tehnik kuat yang ada di dalam pikirannya.


"Aku rasa kehampaan ini sengaja di tunjukkan para dewa padaku, agar aku dapat mempelajari tehnik kuat yang ada di dalam pikiran ku saat ini," bati Nien Chu.


Nien Chu kemudian berlatih di dalam alam kehampaan itu, untuk menggabungkan kekuatan teratai ilahi dengan teratai nirwana secara bersamaan.


Sementara itu di luar ruangan tempat keberadaan Nien Chu, tampak 3 sosok kuat tengah melakukan meditasi di tempat itu.


Mereka adalah inti api surgawi, inti api hidup dan inti api neraka, yang tengah menyerap kekuatan besar teratai nirwana yang merembes keluar ruangan.


Tampak pula pedang penguasa malam tengah mengambang di udara, tanpa bergerak sedikitpun juga yang ikut menyerap kekuatan dari teratai nirwana.


Telah tiga hari lamanya tak ada tanda tanda Nien Chu mengakhiri kultivasinya, sehingga ke tiga petinggi istana Pheonix di masa lalu dan kaisar Pheonix meninggalkan tempat itu untuk membahas sesuatu hal.


"Kita telah melihat jika pewaris Shah kekaisaran ini telah berada di kekaisaran pheonix, dan dia tak mau jika jabatan kaisar Pheonix ku serahkan padanya. Jika paman bertiga mempunyai usul sekiranya dapat dituangkan dalam pertemuan ini," ucap kaisar Pheonix.


"Nien Chu merupakan anak yang tau menempatkan diri dan menghargai mu sebagai pemimpin negri ini, sehingga Nien Chu tak ingin mengusik tahta kekaisaran yang ada padamu walaupun kau telah menyerahkannya."


"Kau memiliki 5 putra dan satu putri, anak tertua mu dari sang permaisuri bagai mana jika kita jodohkan dengan tuan muda Nien Chu, sehingga tuan muda Nien Chu dapat menjadi putra mahkota kekaisaran yang akan menggantikan mu kelak di kemudian hari, sehingga tahta kekaisaran akan jatuh kembali kepada pewaris sah kekaisaran ini," jawab penasehat biyao memberikan usulan.


"Aku rasa usul penasehat Biyao merupakan jalan keluar bagaiman pewaris Syah kekaisaran ini dapat menerima hak nya kembali," timpal jendral Jatayu.


"Akupun menyetujui hal itu," ucap jendral Gong Lang.

__ADS_1


Baiklah jika semuanya telah menyepakati bersama, maka putriku Violin akan di jodohkan dengan Nien Chu.


Setelah berkata seperti itu, tampak kepuasan terpancar dari wajah ke 3 petinggi istana pheonix di masa lalu, begitupun dengan wajah kaisar Pheonix sendiri dengan keputusan yang telah mereka sepakati bersama.


Sementara itu di alam kehampaan, Nien Chu akhirnya berhasil menggabungkan dua kekuatan besar dari teratai ilahi dan teratai nirwana, hingga membentuk sebuah tombak emas yang mengeluarkan kekuatan menindas tak terbatas, yang mampu membunuh seorang dewa kuat sekalipun.


"Akhirnya aku dapat menggabungkan dua kekuatan besar ini, menjadi tombak emas yang akan menjadi kekuatan terakhirku dalam membinasakan raja iblis," batin Nien Chu dengan senyum kepuasan terpancar di wajahnya.


Setelah dapat menggabungkan teratai ilahi dengan teratai nirwana menjadi satu, maka Nien Chu mulai mempelajari tehnik menembus dimensi yang juga berada di dalam pikirannya, hingga dapat membuat Nien Chu berteleportasi kesemua alam yang ada di alam semesta, termasuk alam nirwana.


Nien Chu mulai mempelajari tehnik menembus dimensi, hingga beberapa waktu lamanya, dan pada akhirnya diapun dapat menguasai tehnik itu dengan sempurna.


Nien Chu kemudian melangkah keluar mengikuti cahaya terang yang tiba saja muncul di hadapannya, setelah Nien Chu menguasai dua kekuatan besar di alam kehampaan.


"Kurasa cahaya itu merupakan jalan keluar bagiku untuk menuju ketubuh kasarku," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian melangkahkan kakinya menuju kearah cahaya terang yang ada di hadapannya, akan tetapi langkahnya terhenti saat melihat sebuah batu yang melayang di udara.


"Mengapa batu ini sengaja menahan langkahku?" gumam Nien Chu.


Nien Chu kemudian meraih batu itu dan mulai memejamkan matanya.


Ternyata batu ini merupakan alat teleportasi ayahku di masa lalu, dan telah terjalin kontrak darah dengan ayahku waktu itu, sehingga batu ini menginginkan aku sebagai tuannya kembali, setelah darah murni ayahku merasuk ketubuh ku."


"Batu bara giok, aku akan membawamu ikut bersamaku," ucap Nien Chu kemudian memasukkan batu bara giok kedalam cincin ruangnya, dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke arah cahaya terang yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


Menghilangnya tubuh Nien Chu, maka menghilang juga cahaya terang yang berada di alam ke kehampaan.


Bersambung


__ADS_2