
Thien Yu benar benar marah, karena serangan dari raja Liushan telah membuat putri Meyling terpuruk dan tak berdaya.
"Yeiyi, bawa putri Meyling ke istana bintang laut, aku ingin kau berusaha membuatnya agar tetap hidup, dan setelah aku menyelesaikan pertarungan ini aku akan segera menyusul mu," perintah Thien Yu.
Yeiyi yang melihat amarah di wajah Thien Yu, tak bisa menolak apalagi membantah perintahnya, walau dia begitu sangat mengkhawatirkan tuan mudanya itu, diapun menganggukkan kepalanya menyetujui, kemudian membawa tubuh putri Meyling menghilang bersamanya.
Lu ying menatap kearah Thien Yu, dan melihat amarah yang sangat besar di wajahnya, hal itu membuat Lu ying menjadi geram kepada ketiga orang yang telah menyakiti hati tuan mudanya.
"Tuan muda kau beristirahatlah, biar aku yang akan menghabisi mereka semua," ucap Lu ying.
"Tidak Lu ying, aku ingin bertarung dengan raja kerajaan buluh surgawi yang hampir membunuh putri Meyling, kali ini aku akan menghancurkan dantiannya seperti apa yang telah dilakukannya pada putri Meyling," jawab Thien Yu.
Setelah berkata seperti itu, Thien Yu dengan cepat menerjang ke arah roh raja Liushan. Lu ying yang melihat tuan mudanya telah melakukan penyerangan, dengan cepat menyerang Yuyang dan Yuying.
Pertarungan sengit pun tak terhindarkan. Thien Yu tanpa ampun langsung menggunakan kekuatan illahi hukum api dan hukum angin secara bersamaan, yang membuat raja Liushan terlihat sangat kerepotan di buatnya.
Berkali kali raja Liushan tak bisa menggunakan tehnik terbaiknya, karena ke 12 runai api milik Thien Yu begitu sangat kuat mengurung rohnya, belum lagi 12 angin tornado disekitarnya yang membuat roh raja Liushan tak bisa berbuat banyak dalam menghadapi Thien Yu.
"Siapa sebenarnya pemuda ini, mengapa dia bisa menggabungkan tehnik api dan angin secara bersamaan, jika terus begini rohku pasti akan hancur, aku harus segera pergi dari sini sebelum terlambat," batin roh raja Liushan.
Tapi sayang Thien Yu lebih dulu mengetahui apa yang di pikirkan raja Liushan, dengan gerak geriknya yang selau menghindar dan mencari celah yang kosong agar dapat pergi dari pertarungan itu. Karena mempunyai niat melarikan diri, dengan cepat Thien Yu mempersiapkan tinju Naga Giok tingkat ketiga yang di milikinya, untuk menghentikan pergerakan raja Liushan.
"Aku tak akan membiarkanmu kabur dari sini, setelah apa yang telah kau lakukan pada putri Meyling, maka matilah kau...!!" teriak Thien Yu dengan melesakkan tinjunya kearah raja Liushan.
Tak ada pilihan bagi raja Liushan, demi untuk menyelamatkan rohnya dari serangan Thien Yu,
Diapun mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membentuk baju perisai energi ditubuhnya, dan mengalirkan energi intinya kearah telapak tangan dalam menyambut serangan dari Thien Yu.
__ADS_1
Raja Liushan meloncat ke udara, dan menapakkan telapak tangan kanannya ke depan sambil berteriak "Matahari pemusnah!".
Dari telapak tangan raja Liushan keluar cahaya berwarna putih yang sangat panas, cahaya putih itu melesat cepat kearah naga hitam yang mengarah padanya.
Ledakan energi besar terjadi, yang membuat pohon pohon di sekitar tempat itu tumbang ketanah.
Thien Yu hanya terseret 10 meter kebelakang, karena kekuatan hukum angin yang di milikinya berhasil menahan tubuhnya hingga tak terhempas jauh kebelakang.
Sementara itu serangan tinju naga giok dari Thien Yu, berhasil menghancurkan tehnik baju perisai energi kebanggaan raja Liushen, dan juga mampu untuk membuat roh raja Liushan terpental jauh ke belakang.
Saat tubuh raja Liushan melayang di udara, ke 12 runai api yang di miliki Thien Yu, bersama sama menghantam roh raja Liushan hingga suara pekikan keras dari mulut raja Liushan menggema di tempat itu.
Raja Liushan terbaring diatas tanah dengan napas memburu, dan dengan sisa sisa kekuatannya dia memecah rohnya hingga raja Liushen dapat terbebas dari Thien Yu.
Di dalam istana buluh surgawi, roh raja Liushan kembali ke tubuh kasarnya. Saat dia mulai sadar dengan membuka matanya, tiba tiba raja Liushan terjatuh kelantai ruangan dengan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.
Raja Liushan berusaha bangkit berdiri, tapi kali ini dia sangat terkejut karena tubuhnya tak mampu mengeluarkan energi yang ada di dalam dantiannya.
"Mengapa bisa seperti ini, aku tak bisa menggunakan kekuatan yang kumiliki sekarang," batin raja Liushan.
Raja Liushan pasrah dengan keadaannya, diapun meraih batu bermata biru disisi tempat meditasinya, kemudian meletakkan batu itu pada tempatnya hingga pintu masuk kedalam ruang khusus miliknya terbuka.
"Prajurit panggil penasehat Bi Tong kesini!!" teriak raja Liushan.
Mendengar perintah rajanya, para prajurit segera mencari penasehat Bi Tong, dan tak lama kemudian penasehat Bi Tong datang dan menghampiri raja Liushan.
"Apa yang terjadi dengan anda yang mulia, mengapa anda bisa terluka parah seperti ini?" tanya penasehat Bi Tong.
__ADS_1
"Nanti akan ku ceritakan semua, lebih baik kau periksa keadaanku terlebih dahulu," ucap raja Liushan.
"Baik yang mulia," ucap penasehat Bi Tong sambil membantu raja Liushan untuk duduk.
Tak lama kemudian penasehat Bi Tong mulai memeriksa keadaan raja Liushan, dan betapa terkejutnya penasehat kerajaan itu mengetahui jika merindian dan dantian yang di miliki raja Liushan, telah rusak parah dan sangat sulit untuk di perbaiki.
"Bagaimana penasehat?" tanya raja Liushan.
Terlihat penasehat Bi Tong menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, semua itu di lakukannya untuk memenangkan dirinya agar penyampaian yang akan di berikan kepada raja Liushan tak menimbulkan kemurkaannya.
"Yang mulia, Merindian dan dantian anda telah terluka parah, hampir di bilang tak ada kesempatan bagi anda untuk pulih seperti sedia kala," jawab penasehat Bi Tong.
"Apa, bagai mana mungkin!!, penasehat apakah selamanya aku tak akan bisa memakai kekuatan ku?" tanya raja Liushan sambil memegang kedua lengan penasehat Bi Tong.
"Benar yang mulia," jawab penasehat Bi Tong singkat.
Raja Liushan tertunduk, dia begitu sangat menyesali pertarungan itu, pemuda yang dianggapnya lemah ternyata memiliki kekuatan yang berada jauh diatasnya, hingga dia harus mengalami penderitaan seperti yang di alaminya sekarang.
Kehilangan tingkat kultivasi bagi seorang kultivator merupakan hal terburuk dalam hidupnya, bisa dianggap jika kultivator itu telah mati seperti apa yang di alami raja Liushan sekarang.
"Penasehat Bi Tong, apakah ada cara lain untuk mengembalikan tingkat kultivasi ku?" tanya raja Liushan.
"Hanya ada satu cara untuk menyembuhkan dantian dan Merindian yang mulia, dengan mendapatkan Mutiara salju Abadi yang berada di alam Dewi vioni, yang saat ini hanya raja Zheng Bil Ang yang dapat membuka dimensi alam tersebut," jawab penasehat Bi Tong.
"Jika begitu halnya, cepat kirimkan pesan pada raja Zeng Bil Ang jika aku tengah terluka, dan memerlukan bantuan darinya untuk mencari mutiara salju di alam Dewi Vioni," perintah raja Liushan.
"Maaf yang mulia, setahuku pergelaran kompetisi beladiri besar antar benua yang terjadi, akan membawa para murid yang akan bertanding untuk masuk kedalam alam Dewi Vioni, agar mereka dapat menambah pengalaman dalam bertarung menghadapi binatang roh yang terdapat di sana, dan jika beruntung akan menemukan bermacam macam benda berkualitas, termasuk mutiara salju yang sampai kini belum pernah ada yang menemukannya.
__ADS_1
Bersambung.