Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Sosok tua misterius


__ADS_3

Thien Yu yang berada diatas perahu begitu kebingungan dengan keadaan yang ada, karena tempat yang menjadi tujuannya sama sekali tak dijelaskan oleh gurunya, tetua Yi Ning hanya menjelaskan jika takdir yang akan menentukan langkahnya.


"Kemana arah yang harus ku tuju sekarang, aku telah jauh berlayar tapi tak juga ku temukan daratan," batin Thien Yu.


Namun tiba tiba Thien Yu memasang kewaspadaan tingkat tinggi, karena dia merasakan adanya pergerakan di bawah perahunya.


Pergerakan itu semakin lama semakin nyata, dan tiba tiba saja ular lahar api raksasa berkepala 7 telah menghadang laju perahu layarnya.


"Celaka, mahluk ini sepertinya penghuni lautan lahar api," batin Thien Yu dan dengan segera mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam alam batinnya.


Tak berselang lama ular tersebut langsung menyerang perahu, hingga perahu yang di tempati oleh Thien Yu hancur berkeping keping.


Tak hayal lagi Thien Yu masuk kedalam lautan lahar api yang panas. Tubuhnya tenggelam akan tetapi sedikitpun dia tak merasa kepanasan, hanya rasa dingin yang kini di rasakan nya.


"Bukannya tadi aku tenggelam di dalam lautan lahar api, tapi mengapa tiba tiba saja aku berada di dalam air sejernih ini? apakah yang sebenarnya telah terjadi?" tanya Thien Yu dalam hati.


Thien Yu naik kepermukaan dan menyaksikan jika permukaan itu masih berselimutkan lahar api, dan juga masih terlihat ular berkepala 7 disana.


"Apakah ini ilusi?" batin Thien Yu.


Thien Yu mengingat kembali pesan gurunya jika kekuatan besar itu akan memilih calonnya sendiri, dan jika telah memilihnya maka orang tersebut akan di takdirkan menjadi calon pewaris kekuatan ilahi.


Thien Yu menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan, semua itu di lakukan untuk menenangkan hatinya kembali. Setelah itu Thien Yu kembali menyelam kedalam lautan lahar api yang telah berubah menjadi air jernih di matanya, dan betapa terkejut Thien Yu ketika melihat di dasar lautan yang dalam, disana terdapat bangunan besar bercahaya emas yang sangat menyilaukan mata.

__ADS_1


Dengan segera Thien Yu menuju ke dasar lautan untuk melihat lebih jelas bangunan emas di bawah sana.


"Mengapa aku dapat menghirup udara di sekitar bangunan ini, bukannya aku berada di dalam air?" tanya Thien Yu dalam hati karena merasa heran dengan semua yang terjadi.


Tiba tiba pintu bangunan besar terbuka, tampak oleh Thien Yu seluruh perabotan yang ada di dalam bangunan semuanya terbuat dari emas dan batu permata berkualitas tinggi.


Thien Yu melangkah kedalam bangunan, dan betapa terkejutnya dia saat merasakan di dalam bangunan tak terlihat sedikitpun air laut, malahan di dalam bangunan itu terdapat begitu banyak Qi murni di sana.


Thien Yu terus masuk kedalam bangunan yang semakin lama semakin luas, dan di tengah tengah bangunan Thien Yu melihat adannya gumpalan energi yang sangat kuat, hingga dirinya tak bisa mendekati sumber energi yang memancarkan cahaya putih terang segenggaman tangan orang dewasa.


Karena rasa penasaran, Thien Yu dengan sekuat tenaga mencoba untuk mendekatinya, namun sayang tekanan energi itu membuat Thien Yu harus terhempas kebelakang dan menabrak dinding bangunan yang sangat kokoh.


Tak hayal lagi Thien Yu pun tak sadarkan diri dibuatnya. Di bawah alam sadarnya, Thien Yu bertemu dengan orang tua berjubah putih dengan rambut yang ada di seluruh tubuhnya telah memutih semua.


Dengan cepat Thien Yu menggenggam tinju dan sedikit membungkukkan badan memberi hormat, sambil berkata.


"Maafkan kelancangan saya tetua, saya tak berniat untuk melakukan kerusakan di bangunan anda ini," ucapnya.


"Ha..ha..ha.., pemuda yang sopan, tak sia sia takdir membawamu ketempat ini, dan aku sangat senang menerimamu di sini. Bangkitlah aku telah menerima penghormatan mu," ucap sosok tua yang berada di hadapan Thien Yu.


Thien Yu kembali tegak berdiri, dan memberanikan diri menatap sosok tua yang berada di hadapannya, terlihat oleh Thien Yu sosok tua yang ada di hadapannya begitu sangat berkarisma layaknya seorang raja besar, dan Thien Yu yakin jika sosok tua yang ada di hadapannya merupakan leluhur pendiri menara hijau.


Tak lama sosok tua itu melanjutkan perkataannya. "Anak muda, kau telah di takdirkan untuk mendapatkan kekuatan besar yaitu kekuatan illahi yang tergabung dalam 4 hukum alam, dan aku ingin kau tak menyalah gunakan kekuatan besar itu kelak," ucap sosok tua di hadapannya.

__ADS_1


"Terimakasih atas kepercayaan yang tetua berikan kepadaku, dan aku berjanji padamu tetua aku akan mempergunakan kekuatan besar itu sebaik baiknya," jawab Thien Yu.


"Bagus, aku pegang Janjimu itu. Di dalam kekuatan ilahi ada 4 unsur kekuatan alam yaitu hukum angin, hukum air, hukum api dan hukum tanah. Dengan kekuatan energimu yang bertipe api maka aku ingin kau mempelajari 4 hukum itu secara bertahap dan di mulai dengan hukum api.


Aku juga akan memberikan padamu tempat yang dahulunya menjadi kediamanku ini untuk mu berlatih, dan kau bebas untuk ketempat ini kapan pun kau mau. Tapi sebelumnya aku ingin kau membangkitkan kembali menara hijau agar kembali berdiri di dalam alam cahaya rembulan," ucap sosok tua di hadapan thien Yu.


"Baik tetua, aku kan membangkitkan menara hijau kembali," jawab Thien Yu mantap


"Bagus anak muda, maka bersiaplah untuk menerima takdirmu," ucap sosok tua itu.


Tak lama kemudian tubuh Thien Yu berselimutkan cahaya putih terang, tubuhnya bergetar hebat saat menerima kekuatan illahi yang perlahan lahan merasuk kedalam tubuhnya.


Tak hanya itu, thien Yu juga mendapatkan sebuah cincin berwarna putih yang melingkar di jari manisnya, dan seekor burung elang putih yang juga berada di dekatnya.


"Thien Yu, cincin itu merupakan alat untuk menuju ke istana Bintang laut ini, dan juga alat untuk pergi ketempat tempat yang kau inginkan selama di dalam alam cahaya rembulan, aku juga menitipkan pengikutku ratu burung elang putih yang bernama Yieyi padamu," ucap sosok tua, dan tak lama diapun menghilang.


Thien Yu perlahan membuka matanya dan mengingat kembali apa yang telah menimpa dirinya. Akhirnya dia menyadari jika kekuatan 4 hukum alam atau yang disebut dengan kekuatan illahi kini telah menyatu dengan dirinya.


"Aku akan mengingat pesan mu leluhur menara hijau, dan akan berlatih sungguh sungguh agar dapat menguasai kekuatan ilahi," gumam Thien Yu.


Akhirnya Thien Yu memutuskan untuk melakukan kultivasi dalam mempelajari kekuatan illahi yang berunsur api, sesuai dengan tipe kekuatan yang ada dalam dirinya.


Bersambung

__ADS_1


Trimakasih sahabat semua yang telah mendoakan saya 🙏🙏🙏, semoga sahabat semua diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah dariNya, Amin.


__ADS_2