
Thien Yu tak bisa memungkiri hatinya Jika dia telah mencintai wanita yang telah sah menjadi istrinya saat ini, dengan rasa cinta itu Thien Yu segera meraih tubuh Dewi Yun Shi ke dalam pelukannya.
"Kak Thien Yu, apakah kau mencintaiku seperti rasa cinta yang saat ini ada padaku untukmu?" tanya Dewi Yun Shi di tengah-tengah nafas yang memburu.
"Aku mencintaimu Dewi, jika aku tak mencintaimu untuk apa kita menikah dan berada berdua di kamar ini," jawab Thien Yu.
"Tapi mengapa kau terus saja memanggilku dengan sebutan Dewi?" tanya Dewi Yun Shi kembali.
"Panggilan Dewi merupakan panggilan kesayanganku padamu, karena kau merupakan wanita tercantik yang pernah kutemui dan aku sangat bersyukur telah memilikimu seutuhnya," jawab Thien Yu.
Hati Dewi Yun Shi begitu berbunga bunga mendengar perkataan manis dari mulut Thien Yu, dan diapun tak menolak saat kecupan lembut mulai bersarang di bibir merahnya.
Makin lama ciuman Thien semakin dalam, hingga membuat Dewi Yun Shi semakin kewalahan menerimanya.
Tangan Thien Yu pun kini mulai bergerilya mencari titik titik utama di tubuh mulus Dewi Yun Shi, hingga ciuman mereka pun terlepas karena Dewi Yun Shi mulai kesulitan untuk bernafas.
"Maafkan aku sayang, aku begitu bergairah menikmati ciumanmu," ucap Thien Yu dengan nafas yang memburu.
"Aku tak apa apa kak Thien, aku juga sangat menikmati itu," jawab sang Dewi dengan napas yang tersengal-sengal.
Kembali kedua insan itu saling berpelukan, dan Thien pun semakin liar menelusuri leher jenjang Dewi Yun Shi dengan bibirnya, dan di sana berkali-kali Thien Yu memberikan tanda merah sebagai tanda kepemilikan.
Ciuman Thien Yu terus berlanjut sampai kepada dua bukit kembar yang begitu padat berisi dengan keindahan yang membuat dada Thien Yu berdesir hebat.
Kedua bukit yang begitu menantang seketika itu dilahap dengan lembut oleh Thien Yu, yang membuat ******* kecil dari mulut Dewi Yun Shi berkali-kali keluar dari mulutnya.
Suara ******* sang Dewi memberikan semangat bagi Thien Yu untuk terus melakukan aksinya, hingga Thien Yu pun tak kuasa untuk segera menuntaskannya.
"Kak Thien Yu, pelan pelan," pekik Dewi Yun Shi saat merasakan sebuah benda tumpul mulai masuk ke dalam mahkota miliknya.
__ADS_1
Dewi Yun Shi merasakan perih saat benda tumpul itu mulai menghujani, dan semakin dalam masuk ke dalam mahkota yang selalu di jaganya selama ini, hingga sang Dewi hanya dapat memejamkan matanya dan menggigit bibir nya sendiri.
Thien Yu terus memacu kudanya secara perlahan dan berirama, hingga membuat Dewi Yun Shi mulai menikmati sensasi yang tercipta, dan pada akhirnya suara Dewi Yun Shi membuat Thien Yu semakin bersemangat mendaki puncak kenikmatan.
"Kak Thien Yu, ah...., aku ingin lebih kuat lagi..," pinta sang Dewi.
Mendengar permintaan Sang Dewi membuat Thien Yu semakin cepat memacu kudanya, hingga tak ada lagi irama tempo yang tercipta hanya ******* napas yang memburu yang terdengar di dalam ruangan itu.
Dan pada akhirnya ******* panjang dari kedua nya mengakhiri pendakian panjang mereka, karena mereka berdua telah mencapai titik tertinggi dari tujuan pencapaian bersama.
Thien Yu rebah di sisi Dewi Yun Shi, dan berusaha untuk mengatur napasnya kembali, sementara itu sang Dewi merebahkan kepalanya di dada bidang Thien Yu, dengan senyum kebanggaan yang telah memberikan apa yang dijaganya selama ini kepada suami nya tercinta.
"Trimakasih sayang, atas apa yang telah kita lakukan malam ini, dan tentunya aku sangat bahagia menjadi suamimu," ucap Thien Yu.
Tak ada kata yang terucap dari mulut Dewi Yun Shi, hanya isyarat yang dilakukannya dengan semakin memeluk erat tubuh Thien Yu.
*****
Di pagi hari Dewi Yun Shi terbangun dari tidurnya, dan melihat ke arah sang suami yang masih tertidur lelap.
Diapun mencoba bangkit dari pembaringan, untuk pergi membersihkan diri dari keringat yang telah mengering di tubuhnya.
Baru saja sang Dewi melangkah, tiba tiba saja pekikkan kecil keluar dari mulutnya karena merasakan di bagian sensitif dari tubuhnya terasa perih dan sakit.
Dengan perlahan lahan sang Dewi mencoba berjalan walaupun rasa perih yang dia rasakan begitu sangat mengganggunya.
Dengan tertatih tatih akhirnya Dewi Yun Shi bisa berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Thien Yu terbangun dan mendapati Dewi Yun Shi telah berpenampilan sangat cantik, dan wangi tubuhnya begitu sangat menggoda Thien Yu.
__ADS_1
"Kak Thien, aku telah membawakan mu sup ginseng, agar dapat memulihkan stamina tubuhmu yang terkuras semalam, makanlah," ucap Dewi Yun Shi.
"Aku tak ingin memakannya, tapi aku ingin memakan mu, karena kau begitu sangat menggoda di mataku," jawab Thien yu sambil menarik tubuh sang Dewi ke pelukannya.
"Kak Thien lepaskan, ini sudah pagi, apa kata penghuni istana nanti jika melihat kita berdua belum juga keluar dari dalam kamar," ucap Dewi Yun Shi.
"Mereka juga pernah menikah, pasti mereka tahu apa yang telah kita lakukan hingga tak ada satupun dari kita berdua yang keluar dari dalam kamar.
Biarkan saja, aku masih sangat rindu kehangatan tubuhmu," jawab Thien Yu.
Maka pagi itu kembali terjadi peristiwa seperti apa yang telah mereka lakukan semalam, hingga mereka berdua pun tergeletak dan tertidur lelap Karena kelelahan.
*****
Sore hari Dewa suci dan dewa agung mendatangi Kaisar langit, di hadapan sang Kaisar kedua Dewa itu pun memberi hormat dan menyampaikan agar Kaisar langit segera memasuki alam Zaiya untuk berlatih di sana.
"Yang mulia, waktu kita semakin menipis dan jika dalam kurun waktu 3 tahun yang mulia belum mempunyai kekuatan yang mumpuni, maka keseimbangan alam akan hancur di bawah kekuasaan Dewa iblis kuno," ucap Dewa suci.
Thien Yu telah menduga kedatangan kedua Dewa tertinggi langit itu bertujuan untuk membuatnya masuk ke dalam alam Zaiya, guna berlatih agar dapat mengimbangi kekuatan dewa iblis kuno.
"Aku akan berlatih di dalam alam Zaiya, tapi tidak hari ini berikanlah aku waktu satu minggu kedepan, agar aku dapat sesaat bersama istriku yang baru saja ku nikahi, dan juga aku akan minta izin dan persetujuan dari kelima Putri yang kini berada di dalam hutan binatang Dewa," jawab Thien Yu.
"Baiklah yang mulia, kami akan datang kembali ke istan langit guna membuka takdir alam Zaiya satu Minggu dari sekarang, agar kau bisa masuk untuk berlatih di sana," ucap Dewa suci kembali.
Setelah tak ada lagi pembicaraan yang terjadi, maka kedua dewa tertinggi langit itupun pamit pulang menuju kuil suci.
bersambung.
1 episode kk
__ADS_1