
Di podium utama dewa api bangkit dari duduknya saat melihat kekuatan besar yang dimiliki Shao Yan.
"Aku tak menyangka jika Shao Yan telah dapat menggunakan kekuatan ular kuno Dewa Pelangi, yang merupakan kekuatan dari seluruh raja binatang kuno para dewa.
"Pertarungan ini harus segera aku hentikan jika tidak nyawa putraku akan terancam, karena dia baru memiliki seperempat kekuatan yang berada di dalam kitab kuno dewa api," batin Dewa api.
Sebelum terjadi benturan energi kembali, dewa api segera melesat dari podium menuju ke tengah-tengah arena pertarungan.
"Hentikan pertarungan ini, putraku telah mengaku kalah kepadamu," ucap dewa api kepada Shao Yan.
"Apa yang kau lakukan Ayah aku belum kalah dalam pertarungan ini!!" timpal Dayu haitang kemudian meloncat ke udara dan menghantamkan tinju dewa api kuno yang dimilikinya ke arah Shao Yan.
Hawa panas dari sebuah meteor api seketika itu melesat cepat ke arah Shao Yan, membuat bebatuan yang di lalui meteor tersebut hancur menjadi debu.
Shao Yan yang telah siap dengan kemungkinan serangan mendadak dari Dayu haitang langsung menapakkan Kedua telapak tangannya ke depan, maka terciptalah sebuah bayangan Dewa ular pelangi raksasa yang langsung menyambut kedatangan meteor api yang dilepaskan Dayu haitang.
Dewa Api yang tak menyadari jika putranya akan bertindak nekat, hanya dapat terpana melihat benturan energi yang terjadi.
Alhasil tubuh Dayu haitang yang belum menguasai sepenuhnya kekuatan di dalam kitab dewa api kuno, langsung terpental dan terhempas ke tanah dengan sangat keras.
__ADS_1
Dari jauh Dewa api melihat putranya memuntahkan darah segar, yang berarti jika Dayu haitang saat ini tengah terluka parah.
Disisi lain Shao Yan tak menampakkan luka berarti di tubuhnya, terlihat dengan kembalinya shao Yan setelah terseret beberapa meter ke belakang akibat benturan yang terjadi.
Dewa api yang melihat hal itu langsung melakukan serangan jarak jauh kepada Shao Yan, dia tak rela jika putranya terluka parah padahal dia telah menghentikan jalannya pertarungan itu.
Shao Yan yang tak siap dengan serangan dari dewa api, hanya bisa pasrah saat tubuhnya terkena telak serangan jarak jauh yang dilepaskan sang dewa api.
Tubuh Shao Yan terpental jauh ke belakang dan menghantam segel pembatas dengan keras, hingga segel pembatas itu hancur berkeping-keping akibat tertimpa tubuh Shao Yan.
Melihat tubuh putranya disakiti dengan cara yang curang, Dewi Limudzha, Dewi Zhao Quin, Dewi Bilqis dan Dewi Qian Qin, secara bersama-sama menyerang ke arah dewa api yang masih berada di dalam arena, sementara itu ketiga kakak perempuan Shao Yan langsung melesat cepat ke arah sang adik, yang kini terkapar di tanah untuk melihat keadaannya.
"Kakak cepat panggil ibu Shao Quin, keadaan adik Shao Yan begitu sangat parah," ucap Dewi Nieer.
Setelah melihat ke empat ibunya tengah bertarung, membuat Dewi Vioquin mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan kepadanya, dan memilih membawa Shao Yan ke balai pengobatan akademi.
Sementara itu di tempat lain tepatnya di arena pertarungan, untuk untuk meredam serangan ke-4 Dewi, dewa api segera menggunakan kekuatan andalannya yaitu kekuatan api abadi, akan tetapi kekuatan keempat Dewi masih terlalu kuat baginya hingga membuat dewa api terseret beberapa langkah ke belakang saat berbenturan dengan kekuatan ke empat Dewi.
Kaisar langit segera turun dari atas podium utama untuk meredakan pertarungan yang terjadi, dengan memberikan serangan kejut kepada keempat dewi.
__ADS_1
Serangan kuat dari Kaisar langit membuat ke-4 Dewi terpental dan terhempas ke lantai arena pertarungan dengan keras. Dua dari keempat Dewi yang terkena serangan kejut dari Kaisar langit seketika itu pingsan di tempat, dan 2 dari Dewi lainnya tak mampu untuk melanjutkan pertarungannya kembali.
Thien Yu yang tadinya diam kini benar-benar marah melihat penindasan dan kecurangan yang dilakukan petinggi istana langit kepada keluarganya.
Diapun melesat masuk ke dalam arena pertarungan, dengan tubuh yang telah memakai perisai dewa perang milik ayahnya.
Kaisar langit, seharusnya kau sebagai pemimpin Nirwana bisa menjadi teladan bagi seluruh penghuni Nirwana, tidak seperti apa yang kau lakukan saat ini bertindak membela orang-orang yang berlaku curang kepada keluargaku, apakah layak kau dianggap sebagai seorang seorang pemimpin istana langit??.
Kaisar langit mulai sekarang aku akan mengumumkan perang terhadapmu dan seluruh istana langit, aku akan menghancurkan Nirwana dengan seluruh kekuatanku," ucap Thien Yu.
"Tunggu Thien Yu ini hanya kesalahpahaman belaka, bukan maksudku untuk melukai keempat Dewi. Saat itu aku hanya ingin menghentikan pertarungan yang terjadi agar tak berlarut larut.
Thien Yu kita bisa bicarakan hal ini baik-baik, agar kesalahpahaman yang terjadi menjadi jelas," jawab kaisar langit.
Ucapan kaisar langit tak digubris oleh Thien Yu, amarahnya telah membutakan hatinya hingga Thien Yu mengeluarkan kekuatan teratai ilahi dan teratai nirwana di kedua telapak tangannya.
Dengan amarah yang membara, teratai ilahi di lepaskan Thien Yu kearah Dewa api, dan teratai nirwana di lepaskan kearah kaisar langit, sehingga kilatan petir seketika itu menggema di seluruh penjuru di akademi nirwana.
Seluruh murid akademi seketika itu berlarian menjauh dari area pertarungan, karena mereka semua takut terkena efek serangan dari pertarungan yang terjadi.
__ADS_1
Dari kejauhan Dewi Yun Shi seakan tak percaya dengan apa yang di dengar dan di lihatnya, Thien Yu pemuda yang telah menyemaikan cinta dihatinya kini menjadi seorang pemuda yang sangat kuat, yang mampu untuk menandingi kekuatan ayahnya yang merupakan kaisar langit dan Dewa api yang merupakan penasehat di istana langit.
Bersambung