Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pengejaran Nien chu


__ADS_3

Siang itu Nien Chu membawa Dewi Giok untuk melihat lihat pemandangan di luar.


Terlihat beberapa angsa putih tengah bermain di tepi danau, terlihat juga beberapa air terjun yang mengalirkan air sungai menuju ke danau.


Burung burung beterbangan di udara, dan binatang-binatang banyak di sekitar danau untuk meminum air.


Dewi Giok berlari ke arah kuda putih bersayap, yang tengah minum minum danau.


Nien Chu tersenyum saat melihat kuda putih itu menyambut Dewi Giok, dan tak lama kemudian kuda putih itu membawa Dewi giok terbang mengelilingi area sekitar tempat itu.


Ternyata binatang binatang di sini begitu jinak, yang menganggap jika kami berdua merupakan sahabat nya.


Tiba tiba suara jendral Jatayu terdengar dari kontrak darah yang terjalin dengannya.


"Tuan muda.. , putri Annchi terluka parah, dan saat ini dia tak berdaya," ucap jendral Jatayu.


Nien Chu sangat terkejut mendengar kabar itu, diapun segera melesat ke arah kuda putih bersayap, kemudian berkata kepada Dewi giok.


"Aku akan kembali ke istana Pheonix, karena putri Annchi saat ini tengah terluka," ucap Nien Chu.


"Kak Nien Chu, bolehkah aku tinggal beberapa saat di sini karena aku masih ingin bermain main dengan binatang binatang jinak yang berada di sini," jawab Dewi Giok.


"Kau boleh berada di sini untuk beberapa waktu lamanya, setelah kau jenuh atau bosan, kau bisa memanggilku dengan menggunakan simbol Dewa yang ada di tubuh mu," ucap Nien Chu.


"Pergilah kak.., semoga putri Annchi dapat kembali sehat seperti sedia kala," jawab Dewi Giok dengan senyuman di bibirnya.


Nien Chu seketika itu menghilang dari hadapan Dewi Giok , dan muncul di tempat Putri Annchi berada. Tampak An Yue, putri Zeng Yi, Hyun Zi telah berada di sana, yang begitu mengkhwatirkan keadaan putri Annchi.


"Apa yang terjadi?" tanya Nien Chu.


"Pertarungan dengan Erlang Wang yang telah membuatnya seperti ini, jiwa yang berada di tubuh putri Annchi terserap ke dalam sebuah kobaran api yang sangat aneh, yang membuat putri Annchi seperti hidup karena masih bisa bernafas, dan mati karena tak bisa bergerak sama sekali," jawab An Yue.


Nien Chu memeriksa keadaan putri Annchi dan tak lama kemudian dia pun pergi meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah katapun juga.


Nien Chu kemudian menggunakan teknik menembus dimensi, untuk menuju ke sebuah tempat di mana roh jiwa putri Annchi berada.

__ADS_1


Pangeran Erlang Wang begitu sangat terkejut saat tiba-tiba saja Nien Chu sudah berada di hadapannya.


"Mengapa kau bisa sampai ke tempat ini, dan dari mana kau tahu keberadaanku di sini!!" bentak Pangeran Erlang Wang dengan rasa keterkejutannya.


Flash back


Nien Chu memeriksa keadaan putri Annchi, dan dengan menghubungkan simbol Dewa yang berada di tubuh putri Annchi dengan diagram yang ada padanya, Nien Chu akhirnya mengetahui tempat keberadaan jiwa putri Annchi yang di sekap oleh pangeran Erlang Wang.


"Kau telah menyekap jiwa putri Annchi, dan aku ingin kau segera membebaskannya sekarang atau jangan salahkan aku jika pertempuran besar akan terjadi dengan kekaisaran binatang buas," jawab Nien Chu.


"Ha..ha...ha..., kau lupa kau saat ini berada di mana, takkan mungkin kau seorang diri dapat mengalahkanku yang di kelilingi kultivator kuat yang ada ditempat ini," ucap pangeran Erlang Wang.


Mendengar perkataan pangeran Erlang Wang, Nien Chu lantas menyerangnya namun tiba tiba puluhan kultivator kuat langsung menghadang serangan tangan kosong yang di lakukan oleh Nien Chu, sehingga pertarungan sengit terjadi di dalam ruangan pangeran itu.


Nien Chu segera menggunakan teknik amukan api misterius, sehingga satu persatu kultivator yang di hadapinya tumbang ketanah.


Nien Chu melepaskan sebuah jarum emas yang menuju ke arah Erlang Wang, dan berhasil melukai pundak kirinya hingga menyisakan darah di jarum emas tersebut.


Nien Chu kemudian menyimpan jarum emasnya dan kembali bertarung melawan para kultivator yang berada di tempat itu.


Sementara itu, Erlang Wang pergi melarikan diri ke tempat di mana jendral iblis Yikzi berada, dan menceritakan semuanya yang telah terjadi di tempat kediamannya.


"Untuk saat ini pangeran lebih baik mengalah dengan memberikan kembali jiwa wanita yang pangeran sekap itu, karena saat ini kita tengah membangkitkan para Jenderal iblis di masa lalu, dan aku tak ingin jika ritual kebangkitan itu terganggu dengan adanya pemuda yang memiliki kekuatan besar itu di sini," ucap jendral Yikzi.


"Apakah kau takut menghadapinya jenderal?" tanya pangeran Erlang Wang.


"Aku tak pernah takut menghadapi siapapun juga, tapi saat ini keadaan kita tidak di untungkan jika harus bertarung melawan pemuda itu. Coba kau tengok ke belakang saat bertarung dengannya, bukankah saat itu kekuatan di belakang pemuda itu sangatlah besar hingga dapat dengan mudah mengalahkan kita."


Pangeran jika kau tetap berkeras berada disini dan pemuda itu datang ketempat ini, maka kau harus mempertanggungjawabkannya kepada raja iblis," jawab jendral iblis Yikzi.


Pangeran Erlang Wang terdiam, tak lama kemudian dia pun berkata. "Aku akan kembali ke istana awan, dan aku menginginkan binatang terbang iblis tercepat agar aku bisa sampai di kekaisaran binatang buas hari ini juga," ucapnya.


Jendral iblis yang tak ingin proses kebangkitan Jenderal iblis terdahulu di kacau kan dengan kedatangan pemuda yang tengah mengejar pangeran Erlang Wang, langsung menyiapkan bintang iblis tercepat yang dimilikinya, semua dilakukannya agar pangeran Erlang Wang segera pergi dari tempatnya berada.


Kelelawar raksasa hadir di tempat itu, dengan panggilan dari jendral iblis Yikzi.

__ADS_1


Erlang Wang segera menaiki kelelawar raksasa itu, dan tak lama kemudian kelelawar itu pun menghilang menembus dimensi menuju ke istana awan.


Setelah Nien Chu menghabisi semua kultivator kuat yang bertarung dengannya, Nien Chu kemudian mengeluarkan jarum emas yang di milikinya, kemudian melacak keberadaan pangeran Erlang Wang melalui darah yang mengering di jarum emas nya.


Dengan menembus dimensi, Nien Chu pada akhirnya tiba di depan pintu gerbang istana Awan.


Nien Chu segera mengeluarkan pedang penguasa malam, kemudian menebaskan pedang itu sehingga selarik sinar berbentuk bulan sabit langsung menghantam gerbang besar yang berdiri kokoh di hadapannya.


Ledakan besar terjadi yang membuat gerbang itu hancur seketika.


Para prajurit istana berhamburan keluar dan langsung mengurung keberadaan Nien Chu.


4 orang komandan prajurit dari beberapa kelompok pasukan, berdatangan ke tempat empat itu.


"Kurang ajar ...!!, berani sekali kau mengacu di istana Awan!!" teriak salah seorang komandan prajurit dengan menunjuk ke arah Nien Chu.


"Aku ingin bertemu dengan pangeran Erlang Wang atau Kaisar istana ini, jika tidak jangan salahkan di kemudian hari peperangan besar akan terjadi di tempat ini" jawab Nien Chu.


"Lancang...!!, berani sekali kau berkata seperti itu di hadapan kami semua," teriak komandan prajurit yang lainnya.


Nien Chu mengibaskan pedang penguasa malam kearah komandan prajurit yang berteriak kepadanya, yang membuat selarik sinar putih melesat cepat ke arah komandan itu, sehingga membuatnya terjatuh dari kudanya dan tergeletak di tanah dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya.


3 komandan prajurit tak menyangka, jika pemuda itu dapat membunuh salah satu rekannya dengan begitu sangat mudah.


"Ku katakan sekali lagi agar kalian semua segera memanggil pangeran Erlang Wang dan kaisar istana ini segera!!" teriak Nien Chu yang telah habis kesabaran nya.


"Salah satu komandan prajurit seketika itu berteriak.., tangkap pemuda itu...!!".


Seluruh prajurit yang mengurung keberadaan Nien Chu, seketika itu bergerak.


Nien Chu yang merasa jika perkataannya tak dipedulikan lagi oleh komandan prajurit, seketika itu menusukkan pedang penguasa malam ketanah, sehingga membuat gelombang kejut yang langsung mengarah kepada para perajurit yang mengurungnya.


Gelombang kejut itu sangat kuat, yang membuat seluruh prajurit penyerang mati dengan sangat mengenaskan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2