
Di istana gerbang naga, Raja kota memperkenalkan Thien Yu kepada dua putrinya dan juga ratu kerajaannya.
kedua Putri Raja kota bernama Putri Emilia Die dan putri Estia Die. Putri Emilia Die berumur 17 tahun, sementara putri Estia Die berumur 20 tahun.
Mengetahui jika yang datang merupakan seorang pangeran dari istana pheonix, putri Estia Die yang akan di jodohkan tak memberikan respon baik kepada Thien Yu, karena dari segi penampilan Thien Yu terlihat biasa-biasa saja dan tampak seperti orang yang tak mempunyai kemampuan apa-apa.
Flashback
Thien Yu memakai pakaian yang bukan merupakan pakaian seorang bangsawan dari kekaisaran pheonix sewaktu ingin berangkat ke kerajaan gerbang naga. Apa yang Thien Yu lakukan membuat Raja kota gerbang naga menjadi heran.
"Apa yang anda lakukan pangeran, mengapa anda berpakaian seperti ini?" tanya raja kota.
"Paman, Aku ingin datang ke kerajaan gerbang naga untuk melihat bagaimana sifat dan karakter wanita yang akan dijodohkan denganku, dan dalam hal ini aku minta Paman tak ikut campur karena aku berhak memilih apakah dia layak menjadi calon pendamping hidupku di masa depan.
Paman aku berhak memilih calon pendampingku walaupun ayahku pernah menjodohkanku dengan Putri paman, jika putri paman dapat menerima keadaan jika memakai pakaian seperti ini, dan juga berlaku baik padaku saat kerajaan gerbang naga nanti, maka aku pastikan akan menerima perjodohan yang telah di sepakati oleh ayahku dengan paman" jawab Thien Yu.
"Baiklah pangeran dalam hal ini Paman tak akan ikut campur, dan jika suatu hari kalian memang tak jodoh maka Paman berharap kau dan putriku bisa menjadi saudara angkat," Jawab raja kota dengan bijak.
Tak lama kemudian mereka pun pergi untuk menuju ke kerajaan gerbang naga.
*****
Di dalam suatu ruangan yang ada hanya Raja kota, permaisuri dan juga putri Estia Die.
"Ayah mengapa engkau membawa pemuda yang katanya pangeran dari negeri Phoenix, tapi mempunyai penampilan yang tak memikat hatiku, dia layaknya seperti orang bodoh yang tak mempunyai kemampuan apa-apa," ucap putri Estia Die.
"Putriku sebelum kau dilahirkan aku dan ayahnya telah mengangkat saudara dan akan menjodohkan kalian berdua, Ayah berharap kau dapat menjadikan Thien Yu pasangan hidup di masa depan, agar dapat memimpin kerajaan ini di masa depan," ucap raja kota.
"Tidak ayah, Aku tak butuh pemuda seperti dia, Aku ingin seorang pemuda yang layak menjadi pendampingku adalah seorang pangeran yang tampan dan mempunyai kemampuan kuat, tak seperti dia," protes putri Estia Die.
"Aku ingin kau bersama Thien Yu dalam waktu 3 bulan ke depan, setelah itu kau bisa memutuskan apakah kau ingin terus bersamanya atau menghentikan perjodohan yang telah kusepakati oleh ku dan orang tuanya," ucap raja kota.
"Baik Ayah aku akan bersamanya tapi setelah tiga bulan dari sekarang, aku bebas memilih untuk dapat bersama atau meninggalkannya, dan aku ingin Ayah menepati janji untuk menerima keputusanku di saat masa 3 bulan telah tiba," jawab Estia Die.
"Aku pasti menepati janjiku putriku, dan aku ingin saat kau mengambil keputusan kau tak menyesalinya di kemudian hari," ucap raja kota.
Setelah kepergian raja kota dan ibunya, putri Estia Die berpikir untuk membuat Thien Yu tak kerasan di istana gerbang naga.
__ADS_1
"Lihatlah, aku aku membuatmu tak kerasan tinggal di istana gerbang naga," batin putri Estia Die.
Setelah beristirahat semalaman di kamarnya, pada akhirnya Thien Yu keluar kamar setelah membersihkan diri.
Suara seorang wanita tiba-tiba memanggil namanya. "Kak Thien Yu, Aku telah menunggumu dari tadi untuk mencicipi masakan yang telah kubuat," ucap putri Estia Die.
"Masakan apa yang telah kau buat itu putri?" tanya Thien Yu.
"Aku telah membuat makanan kesukaan mu, kata ayah kau sangat suka sekali sub ikan sungai, sedari itu aku membuatkan khusus untuk mu," ucap putri Estia Die.
"Baiklah, aku akan mencicipi masakan yang telah kau buat itu," ucap Thien Yu.
Melihat sub ikan kesukaannya, Thien Yu merasa senang, diapun memakan makanan yang diberikan Putri Estia Die padanya tanpa curiga.
Setelah selesai memakan makanan itu, putri Estia Die menyuruh Thien Yu untuk beristirahat.
"Beristirahatlah, sore nanti aku akan mengajakmu untuk jalan-jalan di sekitar istana," ucap putri Estia Die.
"Aku akan beristirahat seperti yang kau katakan, karena tubuhku masih merasa lelah setelah perjalanan jauh kemarin," jawab Thien Yu.
"Dasar lemah, mana mungkin aku mau menikah dengan pemuda lemah yang tak mempunyai kekuatan apa-apa sepertimu," batin putri Estia Die.
Setibanya Thien Yu di depan kamarnya, diapun merasakan perutnya sakit yang sangat luar biasa hingga membuat Thien Yu harus bergulingan di depan pintu kamarnya, karena menahan rasa sakit itu.
Dari jauh putri Estia Die tersenyum penuh dengan kepuasan saat melihat Thien Yu bergulingan di depan pintu kamarnya.
"Ini akibat jika kau menginginkan perjodohan dengan ku, kau bagaikan pungguk yang merindukan bulan, Tak mungkin kau seorang pangeran dari kekaisaran besar karena aku meragukan hal itu.
Setahuku kabar mengenai pangeran dari negeri pheonix adalah pangeran yang tampan dan juga mempunyai teknik bela diri yang sangat hebat, tak seperti kau, lemah dan tak bisa diandalkan.
Aku yakin jika perjodohan ini merupakan akal-akalan dari ayahku, agar aku segera menikah," ucap putri Estia Die.
Namun tiba tiba wajah Putri Estia Die berubah, saat melihat seorang wanita tengah membantu Thien Yu, dia adalah putri Emilia Die adiknya yang tiba-tiba datang menolong Thien Yu.
Tak ingin kedoknya terbongkar dan melaporkannya kepada sang ayah, putri Estia Die dengan cepat meninggalkan tempatnya berada.
Flashback
__ADS_1
Saat melintas jauh di depan kamar Thien Yu, putri Emilia Die mendengar suara erangan kesakitan. Karena suaranya begitu sangat jelas, sang putri memutuskan untuk mencari sumber suara, dan betapa terkejutnya putri Emilia Die begitu melihat Thien Yu yang tengah kesakitan di depan pintu kamarnya, dan dengan cepat diapun langsung menghampiri Thien Yu dan memberikan pertolongan.
*****
"Bertahan lah, kau telah memakan racun hingga membuatmu seperti ini, aku akan mencoba membantumu agar racun dan rasa sakit di tubuhmu menghilang," ucap putri Emilia Die.
Dengan memberikan hawa murninya, pada akhirnya Thien Yu dapat memuntahkan semua makanan yang telah dimakan nya. Setelah semua makanan keluar dari mulutnya, Thien Yu merasakan perlahan-lahan sakit di perutnya menghilang.
"Trimakasih karena Putri telah menolong saya," ucap Thien Yu.
"Siapa yang meracunimu hingga kau menjadi seperti ini?" tanya putri Emilia Die.
"Tadi aku lapar dan memakan apa saja yang ada di dapur istana, mungkin ada makanan yang sudah basi hingga membuatku keracunan seperti ini," jawab Thien Yu berbohong.
"Kalau begitu istirahatlah, Aku akan kembali melihat keadaanmu besok pagi, dan jika berkenan Aku ingin mengajakmu melihat kompetisi yang diadakan di kota gerbang naga, agar kau tak terlalu jenuh berada di istana," ucap putri Emilia Die.
"Baiklah putri, aku ingin menyaksikan kompetisi itu dan aku akan menunggumu di sini," jawab Thien Yu.
Putri Emilia Die mengantarkan Thien Yu masuk kedalam kamarnya, sampai Thien Yu terbaring di pembaringan nya setelah itu sang Putri pergi meninggalkan ruangan kamar Thien Yu.
Setelah sang putri pergi, Thien Yu memanggil gonggo untuk hadir di ruangan itu.
"Apa yang terjadi denganmu tuan muda hingga tubuhmu tak berdaya seperti ini?" tanya Gonggo.
Thien Yu pun menceritakan semua kisah, hingga sampai dia berada di kerajaan gerbang naga.
"Begitulah gonggo, wanita yang ingin dijodohkan denganku telah membuatku menjadi seperti ini. Jika dantianku tak terbelenggu oleh segel yang sangat kuat, racun itu tak akan mungkin mencelakaiku karena di tubuhku terdapat raja racun api hitam yang pastinya akan menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuhku," jawab Thien Yu.
"Tuan muda perintahkanlah padaku untuk membunuh putri Estia Die, Jika perlu kerjaan ini akan kuratakan dengan tanah hingga tak ada lagi yang berani merendahkanmu," ucap Gonggo.
"Aku tak menginginkan kau melakukan hal itu Gonggo, karena raja kerajaan ini merupakan adik angkat ayahku, dan jika kau melakukannya sama saja aku telah menghancurkan keluargaku sendiri," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan Tuan mudanya, Gonggo pun terdiam. Tak lama kemudian Gonggo kembali mendengar perkataan tuan mudanya.
"Gonggo bantu aku untuk mengalirkan energi murni mu ketubuh ku, agar keadaanku bisa cepat membaik," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan Thien Yu, Gonggo langsung memberikan hawa murninya ketubuh Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung.