Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Terselamatkan


__ADS_3

Hari beranjak siang, Thien Yu masih berada bersama Xiozi di kota, tapi entah mengapa hati Thien Yu selalu gelisah. "Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa hatiku berdebar dan gelisah seperti ini, seperti ada orang yang terdekat dengan ku tengah meminta pertolongan?, entahlah mungkin ini perasaanku saja," batin Thien Yu.


Thien Yu terus menemani Xiozi mencari pernak pernik perhiasan rambut, dan pada akhirnya Thien Yu menemukan perhiasaan rambut yang sangat cantik. "Perhiasan ini cocok dengan Syin Yin, aku akan membelikan perhiasan ini untuknya," batin Thien Yu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Diam diam Xiozi melihat apa yang di lakukan Thien Yu, sambil pura pura memilih milih pernak pernik perhiasan, Xiozi tak melepaskan pandangannya dari perhiasan yang di pilih oleh Thien Yu.


Xiozi mendengar adanya percakapan dengan pemilik dagangan itu. "Paman, Apakah perhiasan ini masih ada yang serupa?" tanya Thien Yu.


"Maaf tuan muda, perhiasan ini hanya ada satu dan harganyapun lebih mahal dari perhiasan yang lainnya, anda sangat pintar dalam memilih barang," jawab pedagang itu.


"Aku akan membelinya paman," ucap Thien Yu.


"Sayang sekali perhiasan ini hanya ada satu, jika masih ada tentunya aku akan membelikannya buat putri Meyling," batin Thien Yu.


Xiozi yang melihat Thien Yu membeli satu perhiasan membuatnya merasa senang, dalam hati pun berkata, "Aku sudah tak sabar mendapatkan hadiah kecil darimu Thien Yu," batinnya dengan senyum keceriaan di wajahnya.


Tapi setelah lama bersama Thien Yu, Xiozi tak juga mendapatkan hadiah dari Thien Yu berupa perhiasan rambut yang sangat cantik, malah Thien Yu mengajaknya untuk makan di sebuah rumah makan, yang membuat Xiozi bertanya tanya untuk siapa perhiasan rambut yang beli Thien Yu.


"Mungkin Thien Yu akan memberikannya nanti setelah berada di istana, aku akan menunggu hadiah darimu itu Thien Yu," gumam Xiozi dalam hati dan terus melangkah beriringan dengan Thien Yu menuju ke rumah makan.


Di tempat lain, di dalam lebatnya hutan Shang mu masih terus melakukan aksinya melepaskan sisa sisa pakaian yang di kenakan Syin Yin, hingga keadaan Syin Yin kini tanpa satu helai benang pun di tubuhnya.


Setelah melihat tubuh polos Syin Yin, gairahnya pun semakin menggebu gebu, kemudian diapun mulai melepaskan pakaiannya sendiri, namun tiba tiba angin kencang menerpa tubuhnya yang membuat shang mu sadar jika itu merupakan serangan kuat dari jarak jauh yang di pasang seseorang.


Shang mu segera berjumpalitan di udara untuk menghindari serangan mematikan itu.


"Kurang ajar, siapakah yang telah berani mengganggu kesenanganku!!?" batin Shang mu marah.


Flash back.


Feng Yu yang tengah jenuh berada di istana kerajaan, apalagi tak melihat keberadaan adiknya memilih untuk mencari binatang roh yang berada di dalam hutan.


Menurut ketua Huangshan yang menjadi ketua murid terpilih kekaisaran Glory, semalam dia melihat binatang roh langka berupa kera berbulu emas yang berada di dalam hutan di pinggiran kota tersebut.


Aku akan mencari kera berbulu emas itu bagai manapun caranya, aku akan menghadiahkan batu inti roh kera berbulu emas itu kepada putri Yan Chi karena dia suka mengoleksi batu inti roh yang langka.


"Aku akan mendapatkan batu inti roh kera berbulu emas, putri Yan Chi pasti akan sangat senang menerimanya," batin Feng Yu.


Dengan niatnya itu, Feng Yu akhirnya berangkat menuju kedalam hutan kota kerajaan.

__ADS_1


Feng Yu terus mencari, akan tetapi tak juga dia mendapati apa yang menjadi buruannya. Dan secara tak sengaja dia mendengar adanya suara tawa kemenangan dari kejauhan.


Karena penasaran diapun menuju kearah sumber suara. Dan betapa terkejutnya Feng Yu saat melihat Shang mu berada di tempat itu dan ingin menodai seorang wanita yang sudah tak berdaya.


Feng Yu menatap wajah wanita yang pakaiannya tengah dilucuti habis oleh Shang mu, dan kembali lagi keterkejutannya semakin menjadi jadi setelah melihat jika wanita itu adalah Syin Yin, wanita yang akan di jodohkannya dengan adiknya Thien Yu.


Dengan amarah yang tak terbendung Feng Yu melepaskan satu pukulan dari jarak jauh kearah Shang mu, yang membuat angin berkecepatan tinggi mengarah cepat kearah Shang mu, setelah itu Feng Yu segera melesat cepat dengan berloncatan dari pohon ke pohon menuju kerah Syin Yin berada.


*****


"Bukannya dia Feng Yu? Celaka mengapa dia bisa berada di tempat ini!!" gumam Shang mu yang melihat Feng Yu tengah berloncatan dari pohon ke pohon menuju ke arahnya.


Shang mu sangat terkejut melihat siapa yang telah menyerangnya, dia adalah Feng Yu yang merupakan murid terpilih jenius dari ke kaisaran Glory, hal itu membuatnya menjadi ciut nyali untuk menghadapi Feng Yu dalam sebuah pertarungan.


Dengan perasaan kesal Shang mu lebih memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu, dari pada dia berurusan dengan Feng Yu yang mempunyai ranah tingkatan jauh di atasnya.


"Sangat di sayangkan tinggal selangkah lagi aku bisa mencicipi tubuh Syin Yin yang indah itu, semua harus gagal karena kedatangan Feng Yu!!.


Tak ada pilihan lain aku harus mengalah karena aku tak mungkin mampu mengalahkannya, masih banyak cara untuk dapat menikmati tubuh indah Syin Yin di lain kesempatan, dan untukmu Feng Yu aku pasti akan membuat perhitungan denganmu karena berani mengganggu kesenanganku," bisik Shang mu kesal, kemudian diapun pergi meninggalkan tempat itu.


Feng Yu tak ingin mengejar Shang mu, dia lebih memilih untuk menolong Syin Yin.


Tak lama berselang Syin Yin memuntahkan racun dari mulutnya, tampak lendir berwarna hitam kebiruan berserakan di tanah.


"Syin Yin pakailah pakaianmu terlebih dahulu, baru kau ceritakan padaku bagai mana bisa Shang mu ingin menodai mu," ucap Feng Yu sambil berdiri membelakangi Syin Yin.


Dengan cepat Syin Yin memakai pakaian yang diambilnya dari dalam kotak penyimpanannya tanpa berbicara sedikitpun.


*****


Shang mu melesat menuju kota, dia sangat takut jika Feng Yu akan mengejarnya. Diapun berbaur dengan para penduduk kota agar dapat tersamarkan.


Tak di sangka sangka Shang mu melihat Thien Yu yang tengah bersama seorang wanita menuju kerumah makan, diapun mempunyai ide cemerlang untuk membalas Feng Yu.


Shang mu menghampiri seorang pemburu binatang roh yang tengah menjual batu inti roh kepada seorang pengepul.


"Aku akan memberikan koin emas 10 kali lipat dari harga jual batu inti roh itu, jika anda mau bekerjasama denganku," ucap Shang mu.


Sang pemburu tak langsung percaya dengan perkataan Shang mu, namun setelah melihat sekantung penuh koin emas di tangan Shang mu, membuat pemburu itu menjadi yakin dengan perkataan pemuda yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan tuan muda?" tanyanya.


Shang mu lantas mendekatkan mulutnya ketelinga sang pemburu, dan membisikkan sesuatu di sana.


"Bagai mana, apakah kau mau melakukannya?" tanya Shang mu sambil menimang nimang sekantong koin emas yang berada di tangan kananya.


"Aku kan melakukannya tuan muda," ucap pemburu itu.


Mendengar kesanggupan sang pemburu, membuat Shang mu senang dan diapun melemparkan sekantong koin emas itu kearah sang pemburu.


Dengan sigap sang pemburu menangkap sekantong koin emas itu, dan tanpa berbicara lagi diapun membalikkan badan dan berjalan menuju ke rumah makan. Shang mu hanya tersenyum penuh arti melihat kepergian pemburu suruhannya itu.


Di dalam rumah makan, sang pemburu menghampiri meja Thien Yu dan berkata. "Tuan muda ada yang ingin aku sampaikan tapi tidak disini, ini sangat penting sekali," ucap pemburu itu sambil melirik kearah Xiozi.


Sesaat Thien Yu melihat kearah busur panah lengkap dengan anak panah yang berada di belakang laki laki tua itu. "Apa yang ingin di katakan pemburu ini?" batin Thien Yu penasaran.


Thien Yu segera berdiri, dan mengajak pemburu itu ke sudut ruangan yang kosong.


"Apa yang paman ingin sampaikan kepadaku?" tanya Thien Yu.


"Tuan muda, sewaktu aku berburu di hutan aku mendengar suara rintihan kenikmatan dari dua orang muda mudi yang tengah bermantap mantap, aku melihat jika mereka berdua merupakan murid terpilih yang kemarin melakukan pertandingan, karena aku menonton pertandingan itu.


Kalau tak salah wanita yang bermantap mantap itu merupakan lawan tarung putri Zheng Sora ri," ucap sang pemburu.


"Deg..!!"


Jantung Thien Yu seakan terhenti, dia merasakan sakit di hatinya mendengar perkataan pemburu yang berada di hadapannya itu.


"Syin Yin!" Desis Thien Yu.


Tak lama berselang pemburu itu melanjutkan perkataannya kembali.


"Aku ingin tuan muda menangkap mereka berdua karena tak pantas jika seorang murid terpilih melakukan hal itu, yang tentunya akan mempermalukan nama besar kerajaannya sendiri.


Kebetulan aku melihat tuan muda masuk ke dalam rumah makan ini makanya kuhampiri, karena jujur aku tak sanggup untuk menangkap mereka berdua, semua itu karena tingkat kekuatan ku yang jauh di bawah tingkat kekuatan mereka. Tuan muda hanya itu yang ingin ku sampaikan, sedari itu aku pamit dulu," ucap pemburu itu.


"Trimakasih atas informasi yang kau berikan paman," jawab Thien Yu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2