
Thien Yu melesat cepat menuju ke arah burung merak langit panca warna berada.
Pasukan terbang kekaisaran Glory yang berada di udara seketika itu menyerang ke arah Thien Yu, saat melihat seorang pemuda yang tiba-tiba saja muncul dan langsung menuju ke arah pertempuran yang terjadi antara pasukan iblis dan burung merak langit panca warna.
Serangan yang dilakukan para pasukan terbang istana Glory, tak mampu untuk menghalangi tekat Thien Yu yang terus melesat ke bawah.
Malahan pasukan terbang kekaisaran glory tiba-tiba saja tak berdaya dan berjatuhan ke bawah, terkena gelombang kejut yang keluar dari dalam tubuh Thien Yu.
Dewa iblis kuno yang tengah bermeditasi di suatu tempat di dalam istana glory, segera membuka matanya saat merasakan aura yang sangat kuat berada di dalam wilayah kekaisarannya.
"Kekuatan itu adalah kekuatan semesta yang pernah mengalahkanku di masa lampau, hari ini pengguna kekuatan semesta itu kini berada di wilayah kekaisaran ku, dan tentunya Aku akan mencoba untuk menghancurkan pemilik kekuatan itu, agar di masa depan pengguna kekuatan semesta itu tak menjadi bumerang bagiku," gumam Dewa iblis kuno.
"Ternyata para dewa telah mempersiapkan pemilik kekuatan semesta untuk mengantisipasi kebangkitan ku kembali, dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah ada di depan mataku hari ini, dengan menghancurkan pengguna kekuatan semesta yang berani menantang ku langsung dengan berada di wilayah ku," gumam dewa iblis kuno.
"Jika hari ini aku dapat mengalahkan pengguna kekuatan semesta, maka di masa depan aku takkan bersusah payah lagi untuk menaklukkan seluruh alam dengan peperangan, Karena musuh terkuat ku saat ini adalah dewa yang memiliki kekuatan semesta," batin kaisar Huang Xu yang merupakan Dewa iblis kuno.
Tak lama kemudian, kaisar Huang Xu menghilang dari tempatnya berada.
Di tempat lain, Thien Yu yang menuju ke arah pertarungan, langsung menghantamkan telapak tangan kanannya ke permukaan tanah, sehingga gelombang kejut yang sangat besar dari kekuatan semesta seketika keluar hingga seluruh pasukan iblis yang tengah menyerang burung merak panca warna musnah tanpa bekas.
Melihat kehadiran Thien Yu di tempat itu, membuat burung merak langit panca warna seketika itu berubah menjadi sosok manusia berumur 3 tahun yang kini tergeletak di tanah.
Thien Yu yang melihat keadaan putranya tergeletak di tanah, langsung menyambar tubuh Zaiya dan menggendong nya.
"Ayah akhirnya aku menemukanmu," ucap Zaiya dengan mata sayu.
__ADS_1
Karena luka dalam yang cukup parah yang di deritanya, pada akhirnya Zaiya tak sadarkan diri di gendongan sang ayah.
"Bertahanlah nak, ayah akan segera kan menyelamatkanmu," ucap Thien Yu.
"Tiba tiba kekuatan besar muncul di hadapan Thien Yu berwujud gumpalan asap hitam pekat, yang seketika itu menggetarkan seluruh wilayah kota kekaisaran Glory, hingga tercipta retakan di tanah di berbagai tempat.
Gumpalan asap hitam pekat itu kemudian memunculkan sosok dengan wajah yang menyeramkan, dan terlihat sebuah mahkota berbentuk tanduk berada di atas kepalanya.
"Dewa iblis kuno akhirnya kita bertemu," ucap Thien Yu.
"Ha..ha..ha.., ternyata pemilik kekuatan semesta yang begitu luar biasa merupakan seorang anak manusia yang dahulu pernah membunuh putraku Huang Qin, Thien Yu namamu masih ku ingat sebagai target utamaku, dan kali ini aku takkan membiarkan kau pergi hidup-hidup dari area kekuasaan ku ini, karena aku akan segera membunuhmu!!" ucap dewa iblis kuno.
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja awan hitam bergerak dengan cepat dan langsung membungkus area kota kekaisaran Glory, yang menandakan jika Dewa iblis kuno benar-benar menginginkan kematian Thien Yu dengan menutup jalur keluar dari tempat itu.
"Kau tak akan pernah sanggup untuk membunuhku dewa iblis kuno, karena aku merupakan perwujudan dari kaisar langit terdahulu yang pernah membunuhmu," ucap Thien Yu dan langsung mengeluarkan kekuatan semesta yang terpusat di genggaman tangan kanannya, hingga udara seketika itu membeku dan waktu pun berhenti berputar saat itu.
Dewa iblis kuno yang telah merasakan kedasyatan kekutan semesta dimasa lampau, tak mau ambil resiko dengan meremehkan anak muda yang ada di hadapannya.
Dewa iblis kuno seketika itu mengeluarkan kekuatan dewa iblis dengan memusatkan kekuatan di telapak tangan kananya, hingga aura panas seketika itu menguap dari tubuhnya yang membuat udara yang tadinya membeku kini menjadi tetesan tetesan embun yang berjatuhan ke tanah.
Thien Yu melesat cepat kearah dewa iblis kuno, dengan mengarahkan telapak tangan kanannya kedepan, hal yang sama pun dilakukan Dewa iblis kuno hingga membuat kedua telapak tangan mereka berdua saling berbenturan dan menciptakan ledakan keras yang memekakkan gendang telinga.
Thien Yu dan dewa iblis kuno sama sama terseret puluhan meter kebelakang akibat benturan energi yang terjadi.
"Dewa iblis kuno!! saat ini belum waktunya kita bertarung, Karena pertarungan kita sebenarnya akan terjadi saat perang antara kekaisaran Glory dan kekaisaran pheonix berlangsung, dan di saat itu aku pasti akan melenyapkan mu," ucap Thien Yu kemudian berjalan di udara tanpa menghiraukan dewa iblis kuno yang menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Kau begitu meremehkan!! maka hai ini adalah hari kematianmu!!" teriak Dewa iblis kuno dan langsung mengarahkan tangan kanan ke depan, hingga tercipta tangan raksasa sebatas pergelangan tangan yang ingin meraih tubuh Thien Yu.
Thien Yu yang merasakan jika ada kekuatan besar yang memburunya, segera membalikkan badan dan menapakkan tangan kanannya kedepan.
Terlihat bola es raksasa terbentuk dan melesat cepat kearah tangan raksasa yang datang kearah Thien Yu.
Saat tangan raksasa bersentuhan dengan bola es yang tercipta, maka tangan raksasa itu pun membeku.
Thien Yu menutup telapak tangan kanannya, hingga membentuk sebuah tinju, maka terdengar suara dari mulut Thien Yu yang berucap,
"Meledak..."
Tak hayal lagi, tangan raksasa yang telah membeku itu pun meledak di udara, dan menjadi serpihan-serpihan kecil es yang berjatuhan ke tanah.
"Aku tak mungkin bertarung dengan Dewa iblis kuno sambil membawa Zaiya, karena hal itu bisa berdampak fatal padanya.
Setiap kali ledakan energi terjadi saat kekuatanku beradu dengan kekuatan Dewa Iblis kuno, akan membuat luka dalam yang di derita Zaiya akan semakin parah, dan aku tak menginginkan hal itu terus terjadi padanya," batin Thien Yu.
Dengan menyerap unsur alam di tempat itu, Thien yu seketika itu membentuk sebuah pedang yang di aliri kekuatan semesta, pedang yang tercipta langsung di tebaskan kearah pelindung berupa gumpalan awan hitam, hingga gumpalan awan hitam itu terbelah yang membuat Thien Yu segera melesat pergi dari tempat itu.
"Kau ingin pergi dariku? kau jangan bermimpi anak muda aku takkan membiarkan hal itu terjadi," ucap dewa iblis kuno sambil melepaskan anak panah dari busur panah yang kini berada di dalam genggaman tangannya.
"Anak panah itu melesat cepat kearah Thien Yu, dan saat anak panah itu berada dekat dengannya, maka kelembaban udara seketika itu membentuk perisai yang menutupi tubuh Thien Yu dari anak panah yang melesat ke arahnya.
Bersambung
__ADS_1