Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kemenangan Gonggo


__ADS_3

Secarik sinar emas keluar dari tubuh Thien Yu, terlihat raja gorila emas raksasa kini menghadang kedua ular surgawi yang ingin menyerang Thien Yu.


Melihat Gonggo telah keluar dari dalam alam batinnya, Thien Yu segera melesat pergi meninggalkan tempat itu.


"Akulah lawan mu!!, karena kau tak pantas menghadapi tuan mudaku," ucap Gonggo.


"Oh...ternyata hanya seekor binatang roh yang ingin menghadapi kami berdua?, kau harus ingat, kami berdua adalah binatang surgawi yang derajatnya lebih tinggi dari pada kau yang hanya seekor raja gorila emas," ucap salah satu ular surgawi.


"Aku tau jika kalian adalah binatang surgawi, di dalam sebuah pertarungan tingkat kultivasi lah yang menentukan kemenangan!!, majulah, aku sudah tak tahan ingin menghancurkan tubuh kalian berdua dengan tongkatku ini," jawab Gonggo dengan merubah dirinya menjadi 2 ekor gorila emas raksasa.


Kedua ular surgawi yang merasa di rendahkan oleh Gonggo, dengan cepat menyerang kedua raja gorila emas raksasa yang ada di hadapannya.


Gonggo yang kini telah mempunyai tingkat kultivasi tak terbatas sebagai binatang roh, setelah dirinya mendapatkan kulit intan yang merupakan perisai terkuat dari binatang surgawi, tak gentar sedikitpun menghadapi sepasang ular surgawi yang kini menyerang kearahnya.


Dengan mudah Gonggo dapat menepis serangan ular surgawi tersebut, dan memberikan serangan balik yang tak kalah mematikannya kepada kedua ular surgawi yang menyerangnya, hingga membuat sepasang ular surgawi harus menangkis dengan ekor mereka masing masing serangan kuat dari tongkat milik Gonggo.


Alhasil kedua ular tersebut terhempas kebelakang, sementara Gonggo hanya terseret beberapa meter kebelakang.


Melihat hal itu, sepasang ular surgawi baru menyadari jika ranah tingkat kekuatan raja gorila emas raksasa, berada jauh diatas mereka berdua.


"Hanya segitu kemampuan kalian berdua?, predikat binatang surgawi yang kau bangga banggakan mempunyai derajat melebihi tinggi dari binatang roh sepertiku!!? kalian lihat, aku berada di air yang merupakan area kekuasaan kalian berdua, tapi kenyataannya kemampuan kalian tak jauh beda dengan binatang sampah yang berakhir tragis di tanganku," ucap Gonggo dengan senyum mengejek.


"Kami belum kalah, akan kami tunjukkan kekuatan binatang surgawi itu!!" ucap salah satu ular surgawi, kemudian melesat kearah Gonggo dan menembakkan 2 bola air yang mengandung unsur penghancur di dalamnya.


Ular yang satunya tak tinggal diam, diapun mengeluarkan tehnik ilusi dari kedua matanya hingga Gonggo tak dapat melihat serangan bola air yang menuju kearahnya, dan...


"Boom!!"


Serangan dari ular surgawi berhasil bersarang dengan telak ketubuh Gonggo dan duplikat tubuhnya, ledakan yang terjadi membuat pasir dan lumpur di dasar danau meluap hingga membuat air di sekitar area pertarungan menjadi keruh dan menutupi pandangan mata.

__ADS_1


"Sayang sepertinya raja gorila emas itu telah mati oleh seranganku," ucap ular jantan yang bernama Regan.


"Kau benar sayang tak mungkin dia mampu menahan seranganmu itu, para Dewa pun akan terluka parah jika terkena seranganmu tadi, apalagi raja gorila emas yang hanya binatang roh," ucap Cici yang merupakan seekor ular betina.


Dan pada akhirnya sepasang ular surgawi itupun tertawa terbahak bahak, sampai pada saat air danau kembali jernih sepasang ular surgawi itupun menghentikan tawanya, semua itu karena mereka berdua melihat raja gorila emas raksasa yang masih berdiri tegak di tempatnya berada.


"Mengapa bisa seperti ini, seranganku tak berefek padanya," ucap Regan.


"Aku rasa dia mempunyai perisai pelindung diri yang kuat, sehingga seranganmu tak berarti apa apa padanya," jawab Cici yang juga tak kalah terkejutnya.


"Bagaimana, apakah kalian sudah puas mentertawaiku?, coba kalian lihat serangan kalian barusan, serangan kalian itu hanya dapat menggelitik kulitku saja," ucap Gonggo.


"Aku akan perlihatkan kepada kalian berdua, bagaimana kekuatan binatang roh itu sebenarnya," ucap Gonggo kembali.


Setelah berkata seperti itu dari kedua tangan Gonggo dan duplikatnya, keluar cahaya membentuk bola emas yang sangat menyilaukan mata, Gonggo telah mengeluarkan tehnik terkuatnya yang langsung di arahkan kepada kedua ular surgawi yang berada jauh di hadapannya.


Kedua bola cahaya itu meluncur deras ke arah kedua ular surgawi yang telah siaga menyabut kedatangan serangan dari Gonggo.


Tak sampai di situ, melihat serangannya dapat di tahan oleh kedua ular surgawi, Gonggo dengan cepat melemparkan tongkat emasnya kearah pusaran air.


Tongkat yang melesat cepat itu tiba-tiba saja memecah dan membentuk ribuan tongkat yang sama, yang meluncur deras ke arah pusaran air.


Serangan susunan dari tongkat Gonggo berhasil menghancurkan formasi pusaran air milik kedua ular surgawi, yang berakibat kedua ular surga itu terpelanting dengan keras dan menghantam bebatuan dasar danau yang sangat keras.


Sepasang ular Surgawi tak berdaya menghadapi serangan dari Raja gorila emas, hingga kedua ular surgawi itu terpuruk dan menyerah.


Gonggo yang merasa jika kedua ular tersebut mempunyai tingkat kekuatan di atas rata-rata binatang surgawi, diapun berkeinginan untuk menjadikan mereka pengikut bagi Tuan mudanya, mengingat Tuan mudanya tengah menghadapi konflik dengan kekaisaran Glory yang kaisarnya kini tengah berlatih ranah tingkat dewa iblis kuno, yang setahu gonggo ranah tingkat dewa iblis kuno merupakan ranah tingkat terkuat di alam dunia yang menyamai kekuatan Dewa tertinggi di Nirwana, dan juga ranah tingkat dewa iblis kuno dapat memberikan keabadian bagi yang memiliki ranah tingkatan tersebut.


Gonggo melangkah ke arah sepasang ular Surgawi yang sudah tak berdaya, dia pun mengarahkan tongkatnya emasnya ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Kurasa hari ini adalah hari kematian kalian berdua, dan tak ada satupun makhluk yang ada di alam ini yang mampu menyelamatkan kalian kali ini," ucap Gonggo.


"Ampuni kami Raja gorila emas, kami berdua akan mengingat semua kebaikanmu di masa depan jika kau tak membunuh kami berdua," ucap salah satu ular Surgawi.


"Aku akan mempertimbangkannya, yang jelas hidup dan mati kalian kini berada di tangan tuan mudaku, jika nasib kalian mujur maka Tuan mudaku akan membebaskan kalian, tapi jika kemalangan yang menghampiri maka Tuan mudaku akan melenyapkan kalian berdua, dan batu inti binatang surgawi yang kalian miliki akan menjadi miliknya," ucap Gonggo kemudian melemparkan tongkat emasnya ke arah kedua ular surgawi yang tak berdaya.


Seketika itu juga tongkat emas yang dilemparkan gonggo berubah menjadi kurungan raksasa, yang mengurung kedua ular surgawi tersebut.


Kalian berdua jangan sekali-kali mencoba untuk menyentuh kurungan yang kubuat ini, jika kalian nekat melakukannya maka jangan salahkan aku jika tubuh kalian berdua akan terbakar oleh kekuatan segel pelindung yang menyelimutinya," ucap gonggo kemudian pergi menyusul Thien Yu masuk ke dalam istana danau suci.


Di dalam istana, terjadi pertarungan yang sengit antara Thien Yu dan pengikut pangeran Xihou, walaupun Thien Yu dapat melukai dan unggul dalam pertarungan itu, akan tetapi pertarungan yang terjadi membuat Thien Yu kesal dengan keberadaan para pengikut pangeran Xihou yang bertarung dengannya, karena para pengikut pangeran Xihou telah menghambat Thien Yu dalam mencari putri Langyun di dalam istana.


Dalam kekesalan Thien Yu, tiba tiba saja raja gorila emas datang membantu Thien Yu dengan menyerang pengikut dari pangeran Xihou.


"Gonggo bagaimana dengan kedua ular surgawi itu?" tanya Thien Yu di sela-sela pertarungannya.


"Mereka telah aku lumpuhkan tuan muda, dan sekarang mereka telah aku kurung dengan kekuatan tongkat emas ku. kedua ular surgawi itu akan ku serahkan semuanya pada tuan muda, apakah tuan muda akan merekrutnya menjadi pengikut tuan muda atau membunuh mereka berdua," jawab Gonggo.


"Kita pikirkan nanti, sekarang yang aku inginkan yaitu menghabisi seluruh pengikut pangeran Xihou, agar aku dapat mencari putri Langyun dengan leluasa di dalam istana ini," ucap Thien Yu.


"Jika tuan muda ingin mencari putri Langyun maka pergilah, biar mereka aku yang mengurusnya," jawab Gonggo.


"Sekali lagi aku berterima kasih kepadamu karena telah membantuku dalam mengurus mereka semua," ucap Thien Yu.


"Jangan sungkan begitu tuan muda, aku tak ingin tuan muda merendah seperti itu kepadaku karena tuan muda adalah junjunganku," ucap Gonggo.


Terlihat Thien Yu menganggukkan kepalanya sesaat, kemudian melesat pergi meninggalkan pertarungan itu guna mencari keberadaan putri Langyun di dalam istana danau suci.


Bersambung.

__ADS_1


Saya sudah berusaha menulis 2 episode setiap harinya sesuai keinginan sahabat semua, dan saya meminta bantuan untuk memberikan Rate 5 bintang, like, komen dan juga vote, agar saya semakin bersemangat dalam menulis, hingga novel ini tamat, TRIMAKSIH 🙏.


__ADS_2