
Lautan yang biru berubah bergejolak pusaran angin tiba tiba saja muncul seiring kemunculan ratusan ribu kuda laut raksasa yang ditunggangi oleh ratusan ribu pasukan tempur kerajaan buana biru yang telah sampai di permukaan.
Tampak sosok tua dengan seluruh tubuhnya dipenuhi sisik naga, dan diatas kepalannya terdapat sebuah mahkota yang memancarkan kilauan dari permata yang melekat di sana.
Tampak juga di dalam genggaman orang tua itu, sebuah tongkat trisula biru dengan permata biru di tengah tengah trisula, yang memancarkan kekuatan kuat sang penggunanya.
Sosok tua itu memperlihatkan otot otot tubuhnya yang kekar, dialah raja Zhedon penguasa laut dalam di wilayah benua permata hijau.
"Berani sekali kalian mengusik lautan di tempatku berada, dan menyakiti putraku!!" ucap raja Zhedon.
Mendengar perkataan raja Zhedon, Thien Yu angkat bicara. "Raja Zhedon, tak lepas rasa hormatku padamu karena kami telah berada di kawasan kekuasaan kerajaanmu, kami ingin mengatakan jika apa yang kau tuduhkan padaku semua itu tak benar.
Kami melewati lautan biru dengan terbang di atas awan dan itu bukan lah termasuk kawasan teritorial mu, putramu yang telah menghadang dan menyerang kami, hingga kami bertiga bisa sampai di tempat ini," ucap Thien Yu.
"Ayah ..!!, jangan percaya dengan omongannya!!, mereka yang telah melakukan kesalahan dengan membunuh 2 jendral kekaisaran Glory. Aku hanya ingin membantu sahabatku pangeran Huang Qin dengan menangkap Thien Yu yang telah membunuh 2 jendralnya tersebut, dan Thien harus mempertanggung jawabkan itu semua. Ayah Thien Yu berada di antara ke 3 orang tersebut," timpal pangeran Atlas.
Raja Zhedon menatap kearah mereka bertiga, dan tak lama kemudian diapun berkata.
"Siapa yang bernama Thien Yu diantara kalian bertiga?" tanya raja Zhedon.
Thien Yu mengepakkan sayapnya dengan maju kedepan. "Aku yang bernama Thien Yu," ucapnya singkat.
Raja Zhedon menatap kearah Thien Yu. "Aku melihat ketenangan di pancaran matanya, tak sedikitpun rasa takut yang terlihat disana, aku rasa pemuda ini bukanlah pemuda biasa," batin raja Zhedon.
"Darimana asalmu anak muda?, dan mengapa engkau membunuh ke dua jendral dari kekaisaran Glory?" tanya raja Zhedon.
Thien Yu mengernyitkan dahinya, dia berfikir jika raja lautan itu sebenarnya tak mengerti apa apa tentang penyerangan yang di lakukan putranya pada kami bertiga, tapi percuma aku melimpahkan kesalahan itu pada putranya pasti raja Zhedon akan membelanya karena melihat hubungan raja Zhedon dan kaisar Huang Xu bukanlah hubungan biasa, melainkan hubungan kualisi antar dua kerajaan besar.
__ADS_1
Jika hari ini raja Zhedon menginginkan adanya sebuah pertempuran, maka hari ini aku akan menghancurkan kerajaannya," batin Thien Yu.
Tanpa gentar sedikitpun Thien Yu menuju ke arah raja Zhedon, hingga mereka berdua saling berhadapan dengan jarak sekitar 10 meter.
Jendral Jatayu dan Biyao begitu sangat khwatir dengan apa yang di lakukan Thien Yu, jarak antara dia dan raja Zhedon begitu sangat dekat yang akan mempermudah raja Zhedon dalam menyerangnya.
"Namaku Thien Yu, aku adalah putra mahkota kekaisaran phoenix, mengenai dua jendral dari kekaisaran Glory, mereka berdua memang selayaknya mati karena telah menyinggungku sebagi seorang putra mahkota, dan anda sebagai raja kerajaan buana biru tak ada sangkut pautnya degan kematian kedua jendral kekaisaran glory tersebut, maka lebih baik anda diam dan urus kerajaan anda sendiri," jawab Thien Yu.
"Lancang!! berani sekali kau berkata seperti itu di hadapan yang mulia raja Zhedon!!?" teriak salah satu jendral kerajaan buana biru sambil melepaskan gelombang kejut kuat kearah Thien Yu.
Thien Yu yang merasakan adanya sebuah serangan gelombang kejut dari sang jendral kerajaan buana biru yang menuju kearahnya, tak bergeming sama sekali dari tempatnya berdiri, dia hanya mengepakkan sayap pheonix nya sekali hingga membuat serangan kejut yang mengarah kearahnya musnah.
"Kau ingin pamer kekuatan di hadapanku anak muda!!? ucap raja Zhedon dengan suara yang menggema di udara. Tiba tiba saja lautan di tempat itu kembali bergejolak seiring amarah di wajah sang raja Zhedon.
Melihat hal itu jendral Jatayu dan Biyao segera melesat cepat kearah Thien Yu, dengan maksud untuk melindunginya dari serangan raja Zhedon yang bisa kapanpun di lakukannya.
Thien Yu mundur dan melayang keatas. Apa yang di lakukan raja Zhedon membuatnya murka.
"Ha..ha..ha...cukup bernyali juga kau anak muda, dalam hidupku baru kau yang berani menantang ku seperti ini, dan hari ini adalah hari kematianmu," ucap raja Zhedon.
"Ha..ha..ha.., Aku ingin melihat pembuktian dari kata katamu itu raja Zhedon, apakah aku, atau kau yang akan mati di tempat ini. Karena kau yang menginginkan pertempuran ini maka aku kan memberikannya," ucap Thien Yu.
Tiba tiba saja angin kencang berhembus di udara, maka bermuculan kekuatan besar di belakang Thien Yu.
Yeiyi bersama tujuh ketua menara beserta para petingginya dari alam cahaya rembulan hadir di tempat itu, Lu ying bersama para petinggi klan ular danau hitam, para petinggi klan ular danau hijau dan si kembar dari istana lumut ikut hadir di tempat itu, dan terakhir raja gorila raksasa juga hadir di tempat itu, mereka semua ingin membantu Thien Yu dalam bertempur melawan kerajaan buana biru.
Kehadiran mereka semua membuat tubuh raja Zhedon bergetar hebat, di tak menyangka jika Thien Yu dapat memanggil kekuatan yang sangat besar di belakangnya.
__ADS_1
Pangeran Atlas yang tadinya begitu percaya diri dengan keberadaan ayahnya di tempat itu, sekarang bungkam seribu bahasa dengan muka yang penuh rasa kekhwatiran.
"Mengapa bisa seperti ini, mengapa para kultivator kuat berbeda alam bisa menjadi pengikut Thien Yu?, ini sangat membahayakan kerajaan buana biru," batin sang pangeran.
Tak lama kemudian terdengar siulan melengking dari mulut Yieyi, yang membuat awan berubah mendung dan dari langit muncul ratusan ribu burung yang merupakan binatang roh, langsung menyerang kearah pasukan tempur kerajaan buana biru.
Melihat Yieyi memulai penyerangannya, maka seluruh kultivator kuat langsung berpencar dan menyerang seluruh pasukan kerajaan buana biru.
Jendral Jatayu dan Biyao mengambil pangeran Atlas sebagai lawan tarungnya, sementara Lu ying dan Yeiyi langsung menyerang kearah raja Zhedon.
"Tuan muda anda lebih baik menyaksikan kehancuran raja itu dari sini, biar aku dan Yeiyi yang akan menghadapinya," ucap Li Ying.'
Lu ying dan Yeiyi terus menggempur keberadaan raja Zhedon, hingga membuat raja Zhedon membalas dan terjadilah pertempuran sengit di atas lautan biru tersebut.
Lautan yang tadinya teduh kini di penuhi dengan mayat mayat dari pasukan tempur kerajaan buana biru, yang tak mampu membendung kekuatan dari para pengikut Thien Yu.
Begitupun dengan pangeran Atlas, diapun terdesak hebat dalam pertarungan 2 lawan 1 melawan Biyao dan Jendral jatayu.
Melihat keadaan yang tak menguntungkan bagi pasukannya, dan terdesaknya pangeran Atlas membuat raja Zhedon merasa khwatir dengan kerajaannya, diapun berteriak lantang.
"Pangeran Thien Yu, aku ingin menghadapimu dalam sebuah pertarungan, dan hentikan pertempuran ini karena mereka semua tak bersalah biar tak ada lagi korban di dalam pertempuran ini," ucap raja Zhedon.
"Kau yang menginginkan kehancuran ini maka aku akan memberikan kehancuran itu pada kerajaanmu, raja Zhedon kau lihat sendiri jika tak ada satupun dari pengikutku yang mati oleh pasukan mu, sehingga kau berdalih ingin bertarung denganku satu lawan satu agar kerajaanmu bisa terselamatkan bukan? aku tau maksud dan tujuanmu raja Zhedon!!" jawab Thien Yu.
"Aku ingin berunding denganmu pangeran pheonix, jika kau seorang kesatria maka kau akan menerima perundingan dariku ini," ucap raja Zhedon.
Thien Yu berpikir sejenak, dia mempunyai rencana untuk menguasai kerajaan buana biru, agar di masa depan dia mempunyai kekuatan laut yang mampu membantunya dalam menghadapi kekaisaran Glory.
__ADS_1
Dengan adanya pemikiran seperti itu, Thien Yu segera menyuruh seluruh pengikutnya agar tak lagi menyerang kearah pasukan buana biru, diapun ingin mengetahui apa tujuan dari perundingan yang ingin raja Zhedon bicarakan.
Bersambung.