
Sang cahaya melesat turun dari atas podium sambil menghantamkan telapak tangannya kearah Thien Yu. Hantaman telapak tangan sang cahaya dari jarak jauh, tiba tiba berubah menjadi telapak tangan raksasa dengan mengeluarkan cahaya emas, yang begitu deras menghujam kearah Thien Yu.
Thien Yu yang tak bisa menghindari serangan cepat dari sang cahaya hanya bisa pasrah, namun keadaan berubah saat selarik sinar putih menghantam bayangan telapak tangan sang cahaya, hingga membuat ledakan keras yang berefek pada seluruh bangunan dan podium yang berdekatan dengan sumber ledakan hancur berkeping keping, semua itu akibat gelombang kejut yang tercipta dari benturan kedua energi.
Tubuh Thien Yu terhempas kesamping akibat gelombang kejut yang sangat kuat, dengan cepat dia mengeluarkan beberapa pil eleksir pemulih stamina dari dalam cincin ruangnya, kemudian menelan pil pil tersebut untuk membantunya memulihkan diri.
Diatas arena tampak seorang wanita cantik tengah bertolak pinggang menghadap sang cahaya yang juga tengah berdiri diatas arena.
"Kau tak tau malu pak tua, seenaknya saja kau menyerang Thien Yu setelah dia berhasil membunuh putramu, aku tau jika selama ini kau mendukung putramu untuk membunuh Thien Yu, tapi sangat di sayangkan malah putramu yang mati ditangan Thien Yu," ucap Yeiyi dengan senyum meremehkan.
Kurang ajar!!, berani sekali kau menyinggung ku yang merupakan ketua besar menara abadi, dan untuk itu aku akan melenyapkanmu bersama dengan anak muda itu," ancam sang cahaya.
"Pak tua, kau tak usah melibatkan Thien Yu dalam hal ini, tingkat kultivasi ranah Alam emperor abadi yang kau miliki, tak sebanding dengan ranah tingkat kekuatan yang di miliki Thien Yu, jika kau ingin bertarung maka hadapilah aku," ucap Yeiyi dengan gaya menantang.
Sesaat sang cahaya terdiam, dia baru menyadari jika dalam serangannya terhadap Thien Yu, dia telah mengeluarkan setengah dari kekuatan yang di milikinya, akan tetapi wanita muda yang ada di hadapannya dengan mudah dapat menepisnya.
Sang cahaya sama sekali tak menyangka jika ada seorang kultivator muda yang mampu mengimbangi kekuatannya di dalam alam cahaya nirwana, hal itu membuatnya sangat berhati hati dalam bertindak apa lagi wanita muda yang ada di hadapannya dapat mengetahui dengan pasti ranah tingkatannya.
"Aku akan berusaha meredam amarahku, sepertinya wanita muda ini bukanlah kultivator sembarangan, bisa saja kekuatannya telah menyamai tingkat kekuatanku," batin sang cahaya.
"Aku tak mempunyai urusan dengan anda, jadi aku ingin anda sekarang juga pergi dari tempat ini," jawab sang cahaya.
Tak lama berselang, ke 5 ketua menara telah berada di belakang sang cahaya, mereka siap membantu sang cahaya jika nantinya akan terjadi pertarungan dengan wanita muda yang tengah bertolak pinggang.
Thien Yu yang mulai pulih, dengan cepat melesat kearah Yeiyi dan berdiri disampingnya.
"Trimakasih kau telah membantuku," bisik Thien Yu.
"Kau telah berutang nyawa padaku, dan untuk itu aku ingin kau memenuhi satu permintaanku setelah masalah ini usai," Jawab Yeiyi dengan berbisik.
__ADS_1
Pak tua atau sang cahaya, katanya kau ingin melenyapkan ku maka kau harus membuktikan kata katamu itu," ucap Yeiyi sambil melangkah kedepan dengan mengeluarkan aura kuat yang sangat menindas.
Merasakan aura kuat yang keluar dari tubuh Yeiyi, membuat ke 6 ketua menara melindungi dirinya masing masing dengan mengeluarkan seluruh Kekuatannya, semua itu agar aura yang terpancar dari tubuh Yeiyi tak berefek pada mereka.
"Siapa kau sebenarnya, dan apa hubungan mu dengan pemuda itu hingga kau ingin berurusan dengan kami ketua 6 menara," ucap sang cahaya.
Yeiyi menghilangkan aura di tubuhnya dan dia berjalan kearah Thien Yu berada. "Kau tak perlu tau hal itu, tapi jika kalian semua mencoba menyakitinya maka aku tak akan tinggal diam," jawab Yeiyi.
Dari jauh putri Meyling begitu terbakar api cemburu melihat kedekatan Thien Yu dengan wanita yang tak dikenalnya, dengan dorongan hati yang panas putri Meyling melesat ke atas arena.
"Apa hubunganmu dengan Thien Yu sehingga kau mau menolongnya?" tanya putri Meyling yang tiba tiba sudah berada di hadapan Yeiyi.
Sesaat Yeiyi memandangi wanita muda yang baru tiba, dia tau jika wanita itu merupakan kekasih Thien Yu yang sok jual mahal dengan menolaknya.
Yeiyi segera mencerna keadaan yang ada, dia tau jika wanita ini telah melukai hati Thien Yu dengan penolakannya, dengan dasar itu Yeiyi ingin membalas kan sakit hati Thien Yu.
"Aku adalah kekasih Thien Yu, dan aku sangat bersyukur karena memiliki kekasih tampan dan baik hati seperti kekasihku ini," jawab Yeiyi sambil mengisyaratkan lewat matanya jika Thien Yu harus mendukung apa yang di lakukannya.
Perkataan Yeiyi membuat putri Meyling seperti merasa tertusuk sebuah pedang di dalam jantungnya, tapi dia tetap berusaha tenang menyikapinya walaupun rasa sakit itu begitu nyata baginya.
"Selamat Thien Yu, semoga kau bahagia bersamanya," ucap putri Meyling dengan membalikkan badan dan segera melangkah pergi.
"Tunggu..!!" ucap Yeiyi yang membuat putri Meyling menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kembali.
"Kau telah salah menilai Thien Yu di matamu, bagimu Thien Yu hanyalah seorang manusia dan hanya akan memberikan kebahagian sesaat jika kau bersamanya, tapi kenyataan nya kau salah menilai itu semua, kau lihatlah ini," ucap Yeiyi sambil melukai tangan kanan Thien Yu hingga darah Thien Yu pun keluar dari luka yang di berikan Yeiyi.
Semua orang yang berada di tempat itu seakan tak percaya, jika Thien Yu mempunyai darah emas yang hanya di miliki oleh para Dewa di nirwana.
Setelah Putri Meyling melihat darah emas yang di miliki Thien Yu, dia hanya bisa memejamkan matanya menyesali semua tindakan yang pernah dilakukannya pada Thien Yu, orang yang masih di cintainya sampai saat ini.
__ADS_1
"Jika kau masih penasaran, coba kau tanyakan pada ibumu yang merupakan tetua dewan kehormatan menara abadi, dia sudah lama tau siapa Thien Yu sebenarnya," ucap Yeiyi kembali.
Mendengar jika ibunya terlibat dalam masalah ini, putri Meyling segera mencari ibunya untuk dapat mengetahui kebenaran semua perkataan wanita yang bersama dengan Thien Yu.
Setelah kepergian putri Meyling, Yeiyi kembali berkata pada ke 6 ketua menara yang ada di hadapannya.
"Anak muda ini yang telah terpilih menjadi pemilik kekuatan illahi 4 hukum alam, dan kalian semua harus tunduk padanya termasuk kau tetua menara abadi, karena ini merupakan tradisi di dalam alam cahaya rembulan, barang siapa yang memiliki kekuatan illahi maka dialah penguasa sah alam cahaya rembulan," ucap Yeiyi.
"Lancang!!, berani sekali kau menyuruhku hormat padanya, anak kemarin sore yang tak mempunyai kekuatan hebat sama sekali!!, kali ini perkataanmu sudah tak bisa ku maafkan," ucap sang cahaya sambil menyuruh ketua 5 menara untuk menyiapkan pasukannya dalam membentuk formasi Menara energi cahaya dalam menghadapi wanita yang memiliki kekuatan hebat itu.
Mendapat perintah dari sang cahaya, para tetua segera melesat pergi guna melaksanakan perintah dari sang cahaya.
Tak berapa lama, keenam menara telah berdiri mengelilingi Thien Yu dan Yeiyi, dari ujung ujung menara terlihat kilatan kilatan petir yang mengandung kekuatan energi yang sangat dasyat.
Melihat hal itu, Yeiyi segera mengarahkan telapak tangannya kearah Thien Yu, hingga segel perlindungan tercipta dan membungkus tubuhnya.
"Kau berdiam lah disini, biar aku yang mengurus mereka semua," ucap Yeiyi sambil melakukan gerakan gerakan yang sangat cepat menggunakan kedua tangannya.
"Tehnik illahi 4 hukum" ucap Yeiyi
Hukum api, hukum udara, hukum air dan hukum tanah seketika mengeluarkan bulatan cahaya di belakang Yeiyi, yang menyebabkan seluruh area tempat itu bergetar hebat.
Thien Yu sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya, wanita yang selam ini biasa biasa saja di matanya, menjelma menjadi seorang kultivator kuat yang menguasai kekuatan illahi.
Seluruh ketua besar menara juga begitu sangat terkejut melihat 4 hukum yang di keluarkan Yeiyi, hingga membuat mereka semua merasa gentar.
"Sudah kepalang basah, aku akan mencoba mematahkan kekuatan illahi dengan formasi ini," batin sang cahaya.
"Saudara saudaraku, sudah saatnya kita membuktikan jika kita mampu untuk menghadapi kekuatan illahi, dan aku yakin kali ini kita akan menang karena hari ini telah lama kita nanti nantikan," ucap sang cahaya dengan melesat keangkasa.
__ADS_1
Ke 6 menara memberikan suplai energi baru pada sang cahaya, dengan ujung menara mengeluarkan petir yang membungkus sang cahaya hingga tubuhnya menghilang dan di selimuti oleh kilatan kilatan petir.
"Ternyata mereka telah menyiapkan kekuatan besar untuk menandingi kekuatan illahi," batin Yeiyi.