Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Raksasa batu


__ADS_3

Setelah bangkit dari kematiannya, pangeran Langtian seperti mendapatkan kehidupan baru, dan memiliki kekuatan yang sangat kuat.


Tingkat kekuatan pangeran Langtian telah menembus ranah tingkat penempaan tubuh surgawi layaknya Thien Yu.


Dengan kekuatannya itu pangeran langtian menjelma menjadi seorang pemuda terkuat yang ada di alam Vioni setelah Thien Yu.


Di suatu kesempatan Thien Yu menghadap pangeran Langtian untuk menemui Dewi Bilqis di dalam paviliun danau giok, untuk mendapatkan mutiara salju yang sangat di butuhkannya.


"Aku akan segera pergi menuju paviliun danau giok besok pagi, aku ingin menitipkan putri Sorari dan putri Langyun padamu kak Langtian," ucap Thien Yu.


"Jika memang itu sudah keputusanmu untuk meninggalkan istana elf ini maka pergilah, carilah apa yang ingin kau cari dan segeralah kembali karena aku ingin membicarakan hal penting padamu," ucap pangeran Langtian.


"Aku pasti akan kembali, setelah mendapatkan apa yang kucari," jawab Thien Yu.


Tanpa di ketahui oleh mereka berdua, putri Langyun dan putri Bilqis telah mendengarkan percakapan yang terjadi antara Thien Yu dan pangeran Langtian.


Seketika itu kedua wanita cantik yang tadinya mencuri dengar percakapan antara Thien dan pangeran Langtian, langsung keluar dari tempat persembunyiannya.


"Jika kak Thien akan pergi mencari mutiara salju maka kami berdua akan ikut bersamamu," ucap putri Langyun.


"Kak Thien, kami berjanji tak akan menyusahkanmu dalam pencarian ini," timpal putri Sorari.


Mendengar permintaan kedua wanita cantik yang tiba tiba saja muncul membuat Thien Yu terdiam dan berfikir agar kedua wanita itu tak ikut bersamanya.


"Aku tak bisa membawa kalian berdua mengingat tempat yang kita tuju belum tentu aman bagi kalian, Selain itu aku tak punya banyak batu kristal roh dari tubuh raja Digos yang telah hancur untuk dapat mengantar kita semua kesana," ucap Thien Yu.


"Dapatkah aku melihat wujud dan rupa batu kristal roh itu?" tanya putri Langyun.


Thien Yu pada akhirnya memperlihatkan batu kristal roh yang kini berada di dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


"Ini batu kristal roh itu," jawab Thien Yu.


"Jika hanya batu kristal roh seperti itu, kak Langtian punya banyak," ucap putri Langyun.


Putri Langyun segera melangkah kearah sang kakak, untuk meminta batu kristal roh seperti yang berada di tangan Thien Yu.


Dengan berat hati pangeran Thien Yu memberikan batu kristal roh seperti yang di inginkan sang adik.


"Maafkan aku Thien Yu, aku memang memilik banyak batu kristal roh seperti itu," ucap pangeran Langtian.


Kini tak ada alasan bagi Thien Yu untuk tak membawa kedua wanita itu untuk ikut bersamanya.


"Aku akan membawa kalian berdua asalkan penguasa dataran langit memperbolehkannya, hanya itu yang kuinginkan," ucap Thien Yu.


Thien Yu mengatakan hal itu agar pangeran Langtian peka, agar kedua wanita itu tak ikut bersamanya dalam mencari mutiara salju. Akan tetapi apa yang ada dipikiran Thien Yu tak seperti yang ada di pikiran pangeran Langtian.


Pangeran Langtian sebenarnya tau akan maksud dan tujuan Thien Yu berkata seperti itu padanya, yang tak menginginkan kedua wanita itu ikut dalam pencahariannya, akan tetapi rasa sayang pada sang adik membuat pangeran Langtian langsung memperbolehkan kedua wanita itu untuk ikut bersamanya.


Walaupun demikian Thien Yu pada akhirnya membawa kedua wanita cantik itu menuju ke paviliun danau giok, untuk menemui Dewi Bilqis di sana.


Pagi hari setelah menyiapkan segala perbekalan, mereka bertiga menghancurkan batu kristal roh untuk membawa mereka pergi dari alam inti vioni.


Kini mereka bertiga telah sampai pada akhir batu kristal roh membawanya, yaitu sebuah hutan lebat yang di penuhi dengan pepohonan lebat.


"Kak Thien bukannya kau ingin pergi ke paviliun danau giok, tapi mengapa kita berada di dalam hutan yang tak pernah terjamah ini?" tanya putri Sorari.


Thien Yu terdiam, dari keterangan peri Lilia dia mengatakan jika batu kristal roh akan membawanya menuju ke paviliun danau giok, tapi yang terjadi malah batu kristal roh membawanya menuju kehutan antah berantah yang tak di ketahui rimbanya.


Thien Yu sebenarnya ingin masuk kedalam cincin ruangnya untuk menemui peri Lilia, akan tetapi keinginannya itu segera di urungkan nya mengingatkan peri Lilia kini tengah melakukan pemulihan diri akibat membantu dirinya dalam proses peningkatan kekuatan hati janin suci di tubuh putri Langyun.

__ADS_1


"Kak Thien kok diam saja, sebenarnya kita berada di mana?" tanya putri Sorari kembali.


Thien Yu tersadar dari lamunannya setelah mendengar perkataan putri Langyun.


Entahlah, aku juga tak mengetahui sekarang ini kita berada di mana, yang jelas oksigen di tempat ini sangat sedikit," jawab Thien Yu.


Thien Yu mengajak kedua wanita yang bersamanya untuk menelusuri hutan, namun langkah mereka di hadang oleh raksasa yang terbentuk dari bongkahan bongkahan bebatuan.


Raksasa itu adalah penguasa hutan dan penjaga hutan lebat yang saat ini ditempati Thien Yu berada.


"Berani sekali kalian menerobos ketempat ini, siapa yang menyuruh kalian datang ketempat ini?" tanya raksasa batu tersebut.


"Aku adalah Thien Yu, aku datang kesini mencari paviliun danau giok tempat keberadaan Dewi Bilqis berada," jawab Thien Yu.


Berani sekali kalian ingin bertemu Sang Dewi, apa kalian tau selama ini Dewi Bilqis tak sekalipun menerima tamu apalagi orang-orang yang berasal dari dalam alam inti vioni," ucap raksasa batu.


Tak lama kemudian muncul raksasa batu yang berjumlah ratusan, mereka semua mengepung Thien Yu dari segala penjuru.


Karena Thien Yu sangat mengkhawatir kan kedua wanita yang ikut bersamanya, diapun berusaha melakukan negosiasi dengan raksasa batu agar tak terjadi pertarungan, mengingat saat ini mereka bertiga tengah berada di daerah kekuasaan raksasa batu, yang memungkinkan jika terjadi pertarungan akan berakibat buruk pada kedua wanita yang bersamanya.


"Kami hanya ingin bertemu dengan Sang Dewi, aku minta padamu untuk mempertemukan aku dengannya karena ada hal penting yang akan kubicarakan dengan Sang Dewi," ucap Thien Yu.


"Aku merupakan penjaga gerbang yang menuju ke paviliun danau giok, jika kalian bertiga berhasil mengalahkan kami semua maka dengan sendirinya aku akan mengantarkan kalian semua menuju ke dalam paviliun danau giok," ucap raksasa batu.


Mendengar perkataan raksasa batu membuat Thien Yu berkata kepada kedua wanitanya. "Kalian bersiaplah, kita akan menghadapi raksasa batu itu," ucapnya.


Kedua wanita yang bersama Thien Yu, segera menganggukkan kepalanya meng iyakan perkataan Thien Yu.


Tak lama kemudian pertempuran pun terjadi dengan sengit di tempat itu.

__ADS_1


Bersambung


Malam ini up 1 ya sahabat semua🙏, ada pembahasan pengurusan kurban di masjid.


__ADS_2