
Di benua permata hijau, tepatnya di klan Zhi, di hutan tempat Feng Yu mendapatkan tulang Naga langit, Feng Yu terus berlatih dengan keras tujuan hidupnya hanya 1 yaitu melindungi seluruh orang orang yang sangat dicintainya, seperti Thien Yu yang merupakan adik terkasihnya.
Karena kelelahan, Feng Yu tertidur di atas altar batu. Disaat tertidur itu, di alam bawah sadarnya Feng Yu kini telah berada di sebuah air terjun dengan danau yang sangat jernih airnya.
"Mengapa aku bisa berada di tempat ini, bukannya aku tadi tengah berlatih di dalam hutan klan Zhi!" batin Feng Yu.
Tiba tiba Feng Yu di kejutkan dengan hadirnya sesosok mahluk legenda surgawi, yaitu seekor ular Naga air berwana hijau, dengan sisik di tubuhnya yang begitu sangat mengkilap terkena sinar matahari di siang itu.
Melihat kehadiran sang Naga, Feng Yu begitu panik dan sangat ketakutan, karena selama ini dia belum pernah menjumpai makhluk yang mengerikan seperti itu.
Dan tanpa pikir panjang, Feng Yu berlari sekuat tenaga, akan tetapi dia tak bisa beranjak dari tempatnya berlari akibat hisapan sang naga yang sangat kuat di belakangnya, yang membuat Feng Yu hanya bisa berlari di tempatnya berada.
"Apa yang harus ku lakukan, kekuatan Naga hijau ini begitu sangat kuat hingga membuatku tak berdaya, melihat wajah sang Naga membuatku sangat gemetaran," batin Feng Yu.
Tak lama kemudian, terdengar Naga hijau itu berkata. "Jangan takut anak muda, aku adalah Naga air dari artefak langit yang telah menyatu dengan tubuhmu, tak mungkin aku menyakitimu karena aku berdiam di dalam tubuhmu, aku akan menjadikanmu seorang kultivator yang pilih tanding di dunia ini, dengan kekuatan yang ada padaku," ucap sang Naga hijau.
Feng Yu menghentikan larinya kemudian membalikkan badannya mengarah ke arah Naga hijau yang tengah berdiri di hadapannya.
"Be..be.. benarkah yang kau katakan itu?" tanya Feng Yu terbata bata.
"Untuk apa aku berbohong, semua itu tak ada gunanya bagiku, katakan padaku apa yang kau lihat pada tubuhmu?" jawab sang Naga hijau balik bertanya.
Feng Yu memandangi tubuhnya, dan melihat jika seluruh tubuhnya terdapat gambar ular Naga yang mirip dengan sosok Naga hijau yang ada di hadapannya.
"Benar apa yang dia katakan, gambar naga hijau ini mirip dengan sosok naga hijau di depanku, ini merupakan berkah dari para dewa jika naga hijau itu mau melatihku untuk menjadi kultivator pilih tanding," batin Feng Yu.
"Apakah benar kau memilihku dan ingin melatihku untuk menjadi kuat?" tanya Feng Yu.
"Aku telah memilihmu dan akan melatih mu, maka pelajarilah apa yang akan kuberikan kepadamu," jawab naga hijau.
Setelah berkata seperti itu, Naga hijau seketika itu pun lenyap dari hadapan Feng Yu, dan menyisakan seberkas cahaya hijau yang dengan cepat masuk ke dalam kepala Feng Yu.
*****
__ADS_1
Feng Yu tersentak dari tidurnya, dan mengingat kembali apa yang telah terjadi di bawah alam sadar nya. Seketika Feng Yu merasakan jika ada sesuatu di dalam kepalanya, dan itu merupakan sebuah teknik yang sangat kuat.
"Ternyata apa yang aku alami bukanlah mimpi, ini adalah kenyataan karena teknik yang ada dalam kepalaku merupakan teknik yang sangat kuat," batin Feng Yu.
Tiba tiba seorang anggota dari klan Zhi datang menghampirinya, yang membuat Feng Yu tersadar dari lamunannya.
"Saudara Feng Yu, ketua klan memanggilmu untuk datang ke ruangan pertemuan," ucap anggota klan tersebut.
"Ada apa gerangan sang ketua memanggilku ke ruangan pertemuan?" batin Feng Yu.
"Baik, aku akan segera kesana," jawab Feng Yu.
Di ruangan pertemuan telah berkumpul para petinggi klan, disana juga terlihat wanita yang sangat cantik tengah duduk dibarisan para petinggi klan.
"Feng Yu menghadap ketua klan," ucapnya sambil menggenggam tinju dan sedikit membungkukkan badan memberi hormat.
"Feng'er, putri Yan Chi dari kekaisaran pheonix datang dari jauh bertujuan untuk menemuimu,'' ucap ketua klan Zhi.
"Sangat cantik sekali sang Putri, aku baru pertama kali melihat gadis secantik ini," batin Feng Yu.
"Apakah ada yang bisa saya bantu tuan Putri, ataukah saya telah melakukan kesalahan sehingga Putri Yan Chi mencari saya," ucap Feng Yu sambil menggenggam tinju dan sedikit membukakan badan memberi hormat.
"Kau tidak mempunyai kesalahan padaku," jawab putri Yan Chi.
"Ketua!, dapatkah aku berbicara berdua dengan Feng Yu," pinta putri Yan Chi.
"Silahkan putri," ucap ketua klan singkat.
Feng'er, bawa Putri Yan Chi ke taman klan, kalian bisa berbicara dengan nyaman di sana," ucap sang ketua.
"Baik ketua!" jawab Feng Yu.
Pada akhirnya Feng Yu mengajak putri Yan Chi menuju ke taman, sesampainya di taman Feng Yu menanyakan mengapa sang putri mencarinya.
__ADS_1
"Tuan putri, mengapa anda mencari saya?" tanyanya.
"Feng Yu, adikmu Thien Yu telah menitipkan batu inti roh ini padamu!" jawab sang putri sambil mengeluarkan sebuah kotak penyimpanan yang telah terisi puluhan buah batu roh di dalamnya.
Feng Yu sangat terkejut, sekaligus senang karena sang putri membawa kabar tentang adiknya, sampai sampai Feng Yu dengan reflek menggenggam kedua bahu sang putri sambil berkata. "Bagai mana kabar adik ku?" tanyanya.
Melihat wajah Feng Yu yang sangat dekat dengan wajahnya, apalagi hembusan napas Feng Yu begitu sangat terasa menerpa tubuhnya, membuat putri Yan Chi tak bisa berkata apa apa.
"Apa apaan pemuda ini, apakah dia sadar dengan apa yang telah dia lakukan?, tapi jika harus jujur, pemuda ini sangatlah tampan dengan postur tinggi dan tegap, sama halnya dengan adiknya Thien Yu," batin putri Yan Chi.
Melihat tak ada jawaban dari sang putri, membuat Feng Yu seketika tersadar dengan apa yang telah dia lakukan kepada sang putri.
Buru-buru dia melepaskan genggaman kedua tangannya dari bahu sang Putri, dan dengan menggenggam tinju sambil membungkukkan badan memberi hormat, Feng Yu minta maaf atas kecerobohannya itu.
"Maafkan saya putri, saya tak sadar dengan apa yang telah saya lakukan kepada anda, semua itu karena rasa senang saya mendengar kabar tentang Thien Yu," ucap Feng Yu.
Putri Yan Chi juga tersadar dengan lamunannya terhadap pemuda yang ada dihadapannya, dan diapun membalikan tubuhnya membelakangi Feng Yu, sambil berkata. "Aku tak ingin kau mengulanginya lagi," ucapnya.
"Baik putri, dan terimakasih anda telah memaafkan saya," jawab Feng Yu.
Lantas putri Yan Chi menceritakan semua yang pernah dialaminya dengan Thien Yu, yang membuat wajah Feng Yu semakin bertambah ceria mendengarnya.
"Adik..!, tak kusangka engkau telah sekuat itu, aku pun akan berlatih keras untuk dapat sekuat dirimu, adik, aku sangat merindukanmu," batin Feng Yu.
Setelah semua urusan dengan Feng Yu selesai, putri Yan meminta izin untuk kembali pulang ke istana pheonix.
"Ketua, terima kasih karena anda telah menyambut baik kehadiran ku di sini, sedari itu aku akan memberikan berbagai sumber daya yang telah disimpan di dalam kotak penyimpanan ini," ucap putri Yan Chi sambil memberikan 1 buah kotak penyimpanan yang penuh terisi dengan berbagai macam sumber daya kepada ketua klan Zhi.
Ketua klan Zhi menerima kotak penyimpanan pemberian dari sang Putri, dan berkata. "Terima kasih atas pemberian anda putri, dan untuk rasa terimakasih kami kepada anda, maka aku akan menyertakan Feng Yu dalam perjalanan anda pulang, hingga putri Yan Chi selamat sampai di tujuan, mengingat saat ini sering terjadi perampokan di perbatasan antara kedua ke kaisaran," ucapnya.
"Baik ketua, aku terima niat baik anda," ucap putri Yan Chi.
Setelah berpamitan, rombongan Putri Yan Chi akhirnya kembali pulang menuju ke kaisaran pheonix.
__ADS_1
Bersambung.
Untuk sementara ini kita ikuti perjalanan cerita tentang Feng Yu, agar tak ketinggalan jauh dengan perjalanan yang tengah dilakukan oleh adiknya Thien Yu.