
Tirai pembatas belum terbuka, tetua Sanghao mengajak Thien Yu untuk berbincang bincang sejenak di tempat itu, mereka berdua duduk di sebuah batang pohon yang tumbang.
"Di dalam sana merupakan hutan belantara, daratan yang belum pernah terjamah tangan manusia, masih asri dan juga masih banyak terdapat binatang binatang yang berasal dari alam bawah yang bersembunyi di sana.
Selain itu di sana juga terdapat bermacam macam jebakan sehingga kita harus berhati hati jangan sampai ada dari anggota kelompok kita yang mati, saat pencarian mata air Dewi Zhao Quin di sana," ucap tetua Sanghao.
"Aku telah memikirkan cara agar kita tetap bisa bertahan dan tak terluka, hanya saja apakah semua anggota kelompok ini dapat mengikuti semua perintahku," ucap Thien Yu.
"Kau adalah ketua kelompok ini dan tentunya para anggota akan selalu mengikuti ketuanya," jawab tetua Sanghao.
Baik jika begitu tetua, setelah ini aku akan mengajak kalian menaiki batu bara giok dalam menyelusuri hutan mencari mata air Dewi Zhao Quin di reruntuhan, dan ku rasa cara itu lebih aman daripada kita menelusuri kedalaman hutan secara langsung, di samping kita dapat terhindar dari binatang buas alam bawah, kita juga akan dapat melihat pergerakan para penghuni dataran awan yang juga ikut dalam mencari mata air Dewi Zhao Quin," ucap Thien Yu.
*****
Setelah beberapa saat menunggu, pada akhirnya tirai yang melindungi tempat keberadaan harta karun perlahan-lahan memudar dan menghilang.
Melihat hal itu Thien Yu dan para anggota dari dataran langit segera masuk ke dalam hutan.
Di dalam hutan Thien Yu menyuruh anggotanya berhenti.
"Aku ingin kalian semua mengikutiku untuk naik keatas batu bara giok itu," ucap Thien Yu sambil menunjuk kearah bongkahan batu raksasa yang melayang di udara.
"Kita datang ke tempat ini bukan untuk bersembunyi di atas batu raksasa itu, kita datang ke tempat ini untuk mencari harta karun mata air Dewi Zhao Quin, dan jika kau ingin berada di atas batu besar itu maka pergilah sendiri kau jangan mengikutkan sertakan anggota dataran langit, karena kami tak akan pernah takut menghadapi rintangan apapun yang berada di wilayah harta karun itu berada," ucap putri Langyun.
Setelah berkata seperti itu Putri Langyun dengan cepat melesat masuk ke dalam lebatnya hutan, untuk mencari keberadaan reruntuhan bangunan tempat di mana mata air Dewi Zhao Quin berada.
Melihat sang putri pergi, para anggota kelompok yang ada segera melesat pergi mengikuti putri Langyun masuk kedalam lebatnya hutan.
__ADS_1
"Wanita keras kepala dan tak bisa di atur, jika kau menuju kesana secara terang-terangan seperti ini maka tak akan lama lagi kalian semua akan tertimpa masalah," gumam Thien Yu.
Mau tidak mau Thien Yu dan tetua Sanghao menyusul kepergian para anggotanya menuju ke kedalam hutan, biar bagaimana pun keselamatan para anggota daratan langit semua berada di tangan Thien Yu yang merupakan ketua kelompok.
Baru saja beberapa saat mereka masuk kedalam hutan, tiba tiba saja kelompok itu di serang oleh binatang buas dari alam bawah berupa kodok raksasa.
Beberapa anggota kelompok daratan langit telah tertangkap dan di telan hidup hidup oleh kodok raksasa tersebut, yang membuat hampir sebagian besar anggota kelompok telah menghilang ke perut sang kodok.
Serangan tiba tiba dan tak terduga, hampir saja membuat putri langyun ikut tertangkap oleh lidah yang mempunyai daya rekat kuat dari sang kodok, untung saja sang putri lekas tanggap dengan mengayunkan pedangnya menangkis serang lidah dari sang kodok.
"Cepat menghindar jangan sampai kalian tertangkap, lidah sang kodok selain lengket juga terdapat racun yang sangat mematikan disana," teriak tetua Sanghao memperingatkan.
Sementara itu Thien Yu telah mengeluarkan belati merah darahnya, dan dengan cepat belati itu dilemparkan kearah kawanan kodok raksasa yang semakin bertambah banyak.
Belati merah darah itu melesat cepat menembus tubuh sang kodok rak sasa, yang membuat para kawanan kodok raksasa satu persatu mati.
"Kau benar tetua, lebih baik tetua membawa seluruh anggota dalam kelompok memutar arah, ini demi keselamatan mereka semua, biar aku untuk sementara waktu menghalau semua kodok kodok ini," jawab Thien Yu.
Mendengar perkataan Thien Yu, tetua Sanghao segera membawa seluruh anggota dalam kelompok itu untuk memutar arah, termasuk menyuruh putri Langyun ikut bersamanya.
Setelah kepergian semua anggota dataran langit, Thien Yu langsung mengeluarkan ketiga inti api yang dimilikinya, dengan cepat diapun membinasakan semua kodok dari alam bawah, hingga tak ada satupun kodok yang tersisa hidup di tempat itu.
Thien Yu sengaja menyembunyikan semua tingkat kekuatannya, agar tak menjadi perbincangan di kalangan anggota yang ikut di dalam pencarian mata air Dewi Zhao Quin.
Di tempat lain, merasa sudah aman tetua Sanghao menghentikan rombongan yang kini tersisa 7 orang saja termasuk putri Langyun.
Tetua Sanghao menyalahkan putri Langyun karena terlalu gegabah dalam mengambil keputusan, hingga membuat anggota dalam kelompoknya mati sia sia.
__ADS_1
"Yun'er seandainya kau mau mendengar perkataan Thien Yu, anggota kelompok kita pastinya akan tetap hidup," ucap tetua Sanghao.
"Paman, aku tak ingin paman membanding bandingkan aku dengan Thien Yu, aku tak pernah menyuruh semua anggota kelompok ini untuk mengikutiku, jika memang aku merupakan duri dari kelompok ini maka aku akan pergi sendiri mencari mata air itu," jawab putri Langyun kemudian pergi dari tempat itu.
Ketua Sanghao hanya dapat menarik napas dalam dalam, untuk sekedar menahan kekesalan hatinya melihat sikap tak dewasa putri Langyun dalam memecahkan suatu masalah.
"Mengapa putri Langyun sangat berbeda sikap dan wataknya dari sang kakak pangeran Langtian, sang kakak bersikap dewasa dan berwibawa sementara putri Langyun masih ke kanak kanakan," batin tetua Sanghao.
Tak lama setelah putri Langyun pergi, Thien Yu pun muncul di tempat itu.
"Paman dengan kondisi anggota tim kita yang sangat sedikit ini, aku ingin kita lebih berhati hati. Aku ingin pencarian ini kita lanjutkan dengan menaiki batu bara giok, semua itu agar anggota kelompok yang ada lebih aman dalam mencari reruntuhan tempat dimana mata air putri Zhao Quin berada," ucap Thien Yu.
"Kami akan mengikuti semua perkataanmu Thien Yu," jawab tetua Sanghao.
"Paman dimana Puti Langyun, sedari tadi aku tak melihatnya?" tanya Thien Yu tiba tiba.
"Ah ..!!, Thien Yu putri Langyun pergi dari kelompok, dia ingin mencari mata air itu sendiri," jawab tetua Sanghao.
"Apa?, paman!!, mengapa kau tak mencegahnya? jika terjadi sesuatu padanya maka pangeran Langtian akan menyalahkan kita yang tak menjaga adiknya selama pencarian ini, dan tentunya pangeran akan bersedih yang nantinya akan membuat keadaan di dataran langit semakin kacau," ucap Thien Yu.
"Begini saja paman, kalian naiklah keatas batu bara giok, arahkan batu itu untuk menjelajahi hutan dan aku sendiri akan mencari putri Langyun," ucap Thien Yu kembali.
"Baiklah kami semua akan mencari mata air itu dari atas batu tersebut," jawab tetua Sanghao.
Setelah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak dimana Thien Yu mencari putri Langyun, dan tetua Sanghao dengan beberapa anggota yang masih tersisa mencari mata air Dewi Zhao Quin dengan menaiki batu bara giok, Thien Yu langsung melesat pergi kearah terakhir kali putri Langyun pergi sesuai arahan tetua Sanghao.
Bersambung.
__ADS_1