Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Sembuh


__ADS_3

"Ackh...!!"


Terdengar pekikan dari mulut Thien Yu yang merasakan jika racun kini menyebar di tubuhnya.


Di tempat lain, matinya sang laba laba raksasa membuat jaring yang membungkus tubuh Xiozi terlepas, dengan cepat Xiozi keluar dari dalam lingkaran artefak pelindung dan menuju kearah Thien Yu.


Tampak terlihat olehnya tubuh Thien Yu kini telah berubah warna menjadi bewarna ungu kebiruan, yang menandakan jika racun telah menyebar di tubuhnya.


"Hentikan Xiozi, kau jangan mendekat ke arahku karena racun ini sangat ganas dan dapat berpindah kepadamu!!" teriak Thien Yu.


"Aku akan mencoba untuk menolongmu Thien Yu, siapa tau aku mampu untuk mengeluarkan racun laba laba itu," jawab Xiozi khwatir dengan keselamatan pemuda yang tengah tergeletak lemah.


Belum sempat Xiozi melangkah kearah Thien Yu, ratusan manusia kerdil berwarna hijau dan seorang yang terlihat tua dan keriput kini mendekati mereka berdua.


Dengan cepat Xiozi mengeluarkan energi es di tubuhnya, maka terbentuk lah sebuah pedang es di dalam genggaman tangannya. Xiozi memasang kewaspadaan tingkat tinggi untuk melakukan pertarungan yang akan terjadi, jika para manusia kerdil dan wanita paruh baya itu melakukan penyerangan.


"Aura tingkat alam puncak keluar dari dalam tubuh Xiozi, hal itu guna menjaga jika adanya serangan jarak dekat dari para manusia kerdil yang mengarah padanya, mengingat begitu banyak manusia kerdil yang ada di dalam ruangan dasar goa itu.


"Kami tak ada niat untuk menyerang mu, malahan kami sangat berterimakasih karena kau telah membunuh laba laba iblis ungu yang telah menjadi duri di dalam kejayaan istana lumut," ucap wanita paruh baya sambil menunjuk kearah sang laba laba yang telah mati.


Xiozi tetap diam, dia tetap menjaga kewaspadaannya walaupun sang wanita paruh baya sudah beritikad baik padanya.


Melihat tak ada tanggapan dari wanita muda yang ada di hadapannya, membuat wanita paruh baya melanjutkan perkataannya. "Teman pria mu ini telah terkena racun dari laba laba iblis ungu, dan tak ada satu orangpun orang yang mampu untuk menyembuhkannya.

__ADS_1


Waktunya untuk hidup sisa 2 jam lagi, karena racun itu akan mencapai jantungnya sekitar 2 jam dari sekarang, dan hanya keberuntungan saja yang dapat membuatnya tetap hidup," ucap wanita paruh baya itu.


"Kau jangan membuat harapan temanku ini sirna, jika kau ingin bertarung maka aku akan mewujudkannya," ucap Xiozi sambil mengarahkan pedang es kearah wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


Melihat wanita paruh baya di ancam oleh Xiozi, membuat seluruh manusia kerdil bereaksi dan mengarahkan senjata sumpit mereka ke arah Xiozi, yang tengah mengarahkan ujung pedangnya kepada ratu istana lumut.


Para manusia kerdil yang sebelum nya telah menaruh dendam pada Xiozi karena telah membunuh beberapa orang dari kelompoknya, semakin bertambah marah karena Xiozi kali ini berani mengancam sang ratu yang merupakan pimpinan dari para manusia lumut.


Melihat hal itu, Xiozi langsung mengerahkan seluruh kekuatannya hingga membuat aura ranah tingkat alam puncak di tubuhnya semakin pekat. Beberapa dari manusia kerdil jatuh ketanah dan tak sadarkan diri akibat terkena efek aura ranah tingkat alam yang di lepaskan oleh Xiozi


Wanita paruh baya mengangkat tangan kananya keatas, yang membuat para manusia kerdil terdiam dan tak melakukan aktifitas apapun. Dengan serempak mereka semua menjauhkan senjata sumpit dari


tubuh Xiozi.


Melihat hal itu Xiozi tersadar jika tingkat kultivasi wanita paruh baya yang ada di hadapannya berada jauh di atasnya, yang membuat Xiozi menarik kembali aura ranah tingkat alam yang di lepaskan nya.


Tiba tiba teriakan Thien Yu mengagetkan mereka semua, tubuh Thien Yu yang tadinya bewarna ungu dari racun sang laba laba, kini berubah menghitam.


Wanita paruh baya yang melihat hal itu mundur dua langkah ke belakang. "Siapa sebenarnya anak muda ini, mengapa dia dapat menjinakkan racun api hitam dan menyimpannya di dalam tubuhnya?, (Racun api hitam merupakan racun terkuat yang ada di dunia atau raja dari segala racun) pantas saja dia mampu memusnahkan racun laba laba iblis ungu yang ada di tubuhnya," batin wanita paruh baya.


Sesaat kemudian Thien Yu merasakan jika racun yang hampir merenggut nyawanya telah hilang dari tubuhnya. "Terimakasih Guru karena kau telah menjinakkan racun api hitam, dan sekarang ini telah menyatu dengan energi di dalam dantianku sehingga aku dapat terlepas dari kematian," batin Thien Yu.


Thien Yu bangkit berdiri seperti tak terjadi apa apa dengan tubuhnya. Melihat Thien Yu telah pulih membuat Xiozi dengan reflek memeluknya.

__ADS_1


Thien Yu yang baru pertama kali di peluk seorang gadis muda membuat jantungnya seakan mau berhenti berdetak, rasa canggung segera menerpa diri Thien yu. Dengan segala upaya Thien Yu mencoba menenangkan hatinya kembali.


"Jika kalian telah menyelesaikan masalah kalian temui aku dengan mengikuti lorong itu," ucap wanita paruh baya sambil menunjuk kearah salah satu lorong yang terdapat di dalam ruangan dasar lobang.


Setelah berkata seperti itu, wanita paruh baya itu pun pergi dengan di ikuti oleh seluruh manusia kerdil berkulit hijau di belakangnya.


Xiozi tersadar dengan perkataan wanita paruh baya dan buru buru melepaskan pelukannya dari tubuh Thien Yu. Tampak terlihat wajah Xiozi merona merah karena menahan malu yang begitu sangat memalukan baginya.


"Maafkan aku Thien Yu, bukan maksudku untuk memelukmu, aku merasa sangat senang karena kau bisa selamat dari racun itu, karena keadaanmu tadi begitu sangat mengkhwatirkan ku," ucap Xiozi pelan.


Walaupun suara yang di keluarkan Xiozi sangat pelan namun Thien Yu dapat mendengarnya dengan jelas.


"Mengapa kau harus meminta maaf padaku, malahan aku sangat senang karena dengan begini aku mendapatkan pelukan hangat darimu, jujur saja pelukanmu telah menyembuhkan luka tendangan yang kau berikan padaku," goda Thien Yu.


Xiozi membalikkan tubuhnya membelakangi Thien Yu, rasa bersalah merasuk di hatinya karena telah menyerang Thien Yu waktu itu.


"Sekali lagi maafkan aku Thien Yu " ucap Xiozi.


Hanya itu yang keluar dari mulut Xiozi, dia tak ada keberanian untuk berhadapan langsung dengan Thien Yu, orang yang berkali kali telah menyelamatkan nyawanya apalagi untuk sekedar menatap wajahnya.


"Sudah Xiozi, aku juga yang salah karena melakukannya tanpa seijin darimu, aku telah melepaskan pakaian yang kau kenakan waktu itu karena hanya itu yang dapat aku lakukan untuk menghilangkan racun api hitam ditubuh mu, dan sekarang kita sudah saling memaafkan ada baiknya kita menemui wanita paruh baya itu, siapa tau dia dapat memberitahukan kepada kita jalan keluar dari tempat ini," ucap Thien Yu.


Mendengar perkataan Thien Yu, Xiozi hanya menganggukkan kepalanya. Dan pada akhirnya mereka berdua menyusuri lorong sesuai petunjuk wanita paruh baya sebelumnya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Xiozi hanya diam, dia larut dalam pikirannya. "Mengapa saat aku berdekatan dengan Thien Yu seperti ini ada rasa nyaman dan tenang, dan herannya jantungku tak bisa berhenti berdegup kencang, apa arti perasaanku ini?" batin Xiozi yang terus berjalan disisi Thien Yu.


__ADS_2