Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kesedihan kaisar Zeng Hong


__ADS_3

Putra mahkota yang telah berwujud iblis, berlari menuju kearah Nien Chu dengan aura yang sangat menindas dari tubuhnya.


Sebelum putra mahkota melancarkan serangan kearah Nien Chu, tiba tiba saja kaisar zeng Hong telah berada di tempat itu dan mengarahkan telapak tangannya kedepan, sehingga gelombang kejut seketika itu menghempaskan putra mahkota kebelakang.


Seluruh jendral, komandan pasukan dan seluruh pasukan cahaya naga seketika itu menghentikan pertarungan, saat mendengar titah sang kaisar.


"Para jendral ku, dan seluruh pasukan dari kekaisaran cahaya naga, hentikan pertarungan ini...!"


"Masalah yang terjadi saat ini akan aku selesai kan sendiri, dan tak usah ada dari kalian yang bertanya maupun membantuku menyelesaikan masalah ini, cukup kalian semua kembali ke istana cahaya naga," ucap sang kaisar.


Seluruh petinggi pasukan tak ada yang berani melawan titah kaisar, mereka semua lantas memberi hormat dan mundur teratur, untuk kembali menuju ke istana kekaisaran cahaya naga.


"Aku minta dengan hormat yang terlibat dalam masalah ini, izinkan aku untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dengan putra mahkota, Aku kaisar Zeng Hong memohon maaf karena tak bisa membimbing putraku hingga pertumpahan darah sampai terjadi, dan aku sangat berterimakasih karena kalian semua masih perduli dengan membantu kekaisaran cahaya naga menangani masalah ini," ucap kaisar Zeng Hong dengan raut muka penuh kesedihan di wajahnya.


"Yang mulia..., kami semua selalu mendukungmu, jika kau ingin menyelesaikan masalah yang terjadi dengan putra mahkota, maka lakukanlah, kami tak ada yang akan ikut campur dalam hal ini," jawab Nien Chu.


"Terimakasih saudara Nien Chu.." ucap kaisar Zeng Hong.


Kaisar Zeng Hong kini berhadapan langsung dengan putra mahkota, dan pertarungan itu pun berlangsung dengan sengit.


Kaisar Zeng Hong kini menggunakan kekuatan terkuatnya, untuk menghadapi putra mahkota yang telah menjadi iblis.


Tapak penguasa surga yang selama ini tak pernah di pergunakan nya, pada akhirnya harus di gunakannya untuk bertarung dengan putranya sendiri.


"Maafkan ayah putraku..., aku tak bisa membiarkanmu melakukan kehancuran pada kekaisaan cahaya naga, langkah yang kau jalani telah membuatmu bersekutu dengan iblis dan itu merupakan hal yang tak bisa termaafkan lagi, jika kau tak ku binasakan maka aku akan malu terhadap para leluhur kita, malu terhadap masyarakat kekaisaran cahaya naga, dan malu terhadap diri sendiri hingga kau menjadi seperti ini."


"Putraku maafkan Ayah mu ini," ucap kaisar Zeng Hong lirih.


Tiba tiba telapak tangan kaisar Zeng Hong memancarkan Cahaya emas, dan hal itu begitu sangat mengejutkan pangeran ke 3.

__ADS_1


Pangeran ketiga tak kuasa melihat pertarungan yang terjadi, biar bagaimanapun yang bertarung itu merupakan keluarga terdekatnya sendiri, dimana darah yang mengalir di tubuh mereka berdua, sama juga yang mengalir di tubuh pangeran ke 3, sehingga membuat pangeran ke 3 pada akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.


"Seharusnya aku yang bertarung dengan putra mahkota, bukan ayah...!, aku bisa merasakan kehancuran hati seorang ayah jika melihat anaknya mati di tangannya sendiri," batin pangeran ketiga sambil menatap kosong ke arah depan.


Sementara itu di tempat terjadinya pertarungan, putra mahkota dengan kekuatan iblis nya langsung menyerang cepat ke arah Kaisar Zeng Hong, dengan sebuah tinju yang memancarkan cahaya merah darah.


Kaisar Zeng Hong menahan serangan tinju putra mahkota dengan telapak tangan kirinya, kemudian dengan cepat kaisar Zeng Hong menghentakkan tangan kanannya ke arah tinju putra mahkota, sehingga putra mahkota terseret beberapa meter kebelakang.


Belum sempat putra mahkota menstabilkan tubuhnya akibat hentakan telapak tangan sang kaisar, tiba tiba saja kaisar Zeng Hong menghilang dan muncul di hadapan putra mahkota dengan menapakkan telapak tangan kananya kedada putra mahkota.


Serangan kuat yang disertai pengerahan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya, membuat cahaya emas berbentuk telapak tangan keluar dari belakang putra mahkota, dan menghantam tanah dengan keras.


Tanah di sekitar tempat itu retak dimana mana, hingga menimbulkan getaran yang sangat kuat di tanah, akibat serangan kuat yang di lakukan kaisar Zeng Hong.


Putra mahkota berdiri pada tempatnya, tanpa bergerak dan tanpa suara.


Perlahan lahan putra mahkota berubah menjadi wujud aslinya dan menatap sayup sang ayah.


"Maafkan aku Ayah..." ucapnya sambil menjatuhkan dirinya kearah kaisar Zeng Hong.


Kaisar Zeng Hong segera menyambut putra mahkota dengan pelukan hangat seorang ayah, karena dia tau jika hari ini merupakan hari terakhir dia memeluk putranya itu.


Putra mahkota kini telah tiada, dia menghembuskan napas terakhirnya di pelukan sang ayah.


Dengan meneteskan air mata kaisar Zeng Hong pun berkata. "Aku telah memaafkanmu putraku."


Kaisar Zeng Hong membawa putra mahkota ke puncak gunung Wongku, untuk di kuburkan di sana.


Semua yang menyaksikan hal itu ikut bersedih, walaupun awalnya mereka semua sangat membenci putra mahkota.

__ADS_1


Setelah menguburkan putra mahkota, Kaisar Zeng Hong memutuskan untuk tinggal di puncak gunung Wongku, untuk menghabiskan sisa hidupnya di sana dengan bertapa menemani putra mahkota yang telah tiada.


Sementara itu pangeran ke 3 diangkat sebagai kaisar baru di kekaisaran cahaya naga oleh kaisar Zeng Hong, yang di saksikan oleh semua orang yang berada di puncak gunung Wongku.


Hari itu juga pangeran ke 3 yang telah diangkat menjadi kaisar baru, meminta lencana emas kepemilikan serikat dagang pada Nien Chu, setelah Nien Chu memberikan lencana emas itu kepada kaisar Zeng Wu, maka lencana emas itu digabungkan menjadi satu dengan milik sang kaisar, setelah itu kaisar Zeng Wu memberikan lencana emas yang sudah di satukan kembali kepada Nien Chu.


"Adik..., mulai sekarang kepemilikan tunggal serikat dagang ada padamu, aku telah menyerahkan semua saham yang ada padaku untuk mu," ucap kaisar Zeng Wu.


"Terimakasih atas kepercayaanmu padaku, dan aku berjanji di masa depan, aku akan memajukan serikat dagang lebih baik lagi," jawab Nien Chu.


*****


Setelah tak ada lagi pertempuran yang terjadi, sudah waktunya bagi pangeran Xi Xio dan kaisar Annsher untuk kembali ke daratan langit.


Hari itu juga pasukan negri elf kembali pulang ke dataran langit, begitupun dengan pangeran Xi Xio dan putri Yinzi.


Setelah Nien Chu mengucapkan kata terima kasih, mereka semua akhirnya menghilang masuk ke dalam portal. Kini tinggal kaisar Annsher yang berada di tempat itu dan berkata.


"Adik ku pergi mencarimu ke wilayah kekaisaran Phoenix, guna meminta maaf setelah semua yang terjadi di istana Orgy."


"Ibu ratu pun telah tiada, karena rasa bersalah yang selalu menghantui hatinya, hingga membuat putri Annchi pergi mencarimu."


"Setelah menghilangnya ibu ratu dan perginya Annchi, membuat kaisar terdahulu memilih untuk mengasingkan diri dalam pertapaannya."


"Tuan muda..., aku ingin kau menjaga adikku, walaupun tak ada harapan baginya untuk bersatu dengan mu."


"Tuan muda...aku mohon diri..." ucap kaisar Annsher kemudian menghilang bersama portal yang di masukinya.


Nien Chu terdiam, tak lama kemudian diapun melirik kearah An Yue yang juga berada di tempat itu.

__ADS_1


An Yue tak merespon tatapan dari Nien Chu, malah dia pergi meninggalkan tempat itu.


Bersambung.


__ADS_2