
Tak terasa waktu terus berlalu, dan ratu Meyling pun tersadar. Perlahan lahan ratu membuka matanya dan betapa terkejutnya sang ratu setelah mendapatkan dirinya masih dalam keadaan setengah telanjang.
Yang mengherankan sang ratu saat bagai dia bisa sadarkan diri sementara sewaktu sang ratu masih tersadar, dia telah begitu sangat waspada dengan keadaan yang ada walaupun dirinya tengah melakukan meditasi, tapi kenyataannya Thien Yu masih dapat menghilangkan kesadarannya.
Diapun mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dan mendapati Thien Yu tengah membelakanginya.
Tiba tiba saja Thien Yu bersuara. "Kau tak usah khwatir ratu aku tak melakukan apa apa padamu, aku hanya murni untuk menepati janjiku dalam mengobatimu," ucap Thien Yu.
Ratu Meyling yang telah mendapatkan aura hidupnya tak menggubris perkataan Thien Yu, dengan segera sang ratu menyambar pakaiannya yang berserakan di lantai ruangan kemudian memakainya.
Tanpa menjawab perkataan Thien Yu sang ratu segera melakukan kultivasi untuk membangkitkan kembali kekuatan yang telah lama tak pernah di gunakannya.
Thien Yu membalikkan badannya untuk melihat reaksi ratu Meyling dengan perkataanya barusan, dan betapa terkejutnya Thien Yu saat melihat ratu Meyling malah tengah melakukan kultivasi tanpa menggubris sama sekali perkataan darinya. Thien Yu pun menggeleng gelengkan kepalanya melihat hal itu.
"Dasar wanita, selalu saja seenaknya menganggap pria sebagai sesuatu yang tak berharga di matanya, mentang mentang dia telah mempunyai kekuatan, kuasa dan kedudukan yang lebih tinggi dari sang pria, membuatnya tak menganggap ku sebagai orang yang telah menyembuhkannya. Paling tidak ada perkataan trimakasih atau apalah, eh..., malah aku di cuekin, benar benar sangat mengesalkan," batin Thien Yu.
Thien Yu lebih memilih keluar dari dalam ruangan itu untuk sekedar melihat lihat keadaan danau yang berwarna hijau lumut, dari pada menunggu sang ratu menyelesaikan kultivasinya.
Di hadapan Thien Yu kini terbentang danau hijau lumut, riak airnya begitu sangat menyentuh hatinya yang terdalam, Thien Yu teringat pada sosok Feng Yu kakaknya yang selalu menjadi teman, sahabat, serta orang terdekatnya sewaktu mereka masih bersama di desa batu.
"Bagai mana keadaan mu kak Feng Yu, apakah keadaan mu baik baik saja, aku sangat rindu akan kebersamaan kita sewaktu di desa," batin Thien Yu sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Tiba tiba saja sosok Xiozi terlintas dalam pikirannya, wanita yang kuat, cantik dan sangat mempesona. Sosok wanita yang dahulu pernah menggetarkan hatinya, namun sayang cinta pertamanya itu harus kandas di ujung kata penolakan.
Thien Yu segera membuang jauh jauh pikiran tentang Xiozi, kali ini Thien Yu berpikir keras bagaimana caranya dia bisa menembus ranah tingkat surgawi dengan cepat, dan menemukan 1 inti api lagi agar tinju Naga Giok yang ada padanya bisa sempurna ke level 3.
"Aku telah mempunyai 2 inti api, yaitu inti api surgawi pemberian dari ayahku, dan inti api hidup pemberian dari Guruku Naga Giok. Sekarang ini aku tak tau keberadaan inti api yang lainnya, dan harus kemana lagi aku mencari inti api selanjutnya agar tinju Naga Giok yang kumiliki sekarang dapat sempurna," batin Thien Yu.
Di sela sela lamunannya, Thien Yu di kejutkan dengan suara merdu yang menyapanya.
"Thien Yu, mengapa kau meninggalkanku di dalam ruangan itu?" tanya wanita itu.
"Ratu Meyling ini saatnya aku memarahimu atas semua perlakuanmu padaku,
walaupun kau seorang ratu," bisik Thien Yu.
Rasa marah terhadap ratu Meyling pun sirna, berganti dengan rasa kagum atas mahluk indah yang ada di hadapannya.
"Kau heran dengan penampilanku Thien Yu?" tanya ratu Meyling yang membuat Thien Yu tersadar dari rasa kagumnya.
Thien Yu segera menguasai keadaan, dan melangkah mendekati ratu Meyling. Dengan santainya Thien Yu menatap bola mata sang ratu yang berwarna hijau muda.
"Bagaimana aku tidak terkesan dengan penampilanmu yang sangat mempesona ini ratu, kau benar benar sangat cantik layaknya remaja seusiaku," jawab Thien Yu yang berusaha tetap tenang dan berpura pura tak terjadi apa apa, padahal hatinya begitu sangat gugup dan bergetar hebat.
__ADS_1
"Aku sebenarnya masih gadis remaja seusiamu karena umurku sebenarnya masih 16 tahun. Aku tak bisa menggunakan energi Qi yang berada di dalam dantianku semua itu karena aura hidupku telah tersegel," ucap ratu Meyling.
"Gila...!!, aroma tubuh sang ratu begitu sangat memabukkan ku, aku tak bisa berlama lama di kerajaan ini, jika tidak aku pasti akan merasa tersiksa karena ratu yang kulihat saat ini benar benar membangkitkan gairahku," batin Thien Yu.
Tiba tiba suara Lu ying dari dalam alam batinnya menggema. "Tuan muda, kau jangan menatap mata sang ratu, karena sudah kodratnya jika wanita siluman ular mempunyai aura pesona di matanya.
"Lu ying, apakah ratu meyling telah mengarahkan tehnik pesonanya kepadaku, hingga aku seperti berhalusinasi dengan pikiranku sendiri yang mengganggap dirinya seperti seorang Dewi yang turun dari Nirwana?" tanya Thien Yu.
"Dia sama sekali tak mengeluarkan tehnik pesona seperti yang tuan muda prasangka kan kepadanya, inilah wujud asli dari ratu Meyling, yang membuat pangeran klan ular danau hitam sampai tergila gila padanya," jawab Lu ying.
"Kau benar Lu ying, tak mungkin ada laki laki yang dapat menolak pesona dari sang ratu termasuk aku, tapi perasaan yang kurasakan kepadanya hanya sebatas rasa kagum tidak seperti perasaan ku pada Xiozi waktu itu," ucap Thien Yu.
"Tuan muda, lebih baik tuan muda segera meninggalkan kerajaan ini, tak baik jika tuan muda terus menerus bersama ratu Meyling, jika sampai ada yang mengetahui jika suami pura pura sang ratu telah mati dan kini ratu Meyling tengah bersama seorang pemuda di istana lumut, maka masalah baru pasti akan terjadi, pangeran danau hitam pasti akan mencarimu untuk membuat perhitungan," ucap Lu ying.
"Kau benar Lu ying, aku harus segera meninggalkan kerajaan ini," jawab Thien Yu.
Setelah selesai melakukan percakapan singkat dengan Lu ying di alam batinnya, maka Thien Yu pun mengatakan jika dirinya akan kembali ke alam dunia.
"Ratu, karena kau telah sembuh maka janji ku padamu telah ku tepati, aku mohon diri untuk meninggalkan kerajaan ini karena banyak hal yang masih harus kulakukan di alam dunia," ucap Thien Yu.
Sang ratu tersentak dengan perkataan Thien Yu, dia harus terima kenyataan jika pemuda yang ada di hadapannya akan pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Sebenarnya sang ratu telah menaruh hati pada Thien Yu saat melihatnya pertama kali, karena sosok Thien Yu begitu pemberani, cerdas dan tampan. Yang lebih membuatnya salut pada sosok pemuda yang berada di hadapannya itu adalah dia mau untuk menepati janji kepadanya .