Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Binasanya para siluman


__ADS_3

Melihat pedang yang memancarkan aura dingin menusuk tulang di dalam genggaman anak muda yang ada di hadapannya, membuat ke 7 wanita pelayan segera merubah dirinya menjadi 7 wanita dengan ekor ular berwarna hitam.


Berubahnya ketujuh wanita pelayan menjadi 7 ular siluman, membuat kamar yang di tempati Nien Chu pun berubah menjadi sebuah gua yang sangat dingin, dengan tetesan tetesan air yang berjatuhan di langit langit Goa.


"Merupakan hal buruk bagi kalian semua karena bertemu denganku, karena aku tak menginginkan jika siluman seperti kalian memperdaya manusia, dengan menjadikan mereka sebagai budak dan makanan bagi kalian semua, untuk itu kalian semua akan ku binasakan agar desa ini menjadi damai seperti dulu," ucap Nien Chu.


Setelah berkata seperti itu, Nien Chu segera menancapkan pedangnya ke tanah sehingga terciptalah sebuah segel yang menyelubungi seluruh tempat itu, yang membuat para siluman ular menjadi geram karena mereka tak akan bisa keluar dari tempat itu.


"Anak muda..., kau sungguh percaya diri dengan menutup tempat ini menggunakan segel, itu merupakan hal bodoh yang telah kau lakukan, ingat kau belum mencoba kekuatan yang kami miliki, maka hari ini aku akan membinasakan mu," ucap pemimpin siluman ular.


Ketujuh ular beracun raksasa seketika itu menyerang ke arah Nien chu dengan ganas, serangan itu begitu sangat mematikan karena adanya racun berwarna hijau yang selalu di semburkan dari mulut sang ular.


Nien Chu hanya tersenyum, kemudian lenyap dari pandangan mata sang ular beracun. Tubuh Nien Chu seketika itu mengeluarkan kobaran api putih yang merupakan inti api surgawi, yang saat ini tengah menyelimuti tubuh Nien Chu sehingga racun dari siluman ular tak bisa sedikitpun menyentuh kulitnya.


Racun racun itu akan segera lenyap terbakar oleh api inti surgawi, saat racun racun itu berada dekat dengan tubuh Nien Chu.


Dengan kecepatan langkah bayangan, Nien Chu mengarahkan pedang penguasa malam kearah ke tujuh siluman ular beracun yang berada di tempat itu.


Ketajaman pedang penguasa malam berhasil memotong motong motong tubuh ketujuh ular siluman, akan tetapi potongan potongan ular tersebut malah membentuk tubuh baru, hingga menjadikannya berkali kali lipat banyaknya, yang membuat Nien Chu mundur beberapa langkah kebelakang.


Kini terdengar tawa dari siluman ular saat melihat pemuda yang ada dihadapan mereka, tak mampu untuk membunuh mereka semua, sehingga salah seekor ular siluman yang merupakan pemimpin siluman ular, maju ke hadapan Nien Chu sambil berkata.


"Tak akan ada yang bisa membinasakan kami di sini, karena tempat yang kau pijak adalah rumah kami, dan kami akan membunuh mu dengan menikmati roh jiwa yang ada di tubuhmu itu," ucap ular siluman tersebut.

__ADS_1


Nien Chu hanya tersenyum mendengar perkataan siluman ular, diapun lalu menyimpan kembali pedang penguasa malam kedalam tubuhnya, kemudian mengeluarkan inti api neraka yang kini berada di Kedua telapak tangan Nien Chu.


"Aku ingin melihat apakah kalian semua akan dapat membelah diri lagi, setelah inti api neraka ini membakar tubuh kalian semua," jawab Nien Chu kemudian mengarahkan inti api neraka ketubuh pemimpin para siluman ular.


Inti api neraka langsung tertuju kepada pemimpin siluman ular yang berbicara dengannya, hingga kobaran api hitam langsung menyelimuti tubuh pemimpin siluman ular itu.


Terdengar teriakan melengking dan menyayat hati saat api inti neraka membakar tubuh pemimpin siluman ular, sehingga membuat siluman ular itu bergulingan di tanah dan menjerit jerit tak karuan.


Beberapa ular siluman yang ada segera datang menolong pemimpinya, akan tetapi hal buruk pun terjadi kepada siluman siluman ular yang mencoba menolong pemimpinnya, mereka semua ikut terbakar karena terkena kobaran api hitam yang berada di tubuh pemimpinnya.


Nien Chu terus menyerang ular siluman yang tersisa dengan inti api neraka, sehingga semua ular yang berada di dalam goa kini terbakar api hitam yang tak bisa padam.


Semua siluman ular yang ada menjerit jerit kesakitan dan memohon agar dibebaskan dari api hitam yang membakar tubuh mereka semua.


Nien Chu tak memperdulikan hal itu, dia membiarkan inti api neraka terus membakar tubuh siluman ular, hingga para siluman ular yang terbakar oleh inti api neraka hangus menjadi debu.


Nien Chu meninggalkan tempat itu dengan membuka segel yang menyelubungi keberadaan para ular siluman sebelumnya, dan langsung menuju kearah tempat keberadaan An Yue dan Tency.


Setibanya di tempat An Yue dan Tency berada, Nien Chu di kejutkan dengan babak belurnya siluman harimau di hadapan Tency yang telah merubah wujudnya menjadi seekor rubah putih ekor 3.


Dan sebuah tembakan bola energi yang keluar dari mulut Tency, mengakhiri perlawanan dari siluman harimau yang telah menjelma menjadi sosok kepala desa.


Tency merubah dirinya kembali menjadi seorang wanita cantik, dan memungut inti siluman harimau yang tergeletak di tanah.

__ADS_1


"Tuan muda, walaupun inti harimau ini tak berguna bagi kultivasimu, akan tetapi inti siluman harimau sangat berharga dan harganya pun sangat tinggi diantara para kultivator yang membutuhkannya," ucap Tency sambil menyodorkan inti siluman harimau kepada Nien Chu.


"Aku telah memikirkan cara bagaimana memanfaatkan inti siluman harimau ini," jawab Nien Chu kemudian memasukkan inti siluman harimau itu ke dalam cincin penyimpanannya.


"Sepertinya kita harus memulihkan diri terlebih dahulu, karena telah banyak energi tubuh yang keluar saat pertarungan terjadi."


"Ada baiknya besok pagi kita menemui kepala Desa dan mengatakan jika siluman yang telah menguasai Desa ini telah kita binasakan," ucap Nien Chu.


Di pagi hari, matahari mulai muncul dari ufuk timur, dan sayup sayup Nien Chu mendengar banyak suara-suara penduduk desa yang telah berada di sekitarnya.


"Nien Chu membuka matanya perlahan, tampak oleh nya penduduk desa yang telah ramai di sekitar tempat itu.


Paman Yohan datang menghampiri Nien Chu dengan menangkupkan kedua tangan memberi hormat.


"Trimakasih tuan muda karena telah membunuh semua siluman yang telah menguasai Desa ini," ucapnya.


"Paman..., ini sudah kewajibanku untuk menghancurkan keangkara murka'an yang membuat Desa ini menjadi desa yang berselimutkan aura siluman. Aku ingin paman menata kembali Desa ini, agar menjadi desa yang damai dan makmur," jawab Nien Chu.


"Aku pasti akan melakukannya dengan mudah akan tetapi ada hal penting yang ingin kau bicarakan kepadamu," ucap paman Yohan.


"Katakanlah Paman apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Nien Chu.


"Ikut aku tuan muda maka kau akan mengetahuinya sendiri," ucap paman Yohan.

__ADS_1


Nien Chu beserta kedua teman wanitanya mengikuti paman Yohan dari belakang, dan pada akhirnya mereka semua tiba di sebuah tempat yang sangat terpencil dari desa.


Bersambung


__ADS_2