Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pernikahan Nien Chu dan putri Violin


__ADS_3

Permaisuri menemui Nien Chu di kediamannya, di sana permaisuri tetap pada kesombongannya di hadapan Nien Chu.


"Aku tak perduli kau memiliki darah keturunan dari leluhur pemilik istana ini yang pertama, aku terpaksa menyetujui pernikahanmu dengan putriku karena tak ada pilihan lain bagiku".


"Nien Chu kuharap setelah kau menikah dengan putriku kau tak berlaku buruk kepadanya, karena sesungguhnya pernikahan kalian itu hanyalah keterpaksaan karena putriku sebenarnya tak mencintaimu," ucap sang permaisuri.


Nien Chu meremas tinjunya menahan amarah, dia tak menyangka akan diremehkan seperti itu, jika bukan karena jalan untuk diakui oleh raja Zhedon sebagai darah keturunan Thien Yu ayahnya, Nien Chu takkan pernah menikahi putri Violin.


"Kau tak usah ikut campur lagi dengan apa yang akan kulakukan pada putrimu, dia merupakan istriku dan apapun yang kulakukan padanya terserah keinginanku, ada baiknya anda pergi dari sini karena keberadaan Anda di sini telah mengganggu istirahat ku," jawab Nien Chu.


"Kau...!!" pekik permaisuri sambil menunjuk ke arah Nien Chu.


Ingin sekali sang permaisuri menyerang pemuda yang ada di hadapannya itu, akan tetapi keinginannya itu segera dicegahnya karena dia tak berkeinginan untuk membuat masalah baru, yang akan membuatnya benar-benar tersingkir dari posisi permaisuri kekaisaran yang saat ini masih berada padanya.


Permaisuri akhirnya pergi meninggalkan kediaman Nien Chu, dengan rasa kesal di hatinya.


Nien Chu mengetahui jika pernikahannya akan benar benar terjadi, membuatnya ingin bertemu dengan Hyun Zi.


Sebelum pernikahan ini terjadi aku harus menemui Hyun Zi, karena hanya dia satu-satunya wanita yang dekat denganku yang saat ini berada di wilayah kekaisaran Phoenix.


Nien Chu tiba di kediaman Hyun Zi malam hari, dan betapa terkejutnya wanita cantik itu saat melihat jika pemuda yang telah dinyatakan hilang, kini berdiri di hadapannya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


"Nien Chu...!!" pekik Hyun Zi dan berlari menghamburkan dirinya ke pelukan Nien Chu.


Tangis Hyun Zi tiba-tiba meledak di dada bidang Nien Chu, yang membuat wanita cantik itu tak ingin melepas pemuda yang di cintainya dari pelukannya sedikit pun juga.


Setelah puas melepas kerinduannya, Hyun Zi kemudian berkata. "Kemana saja kau selama ini, aku hampir mati memikirkanmu," ucap Hyun Zi.


Nien Chu mengelus rambut hitam panjang Hyun Zi, kemudian berkata. "Aku pergi karena ada hal penting yang harus ku lakukan, dan saat ini aku pun akan melakukan hal yang pastinya melukai hatimu, semua itu kulakukan tak sesuai keinginanku karena dengan melakukannya aku baru bisa mencapai tujuanku," ucap Nien Chu.


"Apa yang menjadi tujuanmu sekarang?" tanya Hyun Zi.


"Aku akan menikah dengan Putri kaisar Phoenix, untuk menjadi putra mahkota di kekaisaran," ucap Nien Chu.


Amarah seketika itu melanda hati Hyun Zi, diapun langsung mendaratkan pukulannya berkali kali kedada Nien Chu tanpa dialiri tenaga dalam.


"Mengapa kau tega melakukan hal ini kepadaku, kau lebih memilih menikahi putri Violin demi menjadi putra mahkota di kekaisaran pheonix..!!" pekik Hyun Zi.

__ADS_1


Nien Chu kembali menarik Hyun Zi kedalam pelukannya, untuk menenangkannya.


Setelah Hyun Zi tenang, Nien Chu kemudian menceritakan apa yang menjadi tujuannya menikahi Putri Violin, sehingga Hyun Zi sangat malu karena telah bertindak bodoh di hadapan Nien Chu.


"Maaf kan aku kak Nien Chu, jika kau menjelaskan hal ini sebelumnya mungkin aku tak akan melakukan keburukan padamu," ucap Hyun Zi.


Malam itu Nien Chu menginap di kediaman Hyun Zi, mereka menghabiskan malam dengan bercumbu mesra layaknya suami istri, hingga mereka berdua keletihan dan tertidur lelap.


*****


Hari pernikahan Nien Chu dan putri Violin akhirnya terjadi, penduduk Kekaisaran pheonix menyambut suka cita hari pernikahan itu.


Penduduk Kekaisaran begitu sangat antusias menyaksikan pernikahan yang terjadi, setelah mereka mengetahui jika Nien Chu merupakan keturunan dari Kaisar pendahulu pendiri kekaisaran Pheonix.


Malam pertama bagi Nien Chu dan putri violin pun tiba, sang Putri telah berada di dalam kamar menunggu kehadiran Nien Chu yang saat ini merupakan suaminya.


Nien Chu membuka pintu kamar pengantin, yang membuat putri Violin langsung merasakan resah dan gelisah yang melanda hatinya, karena saat ini dia tengah berdua di dalam sebuah kamar dengan pemuda yang tak di cintainya.


Nien Chu menghampiri sang putri yang tengah duduk di pinggir pembaringan, dan menyibak kan tirai yang menutupi wajahnya.


Nien Chu tertegun melihat kecantikan wajah istrinya itu, akan tetapi saat Nien Chu hendak menyentuh wajahnya, putri Violin langsung menempelkan belati ke lehernya sendiri sambil berkata.


Nien Chu kemudian menotok putri Violin, sehingga sang putri tak bisa bergerak maupun berbicara.


Nien Chu kemudian membaringkan putri Violin di pembaringan, sambil berkata.


"Sesuai perkataanku waktu itu, aku akan melakukan penyiksaan di malam pernikahan kita, dan saat ini hari itu telah datang padaku dan aku tak akan menyia nyiakan nya.. Ha...ha ...ha...!!".


"Sekarang waktunya aku membalas semua perbuatanmu padaku, dengan segala penolakanmu serta kelakuanmu yang merendahkanku, aku akan melakukan apapun yang kuinginkan padamu hingga aku terpuaskan Ha ..ha ..ha...!!" Tawa Nien Chu kembali terdengar, yang membuat putri Violin begitu sangat takut hingga air mata tak henti hentinya mengalir deras di pipinya.


Nien Chu menatap wajah pucat istrinya, ada rasa menyesal di hatinya telah membuat wanita yang itu begitu takut padanya.


"Kasian dia, biar bagaimanapun putri Violin sudah menjadi istriku yang sah, mungkin sudah cukup bagiku membuatnya sangat ketakutan," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengambil sebuah kain dan mengusap air mata di wajah Putri Violin, kemudian berkata. "Aku sudah cukup puas menyiksamu dengan rasa ketakutan ini, dan aku pun telah memenuhi janjiku waktu itu untuk menyiksamu".


"Putri ..., aku tak sebejat seperti apa yang kau pikirkan, walaupun kau telah menjadi istriku yang sah tapi aku tak akan mau melakukan hubungan dengan mu jika kau tak menginginkannya," ucap Nien Chu kemudian melepaskan totokannya dari tubuh sang putri.

__ADS_1


Lepasnya totokan Sang Putri membuatnya langsung melompat dari pembaringan, dan ingin pergi keluar dari dalam ruangan itu.


Sebelum membuka pintu terdengar suara Nien Chu yang menghentikan keinginan putri Violin untuk pergi dari kamar pengantin.


"Jika kau keluar dari kamar ini, apa kata mereka yang di luar sana, dan apa yang akan dilakukan Kaisar padamu setelah mengetahui kau meninggalkanku di malam pengantin."


Semua terserah padamu apakah kau ingin terus berada di kamar ini atau ingin keluar dari kamar ini," ucap Nien Chu.


Nien Chu kemudian membalikkan tubuhnya dan tertidur.


Larut malam Nien Chu terbangun dan mendapati putri violin setengah terlelap di sudut ruangan kamar.


Rasa iba tiba tiba dirasakannya, karena terlalu berbuat hal yang sangat menakutkan bagi putri Violin.


"Aku tau semua penolakan mu padaku karena terhasut omongan ibu mu, dan aku takkan mungkin menyalahkanmu dalam hal ini," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengangkat putri violin ke pembaringan, setelah itu Nien Chu meninggalkan sang Putri yang tertidur lelap menuju ke kediaman Penasehat Biyao.


Di kediaman penasehat Biyao, perbincangan pun terjadi di sana.


"Paman.., Aku ingin secepatnya bertemu raja Zhedon, karena waktu kita semakin sempit dalam membangun kekuatan besar dalam menghadapi pasukan Dewa iblis kuno," ucap Nien Chu.


"Tuan muda.., ada baiknya anda meyakinkan para penduduk kekaisaran dan menghormati Kaisar dengan berada di istana selama satu minggu kedepan, sampai selesainya acara besar besaran dari pernikahan mu dengan putri Violin yang saat ini diadakan 7 hari 7 malam," jawab penasehat Biyao.


"Tapi aku sudah tak sabar ingin pergi ke 2 alam tersebut, Aku ingin segera membentuk pasukan kuat di sana," ucap Nien Chu.


"Sabarlah pangeran, kau tak usah terburu-buru dalam melakukan suatu tindakan agar dapat berjalan dengan semestinya".


"Kedua alam tersebut saat ini memiliki kekuatan besar tanpa kau harus untuk membuatnya lagi, Yeiyi yang berada di alam cahaya rembulan dan lu Ying di alam cahaya mentari, dahulunya merupakan sahabat ayah mu yang terikat kontrak darah dengannya, mereka berdua pasti akan melakukan semua yang kau inginkan setelah sampai di sana," jawab Penasehat Biyao.


Setelah mendapatkan pencerahan dari penasehat Biyao, pada akhirnya Nien Chu mau menunggu satu minggu lamanya sebelum berangkat ke istana bawah air untuk menemui raja Zhedon dan putranya pangeran Atlas.


Pagi hari, putri Violin sangat terkejut mendapati dirinya telah berada di atas pembaringan, sang putri langsung melihat ke arah lengan kirinya yang terdapat tanda merah yang merupakan tanda kesuciannya.


"Tanda kesucianku masih ada, berarti Nien Chu tak melakukan apa apa padaku semalam, walaupun ada kesempatan baginya untuk meniduriku," batin sang putri.


Putri violin mengedarkan pandangannya sekeliling namun tak menemukan keberadaan Nien Chu disana, yang membuat putri Violin bertanya tanya ke mana Nien Chu saat ini.

__ADS_1


Nien Chu saat ini tengah berada di kediaman jendral Jatayu, Bersama jendral Gong Lang dan Penasehat Biyao, untuk membuat suatu pasukan khusus terpilih, dalam menghadapi peperangan yang akan terjadi di masa depan.


Bersambung


__ADS_2