Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Amarah permaisuri


__ADS_3

Setelah menangkap tangan sang putri, Nien Chu lantas melakukan hentakan kecil sehingga putri Annchi menjadi kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh ke pelukan Nien Chu.


Nien Chu mendekap erat tubuh putri Annchi dengan membersihkan kata.


"Maafkan aku".


Mendengar kata maaf dari Nien Chu, putri Annchi langsung membalas pelukan Nien Chu hingga merekapun saling berpelukan hingga beberapa saat lamanya.


Tak ada kata terucap dari mulut sang putri, hanya air mata yang kini membasahi pipinya, air mata yang merupakan curahan rasa bahagia, karena pemuda yang sangat di cintanya itu pada akhirnya membuka hati untuknya.


Entah siapa yang memulai duluan, kini mereka saling berciuman yang semakin lama semakin dalam hingga membuat napas sang putri mulai tersengal sengal akibat kesulitan untuk bernapas.


Nien Chu segera menghentikan ciumannya itu, dan langsung menggendong putri Annchi masuk ke dalam kamarnya.


Putri Annchi hanya pasrah saat Nien Chu mulai merebahkan tubuhnya di atas pembaringan, diapun sangat rela jika Nien Chu ingin mereguk kesuciannya malam itu.


Putri Annchi mulai melepaskan pakaiannya satu persatu, namun tiba tiba Nien Chu segera mencegahnya.


"Kau adalah wanita yang ku cintai dan aku tak ingin melakukannya sebelum pernikahan kita terjadi, karena aku menginginkan kebahagiaan itu di saat malam pengantin bersama mu," ucap Nien Chu dengan membelai lembut rambut hitam putri Annchi.


Putri Annchi tak kuasa menahan kebahagiaan di dadanya, diapun langsung memeluk Nien Chu, pemuda yang telah memberi warna di hatinya.


Malam itu dengan menggunakan kekuatan teratai nirwana, Nien Chu berhasil memulihkan titik-titik vital di dalam Meridian putri Annchi, sehingga putri Annchi dapat pulih seperti sedia kala.


Karena kelelahan dalam mengobati Sang Putri, akhirnya Nien Chu tertidur di sisi Putri Annchi.


Pagi hari permaisuri yang bermaksud ingin mengajak putrinya jalan jalan di sekitar kota kekaisaran, untuk menghilangkan kesedihannya akibat gagal menikah, di kejutkan dengan pemandangan yang di lihatnya di dalam kamar putrinya.

__ADS_1


Tampak terlihat olehnya Nien Chu tengah tertidur lelap dan putri Annchi yang memeluknya dengan membaringkan kepalanya di dada bidang Nien Chu.


"Kalian...!!" teriak sang permaisuri dengan mengalirkan tenaga dalam di perkataannya, sehingga suara menggelegar itu membuat putri Annchi dan Nien Chu terbangun dari tidurnya.


Nien Chu sangat terkejut melihat sang permaisuri tengah menunjuk wajahnya, dengan tatapan penuh amarah.


Nien Chu tertunduk lesu, karena dia tahu apa yang ada di dalam pikiran sang permaisuri saat ini, yang merasa jika dirinya telah melakukan hal buruk kepada putrinya.


"Ibu ...!!, ini tak seperti yang Ibu pikirkan, kak Nien Chu....!!


"Cukup ..!!, Aku tak ingin penjelasanmu karena aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri!!" bentak Sang permaisuri dengan memotong pembicaraan putrinya.


Putri Annchi terdiam, karena baru kali ini dia melihat sang ibu begitu murka padanya.


"Plak ..!!"


Sebuah tamparan telak yang dialiri tenaga dalam menghantam dengan keras pipi Nien Chu, hingga membuat Nien Chu terhempas dari atas tempat tidur.


"Kau telah menolak Putri ku saat aku begitu berharap besar jika kau yang akan menjadi pendamping hidupnya!, dan saat ini apa yang telah kau lakukan pada putriku telah mencoreng dan memberikan aib bagi keluarga ke kaisaran."


"Nien Chu atas apa yang kau lakukan pada putriku maka kau akan mendapatkan hukuman berat dari kekaisaran!!" bentak permaisuri.


Nien Chu bangkit berdiri dan melangkah ke arah sang permaisuri sambil berkata.


"Tak menghilangkan rasa hormat ku padamu permaisuri, aku tak melakukan seperti apa yang telah kau pikirkan saat ini, karena aku masih punya tata krama dan rasa hormat terhadap wanita, dan jika kau masih menuduhku dengan prasangkamu itu maka aku tak akan segan-segan padamu walaupun aku tahu kau merupakan permaisuri di kekaisaran ini." jawab Nien Chu yang mulai terpancing amarahnya dengan tindakan sang permaisuri padanya


"Ha...ha ..ha.., aku tak menyangka jika pemuda yang kuinginkan menjadi pasangan putriku, ternyata bukanlah kesatria yang tak berani mengakui perbuatannya, Aku sangat kecewa dan menyesal pernah menginginkan mu untuk menjadi menantu di kekaisaran ini!!" bentak sang permaisuri.

__ADS_1


"Cukup ibu..., Ibu harusnya bertanya dulu padaku dan tak langsung memvonis jika kak Nien Chu telah menodai ku..!!"


"Ibu kak Nien Chu semalaman berada di kamarku untuk menyembuhkan luka dalam yang kuderita agar aku dapat berkultivasi kembali, dan karena kelelahan kak Nien Chu tertidur di atas pembaringanku, jadi kumohon agar ibu tak berprasangka buruk terhadap kak Nien Chu," timpal putri Annchi dengan menjelaskan semua yang telah terjadi semalam di kamarnya.


Permaisuri yang sebelum nya telah menaruh kekesalan terhadap Nien Chu, yang tak mengindahkan perkataannya untuk menggagalkan pernikahan putrinya di hadapan kaisar waktu itu, dan memilih pergi meninggalkan acara pernikahan sampai akhirnya datang kembali dengan berada di dalam kamar putrinya, membuatnya sangat shock dan tak terima dengan perlakuan Nien Chu itu, dan dengan menyalurkan energi murninya kedalam cincin batu kristal di jari manisnya, maka beberapa sosok tiba-tiba saja muncul di belakang sang permaisuri.


Sosok itu merupakan prajurit kuno bayangan yang di miliki oleh permaisuri, yang memiliki kemampuan di atas rata-rata para kultivator ranah Dewa tak terbatas, yang selama ini tersegel di dalam cincin kristal di bawah kendali sang permaisuri.


Ada 10 perajurit kuno dengan aura kuat yang menyelimuti tubuh mereka, hingga pancaran kekuatannya dapat dirasakan oleh Nien Chu.


"Aku ingin kau menyerahkan diri dan menerima hukuman yang akan aku berikan padamu, jika tidak jangan salahkan aku jika kau akan mendapatkan perlakuan kejam dariku," ucap permaisuri dengan penekanan di perkataannya.


"Permaisuri aku tak pernah takut dengan ancaman mu, walaupun ke 10 kultivator itu memiliki kemampuan yang melebihiku."


"Aku tetap pada pendirianku yang tak melakukan apa-apa pada putrimu, aku murni menolong nya agar dapat berkutivasi kembali," jawab Nien Chu.


Putri Annchi yang menghibah agar ibunya tak melakukan hal buruk pada Nien Chu, pada akhirnya harus bungkam karena sebuah totokan telah bersarang di tubuhnya.


Karena tak menguntungkannya untuk melakukan pertarungan di ruangan tertutup, Nien Chu segera melesat keluar yang diikuti oleh 10 sosok prajurit di belakangnya.


Di luar kediaman Sang Putri pertarungan pun terjadi, Nien Chu sangat terkejut melihat formasi yang dilakukan para prajurit yang menjadi lawan tarungnya, yang memiliki kecepatan sangat luar biasa, yang mampu menandingi langkah bayangan yang dimilikinya.


Pedang penguasa malam dikeluarkan Nien Chu untuk mengatasi serangan pedang dari kesepuluh prajurit kuno yang bertarung dengannya.


Pertarungan tak seimbang pun terjadi, di mana Nien Chu harus menghadapi ke 10 prajurit yang rata-rata memiliki ranah tingkatan yang setingkat di atasnya.


Ranah ranah Dewa tak terbatas yang dimiliki oleh Nien Chu saat ini, masih berada di bawah ranah Dewa tingkat tertinggi yang dimiliki oleh ke 10 prajurit kuno yang menjadi lawan tarungnya, sehingga sedikit demi sedikit Nien Chu mulai mengalami kesulitan menghadapi kecepatan Serang kesepuluh kultivator itu.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kekaisaran istana Orgy mempunyai prajurit pembunuh yang sekuat ini?, siapa sebenarnya permaisuri sehingga ke 10 prajurit itu begitu sangat mematuhinya," batin Nien Chu.


Bersambung.


__ADS_2