Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan di permukaan laut


__ADS_3

Siang itu matahari seperti enggan memperlihatkan wajahnya, dia memilih untuk bersembunyi di balik awan.


Laut semakin bergejolak dengan terlihatnya ratusan pusaran besar air laut yang membuat suara bising di mana mana.


Pusaran air laut itu memberikan energi yang sangat besar, sehingga aura energinya terserap kedalam permata biru laut yang berada di dalam tongkat trisula raja Zhedon, yang membuat tongkat trisula raja Zhedon menyala dengan sangat terang di dalam badai yang kini melanda tempat itu.


Biyao dan Jendral jatayu begitu sangat mengkhwatirkan keadaan pangeran Thien Yu dengan situasi tersebut, mereka berdua pun melesat menuju arena pertarungan untuk membantu Thien Yu melewati situasi berbahaya yang akan terjadi, akan tetapi pangeran Atlas yang mengetahui hal itu segera melesat dan menghadang langkah petinggi istana pheonix tersebut.


"Jika kalian berdua ingin mengganggu jalannya pertarungan yang terjadi, maka langkahi dulu mayatku!!, ingat jendral!!, pertarungan ini sudah di sepakati bersama dan jika kalian membantu pangeran phoenix maka dengan sendirinya ayahku yang akan memenangkan pertarungan ini.


Kedua petinggi istana pheonix meremas tinjunya sendiri, mereka berdua bisa saja menghancurkan mulut besar pangeran Atlas, akan tetapi keinginan itu tak di lakukannya karena mengingat kesepakatan yang telah di buat oleh kedua belah pihak.


"Saudara Jatayu lebih baik kita lihat perkembangan yang terjadi, mungkin kita harus percaya pada pangeran pheonix kali ini," ucap Biyao.


"Saudara biyao bagaimana jika terjadi apa apa dengan pangeran, bagaimana kita mempertanggung jawabkan nya kepada ratu Yan Ling, sementara keberadaan kita di sampingnya adalah untuk melindunginya," jawab jendral Jatayu.


Tiba tiba suara Thien Yu terdengar di telinga mereka berdua. "Jendral Jatayu, paman biyao, kalian berdua tak usah mengkhwatirkan keadaanku, aku bisa menjaga diriku dalam pertarungan ini, kalian menjauhlah dari tempat kalian berada sekarang karena efek ledakan energi yang akan terjadi bisa membuat kalian berdua terluka," ucap suara Thien Yu.


Mendengar suara Thien Yu membuat kedua petinggi istana pheonix tak bisa berkata apa apa lagi, perintah pangeran pheonix tak bisa di tolaknya hingga mereka berdua akhirnya membelakangi pangeran Atlas kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu. Dalam batin kedua petinggi istana pheonix, mereka sangat yakin jika sang pangeran mempunyai kekuatan tersembunyi yang mampu mengatasi kekuatan besar yang di miliki raja Zhedon, paling tidak mereka berdua bisa sedikit bernapas lega dengan perkataan pangeran phoenix yang mampu menjaga dirinya dalam pertarungan itu.


Melihat kepergian kedua petinggi istana pheonix membuat pangeran Atlas dapat tersenyum dengan penuh kemenangan.


*****


Pakaian yang di kenakan Thien Yu berkibar dengan sangat kencang tertiup angin badai, hingga membuat Thien Yu mengeluarkan 4 hukum ilahi yang di milikinya, guna menciptakan teratai ilahi dalam menghadapi serangan yang akan di lakukan raja Zhedon padanya.

__ADS_1


Teratai ilahi kini telah berada di telapak tangan Thien Yu, aura dari teratai yang menyeruak keluar mampu meredakan badai yang ada di sekitarnya.


Tak lama berselang, raja Zhedon melesat tinggi ke udara dan melemparkan tongkat trisulanya kearah Thien Yu, maka terciptalah seekor naga air yang mengeluarkan aura binatang tingkat dewa kearah Thien Yu.


Thien Yu menggigit salah satu jarinya, dan meneteskan darah emasnya ke arah permukaan bunga teratai ilahi. Maka teratai ilahi yang berbentuk kaca dengan cahaya hijau yang menghiasinya, kini berubah menjadi cahaya keemasan yang mempunyai ranah setingkat Dewa.


"Aku serahkan padamu Teratai dewa ilahi," ucap Thien Yu dan melepaskan teratai dewa ilahi untuk menyambut serangan raja Zhedon yang mengarah ke arahnya.


"Boom.."


Ledakan energi terjadi di tempat itu, bayangan teratai dewa ilahi terlihat membungkus area tempat pertarungan terjadi.


Seluruh kultivator yang menyaksikan pertarungan secara bersama sama membentuk segel pelindung, agar terhindar dari efek ledakan energi yang maha dasyat.


Begitupun dengan pangeran Atlas dan seluruh jendral perangnya, merekapun melakukan hal yang sama dengan memasang segel pelindung agar terhindar dari efek ledakan energi yang terjadi.


Naga hitam terus melingkari tubuh Thien Yu, membuat jendral Jatayu dan Biyao, yang berada jauh dari tempat itu menggelengkan kepalanya.


Mereka berdua tak menyangka jika pangeran pheonix yang semuda itu, mampu memiliki kekuatan besar setingkat dewa, terbukti dari serangan bunga teratai yang di lepaskan nya yang mampu mengimbangi serangan kuat dari raja Zhedon.


Di sisi lain tampak raja Zhedon tak kuasa bertarung lagi, tubuhnya jatuh kebawah dengan deras menuju kepermukaan air laut. Dengan sigap pangeran Atlas menangkap ayahnya.


"Ayah bagai mana keadaanmu?" tanya pangeran Atlas.


Raja zhedon tak dapat berkata apa-apa, dia hanya menyesali mengapa dia bisa kalah dengan anak muda yang baru seumur jagung.

__ADS_1


Kini raja Zhedon dihadapkan dengan kesepakatan yang telah dibuat, mau tidak mau dia harus memenuhi kesepakatan itu jika tidak maka kehancuran negeri bawa airnya pasti akan terwujud.


"Putraku bawa aku menuju ke tempat dimana pangeran pheonix berada, aku harus menepati kesepakatan yang telah dibuat dan kau pun harus ikut melakukannya, jika tidak kerajaan bawah laut yang selama ini kita banggakan akan hancur di tangannya.


Putraku, sekarang ini hidup dan mati kita serta kemakmuran kerajaan bawa air yang ayah pimpin, semua berada di tangan pangeran dari negeri pheonix itu, Ayah akan melakukan kontrak darah dengannya dan kau pun harus melakukan hal yang sama, jika tidak ayah tak akan bisa membela mu jika dia menuntut kematian dari hidupmu," ucap raja Zhedon.


"Baik ayah aku akan mengikuti semua perintah mu, karena semua yang terjadi merupakan kesalahan ku. Jika waktu itu pangeran Huang Qin tak menghasutku untuk menyinggung pangeran Thien Yu mungkin kejadian ini takkan pernah terjadi.


Ayah, aku ingin kau memaafkan putramu ini, semoga di masa depan di bawah kepemimpinan junjungan baru kita yaitu pangeran Thien Yu, kita akan lebih makmur lagi," jawab pangeran Atlas sambil mengangkat tubuh ayahnya.


"Aku telah memaafkan mu putraku, mungkin para dewa telah menakdirkan jika kerajaan Buana biru akan menjadi kerajaan yang telah ditaklukan oleh pangeran Thien Yu," ucap raja Zhedon.


Pangeran Atlas membawa ayahnya menuju ke arah Thien Yu berada. Pangeran atlas segera menggenggam tinju memberi hormat begitupun dengan raja Zhedon yang juga berusaha semampunya memberi hormat kepada Thien Yu, saat mereka berdua berada di hadapannya.


"Pangeran aku mengakui kekalahanku, dan aku menerima kesepakatan kontrak darah yang telah kita sepakati bersama," ucap raja Zhedon.


"Baiklah raja Zhedon, dengan ini aku akan melakukan kontrak darah denganmu dan untuk selamanya kau akan menjadi pengikut ku, jika suatu hari kau melakukan pemberontakan dan tak ingin mengikuti apa yang menjadi keputusan ku, dengan sendirinya kontrak darah yang ada padamu akan memakan aura hidupmu, dan tentunya akan membuatmu menderita sebelum kematian datang menjemputmu," ucap Thien Yu.


Setelah berkata seperti itu Thien Yu menyayat tangan kirinya dan meneteskan darah emas nya ke kepala raja Zhedon, pangeran Atlas dan seluruh Jenderal serta petinggi kerajaan buana biru.


Setelah melakukan kontrak darah dengan Thien Yu, raja Zhedon merasakan jika luka dalam yang di deritanya telah sembuh, malahan dia mendapatkan kekuatan baru yang lebih kuat dari sebelumnya.


Apa yang dirasakan raja Zhedon dialami juga oleh seluruh petinggi kerajaannya, baik para jenderal, maupun Pangeran Atlas sendiri.


Mereka semua akhirnya kembali memberi hormat dan menyatakan jika pangeran Thien Yu adalah pemimpin baru kerajaan Buana biru.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2