
Nien Chu bangkit dari duduk bersilanya, dan menetap ke arah matahari yang mulai terbit.
Panas matahari kini tak sepanas waktu Nien Chu pertama kali menginjakkan kakinya di alam pengasingan ini, dan dalam pemikiran Nien Chu saat ini, dia ingin segera mencari Hyun Zi untuk membawanya pergi kembali ke sekte Surgawi.
"Biar bagaimana pun juga, aku harus membawa Hyun Zi pergi dari tempat ini, karena sudah cukup lama dia menderita di tempat tandus seperti ini," batin Nien Chu.
Nien Chu mengeluarkan Yi eng dari dalam Dantiannya dan berkata. "Sobat kecil ku, Aku ingin kamu membantuku untuk melacak keberadaan Hyun Zi di tempat ini," ucap Nien Chu.
Yi eng yang mengerti akan perkataan tuan mudanya, segera memejamkan matanya dan tak lama kemudian simbol bulan sabit di atas dahinya menyala terang, sehingga menimbulkan gelombang yang tak terlihat oleh mata biasa, gelombang tersebut langsung menyebar ke seluruh alam pengasingan.
Tak lama kemudian rubah putih itu pun membuka matanya dan berlari ke arah depan. Sesaat rubah putih itu berhenti berlari dan menatap ke arah Nien Chu.
Nien Chu tahu betul jika rubah putih sahabatnya itu menyuruhnya untuk mengikuti langkahnya, maka dengan cepat dia pun melesat ke arah rubah putih yang mulai berlari kembali.
Sore hari mereka berdua sampai ke sebuah lubang menganga yang masuk ke dalam pasir, dan dengan cepat Nien Chu segera meloncat masuk ke dalam lubang tersebut.
Nien Chu yang telah memasang kewaspadaan tinggi saat masuk ke dalam lubang, dapat menghindari serangan cahaya berbentuk bulan sabit yang menuju ke arahnya.
Kali ini Yi eng yang tak ingin jika tuan mudanya terluka kembali akibat Serangan dari Nan Yi An kepadanya, segera merubah diri menjadi rubah raksasa berekor 3 dan melompat ke depan hingga Nien Chu kini ada di belakangnya.
"Aku tak ingin kau melukai mereka berdua, karena mereka bukanlah musuh hanya saja ada kesalahpahaman hingga kita saling berbenturan," ucap Nien Chu kepada Yi eng.
Yi eng yang tak ingin melanggar perkataan tuan mudanya, segera memasang pelindung berupa aura yang sangat kuat yang membentengi apapun yang dapat membahayakan mereka berdua.
Kembali serangan cahaya berbentuk tanda silang menghantam Nien Chu dan Yi eng, tetapi kali ini serangan itu sama sekali tak berpengaruh kepada mereka berdua, sehingga membuat mereka berdua dapat dengan mulus menuju ke dasar lubang.
Di sana tampak seorang wanita tua menatap marah kepada Nien Chu, akan tetapi wanita tua itu tak bisa berbuat banyak karena adanya rubah berekor 3 di sisi Nien Chu.
__ADS_1
"Tetua, aku tak mencari permusuhan dengan anda, aku datang ke tempat ini dengan baik-baik karena ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan anda," ucap Nien Chu.
"Kau datang ke tempatku ini dengan baik-baik katamu?, coba kau lihat binatang peliharaan mu itu, dia menatapku seperti ingin membunuhku!" jawab Nan Yi An.
"Yi eng, kau mengerti dengan perkataan tetua ini bukan?" ucap Nien Chu kepada rubah putih raksasa berekor 3.
Mendengar perkataan Nien Chu, rubah putih berekor tiga itu segera berubah kecil menjadi rubah putih berbulu lebat yang sangat imut dan lucu.
Rubah putih itu segera meloncat ke arah Nien Chu, dan dengan sigap Nien Chu menyambut dan memeluknya.
"Apa yang ingin kau katakan?" ucap Nan Yi An ketus.
Sesaat Nien Chu menatap ke arah Hyun Zi yang tak bisa bergerak karena sebuah totokan. Ingin sekali Nien Chu membebaskan totokan yang ada di tubuh Hyun Zi, akan tetapi jika dia melakukan hal itu maka akan kembali memperkeruh suasana yang saat ini mulai membaik antara dirinya dan tetua Nan Yi An, sehingga Nien Chu memutuskan untuk mengurungkan niatnya membebaskan Hyun Zi dari totokan yang berada di tubuhnya.
"Tetua, tak mengurangi rasa hormatku kepada anda yang telah berbaik hati menjadikan Hyun Zi sebagai murid, maka hari ini aku ingin mengatakan jika aku akan membawa Hyun Zi kembali ke sekte Surgawi," jawab Nien Chu.
"Sekte surgawi, Hyun Joong!, ha..ha..ha.., aku takkan membiarkanmu membawa muridku ke sana, karena hal itu akan membuat ku merasakan sakit hati atas perlakuan sekte Surgawi selama ini kepadaku, jika kau ingin membawa muridku ke sana maka Lebih baik kau bertarung denganku sampai mati!!" ucap Nan Yi An dengan mengeluarkan cakarnya yang dipenuhi dengan kuku kuku beracun yang tajam.
Yi eng yang merasakan bahaya akan menimpa tuan mudanya, seketika itu melompat ke depan dan merubah dirinya kembali menjadi rubah putih ekor 3.
Sang rubah mengeluarkan geraman yang menandakan jika dia siap bertarung dengan wanita tua yang ada di hadapannya itu.
Nan Yi An seketika itu langsung menyerang ke arah rubah ekor 3, dan pada akhirnya pertarungan mereka pun terjadi di tempat itu.
Nien Chu segera meraih tubuh Hyun Zi dan membawanya ke atas lobang, dan setelah berada di atas Nien Chu segera membebaskan Hyun Zi dari totokan yang ada di tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan Nien Chu, binatang roh itu pasti akan membunuh guruku di dalam dasar lubang," ucap Hyun Zi dengan rasa kekuatiran terhadap gurunya.
__ADS_1
"Kau jangan khawatir, Yi eng takkan membunuh gurumu, Aku pastikan itu," ucap Nien Chu yang sedikit melegakan hati Hyun Zi.
Tak berapa lama kemudian ledakan demi ledakan terjadi di dalam lubang, yang menandakan jika yang bertarung di dasar lubang telah mengeluarkan kemampuan maksimal yang mereka miliki.
Hingga pada akhirnya rubah putih raksasa berekor 3 keluar dari dalam lubang, dengan membawa Nan Yi An di mulutnya.
Hyun Zi segera menyongsong Sang guru yang kini telah tergeletak di atas pasir, tampak darah segar menghiasi sudut bibir Sang guru.
Dengan sigap Hyun Zi menyekah darah segar yang mengalir di sudut bibir gurunya, dan menyandarkan kepala sang guru di dadanya.
"Kau tak usah khwatir, tetua Nan Yi An hanya terluka dalam yang tak membahayakan dirinya, berikan lah pil ini agar tubuhnya kembali pulih seperti sediakala," ucap Nien Chu sambil memberikan sebuah pil berwarna putih kepada Hyun Zi.
Hyun Zi segera menerima pil tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut sang guru. Tak berapa lama berselang, Sang guru pun tersadar dan dia pun langsung melakukan meditasi untuk memulihkan dirinya.
Melihat sang guru baik baik saja, hal itu membuat Hyun Zi merasa lega, dan tak lama kemudian Hyun Zi melangkah kan kakinya menuju ke arah Nien Chu dan duduk di dekatnya.
"Maafkan aku Nien Chu, aku terlalu terbawa suasana saat itu hingga aku pergi meninggalkanmu tanpa berkata apa-apa.
Selama ini aku beranggapan Jika kau mencintaiku, Karena untuk menemuiku di tempat ini memerlukan pengorbanan yang tentunya pengorbanan itu menyangkut nyawa mu sendiri, akan tetapi pemikiran ku itu ternyata salah kau hanya menganggapku sebagai teman, dan tentunya aku merasa malu kepada diriku sendiri yang terlalu bodoh menyikapi kebaikan mu terhadap ku.
Nien Chu, apakah kau masih ingin berteman denganku setelah aku berburuk sangka terhadap mu?" tanya Hyun Zi.
"Hai..., Kau adalah temanku dan takkan pernah menjadi musuhku, kita akan selalu menjaga pertemanan ini," ucap Nien Chu sambil mengacak acak rambut Hyun Zi yang hitam legam.
"Apa yang kau lakukan Nien Chu, kau membuat rambutku berantakan!!, Awas kau!!" teriak hyun Zi.
Hyun Zi bangkit berdiri dan segera berlari mengejar kearah Nien Chu yang telah terlebih dahulu berlari sambil sedikit meledek ke arahnya. Apa yang dilakukan Nien Chu membuat Hyun Zi kesal dan berusaha untuk menangkap Nien Chu.
__ADS_1
Nan Yi An yang telah selesai memulihkan dirinya, menatap tajam ke arah dua muda mudi yang tengah kejar-kejaran di sore hari itu. "Mungkin ada baiknya Hyun Zi pergi dari alam pengasinan ini bersamanya, kasihan dia jika masa remajanya akan habis bersamaku di tempat ini, mungkin aku memang ditakdirkan hanya hidup seorang diri tanpa keluarga teman dan sahabat," batin Nan Yi An dengan tertunduk menatap pasir yang ada di bawahnya.
Bersambung