
Karena serangan yang datang padanya begitu hebat, membuat pangeran Huang Qin murka, dia tak menyangka akan menggunakan kekuatan Dewa penyihir kegelapan dalam menghadapi Thien Yu.
Pangeran Huang Qin yang sebelumnya meremehkan Thien Yu, kini baru menyadari jika kekuatan pemuda yang menjadi lawan tarungnya memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh.
Kekuatan Dewa penyihir kegelapan pun digunakannya. Seketika itu alam bergejolak hebat, di langit seketika itu memperlihatkan pusaran awan hitam gelap yang berputar dan mengeluarkan petir di dalamnya, sehingga membuat kawasan kekaisaran pheonix begitu sangat mencekam.
Segel pembatas yang menutupi arena pertarungan seketika itu hancur, hingga aura yang keluar dari dalam tubuh pangeran Huang Qin menghantam semua penonton yang ada di tribun para penonton.
Banyaknya para penonton yang tengah menonton jalannya pertarungan tewas di tempat, semua itu akibat gelombang kejut yang keluar dalam tubuh pangeran Huang Qin yang mengenai tubuh mereka. Melihat hal itu para petinggi istana pheonix dan petinggi kerajaan besar lainnya, segera memasang segel baru untuk menahan aura kuat yang keluar dari tubuh pangeran Huang Qin.
Hanya para petinggi istana pheonix yang masih tetap diam diatas podium utama, mereka tak perduli dengan apa yang terjadi, bahkan terlihat mereka semua seperti sangat senang dengan banyaknya korban yang berjatuhan di pihak kekaisaran pheonix.
Ketua Hyo jin yang mengetahui jika segelnya telah hancur oleh aura kuat yang keluar dari dalam tubuh pangeran Huang Qin, begitu sangat terkejut karena segel yang di gunakannya terbentuk dari kekuatan di ranah tingkat alam emperor puncak.
"Jangan jangan pangeran Huang Qin telah menembus ranah Dewa, tapi itu mustahil terjadi karena mengingat umurnya masih sangatlah muda, namun jika di kaji lebih dalam tak mungkin ada seorang kultivator di alam dunia yang mampu menghancurkan segel yang kubuat, jika dia tak berada di tingkat alam ranah Dewa," batin ketua pagoda 9 itu.
Sementara itu pertarungan antara Thien Yu dan pangeran Huang Qin terus berlanjut, kali ini di tubuh pangeran Huang Qin telah terbungkus sebuah aura hitam yang membentuk perisai, yang bertujuan untuk melindungi pangeran Huang Qin dari serangan Thien Yu.
Di sisi lain, Thien Yu yang mengetahui kekuatan lawan tarungnya telah menembus ranah Dewa, membuat Thien Yu seketika itu mengeluarkan ke 3 inti api yang di milikinya.
"Walaupun kau telah mampu untuk menembus tingkat ranah Dewa, tapi kau bukanlah Dewa sesungguhnya, cukup dengan ketiga inti api yang berada di hadapanku ini yang akan melenyapkanmu untuk selama-lama nya.
Aku tak perlu mengeluarkan kekuatan Dewa Ilahi dan teratai Nirwana untuk melenyapkan manusia sepertimu pangeran Huang Qin, cukup dengan kekuatan ketiga inti api ku ini kau pasti tak akan bisa selamat," batin Thien Yu.
Seketika itu ketiga inti api yang mengambang di dihadapan Thien Yu mulai menyatu, yang membuat warna ketiga inti api menjadi melebur menjadi satu.
Warna Hijau, oranye dan putih terlihat ada di dalam inti api yang berkobar di udara, hingga membuat aura panas yang begitu kuat menyeruak di sekitar penggabungan inti api.
Pangeran Huang Qin menyadari jika Thien Yu telah mengeluarkan kekuatan terkuatnya, seketika itu langsung menggunakan kekuatan Dewa penyihir kegelapan.
Dari kedua tangan pangeran Huang Qin mengeluarkan energi yang sangat kuat, dan melalui kedua telapak tangannya pangeran Huang Qin membentuk bola energi berwarna hitam pekat dengan aura kuat yang sangat mematikan.
__ADS_1
Secara perlahan lahan bola energi hitam pekat itu semakin membesar, dan tak lama kemudian sebuah petir raksasa meluncur dari atas langit dan menghantam bola energi yang di ciptakan oleh pangeran Huang Qin.
Alhasil bola energi berwarna hitam pekat itu seketika dipenuhi dengan aliran listrik yang sangat besar, hingga efek yang tercipta membuat podium utama bergetar hebat.
"Thien Yu mari kita akhiri pertarungan ini, dan kita tunjukkan kepada seluruh dunia siapakah yang akan menjadi yang terkuat di antara kita berdua, dan siapakah yang akan lenyap untuk selama-lamanya dari dunia ini," teriak pangeran Huang Qin.
"Huang Qin hiruplah udara sebanyak-banyaknya hari ini, karena hari ini adalah hari di mana kematianmu," jawab Thien Yu.
"Ha..ha..ha..!!, belum tentu aku yang akan kalah dalam pertarungan ini, malah sebaliknya akulah yang akan menjadi pemenangnya dan kau akan sirna untuk selama-lamanya," jawab pangeran Huang Qin.
Setelah berkata seperti itu, tiba tiba saja tubuh pangeran Huang Qin terpecah menjadi ribuan banyaknya, yang masing masing tengah menggenggam bola energi raksasa di atas kepalanya.
Melihat hal itu, Thien Yu sama sekali tak bergeming dari tempatnya berdiri, tak lama kemudian dia pun bergumam ''Kau tak akan bisa menipuku dengan ilusi sihirmu, karena mata langitku tak akan pernah bisa tertipu oleh tehnik sihirmu itu!".
Ribuan replika tubuh pangeran Huang Qin secara bersama-sama menyerang Thien Yu dengan bola energi hitam pekat, akan tetapi Thien Yu hanya fokus pada bola api hitam yang terlihat nyata oleh mata langitnya.
Dengan cepat Thien Yu mengarahkan inti api yang telah di persiapkannya, kearah bola energi yang menuju kearahnya.
Thien Yu terseret puluhan meter ke belakang, sementara itu tubuh pangeran Huang Qin terpental ke udara, dengan kobaran api yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Perisai yang sedari tadi membungkus tubuh pangeran Huang Qin tak bisa berbuat banyak dalam menahan kobaran api yang berada di tubuhnya, hingga jeritan menyayat hati keluar dari mulut pangeran Huang Qin yang kebakar kobaran inti api.
Melihat putranya terbakar inti api ratu Yun er segera melesat kearah putranya, namun kaisar Huang Xu segera memburu dan menahannya.
"Kau jangan gegabah, api di tubuh putra kita akan ikut membakar tubuhmu jika kau menyentuhnya," ucap kaisar Huang Xu.
"Lepaskan aku!!, aku akan menolong putraku!!" pekik ratu Yun er.
Melihat sang ratu yang terus meronta ronta, membuat kaisar Huang Xu segera melumpuhkan sang permaisuri dengan membuatnya pingsan.
Ketua Huang Xu begitu sangat terpukul dengan keadaan putranya, yang perlahan lahan memudar karena terbakar api yang tak bisa padam itu.
__ADS_1
"Thien Yu, aku pasti akan membalaskan dendam putraku setelah aku menjadi Dewa iblis kuno, tunggulah saat itu di mana kekaisaran pheonix dan di rimu musnah dan hancur di tanganku," batin kaisar Huang Xu kemudian melesat pergi dari tempat itu sambil membawa ratu Yun er bersamanya.
Sementara itu jendral dan para petinggi istana Glory yang ada, semuanya pergi meninggalkan podium utama untuk menyusul kaisar Huang Xu menuju ke istana pheonix, yang kini hanya menyisakan bekas Dewa perang langit Ling Feng dan Zhiolu disana.
Kedua pengikut pangeran Huang Qin seketika itu mengatur strategi untuk membunuh Thien Yu, sementara Thien Yu sendiri masih merasakan sesak akibat benturan energi yang terjadi saat bertarung dengan pangeran Huang Qin.
"Tanpa kekuatan Dewa semesta abadi untuk melindungi ku, membuat ku sedikit terluka, aku harus segera memulihkan diri di dalam istana pheonix terlebih dahulu," batin Thien Yu.
Belum sempat Thien Yu bernapas dengan lega, sebuah kekuatan petir surgawi yang di lepaskan oleh Zhiolu langsung mengarah kearah Thien Yu, yang membuat Thien Yu melepaskan kekuatan teratai ilahi untuk menangkis dan melindungi dirinya.
"Duar..!!" ledakan energi terjadi saat teratai ilahi berbenturan dengan petir surgawi, yang membuat Zhiolu terpental dan terhempas dengan keras ke tanah sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Jendral gong Lang dan jendral Jatayu yang melihat hal itu, dengan segera melesat kearah Zhiolu untuk menangkapnya.
Zhiolu tak menyangka jika Thien Yu benar benar sekuat itu, kekuatan petir surgawi yang merupakan berkah dari Dewa pada dirinya, tak mampu untuk melumpuhkan Thien Yu malah aebaliknya dirinya sendiri kini terluka parah akibat benturan energi yang terjadi.
Sementara itu Thien Yu yang kembali terseret beberapa meter ke belakang, tak menyadari kehadiran bekas jendral perang langit yang menyerangnya dari belakang, sehingga tubuh belakang Thien Yu terkena telapak tangan Dewa perang langit yang mengarah padanya.
Tubuh Thien Yu terhempas dengan keras ketanah, dan memuntahkan darah seger dari mulutnya yang menandakan jika Thien Yu saat ini tengah terluka dalam.
Jendral Ling Feng yang merupakan bekas Dewa perang langit, seketika itu mengeluarkan petir dari dalam kedua telapak tangannya, dan menyerang kearah jendral Jatayu dan jendral Gong lang yang tengah mengarah ke padanya.
Serangan dengan kekuatan dewa dari jendral Ling Feng, membuat kedua jendral istana pheonix itu langsung berjumpalitan ke udara untuk menghindarinya.
Melihat kedua jendral menghindari serangannya, hal itu memberikan kesempatan bagi jendral Ling Feng untuk melarikan diri, karena dia tau walaupun dia memiliki kekuatan Dewa, tak mungkin baginya untuk menghadapi semua petinggi istana pheonix yang memiliki kemampuan diatas rata rata.
Dengan melumpuhkan beberapa prajurit yang menangkap Zhiolu, jendral Ling Feng langsung meraih tubuh Zhiolu dan membawanya pergi dari tempat itu.
Melihat orang yang menyerang Thien Yu dari belakang melarikan diri sambil membawa Zhiolu, membuat kedua jendral langsung merubah dirinya menjadi binatang surgawi dan melakukan pengejaran.
Sementara itu ratu Yan Ling yang melihat putranya terluka dalam, segera membawa putranya itu ke hadapan ketua pagoda 9 untuk segera melakukan pengobatan bagi Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung.