Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertemuan dengan dewa iblis kuno


__ADS_3

Kabut darah meledak dengan sangat dasyat, dimana Nien Chu saat ini berada di dalamnya.


Ledakan yang sangat kuat yang mampu membuat erosi dan penguraian di tubuh mahluk hidup, begitu mengguncang tempat itu.


"Kurasa pemuda itu telah mati oleh ledakan kabut darahmu," ucap jendral iblis Digos.


"Kurasa juga demikian, jangankan seorang manusia dewa sekalipun akan mati terurai oleh kekuatan ledak kabut darahku," ucap jendral iblis Muraz dengan tertawa terbahak bahak, yang juga di ikuti tawa dari jendral iblis Digos yang berada di dekatnya.


Tawa kedua jendral iblis itupun sirna saat melihat seorang pemuda dengan memakai baju zirah perang keluar dari dalam kobaran api, sambil melayang di udara pemuda itu mendekat dan berhadapan langsung dengan kedua jendral iblis dari masa lalu itu.


Flash Back


Nien Chu yang di serang sedemikian rupa oleh dua kekuatan besar yang di miliki jendral iblis, di kejutkan dengan hadirnya peri Lilia yang keluar dari dalam cincin penyimpanannya.


"Tuan muda..., di dalam cincin ruang peninggalan ayahmu terdapat baju zirah dewa perang yang dahulu di gunakan ayahmu, sewaktu dia menjabat sebagai jendral perang tertinggi langit, kurasa kau dapat menggunakannya baju zirah itu sekarang," ucap peri Lilia.


"Trakasih atas informasi yang kau berikan padaku.." jawab Nien Chu.


Peri Lilia menganggukkan kepalanya, kemudian menghilang masuk kedalam cincin ruang Nien Chu.


Atas petunjuk dari peri lilia, Nien Chu kemudian memakai baju zirah perang sang ayah di masa lalu, dan mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa dari dalam baju zirah perang yang di pakainya.


*****


Kedua jendral itu begitu sangat terkejut melihat pemuda yang memakai baju zirah sama persis dengan pemuda yang dahulu pernah membunuh mereka berdua, hingga kedua Jenderal itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya.


Belum sempat mereka berdua hilang rasa keterkejutannya, Nien Chu telah menyerang mereka dengan kekuatan semesta yang dimilikinya.


"Pembukaan gerbang semesta," ucap Nien Chu.

__ADS_1


4 gerbang terbentuk dari 4 sudut mata angin, tak lama kemudian keempat gerbang itu pun terbuka dan memancarkan cahaya emas dari dalamnya, sehingga kedua Jenderal iblis itu sama sekali tak bisa melakukan pergerakan, karena cahaya emas itu begitu mengikat dan menyerap energi tubuh mereka berdua.


"Keadilan semesta," ucap Nien Chu kembali.


Kali ini tubuh kedua jendral iblis mulai terkikis dan terurai yang membuat kedua Jenderal iblis itu merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, tiba-tiba pusaran hitam terbentuk di langit yang mengeluarkan 3 rantai yang menuju ke arah ketiga Jenderal iblis yang bertarung.


Ketiga rantai itupun menembus tubuh ketiga Jenderal iblis itu dan menariknya ke dalam pusaran.


Tiba tiba suara Dewa iblis kuno menggema dari dalam pusaran itu. "Belum saatnya kita bertempur, kita akan bertemu di kemudian hari dan saat itulah aku akan menguasai seluruh dunia ini," ucap suara Dewa iblis kuno yang menggema dari dalam pusaran.


Nien Chu yang tak ingin ke tiga jendral iblis itu selamat darinya, kemudian menggabungkan kekuatan semesta dan teratai Nirwana menjadi satu, hingga terbentuklah sebuah teratai petir yang sangat kuat.


Nien Chu kemudian menggunakan kekuatan menembus dimensi, dan tiba-tiba sudah berada di dekat ketiga Jenderal iblis yang ditarik ke dalam pusaran menggunakan rantai yang sangat kuat.


Dengan cepat Nien Chu mengarahkan teratai petir yang berada di telapak tangannya ke arah ketiga jenderal, namun sayang tiba tiba saja Dewa iblis kuno muncul di hadapan Nien Chu dan menyambut serangan teratai petir milik Nien Chu


Ledakan keras terjadi saat ke dua energi yang sangat kuat saling beradu di udara, yang mampu mengguncangkan langit dan bumi. Nien Chu terhempas ke bawah karena adanya daya dorong yang sangat besar kepadanya, dengan menggunakan hukum angin yang dimilikinya Nien Chu dapat menjejakkan kakinya jangan tanpa suara di permukaan tanah.


Nien Chu dapat merasakan kekuatan besar yang ada pada dewa iblis kuno, sehingga Nien Chu menggenggam tinjunya sendiri menahan amarah di dadanya.


"Aku akan membiasakanmu sendiri setelah kita bertemu lagi," ucap Nien Chu.


Setelah itu Nien Chu kemudian melesat naik ke atas batu bara giok yang kini telah terlihat melayang di udara, untuk menemui para pengikutnya yang berada di sana.


Sementara itu di singgasananya, Dewa iblis kuno begitu murka dengan apa yang dilakukan oleh para jenderalnya, yang telah melakukan sebuah pertempuran tanpa seijinnya.


Dewa iblis kuno kemudian menanyakan mengenai kristal iblis hitam kepada mereka bertiga, namun jawaban dari ketiganya membuat sang Dewa iblis kuno semakin marah.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan kristal iblis hitam berada di tangan pemuda itu?, kalian harusnya menyadari jika kristal iblis hitam begitu sangat penting bagi pasukan terbang kita, Aku ingin kalian bertiga mendapatkan kristal iblis hitam bagaimanapun caranya, Jika perlu cari seseorang yang begitu sangat di cintai oleh Nien Chu, gunakan dia sebagai alat barter untuk mendapatkan kristal iblis hitam," ucap Dewa iblis kuno.

__ADS_1


"Baik yang mulia..!!" ucap ketiga Jenderal itu tak lama kemudian mereka pun menghilang dari hadapan Dewa iblis kuno.


Dewa iblis kuno bersandar di kursi singgasananya, dan membayangkan kembali saat pertarungan singkatnya dengan Nien Chu yang mampu membuat dirinya terluka.


"Aku tak menyangka kekuatan Dewa iblis kuno yang kumiliki tak mampu untuk menghancurkan Nien Chu, aku harus segera meningkatkan kekuatanku lebih kuat lagi sebelum pertempuran ini terjadi," batin Dewa iblis kuno sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


*****


Dengan menggunakan batu bara giok, pada akhirnya Nien Chu tiba di istana awan.


Para Alkemis istana segera datang dan langsung membawa keempatnya ke balai pengobatan istana, Nien Chu kemudian menuju ke kamar pengobatan Putra mahkota dan putri Yu Ling, kemudian mengurung mereka berdua di dalam segel yang langsung menyelimuti ruangan kamar itu.


"Bersabarlah..., setelah aku menyembuhkan kedua sahabatku, aku pasti akan membantu kedua anakmu untuk lepas dari ikatan dengan para iblis," ucap Nien Chu sambil memegang pundak kaisar Yu Hong dengan tangan kirinya.


"Trimakasih atas bantuanmu tuan muda," jawab kaisar Yu Hong.


Nien Chu menganggukkan kepalanya dan kemudian melangkah pergi keluar dari dalam ruangan itu.


Nien Chu menuju ke kamar tempat keberadaan kedua sahabatnya berada, dan di sana telah banyak para Alkemis yang mencoba memberikan pertolongan bagi kesembuhan keduanya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Nien Chu.


"Kami telah berusaha sebaik mungkin, tapi keadaan keduanya sangat sulit untuk disembuhkan, luka-luka yang ada di tubuhnya telah menghancurkan beberapa bagian vital dari Meridian di dalam tubuhnya, sehingga tak ada lagi peluang hidup baginya," ucap salah seorang pimpinan akademis yang memeriksa keadaan Anchen dan Zhurui.


Sesaat Nien Chu menarik nafas dalam-dalam kemudian dia pun berkata.


"Aku minta kalian semua pergi meninggalkan ruangan kamar ini, biar aku yang akan mencoba untuk memeriksa keadaan kedua sahabat ku ini," ucap Nien Chu.


"Baiklah..., kami akan meninggalkan ruangan kamar ini," ucap pemimpin alkemis yang berada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Semua Alkemis pada akhirnya meninggalkan ruangan itu, yang menyisakan Nien Chu dan kedua sahabatnya yang masih tergeletak tak sadarkan diri.


Bersambung


__ADS_2