
Pertarungan terus berlanjut, Wucian benar benar ingin membunuh Nien Chu dengan semua kekuatan ranah Dewa yang dimilikinya.
"Gelombang tsunami pedang..." teriak Wucian yang mengarahkan pedang emasnya kembali ke arah Nien Chu, hingga membuat ribuan pedang emas tercipta layaknya sebuah gelombang besar yang langsung menuju ke arah Nien Chu berada.
Tak hanya itu, Wucian kembali mengarahkan serangan susulan kepada Nien Chu, dengan tehnik pedang tornado miliknya.
Ribuan pedang kembali membentuk sebuah tornado dan langsung menuju kearah Nien Chu berada.
Semua orang yang menyaksikan kekuatan besar yang di miliki Wucian, seketika itu terdiam dan tak bisa melakukan apa-apa.
"Kak Nien Chu...!", pekik putri Zeng Yi saat melihat Nien Chu dalam bahaya besar.
Di sisi lain diam diam Dewi giok
begitu sangat khawatir dengan ke beradaan Nien Chu, biar bagaimana pun pemuda yang tengah bertarung melawan Wucian pernah dekat dengannya walau sekejap.
"Nien Chu, aku tak ingin kau mati, aku berharap kau bisa lepas dari keterpurukan mu itu," batin Dewi giok secara tak sadar.
Tiba tiba Dewi giok bingung pada dirinya sendiri, dengan perasaan yang begitu mengkhwatirkan Nien Chu.
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku, mengapa aku begitu mengkhwtirkan nya, jangan jangan aku..." batin putri giok.
Diapun segera menepis perasaan kepada Nien Chu, karena dia tak ingin adanya hubungan dengan pemuda itu.
"Untuk apa aku mengkhawatirkannya, dia bukan bagian dari sekte Misterius, jika dia harus mati maka itu merupakan suratan takdir hidup nya," batin sang Dewi dengan terus mengikuti perkembangan pertarungan yang terjadi.
Di dalam arena pertarungan, Nien Chu mengeluarkan api inti surgawi dan api inti hidup secara bersamaan, hingga aura yang keluar dari kedua inti api itu langsung menggetarkan arena pertarungan.
"Amukan naga giok...!!" teriak Nien Chu dengan menebaskan pedangnya ke depan.
__ADS_1
Tampak seekor naga berwarna hitam yang di penuhi dengan aura kedua inti api, melesat dengan cepat menyambut serangan dari Wucian.
Ledakan energi kembali terjadi, kali ini Nien Chu terhempas kebelakang dan menghantam lantai arena dengan keras, apa yang terjadi dengan Nien Chu sama halnya yang terjadi dengan Wucian.
Tampak darah segar mengalir di sudut bibir kedua petarung, yang menandakan jika benturan energi yang terjadi membuat mereka berdua terluka dalam.
Wucian bangkit berdiri demikian pula Nien Chu, mereka berdua saling berpandangan satu dengan yang lainnya.
"Aku tak menyangka jika aku harus menggunakan kekuatan terbesar ku dalam menghadapimu Nien Chu, dan sekarang sudah waktumu untuk mati," ucap Wucian kemudian melepaskan pedangnya, sehingga pedang itu melayang di udara dan terpecah hingga mengeluarkan cahaya emas yang menyilaukan mata.
Tiba tiba saja di belakang Wucian muncul sesosok patung raksasa yang tengah duduk bersila, dimana di sisi kiri dan kanan patung raksasa tersebut terdapat pedang emas yang berjumlah 6 buah.
Aura energi yang keluar dari dalam tubuh sosok patung raksasa itu, membuat perisai pelindung yang dibuat tetua Tao Bao sebelumnya hancur, sehingga kepala akademi segera membuat segel pelindung baru di luar arena.
"Nien Chu itu adalah tehnik terkuat yang di miliki Wucian, jika kau tak menggunakan kekuatan teratai ilahi dalam menghadapinya maka kau akan binasa di tangannya," ucap inti api surgawi.
"Baik guru aku akan menggunakannya kekuatan dari dewa ilahi," jawab Nien Chu.
Ketua akademi tak bisa menghentikan pertarungan itu, karena hal itu akan mempermalukan akademi bulan suci.
"Jika aku menghentikan pertarungan ini maka nama akademi bulan suci akan tercoreng, karena menghentikan pertarungan ini sama saja menghina kekaisaran dataran langit.
Lebih baik kita biarkan pertarungan ini hingga Nien Chu sampai pada batasannya," jawab kepala akademi.
Disaat para petinggi akademi bulan suci tengah bercakap cakap, tiba tiba aura yang sangat mengerikan keluar dari dalam arena pertarungan, hingga perisai yang di buat oleh kepala akademi retak di sana sini.
"Kekuatan maha dasyat apa ini, mengapa kekuatan ini dapat membuat segel pelindung yang kubuat retak," ucap kepala akademi.
Merasakan kekuatan yang maha dasyat itu, para petinggi akademi bulan suci langsung menatap kearah arena pertarungan.
__ADS_1
Disana terlihat sebuah bunga teratai kaca yang melayang di hadapan Nien Chu, aura yang keluar dari bunga teratai kaca itu telah membuat segel yang dipasang kepala akademi retak.
Di sisi lain, Wucian yang telah mempersiapkan serangan terkuatnya, segera menapakkan kedua tangannya kedepan, maka patung yang ada di belakang nya pun ikut bereaksi dengan bangkit dari duduk bersilanya, kemudian mengarahkan ke enam pedang emas raksasa kearah Nien Chu.
Nien Chu yang telah siap dengan serangan dari Wucian, segera mengibaskan tangannya sehingga bunga teratai kaca melesat cepat menyambut serangan kuat dari pemuda utusan kekaisaran dataran langit itu.
"Teratai ilahi, ku serahkan semuanya kepadamu," ucap Nien Chu.
Kedua energi saling berbenturan hingga membuat arena pertarungan hancur, begitupun segel pelindung yang dibuat oleh kepala akademi.
Efek benturan itu membuat para murid yang menonton jalannya pertarungan terhempas hingga mereka terluka, sementara itu para murid senior yang telah berada pada ranah dewa, seketika itu langsung membentuk perisai untuk dirinya sendiri agar terhindar dari efek ledakan energi yang terjadi.
Keenam pedang yang berbenturan dengan teratai ilahi hancur, hingga teratai ilahi meluncur deras ke arah Wucian.
Ledakan kembali terjadi hingga membuat debu berterbangan di udara, dan menutup pandangan mata.
Setelah debu menghilang, tampak ketua akademi tengah menggendong tubuh Wucian yang tengah terkulai lemah.
"Untung aku masih sempat memasang pelindung di sekitarnya, jika tidak pasti anak muda ini telah mati dengan serangan dari Nien Chu," batin kepala akademi.
Pangeran Annfeng yang melihat jika sahabatnya tengah terluka, membuatnya langsung melesat masuk ke dalam arena pertarungan dan segera menyongsongnya.
Kepala akademi segera memberikan sebuah pil ke dalam mulut Wucian, dan memberikan hawa murninya agar pil tersebut dapat terserap oleh tubuhnya.
Kepala akademi memerintahkan untuk membawa Wucian ke balai pengobatan Akademi, agar segera mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Setelah itu kepala akademi menatap kearah Nien Chu yang tengah mengatur nafasnya yang masih terengah engah, dan membatin. "Dari mana Nien Chu mendapatkan kekuatan Dewa, jika kekuatannya itu sampai terdengar oleh kaisar dataran langit, maka akan membuat masalah baru baginya, karena aku mengetahui jika kekuatan Kaisar Annzor dari dataran langit, merupakan kekuatan para peri kuno yang setara dengan kekuatan Dewa, dia pasti akan datang ke akademi bulan suci untuk menguji kekuatan dewa yang di miliki Nien Chu.
"Aku harus secepatnya bertindak agar berita ini tak sampai ke telinga Kaisar Annzor," batin kepala Akademi
__ADS_1
Bersambung