
Di kekaisaran mutiara hidup tepatnya di Akademi bulan suci, para anggota kelompok pembasmi iblis yang berjumlah 10 orang, dengan bantuan ketua Akademi serta tetua Tao Bao dan tetua Zhi zi, mereka berhasil membinasakan para iblis dan juga anggota akademi yang telah menjadi anggota iblis.
Mereka juga berhasil telah mengamankan para alkemis di Akademi bulan suci, agar tak membuatkan pil bagi para iblis, untuk pengobatan saat banyak para iblis yang terluka dalam peperangan yang kelak akan terjadi.
Zhurui menyimpan semua pil obat yang tersisa, dan menyuruh ketua Akademi untuk segera menyembunyikan para Alkemis nya, agar para iblis tak mengincarnya kembali.
"Apakah ada tempat bagi mereka semua, karena para iblis bisa saja datang kembali dan menculik mereka semua," ucap Zhurui.
"Aku tak memiliki tempat itu, tapi kami memiliki tempat larangan di mana tempat itu merupakan kuburan bagi para leluhur ketua akademi ini, tempat itu merupakan tempat sakral Akademi bulan suci dan tak sembarangan orang yang bisa masuk ke dalam sana," ucap ketua Akademi.
"Ketua.., saat ini para iblis telah merajalela, jika sampai para iblis menemukan semua Alkemis ini, maka dalam peperangan yang akan terjadi para iblis akan mendapatkan kekuatan tambahan untuk dapat memulihkan pasukannya yang terluka, dan tentu saja hal itu dapat membuat kekuatan para iblis tak ada habisnya, sehingga ada kemungkinan mereka lah yang akan memenangkan peperangan antara ras iblis dan semua ras yang berada di alam dunia, jika itu sampai terjadi maka dunia akan dikuasai oleh para iblis dan ketua pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," ucap Zhurui.
Terlihat ketua Akademi begitu bimbang dengan apa yang akan diputuskannya, namun tiba-tiba suara dewi giok membuat kebimbangan itu pun sirna.
"Keputusan di tangan anda ketua, jika sampai para alkemis yang ada di akademi ini diculik dan dijadikan pengikut iblis, maka anda adalah yang harus disalahkan pada leluhur ketua Akademi pendahulu, karena ketua tak bisa memutuskan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak bisa dilakukan".
"Zhurui..., lebih baik kita pergi dari akademi ini, percuma kita berjuang untuk membersihkan akademi dari para iblis yang telah menahan para alkemis untuk membuat pil obat bagi mereka, karena setelah kita dapat memenangkan pertarungan dan membebaskan para alkemis Akademi bulan suci, kita tak memperoleh respon yang baik dari ketua akademi," ucap Dewi Giok.
Saat ke 10 anggota kelompok pembasmi iblis akan meninggalkan ruangan itu, ketua Akademi lalu berkata.
"Baiklah.., aku akan menyetujui membawa semua alkemis akademi untuk menuju tempat sakral di akademi bulan suci".
"Ikut aku ...," ucap ketua akademi.
Ke 10 anggota kelompok pembasmi iblis berubah pikiran untuk meninggalkan Akademi, kini mereka semua menuju ke suatu tempat mengikuti ketua Akademi.
Para Alkemis kuat yang berada di akademi yang jumlahnya ratusan orang itu, tak tinggal diam mereka pun mengikuti ketua Akademi bulan suci.
Di sebuah dinding di suatu ruangan khusu yang berada di dalam Akademi bulan suci, ketua akademi membuka sebuah segel, maka tampaklah sebuah gerbang raksasa yang kini berada di hadapan mereka semua.
Ketua Akademi kemudian memasukkan kunci ke dalam pintu gerbang raksasa itu, maka pintu gerbang raksasa itu pun terbuka dan di sana terlihat sebuah pemandangan hutan yang asri, dengan pepohonan lebat yang dipenuhi berbagai macam sumber daya alam, berupa batu energi, tumbuhan obat-obatan, binatang langka yang seluruh tubuhnya berguna bagi pembuatan pil obat, dan masih banyak lagi sumber daya yang tak terhitung jumlahnya.
Semua orang sangat takjub melihat apa yang berada di hadapan mereka, dan ketua Akademi langsung berucap.
"Ini merupakan tempat di mana makam para luhur ketua Akademi terdahulu, dan tak akan ada yang bisa masuk ke tempat ini selama kunci gerbang menuju ke sini berada di tanganku," ucap ketua Akademi.
Setelah berkata seperti itu ketua akademi menyuruh seluruh alkemis untuk masuk ke dalam gerbang, setelah seluruh alkemis telah berada di dalam gerbang, maka ketua Akademi langsung menutup gerbang itu kembali.
"Mereka akan tetap hidup di dalam sana, karena banyak bahan makanan yang dapat mereka konsumsi selama berada di sana," ucap ketua Akademi.
"Jika begitu kami semua bisa bernapas dengan lega dan sekarang ini kami ingin mengetahui keberadaan putra mahkota kekaisaran, agar kami bisa mengamankannya dari para iblis yang mencoba untuk mencuci otaknya," ucap Zhurui.
"Saat ini aku tak mengetahui keberadaan putra mahkota kekaisaran, yang jelas putra mahkota saat ini telah bersama raja iblis di menara terang," jawab ketua Akademi.
"Dapatkah kau memberitahu kepada kami semua di mana letak menara terang itu?" tanya Zhurui.
"Keberadaan menara terang sama sekali tak pernah kudengar keberadaannya, kami juga tengah mencarinya dengan menyebar para murid untuk mencari informasi tentang keberadaan menara terang," jawab ketua Akademi.
"Jika begitu, kami akan mencari taunya sendiri dan untuk itu aku bersama kelompok pembasmi iblis mohon pamit," ucap Zhurui.
Setelah berkata seperti itu, ke 10 anggota kelompok pembasmi iblis segera menuju kota kekaisaran untuk mencari tahu keberadaan putra mahkota.
"Kelompok ini akan ku bagi menjadi 3 bagian dan akan menyebar ke seluruh kota kekaisaran, kita akan tetap berhubungan dengan menggunakan simbol Dewa di tubuh kita masing-masing".
__ADS_1
"Putri Annchi, An Yue, dan Jeni akan menjadi satu kelompok, Dewi Giok, Putri Zeng Yi dan Hyun Zi akan menjadi satu kelompok, Arran, Anchen, To liang akan ikut aku ucap Zhurui.
Dengan kesepakatan yang ada, pada akhirnya mereka semua terpisah berpencar menjadi tiga kelompok, untuk mencari informasi keberadaan putra mahkota.
Di tempat lain di kekaisaran pheonix, Nien Chu datang sendiri menuju tempat yang telah disepakati untuk melakukan pertukaran.
Tampak jendral iblis Yikzi dan pasukan besar yang ada di belakangnya, telah bersama dengan dua wanita yang merupakan Putri violin dan ibunya.
Jendral iblis Yikzi tak gegabah melihat kedatangan Nien Chu seorang diri ke tempat itu, karena dia mengetahui dengan pasti para praktisi kuat yang ada di belakang Nien Chu, yang kapan saja bisa dipanggil untuk membantu Nien Chu, salah satunya adalah wanita muda yang memiliki kekuatan setara dengannya. (Leluhur Yeiyi).
"Jika kau akan melakukan pertukaran maka aku telah membawakan kristal yang ada di tangan ku ini, dan jika kau ingin melakukan pertempuran maka aku pun tak akan menolaknya," ucap Nien Chu.
Perwira tinggi iblis yang bersama dengan jendral Yikzi seketika itu naik pitam, dan meminta izin kepada jenderal Yikzi untuk menyerang Nien Chu.
"Jendral ijinkan aku untuk membawa pasukan menghabisi pemuda itu," ucap perwira tinggi iblis.
"Kau jangan gegabah, walaupun pemuda itu seorang diri tapi jika dia memanggil seluruh pengikutnya, belum tentu aku sendiri mampu untuk mengalahkannya," jawab jendral iblis Yikzi.
Perkataan Sang Jenderal membuat perwira tinggi iblis sangat terkejut dibuatnya, dia tak menduga jika pemuda yang terlihat lemah ternyata mempunyai kekuatan tersembunyi di belakangnya. Mendengar jawaban Sang Jenderal membuat perwira tinggi iblis itu mundur kembali ke barisannya.
"Aku tak ingin sebuah pertempuran, Aku hanya ingin melakukan pertukaran dengan mu," ucap jendral iblis Yikzi.
"Jika begitu, aku percaya padamu suruh kemari kedua wanita itu, maka aku akan melemparkan kristal iblis hitam ini kepadamu," jawab Nien Chu.
Kedua wanita itu kemudian dilepaskan dan mereka pun berlari ke arah Nien Chu, dengan cepat Nien Chu melemparkan mutiara iblis hitam ke arah Jenderal iblis Yikzi, dan dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi, Nien Chu berhasil membawa kedua wanita itu kembali ke istana Pheonix.
Kristal iblis hitam yang melayang di udara segera ditangkap oleh perwira tinggi iblis, namun apa yang terjadi di luar dugaannya, kristal iblis hitam tiba-tiba saja meledak di tangan sang perwira tinggi iblis, dengan mengeluarkan kekuatan petir yang maha dahsyat yang mampu memporak-porandakan seluruh pasukan iblis.
Dengan kekuatan yang mampu melindungi dirinya dari serangan petir, jenderal jendral iblis Yikzi pada akhirnya dapat selamat namun seluruh pasukan dan perwira tinggi yang iblis yang bersamanya, binasa dan hancur menjadi debu.
"Nien Chu..., aku berjanji jika aku bertemu denganmu kembali pasti aku akan bertarung habis-habisan dengan," ucap jendral iblis Yikzi menahan amarah.
Di istana Pheonix, Nien Chu telah membawa kembali kedua wanita yang disekap para iblis, tampak keduanya masih merasakan trauma akan apa yang telah menimpa kepada diri mereka.
Putri Violin langsung memeluk Nien Chu, dan Nien Chu menbiarkan dirinya dipeluk sedemikian rupa di depan para petinggi istana Pheonix, semua itu untuk menenangkan hati putri violin yang masih merasa ketakutan.
Sang ibu yang melihat anaknya memeluk pemuda yang dahulu sangat dibencinya, hanya bisa memejamkan matanya menyesali semua yang telah terjadi.
"Andai waktu itu aku menyetujui pernikahan putriku dan Nien Chu, mungkin saat ini putriku telah berbahagia dengannya, ternyata pemuda yang sangat ku benci itu memiliki hati seorang kesatria, yang berani datang seorang diri untuk membebaskan aku dan putriku saat disandera oleh para iblis," batinnya.
"Putri violin, Lebih baik kau membersihkan diri dan beristirahat, biarkan Kaisar juga beristirahat karena telah menempuh perjalanan jauh untuk menyelamatkan mu," ucap penasehat Biyao.
Putri violin akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Nien Chu, kemudian dia pun mengajak sang ibu untuk meninggalkan tempat itu.
"Paman, aku telah membunuh seluruh pasukan iblis dan berwira tingginya saat aku membebaskan putri violin dan ibunya, saat ini pasti jenderal iblis Yikzi akan berusaha untuk menghancurkan kota pheonix, untuk itu aku menugaskan paman, jendral Gong Lang dan Jatayu, untuk melakukan penjagaan di gerbang kota dan sekitarnya," perintah Nien Chu.
"Baik tuan muda, aku akan melaksanakan tugas itu, aku akan menyuruh Jenderal pasukan terbang untuk melakukan pemeriksaan dari udara di setiap menitnya, di sekitar kota kekaisaran Pheonix," ucap penasehat Biyao.
"Trimakasih paman..," ucap Nien Chu.
Setelah itu Nien Chu menuju ke kamarnya untuk sekedar beristirahat.
Malam hari Nien Chu terbangun dari tidurnya, dia merasakan aroma wangi semerbak di dalam kamarnya, dan setelah melihat ke ruangan kamarnya, Nien Chu dapat melihat sosok putri Violin telah berdiri di sana.
__ADS_1
Putri violin begitu sangat cantik berada di dalam kamar Nien Chu, sepertinya dia telah merias dirinya sebelum datang ke dalam kamar Nien Chu seorang diri.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Nien Chu.
"Yang mulia, aku tak mempunyai apapun untuk kuberikan kepadamu, sebagai rasa terima kasihku karena yang mulia telah menyelamatkanku, aku akan menyerahkan tubuhku ini sebagai rasa terima kasihku kepadamu," jawab putri violin.
Nien Chu benelan ludahnya sendiri saat mendengar dan melihat pakaian yang di kenakan putri violin, dapat tembus pandang sehingga memperlihatkan lekuk lekuk tubuh indahnya.
"Pergilah..., aku melakukan hal itu karena kemauanku sendiri, tanpa ada imbalan yang harus kuperoleh," ucap Nien Chu.
Putri violin malah mendekat kearah Nien Chu, kemudian melepaskan pakaian yang dikenakannya sehingga tubuh putri violin kini polos tanpa tertutup sehelai benang pun.
"Yang mulia, aku minta maaf atas semua yang telah kulakukan kepada mu, jika diperkenankan izinkanlah aku untuk melayani mu agar aku bisa menebus dosa-dosaku di masa lalu kepadamu, tapi kumohon kau jangan mencampakkanku karena aku tak punya pelindung lagi di kekaisaran ini," ucap putri violin dengan meneteskan air matanya.
Nien Chu kini merasa iba kepada Putri violin, setelah ayahnya tiada sang putri dan ibu begitu sangat tersisih di kekaisaran yang telah membesarkannya, semua itu karena sifat buruk sang ibu yang membuat para petinggi istana Pheonix membencinya.
Nien Chu melihat kesungguhan hati Putri violin untuk menebus semua kesalahannya, sehingga membuat Nien Chu tak tega untuk memanfaatkan keterpurukannya.
Nien Chu kemudian mengambil pakaian yang tergeletak di lantai, dan memakaikannya kembali ke tubuh putri violin sambil berkata.
"Jika kau ingin merubah sikapmu, dan meminta maaf kepada semua orang yang telah kau sakiti selama ini, maka aku akan mempertimbangkan kembali untuk menjadikanmu pelayanku," ucap Nien Chu.
Putri violin mengusap air mata yang jatuh di pipinya, kemudian dia pun memberi hormat kepadanya Nien Chu. "Aku akan berubah semua sikap ku, dan juga akan meminta maaf kepada semua orang yang pernah kusakiti sewaktu ayahku masih menjadi Kaisar pheonix, trimakasih yang mulia," ucap putri violin.
Putri violin kemudian pergi meninggalkan Nien Chu dengan segala kegetiran hatinya.
Setelah putri violin pergi meninggalkan ruangan kamarnya, Nien Chu berjalan menuju jendela dan menatap ke arah langit di mana banyak bintang bertaburan di sana.
"Aku akan memenuhi keinginanmu kaisar Pheonix, untuk menjadikan putrimu sebagai salah satu istriku setelah aku melihat perubahan pada dirinya," batin Nien Chu.
Keesokan paginya, setelah Nien Chu terbangun dari tidurnya, dia melihat putri violin kini memakai pakaian seorang pelayan, dan membawakan Nien Chu sarapan pagi.
"Yang mulia, aku membawakanmu sarapan pagi," ucap putri Violin dengan keceriaan di wajahnya.
"Nien Chu hanya tersenyum melihat semua itu, tak lama Nien Chu pun berkata.
"Trimakasih untuk sarapan pagi yang kau bawakan padaku, aku menyuruhmu untuk menjadi pelayan hanyalah omong kosong berkata, Kau adalah seorang putri di istana ini dan tentunya kau jangan mempermalukan dirimu dengan menjadi seorang pelayan, setelah ini kau pakailah pakaian seorang putri karena aku menyukainya," ucap Nien Chu.
Putri violin tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Nien Chu.
Pagi itu Nien Chu mengajak Sang Putri untuk makan bersamanya, dan tentunya hal itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Putri violin.
*****
Nien Chu kini berada di kediaman penasehat Biyao. "Paman apakah ada pergerakan pada iblis di sekitar pinggiran kota kekaisaran?" tanya Nien Chu.
"Tak ada pergerakan sedikitpun dari para iblis, kurasa mereka saat ini tak berada lagi di perbatasan," ucap penasehat Biyao.
"Jika begitu aku akan tenang pergi meninggalkan kekaisaran untuk menuju ke wilayah kekaisaran mutiara hidup, saat ini di kekaisaran mutiara hidup telah terjadi masalah yang disebabkan para iblis, aku telah menyuruh kelompok pembasmi iblis dan seluruh pengikutku untuk membersihkan kota dan mencari tahu keberadaan raja iblis ataupun Dewa iblis kuno yang berada di sana, karena aku ingin segera menghabisi keduanya untuk menghindarkan peperangan besar yang akan mengakibatkan banyak korban jiwa pada ras manusia," jawab Nien Chu
"Jika yang mulia membutuhkan bantuan dari kami yang berada di sini, maka jangan sungkan untuk memanggil kami semua," ucap penasehat Biyao.
"Baik paman, sedari itu aku mohon diri," ucap Nien Chu.
__ADS_1
Bersambung.