Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Mulai bertidak


__ADS_3

Matahari terus merangkak sampai keatas kepala, dan para kultivator binatang ras murni beserta para Org terus berdatangan dan mengepung binatang buas alam bawah.


Ketua Saigo yang merupakan pimpinan rombongan dataran awan, memberikan instruksi agar semua Org menyerang ular naga secara bersama sama, dan menyuruh para binatang ras murni yang berwujud manusia untuk menerobos masuk kedalam reruntuhan.


Melihat para Org tengah menyerang ular naga ganas dari alam bawah, ketua Saigo langsung berteriak.


"Apa yang kalian tunggu, kita harus secepatnya masuk kedalam reruntuhan sebelum ular naga itu dapat mengalahkan para Org!!" teriaknya.


Setelah berkata seperti itu, ketua Saigo langsung melesat memutari ular naga yang tengah bertarung dengan para Org dari dataran Awan.


Kepergian ketua Saigo membuat seluruh manusia ras murni (binatang roh yang telah berevolusi menjadi manusia) segera menyusulnya.


Diatas batu bara giok terlihat para anggota dataran langit begitu panik saat melihat para manusia ras murni, telah berhasil menerobos masuk kedalam reruntuhan melewati ular naga dari alam bawah.


"Ketua apa yang harus kita lakukan sekarang, para anggota dataran awan telah berhasil masuk kedalam reruntuhan. (Nama tempat dimana terdapat mata air Dewi Zhao Quin berada), Dan jika kita tak segera ikut masuk kedalam sana, maka merekalah yang akan mendapatkan mata air Dewi Zhao Quin itu," ucap tetua Sanghao.


"Tetua anda tak usah mencemaskan hal itu, karena di dalam reruntuhan banyak terdapat jebakan segel yang berbahaya, tak mudah bagi mereka semua untuk dapat masuk ke tempat di mana mata air Dewi Zhao Quin berada.


Kita lihat perkembangannya dulu, binatang buas dari alam bawah itu tak begitu menakutkan bagiku, yang kita perlu khawatirkan dan perhitungkan adalah tempat-tempat keberadaan jebakan segel berada, jika sekali kita memasuki jebakan segel tersebut maka peluang untuk hidup hampir dipastikan tak ada," jawab Thien Yu.


Setelah mendengar perkataan dari Thien Yu, maka seluruh anggota rombongan dari dataran langit bisa merasa sedikit tenang.

__ADS_1


Putri Langyun yang terus mendengarkan perkataan Thien Yu sedari tadi, semakin membuat dirinya kagum atas pribadi dari guru mudanya itu.


"Ah..., Mengapa guru Thien Yu semakin mempesona di mataku, dan aku tak tahu tentang perasaan yang kualami sekarang, mengapa aku tak ingin jauh jauh darinya," batin putri Langyun.


Beberapa waktu berlalu binatang buas dari alam bawah itu berhasil menghancurkan seluruh Org, hingga tak ada satupun para Org yang dapat bertahan hidup dari amukan ular naga kuat tersebut.


Di tempat lain, ketua Saigo dan beberapa manusia ras murni begitu sangat kesulitan dalam menghadapi jebakan segel yang terdapat di dalam reruntuhan.


Tak khayal lagi satu persatu manusia ras murni mati akibat terkena jebakan segel yang sama sekali tak diketahui keberadaannya di dalam reruntuhan, mereka semua seperti di permainkan oleh jebakan segel yang terus merenggut nyawa para ras murni yang mencoba mencapai tempat keberadaan mata air Dewi Zhao Quin.


"Ketua, lebih baik kita mundur dan mengatur strategi kembali dalam mencari jalan terbaik menuju ke tempat keberadaan mata air Dewi Zhao Quin, jika kita terus monorogos masuk maka yang akan terjadi kita semua pasti akan binasa," ucap salah seorang ras murni.


"Kita tak usah mundur lagi, karena selangkah lagi kita akan mendapatkan mata air Dewi Zhao Quin yang sudah di depan mata, jika kita mundur maka untuk masuk ke tempat ini akan sangat sulit, karena binatang buas dari alam bawah itu pasti tak akan membiarkan kita untuk kembali masuk ke tempat ini, biar aku mencoba mengunakan cara lain untuk mengetahui keberadaan segel yang berada di hadapan kita," jawab ketua Saigo.


Binatang kalajengking raksasa itu lalu berjalan terus kedepan sesuai dengan arahan ketua Saigo, hingga bom!!, sosok kalajengking raksasa itupun hancur seketika terkena jebakan segel yang terpasang di tanah.


Terlihat ketua Saigo tersenyum melihat rencananya berjalan lancar. "Memang harus bersabar dalam menghadapi semua jebakan yang berada di reruntuhan ini, jika tak bersabar maka sampai kapan pun rombongan ini tak akan pernah sampai ke tempat keberadaan mata air Dewi Zhao Quin," ucap ketua Saigo.


Sementara itu Thien Yu yang melihat dari batu bara giok jika ketua dari kelompok daratan awan telah menemukan cara menembus formasi jebakan segel yang tercipta, diapun mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam reruntuhan yang dijaga makhluk dari alam bawah.


"Kalian semua aku perintahkan agar segera masuk ke dalam reruntuhan setelah aku bertarung dengan mahluk itu, aku ingin kalian semua jangan menyia nyiakan waktu yang ada, karena ketua rombongan dataran awan telah menemukan cara mendeteksi jebakan segel di dalam reruntuhan," ucap Thien Yu.

__ADS_1


Dengan cepat Thien Yu mengeluarkan 6 segel di udara, dengan mengibaskan tangannya, ke enam segel seketika itu juga melesat cepat kearah anggota rombongan daratan langit.


"Aku telah menandai semua segel yang berada di reruntuhan itu, dengan segel tanda yang ku berikan kepada kalian semua, maka kalian semua akan melihat semua segel yang telah berhasil aku tandai, baik di tanah maupun di udara, ingat tetap berhati hati dan jaga diri kalian masing masing," ucap Thien Yu kemudian melesat kearah ular naga dari alam bawah.


Entah mengapa putri Langyun begitu sangat mengkhawatirkan Thien Yu, karena dia tahu jika Thien Yu akan segera berhadapan dengan sosok binatang buas dari alam bawah, yang telah menghancurkan ratusan Org dari daratan awan.


Tetua Sanghao mengetahui kegelisahan yang ada di diri Putri Langyun, dengan menepuk nepuk lembut bahu kanan putri Langyun dengan tangan kirinya, tetua Sanghao pun berkata.


"Kau tak usah mengkhawatirkannya, kekuatan Thien Yu melebihi apa yang menjadi kekhawatiranmu saat ini, dia takkan mati jika hanya menghadapi binatang buas dari alam bawah itu," ucap tetua Sanghao.


"Terimakasih paman, perkataanmu telah menenangkan hatiku akan kekhawatiranku terhadap Thien Yu," jawab putri Langyun.


"Thien Yu adalah pemuda yang baik, dan aku berharap di masa depan dia dapat tinggal di dataran langit untuk menjadi pendamping masa depanmu, karena tak akan ada lagi pemuda yang sanggup dan mampu untuk menjadi pendamping di masa depanmu selain Thien Yu, hanya dia yang selama ini bisa membuatmu merubah sikap menjadi seorang wanita berwibawa dan terhormat," ucap tetua Sanghao.


Tiba tiba saja wajah putri Langyun memerah, dia tak menyangka jika tetua Sanghao akan berkata seperti itu padannya, dan tetua Sanghao semakin yakin jika putri Langyun dan Thien Yu mempunyai hubungan asmara, karena melihat gelagat dari putri Langyun yang tak biasa setelah membahas tentang Thien Yu.


"Paman, mengenai pemuda yang akan menjadi pendamping hidupku di masa depan aku tak bisa menebaknya, yang jelas untuk saat ini aku ingin mendapatkan mata air Dewi Zhao Quin agar dapat menghidupkan kembali pohon Orgy yang kini telah mati," ucap putri Langyun.


*****


Tak lama berselang pertarungan pun terjadi antara ular naga dari alam bawah dengan Thien Yu.

__ADS_1


Melihat ketua rombongan telah bertarung dengan ular naga dari alam bawah, tetua Sanghao segera memerintahkan seluruh anggota dataran langit agar segera memasuki reruntuhan.


Mendengar perintah tetua Sanghao, semua anggota dataran langit segera memutari ular naga dari alam bawah agar dapat memasuki reruntuhan.


__ADS_2