
Tanpa pikir panjang Syin Yin menelan pil obat pemberian dari Thien Yu ke dalam mulutnya. Sesaat kemudian Thien Yu memeriksa keadaan Syin Yin dengan memeriksa denyut nadi yang berada di tangan kanannya.
Beberapa titik syaraf di merindianmu terluka parah, sehingga kau tak dapat bertarung beberapa bulan kedepan, dan jika kau paksakan maka yang terburuk adalah dantian mu akan ikut terluka. Jika pusat semua energi yang ada di tubuhmu terluka ( Dantian ), maka di masa depan kau tak akan bisa berkultivasi lagi dan hal itu merupakan berita yang sangat buruk bagi para kultivator.
"Thien Yu apakah aku masih bisa sembuh?" tanya Syin Yin.
Belum sempat Thien Yu menjelaskan pertanyaan dari Syin Yin, ketua Huangshan keburu ada di tempat itu.
"Anak muda pergilah, kami tak membutuhkan pertolongan darimu, kami dari ke kaisaran Glory
punya cara sendiri untuk mengobati murid terpilih kami yang terluka," ucap ketua Huangshan.
Thien Yu tak bisa berkata apa-apa mendengar perkataan dari ketua Huangshan, dia hanya dapat menatap iba pada wanita muda yang masih menahan rasa sakit di tubuhnya. Setelah beberapa saat lamanya, Thien Yu mohon diri pada ketua Huangshan dan Syin Yin untuk meninggalkan tempat itu.
Syin Yin menatap kepergian Thien Yu dari kejauhan, walaupun tubuhnya menahan rasa sakit yang teramat sangat, tapi dia begitu sangat bahagia, perhatian yang di berikan Thien Yu padanya cukup meringankan rasa sakit yang di deritanya.
Pengumuman dari hasil pertandingan itupun keluar, dari pertarungan yang terjadi antara Syin Yin dan putri Sora ri di nyatakan seri, mereka berdua dapat pergi ke alam vioni bersama murid terpilih yang memenangkan pertarungan, untuk berlatih di sana.
Sebenarnya ketua Huangshan ingin protes dengan hasil pertandingan itu, karena tak sesuai dengan apa yang terlihat di arena pertarungan. Syin Yin masih sadar walaupun terluka parah, sementara putri Sora ri sudah tak bisa apa-apa lagi karena dirinya telah tak sadarkan diri.
Tapi mengingat jika lawan tarung Syin Yin merupakan putri dari raja Zheng Bil Ang, membuat ketua Huangshan lebih memilih diam daripada terjadi hal buruk dimasa depan jika sampai dia memprotes megenai hasil seri itu. Ketua Huangshan tak ingin jika nantinya raja Zheng Bil Ang akan mempersulit murid terpilih dari kekaisaran Glory dengan masalah protesnya itu.
Setelah pertarungan yang terjadi imbang, Syin Yin dan putri Sora ri di bawa pergi menuju ke balai pengobatan istana untuk melakukan perawatan lebih lanjut.
Pertarungan murid terpilih diatas arena terus berlanjut, murid-murid terpilih yang namanya telah tercantum di atas papan pengumuman, segera menaiki arena pertarungan untuk memperlihatkan ketangkasan seni bela diri di dalam sebuah pertarungan untuk mencari pemenang.
Hingga sore hari pun tiba dan pertandingan murid terpilih untuk hari itu dinyatakan selesai.
Tengah malam, secara diam-diam Thien Yu mencari keberadaan Syin Yin. Rasa khwatir akan keadaannya membuat Thien Yu melakukan hal itu.
__ADS_1
Thien Yu berdiri di atas bangunan tertinggi istana, dan mengarahkan pandangannya ke arah tempat dimana para murid terpilih dari kekaisaran Glory berada.
Dengan mata langit yang telah di aktifkan, Thien Yu mencari keberadaan Syin Yin, dan pada akhirnya Thien Yu melihat jika Syin Yin tengah terbaring di sebuah ruangan kamar seorang diri.
Dengan mengendap endap Thien Yu dapat sampai di depan kamar Syin Yin tanpa di ketahui oleh para prajurit penjaga istana.
Lalu Thien Yu memerintahkan kepada Gonggo untuk mengalihkan perhatian dari ketua Huangshan.
"Gonggo aku ingin kau mengalihkan perhatian ketua Huangshan, agar pergi menjauh dari tempat ini," ucap Thien Yu.
"Jangan khwatir tuan muda, kupastikan ketua Huangshan akan menjauh dari tempat ini," jawab Gonggo.
"Berhati hatilah," ucap Thien Yu.
Terlihat Gonggo mengangguk kepalanya kemudian merubah dirinya menjadi kera besar berbulu emas yang seukuran manusia dewasa,
Di dalam kamarnya ketua Huangshan yang tengah bermeditasi perlahan membuka matanya, karena dia merasakan kehadiran binatang roh di sekitar kamarnya.
Dengan segera ketua Huangshan keluar dari kamarnya dan melihat keadaan di sekitar tempat itu.
Tampak olehnya sebuah bayangan seekor binatang roh berwujud kera berbulu mas, tengah berlari menuju ke arah hutan yang berada di sekitar istana kerajaan.
Karena rasa penasaran dan ingin menangkap kera berbulu emas itu, membuat ketua Huangshan melesat cepat, mengejarnya masuk kedalam hutan.
Sementara itu Thien Yu yang berada di kamar Syin Yin segera masuk kedalam. Syin Yin yang tak tidur sangat terkejut karena kedatangan seorang pemuda di dalam kamarnya.
Sontak diapun mencabut pedangnya dan berteriak histeris agar ada orang mendengarkan teriakannya itu.
Thien Yu yang tak ingin tertangkap basah tengah memasuki kamar seorang gadis di malam hari, segera membuat segel perlindungan agar suara teriakan terus menerus yang dilakuan Syin Yin, tak sampai keluar kamar.
__ADS_1
"Nona gemuk tahan, ini aku Thien Yu," ucapnya.
"Thien Yu? apa yang kau lakukan, mengapa malam malam begini kau berada di kamarku, dan apa kata orang nantinya jika melihat kau berada di dalam kamarku ini?" ucap Syin Yin sambil memasukkan kembali pedangnya ke dalam kotak penyimpanannya.
"Aku begitu sangat mengkhawatirkan keadaanmu, jika luka yang berada di dalam merindian mu tak segera disembuhkan maka hal buruk akan terjadi padamu di masa depan," jawab Thien yu.
"Trimakasih karena kau telah mengkhwatirkan keadaanku. Tadi sore setelah memeriksa keadaanku di balai pengobatan istana, para tabib memperbolehkan aku pulang kesini. Mereka bilang jika merindianku terluka dan aku tak boleh melakukan kultivasi sebelum merindianku itu pulih kembali.
Salah satu tabib memberikan saran jika aku harus kembali pulang menuju kekaisaran Glory, agar dapat melakukan penyembuhan di dalam pagoda 9, biar merindianku yang telah rusak dapat pulih kembali seperti sedia kala," ucap Syin yin.
"Apakah tabib di kerajaan ini tak ada yang bisa menyembuhkanmu?" tanya Thien Yu.
"Tabib disini tak ada yang bisa menyembuhkanku, luka dalam pada merindianku begitu sangat parah. Jika mereka melakukan metode penyembuhan yang salah, di takutkan jika luka dalam di merindianku akan
berdampak buruk pada terlukanya dantian di tubuhku," jawab Syin Yin dengan wajah penuh kesedihan.
"Aku akan membantumu untuk sembuh, tapi dengan catatan kau harus percaya padaku dengan menyampingkan logika yang ada," ucap Thien Yu.
"Aku yakin dan percaya jika kau mampu untuk menyembuhkanku Thien Yu," jawab Syin Yin.
"Jika kau percaya padaku maka lepaskanlah pakaian yang kau kenakan itu, karena dengan cara itu aku mampu untuk menyembuhkanmu," ucap Thien Yu.
"Plak..!!"
Sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi kiri Thien Yu, yang membuat Thien Yu meringis kesakitan.
"Mesum!!" teriak Syin Yin marah.
Bersambung
__ADS_1