
"Ternyata kau adalah penyusup!!" bentak petinggi kalan bertubuh ular sambil menunjuk kearah Thien Yu.
Thien Yu hanya tersenyum mendengar perkataan petinggi klan ular itu, tanpa sedikitpun merasa takut akan gertakannya.
"Tuan muda, biar aku yang menghabisi mereka semua," ucap Lu ying.
"Jika kau ingin menghabisi mereka semua, silahkan, tapi kau harus tetap berhati hati," jawab Thien Yu sambil mundur beberapa langkah kebelakang.
Mendapat persetujuan dari Thien Yu, tubuh Lu ying tiba tiba menghilang dan menyisakan asap hitam pekat.
Asap hitam itu langsung menuju kearah anggota klan penjaga, dan tak lama kemudian satu persatu dari mereka ambruk ketanah dengan tubuh yang memperlihatkan luka menganga disana.
Puluhan anggota klan penjaga mati tanpa bisa di halang halangi oleh petinggi klan bertubuh ular, terlihat petinggi klan bertubuh ular mulai ciut nyalinya melihat kekuatan yang ada pada Lu ying.
"Aku harus melaporkan hal ini pada yang mulia raja, dengan tingkat kekuatan ku sekarang sangat mustahil bagiku untuk bisa menghadapi Lu ying, apalagi aku mengetahui jika dahulunya Lu ying merupakan tangan kanan raja klan ular yang kekuatannya tak sebanding dengan ku sekarang ini," ucapnya.
Dengan melemparkan 3 buah bola kecil berwarna hitam sebesar kelereng ke tanah, petinggi klan ular berhasil menyelinap pergi meninggalkan tempat itu, karena pekatnya asap yang tercipta dari ledakan ketiga bola asap saat berbenturan dengan lantai penjara bawah tanah.
"Lu ying tak usah kau kejar dia, biarkan dia melaporkan hal ini pada raja nya, aku akan menantang raja dan pangeran klan ini untuk bertarung dengan ku," ucap Thien Yu.
"Baik tuan muda," jawab Lu ying singkat tanpa mau bertanya apa apa lagi, karena dia tau jika tuan mudanya sudah memperhitungkan segala kemungkin yang ada, yaitu bertarung dengan raja dan pangeran klan ular danau hitam untuk mendapatkan kekuasaan di tempat ini.
__ADS_1
Thien Yu berjalan dengan tenang ke depan aula klan, yang memang areanya cukup luas untuk melakukan sebuah pertarungan.
Seluruh anggota klan ular langsung mengepung Thien Yu dan Lu ying dengan memegang pedang dan tombak. Adapun ratusan anggota klan yang berada di atap bangunan, telah bersiap melakukan penyerangan dengan menggunakan panah, dengan anak panah yang siap di lesakkan kapan pun juga. Mereka semua hanya tinggal menunggu aba aba perintah dari sang raja untuk melepaskan anak anak panah tersebut.
"Ha..ha..ha.., besar juga nyalimu anak muda, sehingga kau berani sendirian datang ke tempat ini untuk melepaskan Lu ying yang merupakan tahanan ku," ucap raja Hi Bing dengan amarah di matanya.
"Ayah..!!, pemuda itu juga yang telah merusak malam pertamaku dengan membawa putri Meyling bersamanya," ucap pangeran Hi bow dengan amarah yang berapi api.
"Ouw...Jadi kau orang yang telah menghancurkan kebahagiaan putraku, dan memberikan racun ganas ketubuh nya sehingga aku harus mengorbankan benda berharga turun temurun keluargaku untuk menyembuhkannya," ucap sang raja.
Kali ini raja Hi Bing mengeluarkan tongkat berkepala ular yang merupakan senjata andalannya dari dalam kotak penyimpanannya, yang menandakan jika raja Hi Bing tak main main dan meremehkan anak muda yang berada di hadapannya itu.
"Ayah, biarkan aku yang akan merobek robek mulut kotornya itu, karena aku pasti bisa melakukan hal itu padanya," ucap pangeran Hi bow menyikapi tantangan dari Thien Yu.
"Pangeran, jika kau ingin menghadapiku maka aturan pertarungan ini adalah pertarungan hidup dan mati, maka persiapkanlah diri mu dalam menghadapi kematian yang sebentar lagi akan menimpamu. Jika kau menang dalam pertarungan ini dan kau masih membiarkanku hidup, maka aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, nyawaku pun tak luput dari itu. Tapi jika kau kalah maka aku ingin seluruh klan ular danau hitam akan berada dibawah kekuasaan," ucap Thien Yu.
"Jangan bermimpi, aku tak akan mati di tanganmu!!. Jika dalam pertarungan ini kau kalah dan mati, maka aku ingin Lu ying menjadi budakku selama hidupnya," ucap pangeran Hi bow dengan mengeluarkan sebuah pedang dari dalam kotak penyimpanannya.
"Baik pangeran, aku akan dengan senang hati memberikan Lu ying padamu jika kau sanggup untuk membunuhku," jawab Thien Yu.
Di sisi lain, raja Hi Bing yang mengetahui tingkat kekuatan Lu ying, mempertimbangkan kembali perkataan Thien Yu yang tak akan melibatkan seluruh anggota klan nya dalam pertarungan yang akan terjadi, karena raja klan ular tau jika kekuatan Lu ying mampu untuk membunuh seluruh anggota klannya dalam sekejap.
__ADS_1
Tak lama sang raja pun berkata. "Anak muda karena kau meminta seluruh anggota klan ku untuk tak ikut terlibat dengan pertarungan ini, maka aku ingin Lu ying juga harus melakukan hal yang sama yaitu tak ikut serta dalam pertarungan mu," ucapnya.
"Aku menyetujuinya, tapi ingat perkataan seorang raja merupakan harga diri bagi anggotanya, jika kau mengingkarinya berarti kau merupakan mahluk rendahan yang pantas di anggap sampah yang lebih rendah dari pada para pendusta," ucap Thien Yu.
"Ayah kau tak usah turun tangan, biar aku yang akan membunuhnya untuk nama baik klan kita!!" ucap pangeran Hi bow yang langsung menyerang Thien Yu.
Amarah dan dendam yang telah lama tersimpan, kini meledak yang membuat serangan serangan yang di lakukan pangeran Hi bow begitu sangat mematikan.
Thien Yu melakukan pergerakan menghindar dengan gesit yang membuat pangeran Hi bow semakin kesal, diapun mengeluarkan kekuatan terkuatnya yaitu tehnik ular lahar api yang tak pernah di gerakannya.
"Bagus, dia terprovokasi dengan apa yang kulakukan, aku telah menunggu kau menggunakan kekuatan terkuat mu agar aku akan dengan mudah membunuhmu," batin Thien Yu.
Thien Yu segera menggunakan kekuatan illahi hukum api untuk meredam kekuatan pangeran Hi bow, karena Thien Yu telah mengetahui sebelumnya dari Lu ying jika kekuatan lawan tarungnya merupakan pengguna tehnik api.
Di belakang Thien Yu kini terdapat 12 runai api yang melingkar di belakang tubuhnya, dari 12 runai itu terdapat 3 diantaranya merupakan inti api yang di miliki Thien Yu, (Runai merupakan bola api sebesar genggaman tangan orang dewasa).
Dengan perlahan Thien Yu mulai naik keatas dan mengambang di udara saat melihat dari langit telah keluar seekor naga berwarna hitam, dengan kulit tubuhnya yang mengeluarkan lahar api yang sangat panas.
"Thien Yu terimalah kematian mu!!" teriak pangeran Hi bow dengan mengarahkan naga lahar apinya kearah Thien Yu.
Bersambung.
__ADS_1