
Di dalam kereta kuda sang pangeran, percakapan antara pangeran Huang Qin dan Syin Yin terus terjadi.
"Nona Syin Yin, saat pertama kali aku melihatmu, aku langsung suka padamu, dan aku ingin menjadikanmu permaisuri ku kelak di kekaisaran Glory," ucap Huang Qin.
"Deg..!!" jantung Syin Yin seakan berhenti berdetak, mendengar permintaan pangeran Huang Qin yang secara tak langsung telah meminangnya, yang ingin menjadikan dirinya sebagai seorang istri baginya.
Buru buru Syin Yin menguasai dirinya dan berusaha tenang menyikapi perkataan sang pangeran, lantas diapun berkata.
"Aku belum memikirkan sampai kesana pangeran yaitu berhubungan serius dengan seorang laki laki, karena aku sekarang ini tengah fokus untuk meningkatkan kultivasi ranah tingkatanku sampai aku mencapai batasan ku sebagai seorang kultivator," jawab Syin Yin.
Perkataan Syin Yin membuat pangeran Huang Qin geram, dia tak menyangka akan menerima penolakan dari putri klan Wutang tersebut.
"Jika aku harus menunggu sampai kau menembus batasan mu, maka sampai tua pun belum tentu aku dapat memilikimu, aku akan mencari cara lain agar kau mau menjadi istriku, dan bila tak ada cara lain lagi maka aku akan meminta kepada ayahku untuk menemui kedua orang tuamu dan melamarmu di klan Wutang," batin pangeran Huang Qin.
Kita tinggalkan dulu rombongan akademi Jiang Nan yang tengah menuju ke benua semesta biru, kita kembali lagi ke kerajaan buluh surgawi, tempat keberadaan putri Meyling berada.
Pangeran Liushen semakin gencar dalam memenangkan hati putri Meyling, termasuk memberi perhatian lebih padanya di setiap waktu dan kesempatan.
Karena ketulusan hati, dan perhatian lebih dari sang pangeran yang tak kenal lelah dalam meluluhkan hati putri Meyling, lambat laun sedikit demi sedikit putri Meyling mulai membuka hatinya pada sang pangeran.
Di suatu kesempatan, pangeran Liushen mendatangi putri Meyling di kediamannya.
"Nona Meyling, sengaja aku datang menemuimu untuk mengajak mu melihat taman bunga milik ibuku, yang bunga bunganya tengah bermekaran semuanya," ucap pangeran Liushen.
Rasa bosan yang menghinggapi putri Meyling karena selalu berada di kediamannya, membuat putri Meyling sangat senang saat diajak melihat bunga oleh pangeran Liushen. Diapun mengiyakan ajakan sang pangeran.
"Aku akan ikut denganmu pangeran," ucap putri Meyling dengan senyum ceria.
Mereka berdua saling beriringan menuju kesebuah taman yang lumayan jauh dari kediaman putri Meyling, dengan kebaikan dan perhatian yang di berikan pangeran Liushen, membuat putri Meyling merasa nyaman berada di dekatnya.
Pangeran Liushen mencoba menggenggam tangan kanan putri Meyling dengan tangan kirinya, dia mencoba untuk melihat perkembangan pendekatannya saat ini pada sang putri, dengan melihat ekspresi sang putri saat dia menggenggam tangannya.
__ADS_1
Terlihat tak ada penolakan dari sang putri saat sang pangeran menggenggam tangan putri Meyling, hingga membuat sang pangeran terus menggenggam tangan putri Meyling hingga sampai pada sebuah taman yang di penuhi dengan bunga warna wani yang tengah bermekaran di sana.
Putri Meyling begitu sangat ceria melihat taman itu, sisi lembutnya sebagai seorang wanita sangat terlihat jelas saat sang putri mulai menciumi bunga itu satu persatu. Dia juga bermain bersama kupu kupu yang banyak terdapat di sana, hingga sang putri tak merasakan kehadiran raja kota buluh surgawi yang kini tengah bersama pangeran Liushen.
Raja kota mendatangi pangeran Liushen yang tengah memandangi putri Meyling dari kejauhan. "Putraku, sepertinya kau menyukai Meyling?' tanya raja kota.
"Benar ayah, aku mencintai dia, dan berharap dialah wanita terakhir yang akan menjadi pendamping hidupku di masa depan," jawab pangeran Liushen.
"Bagai mana dengan ketiga istri mu, bukannya nanti akan ada perselisihan diantara mereka jika kau menikahi Meyling tanpa mengatakan kepada mereka sebelumnya?" tanya raja kota.
"Ayah, aku nanti akan menjadi seorang raja untuk menggantikan mu kelak, dan bagiku seorang raja berhak mempunyai istri lebih dari satu, dan aku akan menjadikan Meyling sebagai istri dan permaisuri ku," jawab pangeran Liushen.
Raja kota tak bisa berbuat apa apa dengan kemauan putra kesayangannya itu, biar bagaimanapun dia harus tetap mendukung putranya yang ingin menjadikan Meyling untuk menjadi istri ke 4 nya.
*****
Di pagi hari yang cerah, seorang pelayan kerajaan datang menghampiri putri Meyling yang tengah duduk di taman kediamannya, sang pelayan itu mengatakan jika raja kota buluh surgawi tengah menunggunya di balai istana kerajaannya.
Di dalam istana, tepatnya di ruangan pribadi raja Liushan.
"Hormat saya yang mulia," ucap putri Meyling.
"Aku terima hormatmu," jawab raja kota.
Tak lama kemudian raja kota menghampiri putri meyling kemudian dia berkata. "Nona Meyling aku sengaja memanggilmu ketempat ini karena ada hal yang akan ingin ku sampaikan tentang permintaanmu waktu itu.
Walaupun kau mampu untuk mengembalikan perekonomian Kerajaan ku seperti sediakala, tapi peperangan yang ingin kau minta untuk melawan klan ular danau hitam, begitu sangat sulit diterima oleh jajaran para petinggi kerajaan buluh surgawi, karena peperangan itu akan mengakibatkan beban mental bagi para penduduk, prajurit dan para petinggi istana.
Perang itu juga akan membuat kerugian besar bagi kerajaanku jika peperangan yang akan terjadi sampai berlarut larut lamanya, kerugian materi, prajurit yang mati dalam peperangan, dan juga hancurnya martabat kerajaanku jika klan ular danau hitam sampai memenangkan perang dan mengalahkan kerajaan buluh surgawi.
Jadi aku tak bisa memenuhi permintaanmu itu, karena ini menyangkut ketentraman dan kedamaian seluruh penduduk kerajaan buluh surgawi," ucap raja kota Liushan.
__ADS_1
Jika begitu halnya, aku ingin meminta ijin untuk meninggalkan kerajaan ini karena aku akan mencari kerajaan lain yang dapat membantuku," ucap putri Meyling sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Setelah itu putri Meyling membalikan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Sebelum jauh putri Meyling melangkah, tiba tiba suara raja kota menghentikan langkahnya.
"Berhenti!!, masalah ini masih bisa kita cari jalan keluarnya," ucap raja kota.
Putri Meyling membalikkan tubuhnya menghadap kearah raja kota dan berkata. "Maksud anda yang mulia?" tanya sang putri.
"Hanya ada satu jalan jika menginginkan kerajaan ini untuk membantumu berperang, yaitu dengan adanya pernikahan antara kau dan putraku, setelah pernikahan itu terjadi maka dengan sendirinya kau akan menjadi anggota keluarga kerajaan dan para petinggi kerajaan buluh surgawi pasti tak akan menolak, jika kau meminta kerajaan ini untuk berperang melawan klan ular danau hitam.
"Baik, aku akan menyetujui pernikahan itu dengan 1 syarat, aku ingin pernikahan itu terjadi setelah klan ular danau hitam dapat di hancurkan, dan sebelum klan ular danau hitam hancur, ada baiknya antara aku dan pangeran Liushen untuk sementara waktu bertunangan saja," jawab putri Meyling.
"Ini merupakan kesepakatan yang bagus, aku akan kembali mengabari seluruh jajaran petinggi kerajaan buluh surgawi, jika anda sekarang merupakan calon istri dari putraku.
Setelah turnamen beladiri yang akan di adakan di kerajaan cahaya nirwana selesai, maka kerajaan buluh surgawi akan menggempur klan ular danau hitam hingga hancur," ucap raja Liushan.
"Terimakasih yang mulia, aku akan menunggu saat itu, dimana klan ular danau hitam hancur di tanganku," ucap putri Meyling.
Setelah berpamitan dengan raja kota, putri Meyling kembali ke kediamannya.
Setelah kepergian putri Meyling, tampak pangeran Liushen menemui ayahnya, dia keluar dari tirai yang berada dekat dengan percakapan antara ayahnya dan putri Meyling sebelumnya.
"Aku telah mendengar kesepakatan antara ayah dan Meyling, terimakasih atas semua bantuan ayah sehingga Meyling mau bertunangan dengan ku," ucap pangeran Liushen.
"Kau adalah putraku dan kau pantas mendapatkan wanita secantik dia, di dalam turnamen beladiri di kerajaan cahaya nirwana, bawalah Meyling kesana dan tunjukan pada dunia jika kau mempunyai tunangan seorang wanita cantik layaknya Dewi dari nirwana," ucap Raja kota buluh surgawi.
"Baik ayah, aku akan membawa Meyling kesana, dan aku ingin melihat apakah ada wanita yang dapat menandingi kecantikan calon istriku itu," jawab pangeran Liushen dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Bersambung.
__ADS_1