Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kematian shang mu


__ADS_3

Minal Aidin wal faizin ya sahabat semua biar nggak salah paham🙏. Masih lebaran kakak, berkunjung dan mengunjungi memakan waktu hingga untuk menulis novel terbatas, selama ini saya sudah melakukan yang terbaik walaupun nulis hanya satu episode, saya pun tak pernah libur nulis meski di hari raya idul Fitri. sekali lagi mohon maaf lahir dan batin🙏.


Kita Lanjut keceritanya.


Thien Yu segera menyatukan 4 hukum alam dan membentuk sebuah bunga teratai kaca dengan cahaya hijau yang menyelimutinya.


"Shang mu apakah artefak langit yang kau miliki mampu untuk menghadapi teratai ilahi ku ini?" ucap Thien Yu.


"Ha..ha..ha.., aku akan menghancurkan teratai mu itu dengan tebasan tombak jendral perang ku ini," jawab Shang mu dengan keyakinan yang sangat luar biasa.


"Jendral prang, habisi dia..!!" teriak Shang mu kepada sosok jendral perang raksasa yang ada di hadapannya.


Mendengar perintah Shang mu, sosok Jenderal perang langsung melesat cepat ke depan menuju ke arah Thien Yu dan menebaskan tombak raksasanya, maka terciptalah sinar berbentuk bulan sabit yang menuju ke arah Thien Yu berada.


Di sisi lain, Thien Yu menatap ke arah teratai Ilahi yang mengambang di hadapannya kemudian diapun berkata. "Aku serahkan semuanya kepadamu teratai Ilahi," ucap Thien.


Thien Yu mengibaskan tangannya maka teratai Ilahi melesat cepat ke arah datangnya serangan dari Jendral perang raksasa yang menuju ke arahnya, kedua energi saling bertemu yang membuat pancaran cahaya hijau mampu menguasai keadaan dan melenyapkan serangan Jendral perang raksasa itu, hingga serangan kuat dari jendral perang menghilang terserap oleh kekuatan Ilahi yang keluar dari dalam teratai kaca.


Tak sampai di situ teratai Ilahi terus menuju ke arah keberadaan Shang mu, yang membuat Shang mu terpental jauh ke belakang dan terhempas keras ke tanah. Terlihat Shang mu memuntahkan darah segar dari mulutnya berkali-kali, yang menandakan jika Shang mu saat ini tengah terluka dalam yang sangat parah.


Tombak artefak langit yang merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya dan menjadi kebanggaan Shang mu, kini hancur berkeping-keping begitupun dengan perisai pelindung yang ada di tubuhnya pun telah lenyap dan sirna oleh keganasan teratai Ilahi yang di lepaskan Thien Yu.


Shang mu duduk di rerumputan sambil memegangi dadanya yang terasa sesak, terlihat Shang mu begitu sangat terpuruk dengan keadaannya sekarang.

__ADS_1


"Bagai mana mungkin tombak artefak langit yang belum pernah terkalahkan yang dimiliki keluargaku turun-temurun, bisa hancur di tangan Thien Yu? kata ayahku tombak artefak Langit itu bisa menghadapi seorang Dewa sekalipun, tapi kenyataan yang ada tombak artefak Langit itu tak bisa berbuat apa-apa menghadapinya, Siapa sebenarnya Thien Yu itu ?" tanya Shang mu dalam hati.


Shang mu mengangkat kedua tangannya tanda menyerah saat Thien Yu datang menghampirinya. "Thien Yu maafkan aku, aku mengaku kalah padamu. Thien Yu aku minta kau jangan membunuhku karena di masa depan aku bersedia menjadi budakmu. Aku juga akan menyerahkan semua harta yang kumiliki kepadamu asalkan kau tidak membunuhku," ucap Shang mu memohon.


Shang mu berkata seperti itu agar Thien Yu tak membunuhnya, tapi di dalam hati kecilnya berkata lain dia ingin membalas semua yang telah dilakukan Thien Yu padanya.


Sebelum Thien Yu menjawab perkataan Shang mu, tiba-tiba saja sekelebat bayangan wanita langsung berdiri di hadapan Shang mu dengan pedang terhunus.


"Shin Yin!!" pekik Shang mu saat melihat Syin Yin telah berdiri di hadapannya.


"Shang mu aku pernah berjanji kepada diriku sendiri jika suatu saat nanti aku sendiri yang akan membunuhmu, dan saat inilah adalah waktunya," ucap Syin Yin.


"A..a..aku minta maaf Syin Yin, kejadian di dalam hutan itu adalah suatu kekhilafan ku dan aku bener-bener dibutakan oleh nafsuku saat itu.


Syin yin membalikkan badan kearah Thien Yu, dan berkata," Thien Yu aku ingin menyelesaikan urusanku dengannya, dan di masa depan aku akan membalas semua kebaikanmu ini," ucap Syin Yin.


"Aku tak bisa melarangmu karena kau korban yang tersakiti olehnya, silahkan Syin Yin kau boleh melakukan hukuman yang setimpal padanya," jawab Thien Yu.


"Trimaksih Thien Yu," ucap Syin Yin dengan kegetiran hati dihadapan pemuda yang di cintainya itu. Syin Yin berusaha tersenyum walaupun itu sangat dipaksakan nya karena dia tau setelah apa yang di lakukan Shang mu, dia tak layak lagi bagi Thien Yu.


Syin kembali kearah Shang mu, dan diapun berkata. "Kau ingat saat kau tak berbelas kasih terhadapku saat di dalam hutan Shang mu?, aku telah memohon dan mengiba iba agar kau tak melakukan hal buruk padaku, tapi kau tetap saja beringas dan ingin menghancurkan masa depanku dengan cara menodai ku!!.


Apa yang kau lakukan saat itu kepadaku akan kulakukan juga kepadamu, aku tak akan memandangmu sebagai seorang putra jendral terkuat di kekaisaran glory, hari ini kau akan mati di tanganku," jawab Syin Yin.

__ADS_1


"Ampun nona Syin Yin, aku mohon kasihanilah aku," ucap sahang mu sambil berusaha untuk menggerakkan badannya dan bersujud di bawah kaki Syin Yin.


Syin Yin tak menerima permohonan ampun yang diucapkan Shang mu, dan dengan keras Syin Yin menendang Shang mu sehingga tubuhnya bergulingan di atas tanah.


Tak sampai di situ, pedang artefak langit giok ungu yang berada dalam genggaman tangannya pun berkelebat cepat, menebas leher Shang mu hingga terputus dari badannya. Terputusnya leher Shang mu berarti berakhirlah sudah hidupnya.


Syin Yin meneteskan air matanya, dan merasa sangat puas karena telah membunuh orang yang telah melecehkan nya. Namun tiba tiba roh Shang mu keluar dari tubuhnya dan melayang layang di udara.


"Aku telah kalian bunuh, maka tunggulah pembalasan dari ayahku..!!. Syin Yin ayahku juga tak akan tinggal diam dengan kematian ku,


Ayahku pasti akan menghancurkan klan mu hingga klan mu akan hilang dari kekaisaran Glory," ucap roh Shang mu kemudian melesat pergi dari tempat itu.


Thien Yu tak menginginkan roh Shang mu pergi dengan mudah ke istana Glory untuk bertemu dengan ayahnya, diapun melepaskan 1 buah jarum emas ke arah roh Shang mu untuk memperlambat pergerakannya.


Syin Yin, jarum emas ku akan memperlambat roh Shang mu menuju ke istana Glory, kita masih punya waktu untuk pergi ke klan mu sebelum roh Shang mu sampai kesana," ucap Thien Yu.


Tapi bagaimana kita dapat pergi kesana dengan cepat, sementara untuk meninggalkan rombongan ini saja kita akan kesulitan," ucap Syin Yin.


"Kau jangan khwatir tentang hal itu, biar aku yang akan mengurusnya," ucap Thien Yu.


Setelah beberapa saat kemudian jendral Jatayu datang menghadap Thien Yu, kedatangan jendral Jatayu ketempat itu semua karena panggilan Thien Yu lewat alam batinnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2