ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
KERIBUTAN KECIL


__ADS_3

Sesampainya di villa hampir malam karena jarak yang cukup jauh, Alt meminta Aliya mandi dan beristirahat sebentar agar tidak terlalu lelah.


Tika masih tidur dalam gendongan Altha, dan memilih kamar yang cukup besar untuk mereka berempat, dan satu kamar utama untuk pengantin baru.


"Semuanya beristirahat dulu ya, satu jam lagi kita makan malam." Alt merangkul Aliya untuk masuk kamar utama.


Dimas membuka pintu untuk istrinya, tidak menyangka villa pertama Altha masih ada dan terawat dengan baik.


Aliya langsung mandi, membangunkan putrinya untuk mandi juga setelah Arjuna dan Altha selesai membersihkan tubuhnya.


"Capek Tika Mi."


"Kamu hanya tidur di mobil, capeknya di mana?" Al mengusap rambut putrinya, menyirami dengan air perlahan.


"Adiknya Tika sudah mandi belum? haduh ... dingin Mi." Bibir Tika gemetar, memeluk Maminya yang langsung menggendong untuk menggunakan baju.


Altha sudah keluar kamar, melihat ruangan makan yang sudah dipersiapkan oleh penjaga villa.


"Selamat malam kak, ada yang bisa dibantu?"


Altha menggeleng, dirinya kaget melihat seorang wanita menggunakan baju yang sangat minim, memperlihatkan lekuk tubuhnya juga belahan dada yang besar.


Alt langsung cepat kembali ke kamar, perasaan tidak enak melihat tatapan wanita yang hanya tahu mempercantik diri, tapi ingin masak.


"Sayang, kamu sudah lapar?" Alt mencium bibir Aliya sebelum Tika dan Juna melihatnya.


"Ayo kita turun untuk makan malam." Al meminta Juna dan Tika bersiap.


"Mi, Tika datang ke sini ingin liburan, bukan makan." Tika belum bermain, tapi sudah malam dan harus beristirahat.


Altha dan Aliya hanya tertawa mendengar protes Tika, tapi dia juga yang paling semangat saat melihat banyaknya makanan.


Arjuna memanggil semua orang untuk makan malam, suara rusuh mulai terdengar. Dika bersama teman-teman langsung bergabung menyapa Altha.


Tatapan mata Aliya langsung tajam, Dika bukan hanya membawa teman laki-lakinya, tapi juga tiga perempuan dengan penampilan hampir tidak menggunakan baju.

__ADS_1


Alt tidak nyaman melihat ke depannya, pakaian temannya Dika terlalu minim dan tidak pantas.


"Kak Alt kenalkan temannya Dika, dia Sindy, Ghea, Chelsi, Roni dan Kenan. Jika Kenan kalian sudah mengenalnya." Dika meminta izin untuk liburan lebih lama.


"Kamu tidak mengatakan akan membawa banyak wanita, hanya pacar. Tidak mungkin ketiganya pacar kamu." Al menatap tajam Dika yang tersenyum.


"Pacar aku Ghea, mereka berdua temannya Ghea."


Diana muncul bersama Tika, langsung duduk menatap tiga wanita yang sangat seksi sambil tertawa kecil.


"Manusia malam dari mana kalian bawa?" Di menatap tajam Dika dan Kenan.


Kepala Kenan terangkat, menggeleng kepalanya tidak mengenali tiga wanita yang bergabung bersama mereka.


Diana menepuk meja, ini acara keluarga bukan acara bikini. Ada anak kecil juga suami orang yang membuat istrinya tidak nyaman dengan baju terbuka.


"Jika memang punya akhlak, hormati pemilik villa bukan pamer dadar yang kendor." Diana tersenyum sinis melihat tiga wanita yang tidak menyukai cara bicara Diana.


Dimas dan Anggun juga muncul bersama Juna, Anggun tersenyum melihat teman-teman Dika yang pakaiannya membuat istighfar.


"Maaf Nona-nona, ganti baju kalian jika tidak silahkan keluar dari villa ini. Pakaian kalian seperti tidak menggunakan busana." Kepala Dimas menggeleng dengan tatapan sinis.


"Aku tidak perduli, jangankan teman kamu jika istriku modelnya seperti ini sudah lama aku tendang keluar." Dimas meminta tiga wanita pergi dari hadapannya.


Anggun menarik tangan Dimas untuk duduk, tidak bagus ribut di depan makanan apalagi tujuan ingin liburan.


Diana tersenyum melihat Daddy-nya yang tegas, jika tidak menyukai sesuatu langsung diungkapkan tanpa memandang perasaan.


Aliya juga tersenyum, Dimas belum juga berubah masih dingin dan pemarah. Dia sangat tidak menyukai wanita-wanita yang tidak menghormati orang lain, apalagi dengan tujuan tidak baik.


Makanan malam terasa tenang, hanya Dika yang tidak menyantap makanan karena masih kesal melihat cara bicara Dimas yang tidak menghargai teman-temannya.


Altha sebagai pemilik villa saja santai, tapi Dimas menyinggung perasaan kekasihnya sampai menolak makan bersama keluarga Dimas.


"Dek, ayo makan." Anggun melihat Dika yang menyingkirkan makanan yang Anggun berikan.

__ADS_1


"Kalian sadar tidak, putri yang kalian angkat penampilannya seperti apa? Diana jauh lebih mengerikan dari mereka, selain dia pembunuh juga wanita malam, tidak perlu munafik." Nada bicara Dika tinggi sampai menghentikan semua orang yang sedang makan.


Dimas dari dulu tidak pernah sekali saja menghormati teman-temannya, apapun yang Dika lakukan selalu salah di mata kakaknya.


Sekarang juga sama, Diana selalu dibela apapun salahnya.


"Aku sudah besar, sekarang urus keluarga kamu dan jangan pedulikan aku. Sejak kita yatim piatu, aku memang tidak memiliki keluarga." Dika langsung berdiri sampai menjatuhkan kursi.


Tangan Dimas sudah menggenggam kuat sendok, melihat ke arah Atika yang kaget dan binggung melihat acara liburan, tapi bertengkar.


"Apa seperti ini balasan kamu Dika?" tatapan Altha tajam.


Sejak kecil Dimas satu-satunya orang yang selalu mengutamakan adiknya. Meksipun tidak menunjukkan secara langsung, ke manapun Dimas pergi dan tinggal dia selalu mengkhawatirkan Dika, terutama pergaulan yang bebas, karena hanya Dimas pengganti orang tua.


"Kamu bukan anak kecil Dika, bisa membedakan baik dan buruk. Duduk dan lanjutkan makan kamu." Suara dingin Altha terdengar, terlihat sangat serius membuat suasana hening.


"Maaf, aku ingin pulang malam ini juga."


"Kamu bisa menghormati Aliya dan Anggun? apa pantas membawa wanita dengan pakaian yang mengumbar tubuhnya." Alt tidak peduli jika Dika bergaul dengan mereka di luar, tapi tidak membawanya ke dalam keluarga.


"Salahnya apa kak Alt?"


Diana melempar ponselnya, meminta Dika dan Kenan melihat rekaman kamera CCTV yang baru saja Di hack menggunakan ponselnya.


Beberapa makanan yang sudah dihidangkan awalnya dalam keadaan baik, tapi Altha keluar kamar untuk mengecek makan malam dan ada beberapa makanan di tabur obat yang bisa membuat laki-laki tidak bisa mengendalikan diri.


Awalnya Diana hanya akan bicara dengan Dika, tapi melihat keributan harus menunjukkan di depan semua orang.


"Bagaimana jika Aliya yang memakannya? lalu mengalami keguguran karena obat keras. Apa kamu tidak merasa bersalah?" Di menghela nafasnya, melangkah mengambil makanan yang sudah dia singkirkan.


"Aku tidak tahu tujuan ini."


"Apa kamu juga ingin melihat Daddy tidur bersama wanita ini, lalu merusak rumah tangga yang masih hitungan hari. Pikir kak Dika menggunakan otak, jangan membawa sembarang orang asing ke dalam keluarga." Diana langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan makan, perasaannya sedikit sakit mendengar ucapan Dika jika dirinya seorang pembunuh dan wanita malam.


Atika langsung berdiri dari duduknya, berlari mengejar Diana yang terlihat sedih.

__ADS_1


"Sudahlah, kita bicarakan ini baik-baik. Tidak pantas tujuan liburan, tapi ada keributan." Anggun meminta maaf kepada semua orang atas nama Dika yang terlihat sedih.


***


__ADS_2