ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
RUANG MAKE UP


__ADS_3

Beberapa mobil sudah sampai di hotel, persiapan di hotel sudah 98% hanya menunggu acara di mulai.


Keluarga satu-persatu memasuki hotel, begitupun dengan Diana dan Gemal yang melangkah masuk dengan saling menggenggam tangan.


"Di, kamu pergi bersama Mama." Gemal langsung melangkah ke area keamanan.


Mam Jes menggenggam tangan Diana, langsung masuk ke dalam lift untuk masuk ruangan yang sudah disiapkan.


Pintu terbuka, Diana langsung masuk dan menyapa para MUA yang bertugas. Tatapan Di sinis melihat beberapa orang mengabaikannya.


Tanpa banyak bicara, Di mengganti bajunya sebelum di make up. Memejamkan mata membiarkan MUA yang merombak wajahnya.


Keluarga yang lain ada di ruangan lain, karena tidak ingin anak-anak menganggu. Kerusuhan memang terjadi di kamar sebelah.


"Diana sudah make up?" Anggun menatap Mam Jes yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Hampir dua jam, make up keluarga hampir selesai. Aliya menghubungi Altha meminta Tika juga segera naik, karena harus di make up.


Tika keluar dari lift, berjalan melihat ada tulisan kamar make up keluarga, dan make up pengantin.


Ketukan pintu terdengar, Tika menunggu cukup lama di luar. Langsung mengeluarkan kartu yang Tika dapatkan dari Diana.


Di menitipkan sebuah kartu, Tika bisa masuk ruangan manapun tanpa hambatan. Kartu kunci yang Di ciptakan, khusus untuk Atika.


Pintu terbuka, Tika tidak masuk. Ada perasaan tidak nyaman. Suara dentuman terdengar, Tika langsung mendorong pintu melihat Diana tergeletak di lantai.


Tika melihat tiga wanita yang kaget melihat kemunculan Tika, tangan salah satu dari ketiga wanita memegang benda tajam.


"Kalian akan tekena masalah besar." Tika melangkah mendekati Diana, langsung menarik tangannya.


"Lebih baik kamu pergi anak kecil, jangan ikut campur. Ini hukuman untuk pelakor seperti dia yang menggoda Gemal." Benda tajam diarahkan kepada Tika.


Kepala Tika geleng-geleng, hanya bisa mengusap dada. Dugaan Diana benar, jika Gemal memiliki banyak penggemar.


Tidak mungkin pernikahan bisa berjalan lancar, karena sejak awal berpacaran. Tidak ada satu orangpun yang mengusik Diana, tapi Di bisa merasakan banyak mata yang memperhatikannya.


"Kak Di bangun, Tika tidak akan melepaskan mereka." Tepukan pelan di wajah Diana, Tika lakukan berkali-kali.


"Dia tidak akan bangun dalam waktu 12jam, karena aku yang akan menggantikan dia." Wanita cantik yang sudah menggunakan baju pengantin Diana, berjalan mendekat.

__ADS_1


Atika langsung tertawa, mereka tidak tahu siapa Diana. Bisa dengan mudah, Di melenyapkan empat wanita di dalam ruangan.


Mereka tidak mengenal Di yang sebenarnya, jika tahu tidak mungkin berani mendekat, karena hanya akan mengantarkan nyawa.


Pintu kamar tertutup kembali, wanita yang menggunakan baju pengantin menarik rambut Tika.


Senyuman Tika sinis, menatap tanpa rasa takut. Kedua tangan Tika terangkat, memberikan jarak antara keduanya.


Tendangan Tika kuat menghantam perut, wanita yang menggunakan gaun terpental sampai menjatuhkan banyak barang.


Satu tangan Tika meminta tiga wanita maju, tidak perduli menggunakan senjata atau tidak. Tika mengepalkan tangannya.


Benda tajam diarahkan kepada Tika, kemampuan bela diri Tika diremehkan, hanya hitungan detik, benda tajam jatuh.


Kaki Tika menendang sampai ke bawah tempat tidur, membanting kuat. Dua orang langsung maju. Tubuh Tika dipeluk erat, salah satu melayangkan tamparan.


Kedua kaki Tika lompat, menendang wanita di depannya. Satu orang yang memegang masih memeluk erat. Kepala Tika adu kepala sampai dirinya terlepas.


Pukulan kuat menghantam wajah, tendangan kuat membuat hidung dan bibir berdarah. Tamparan Tika juga membalas wanita yang menamparnya.


"Sebelum kalian datang, lihat dulu siapa lawan. Enam tahun aku belajar beladiri, berusaha mencari lawan yang imbang. Akan tetapi kalian masih terlalu lemah." Tamparan kembali melayang sampai pingsan.


Wanita yang menggunakan baju pengantin langsung berdiri, megambil vas bunga. Tika sudah menyadari gerakan lawan.


"Shita, sebaiknya kita pergi. Anak kecil ini hebat bela diri." Salah satu wanita melihat dua temannya jatuh pingsan.


"Kalian tidak ingin tahu siapa guru bela diri Atika?" Tangan Tika menunjukkan ke arah Diana.


Mata Diana terbuka, langsung duduk. Menatap Atika yang tersenyum sinis, Di hanya mengerutkan keningnya.


Diana langsung berdiri, menatap wajahnya di kaca rias. Wajah cantiknya dirusak, dan sangat berantakan.


"Bereskan mereka Tika, jika tidak. Kak Di akan menjadikan mereka mayat tanpa identitas." Di langsung berjalan ke kamar mandi, menghilangkan rasa kantuknya yang sudah tidur dua jam.


Keterkejutan terlihat, dua wanita panik melihat Diana ternyata baik-baik saja. Padahal sudah memastikan jika Di tidak akan bangun selama dua belas jam.


"Aku tidak mungkin gagal, Gemal milikku. Rencana malam pertama sudah aku siapkan."


Tika melipat tangannya di dada, gelang-gelang kepala langsung menendang high heels menghantam wajah sampai pingsan.

__ADS_1


"Masih sisa satu, harus Tika apakan?" Tangan Tika memegang pipinya sambil berpikir.


"Tolong lepaskan saya anak cantik."


"Oke deh, silahkan pergi. Lari sejauh mungkin, karena jika tidak kamu bisa mati." Tika melambaikan tangannya, membukakan pintu.


Seorang wanita langsung melangkah pergi, menundukkan kepalanya mengucapkan maaf dan penyesalannya.


"Kenapa dilepaskan?" Diana mengusap wajahnya.


"Dia yang berbaik hati, karena tidak ingin menusuk kak Di." Tika tersenyum memeluk erat Diana.


Senyuman Di terlihat, gadis kecilnya sudah besar dan Di sudah lega melepaskan Tika yang sangat disayanginya.


"Kak Di hanya mempunyai waktu setengah jam sebelum acara dimulai." Tika menatap binggung.


Di tersenyum, meminta Tika menggunakan tangannya bukan hanya untuk melayangkan pukulan, tapi merombak rambutnya menjadi ratunya Gemal.


"Kak Di, Tika penasaran dengan satu hal. Dia mengatakan sudah merencanakan sesuatu untuk malam pertama kak Gem, kira-kira apa?" Tika melihat wanita yang tergeletak.


Diana langsung melayangkan tendangan, Tika langsung melangkah mundur. Emosi Diana langsung terpancing, karena pengagum Gemal ingin mengantikan Di saat malam pertama.


"Cari mati ini perempuan." Dia memukul wajah sampai babak belur."


"Kak Di, abaikan saja." Tika langsung menarik kursi.


Diana langsung duduk di meja rias, menghubungi Salsa memintanya menyiapkan satu baju pengantin yang pernah Diana minta untuk disiapkan, jika ada keadaan darurat.


Di langsung melakukan make up terhadap wajahnya sendiri, sesekali masih melihat ke arah wanita yang menginginkan Gemal.


"Kak Di, kecantikan berasal dari suasana hati yang bahagia. Berhenti emosi, waktunya menjadi cantik." Tika merapikan rambut Diana, langsung menggulungnya untuk disanggul.


Senyuman Diana terlihat, langsung menarik nafas dan melupakan sesaat kemarahannya.


"Berani mengambil Gemal, hilang kepala kalian semua." Di tersenyum, meletakkan lipstik di bibirnya.


Pintu terbuka, Salsa langsung teriak kaget melihat ada tiga orang tergeletak.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, apa ini?" Salsa melihat Diana yang sudah make up sendiri, dan Tika yang merapikan rambut.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2