ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
S3 MISI BARU


__ADS_3

Suara musik berdentum terdengar, bau minuman menyengat hidung, alunan musik membuat tubuh bergoyang, mengikuti irama.


Semakin malam, suasana semakin ramai. Suara tawa terdengar sambil bergoyang, menghilangkan penat pekerjaan.


Langkah kaki terus mendekatinya gadis cantik yang masih bergoyang, tidak mempedulikan apapun yang ada disekitarnya.


"Atika, berhenti." Shin menepuk pundak, tapi tidak dihiraukan sedikitpun.


Tangan Tika langsung ditarik keluar dari area klub malam yang berisikan pria beruang mencari kenikmatan, dan para wanita yang mencari lelaki hidung belang.


"Lepaskan!" tatapan mata Tika tajam.


"Apa yang kamu lakukan? sendirian. Tempat ini berbahaya Tik." Shin membentak meminta Tika pulang.


"Ada masalah? kamu siapa yang punya hak menghentikan aku? bahkan orang tua aku saja, tidak melarang." Nada Tika tinggi terdengar, mendorong Shin untuk menjauhinya.


Tatapan Shin kaget dengan sikap Tika yang sekarang, berpisah selama tiga tahun memutus komunikasi keduanya.


Meksipun Shin sudah berusaha untuk menghubungi Tika, tapi niat baiknya dibatasi oleh dinding pemisah.


Jarak keduanya semakin jauh, bahkan persahabatan berakhir begitu saja tanpa bisa diperbaiki.


"Apa yang menyebabkan kamu marah? aku pergi untuk kuliah dan mengejar mimpi. Kenapa kamu mengingkari janji kita?" Shin memegang tangan sahabatnya, tapi langsung ditepis begitu saja.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan." Tika langsung melangkah pergi, masuk kembali ke dalam clubs.


Kedua tangan Shin menutupi wajahnya, melangkah masuk kembali melihat Tika tertawa bersama teman-temannya, melanjutkan party.


Shin duduk seorang diri, memegang minuman langsung meneguknya. Cukup lama Shin sendirian, banyak pria yang bergonta-ganti menghampiri, tapi ditolak secara kasar.


Mata Shin melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan angka tiga dini hari, Tika benar-benar lepas kendali.


Tidak ada yang tahu buruknya perlakuan Tika, bahkan dia membohongi kedua orangtuanya yang memberikan kepercayaan penuh, dirinya jauh dari rumah.


"Tika, ayo pulang." Shin mendekati Tika, tatapan mata Tika tajam, memintanya untuk mundur.


Shin langsung melangkah mundur, tidak butuh waktu lama suara tembakan terdengar. Ratusan orang berlarian untuk menyelamatkan diri.


Senjata Tika dan seorang wanita saling berhadapan, penangkapan besar-besaran terjadi. Tika tersenyum sinis, langsung melayangkan tendangan.


Beberapa polisi mulai berdatangan, seseorang mengarahkan senjata ke arah Tika. Shin langsung maju melumpuhkan, pertarungan imbang antara Shin dan seorang pria.

__ADS_1


Pukulan Shin mematikan membuat lawannya langsung terkapar, Tika menarik tangan Shin untuk segera melarikan diri, sebelum polisi melihat keberadaannya.


Mobil Tika melaju dengan kecepatan tinggi, Shin melihat ke belakang. Ledakan besar terjadi di clubs, demi menutupi barang bukti tanpa peduli nyawa juga dikorbankan.


"Apa ini Tika?" Shin kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" Tika menatap tajam Shin yang mengerutkan keningnya.


Keduanya saling diam sampai tiba di sebuah apartemen mewah, Tika langsung melangkah keluar, menatap Shin yang masih diam di dalam mobil.


"Keluarlah, kita bicara di dalam." Tika melangkah masuk ke apartemennya.


Shin langsung mengikuti dari belakang, masuk ke kamar Tika yang lebih mirip gudang. Kepala Shin gelang-gelang, bahkan Tika membuka baju langsung membuangnya sembarang tempat.


"Buatkan makanan, aku mandi terlebih dahulu." Tika langsung masuk kamar mandi.


Mata Shin tertutup sesaat, menarik nafasnya untuk menenangkan hati dan pikirannya yang penuh tanda tanya.


Satu-persatu barang Shin rapikan, sambil masak seadanya, juga membersihkan rumah yang sudah mirip kapal pecah.


Satu jam mandi, bau makanan sudah tercium. Tika langsung berlari menuju meja makan. Menatap apartemennya yang sudah rapi.


Shin mandi keringat, menatap Tika sinis. Langsung melempar sapu, mengambil tisu mengusap keringatnya.


"Aku lapar, jangan diganggu." Tika mengambil sendok lain, langsung memasukkan makanan ke mulutnya.


"Berapa lama kamu tinggal di sini?"


"Tidak menentu, berpidah-pindah. Mami hanya memberikan waktu tiga tahun untuk melihat dunia bebas, setelahnya aku harus mengambil alih perusahaan." Tika tersenyum menatap Shin yang masih kesal.


Apa yang baru saja terjadi bukan masalah kecil, Shin sangat yakin Tika terlibat dengan komplotan kejahatan.


Suara tawa Tika terdengar, tidak memberikan jawaban sama sekali, bahkan sengaja membuat Shin penasaran.


"Bagaimana kabar kamu? tiga tahun cukup lama untuk kita berpisah. Apa sudah berhasil menemukan pria halusinasi yang kamu sebut suami?" Tika tersenyum menatap Shin yang menundukkan kepalanya.


"Aku sudah lama bertemu dengannya, tiga tahun yang lalu. Tanpa terasa perasaan ini bertahan sampai enam tahun, aku pikir bisa melupakannya, tapi ternyata salah. Aku merindukannya." Shin tersenyum, menatap Tika yang terdiam.


Tika menghentikan makannya, Shin sengaja pergi meninggalkan restoran mewahnya dengan alasan untuk mengejar mimpi, memilih berpisah dengan Tika. Meksipun Tika sudah melarangnya, tapi tidak sedikitpun bisa menghentikan.


"Kamu pergi untuk melupakannya, dasar bodoh." Helaan nafas Tika terdengar kecewa.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak pernah menghubungi aku? dan menolak jika aku meminta komunikasi?" Shin terlihat kesal ulah Tika yang memutuskan hubungan keduanya.


"Salah sendiri, sudah diperingatkan. Putus hubungan kita, jika kamu berani pergi." Tatapan Tika tajam, bibir atas terangkat.


Tatapan mata Shin juga sama sinis, dirinya tidak menyangka jika Tika tidak bercanda. Dia benar-benar membuktikan, jika hubungan berakhir.


Jika Shin tahu dirinya gagal melupakan, tidak mungkin dirinya pergi jika pada akhirnya tetap kembali.


"Sudahlah, nikmati saja hidup. Jangan galau terus memikirkan lelaki." Tika menepuk tangan sahabatnya.


"Tik, seandainya aku berjuang untuk dia, tapi keluarganya tidak merestui, dan dia juga tidak menyukai aku. Menurut kamu, bukannya aku seharusnya menyerah sejak awal, tanpa mengatakan rasa?" Senyuman Shin terlihat, menepuk dadanya yang sakit.


"Kamu akan tahu jawabannya jika mencobanya, masalah jangan dihindari." Tika mengepal tangannya, mengarahkan kepada Shin yang juga langsung menyatukan genggaman keduanya.


Tika meminta Shin merahasiakan kepada kedua orangtuanya soal apa yang terjadi di clubs, Tika menyelesaikan kuliahnya sekitar beberapa bulan yang lalu, dan terbang ke negara asing


Orang-orang yang ada di clubs bukan orang sembarangan, mereka memiliki kekuasaan sangat besar, dan menjadi tempat perkumpulan raja bisnis.


"Kamu bergabung dengan pasar gelap?" Shin cukup kaget.


"Aku hanya mata-mata, dan mengerakkan beberapa orang. Mereka sudah melarikan diri dari clubs, aku terlambat menangkapnya."


"Tika, kamu bekerja dengan siapa? kepolisian atau mafia. Jangan mencari kematian Tika, jika Arjuna tahu dia bisa marah besar." Melihat obsesi Tika membuat Shin khawatir.


Kepala Tika mengangguk, kakaknya Juna sedang ada di luar negeri. Hanya tinggal beberapa bulan, karena ada masalah langsung kembali. Kesibukan Juna membuatnya lengah dan menyerahkan kepada Maminya.


"Kamu menipu Mami?"


"Iya, Mami hanya bisa memantau di satu kota, tapi di luarnya tidak ada pengaruh. Kecuali Kak Diana yang memiliki pengaruh luar dalam, dan paling harus aku hindari." Tika menunjukkan sesuatu kepada Shin.


Kepala Shin langsung pusing, Tika memang pengacau yang bermain dengan kematian.


Shin tidak bisa menolak misi terakhir Tika, demi bisa menjaga sahabatnya Shin ikut permainan Tika yang belum menyerah.


***


Cerita ini antara Polisi, agen rahasia, pengusaha, Dokter dan Koki petarung.


***


jangan lupa like coment Dan tambah favorit

__ADS_1


vote juga dan follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2