ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
KEJUTAN GAGAL


__ADS_3

Seseorang ingin menyerang Diana, Gemal sudah melayangkan pukulan kuat. Seseorang yang Diana injak-injak sudah tergeletak.


Pertaruhan terjadi di dalam bangunan, kemampuan bela diri Diana dan Gemal digabungkan membuat semua orang mundur.


"Ada apa di sini? kenapa wajah mereka ketakutan?" Di menatap sekitar.


Gemal sudah mengatakan, tujuan mereka tidak untuk menyakiti. Bahkan Gemal tidak melihat ada yang membawa tembakan.


"Kamu baik-baik saja Di?"


"Emh ... astaga bibir terluka." Tangan Diana mengusap bibir Gemal.


"AW sakit, dia membutuhkan sentuhan bibir kamu." Gemal langsung melangkah mundur, Diana memukul mulutnya.


"Dasar genit, mencari kesempatan saja."


Senyum Gemal terlihat, langsung memeluk Diana yang sudah datang demi dirinya.


"Kenapa kamu di sini?"


"Tidak mungkin aku uji nyali, pastinya karena pengintaian." Pelukan Gemal lemes, meletakkan kepalanya di pundak.


Gemal juga binggung, anggota yang digerakkan tidak ada satupun yang muncul, bahkan sinyal yang Gemal berikan mati.


Banyak sekali serangan, tapi tidak ada satupun yang mengerikan.Gemal bahkan tidak melihat tato.


"Siapa orang yang bermain-main?" Di langsung melangkah ke sebuah ruangan.


"Tunggu sayang, tubuh aku masih lemes."


Diana menggandeng tangan Gemal, berjalan bersama memasuki sebuah ruangan dan ada satu ruangan yang terlihat aneh.


"Buka sayang."


"Enak memberikan perintah, nanti ada yang menembak aku duluan mati."


Gemal langsung mendorong pintu, terdiam melihat apa yang ada di depan matanya. Diana juga sama terdiam seribu bahasa.


Suara tepuk tangan Ria, Tika, Juan, Dean sangat kuat. Menaburkan bunga berwarna merah menyambut kedatangan Gemal dan Diana.


Kepala Diana geleng-geleng, tidak paham apa yang dilakukan seluruh keluarga. Bahkan menonton pertarungan mereka seperti melihat film laga.


"Tidak lucu sama sekali, ayo pulang Di." Gemal memijit kepalanya yang masih pusing karena suntikan bius.


Suara Aliya menghela nafas terdengar, rencana mereka tidak berjalan dengan mulus. Seluruh orang bayaran babak belur, patah kaki, tangan, tulang retak dan banyak lagi.


Rencana yang Dika usulkan untuk melumpuhkan Gemal, membuat Diana menangis drama batal.

__ADS_1


"Kalian hanya ingin mengerjai kita dan membuat Gemal babak belur, candaan apa ini keterlaluan." Di kesal sekali melihat candaan keluarganya.


"Mama, lihat wajah Gemal, masa iya sampai pingsan."


"Seharusnya kamu tidak melawan Gem, tapi malah menyerang balik." Jessi memeluk putranya.


"Daddy jelaskan ini apa?"


Calvin meminta Diana duduk, mereka hanya berencana membuat kejutan. Menguji kemampuan bela diri Gemal.


Semuanya langsung keluar dari ruangan, Diana langsung mengejar tidak puas dengan jawaban kejutan yang sangat ekstrim.


Gemal sependapat dengan Diana, bisa saja ada yang tewas. Bisa juga Gemal gegar otak, tulang hidung patah.


"Sudah diam semuanya, sudah Tika katakan. Seharusnya mendengar saran Tika." Tangan Gemal dan Diana ditarik ke tengah ruangan.


Bunga mawar merah jatuh dari atas, Diana dan Gemal langsung melihat ke atas ada tulisan married me.


Tatapan Altha, Calvin dan Dimas geli melihat rencana para istri yang ingin membuat momen romantis, tapi berubah menjadi film laga.


"Kejutannya gagal." Ria langsung guling-guling di atas bunga.


"Kalian ingin tahu tidak jika Gemal sudah menyiapkan acara lamaran di restoran mewah pinggir pantai, suasana hening dan ada kejutan I Will married me, gara-gara pengintai akhirnya batal. Lalu ini apa?" Gemal duduk di lantai bermain bunga mawar bersama Ria


"Lagian yang menikah Gemal Diana, tapi yang repot emak-emak." Alt mengacak rambutnya.


Calvin tersenyum melihat Gemal yang memiliki kemampuan beladiri yang cukup hebat, tidak ada lagi kekhawatiran Calvin soal pekerjaan Gemal yang penuh pertarungan.


Meksipun kejutan gagal, Diana senang karena keluarga mendukung dirinya dan Gemal. Awalnya Di takut jika terjadi sesuatu.


Kejadian masa lalu membuat Di takut jika ada yang masih menyimpan dendam kepadanya, lalu menyakiti keluarganya.


"Mommy, Mama terima kasih. Kelemahan Diana kalian, maafkan masa lalu Diana yang mungkin suatu hari menyebabakan masalah." Di mengeratkan pelukannya.


Mendengar Diana meminta maaf untuk masa lalunya membuat Dimas sedih, tidak menyangka jika Diana bisa berubah dan sebaik sekarang.


"Setiap orang memiliki masa lalu, ada banyak kesalahan yang disesali. Kamu salah satu orang yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menjadi lebih baik. Jangan takut dengan masa lalu, jika dulu sendirian saat ini kanan, kiri, depan, belakang ada keluarga yang melindungi. Siapa yang berani menyakiti, berarti mengibarkan bendera perang." Senyuman dingin terlihat, Calvin mengusap kepala Diana.


Di lantai Gemal sudah tidur, kepalanya pusing gara-gara kejutan yang tidak sesuai ekspektasi. Dirinya diculik keluarganya sendiri.


Ria mengusap kening Gemal, memijitnya pelan karena mengeluh sakit kepala dan mual.


Semuanya berkumpul, duduk ditumpukkan mawar merah, bangunan yang akan segera di renovasi untuk rumah anak yatim.


Dika tertawa, bayaran rumah sakit seharga membeli mobil mewah. Gemal memukuli orang sampai tulang rusuk patah.


"Rencana kak Dika kacau, ini adegan romantis atau penculikan."

__ADS_1


"Diana sangat menyukai pertarungan, makanya membuat kisah drama yang kekasihnya terluka, pacarnya menangis memeluk lalu jatuhlah bunga." Tawa Dika terdengar meminta maaf.


Juna baru saja datang, langsung tidur di samping Gemal yang masih berdiam diri.


"Kapan rencana menikahnya kak?"


"Rahasia, kak Gem masih merencanakan kejutan."


"Lakukan sekarang, Juna tahu lokasi bagus. Belakang bangunan ini danau buatan, cahaya bulan purnama terpantul di air."


Mendengar ucapan Juna, Gemal langsung berdiri menarik tangan Diana untuk ikut dengannya melihat kejutannya.


Ucapan Juna benar, Diana tersenyum melihat indahnya bulan. Memeluk lengan Gemal yang juga tersenyum manis.


"Romantisnya tempat ini?" Diana melihat ke air.


"Diana, aku mencintai kamu, ingin memiliki seutuhnya." Gemal meminta Diana melihat ke arahnya.


Menikah impian setiap orang, sama Gemal juga menginginkannya. menjalani pernikahan tidak semudah mengatakan aku cinta kamu, berjanji akan setia sehidup semati, dan selalu ada waktu.


"Di, aku tidak sempurna dan memiliki kekurangan, mungkin aku juga egois, kasar dan pemarah. Cinta aku ke kamu tulus, niat menikah juga tulus, menerima aku sama saja menerima kekurangan." Gemal berlutut, langsung menyerahkan cincin.


Senyuman Diana terlihat, Gemal terlihat aneh. Pria yang biasanya bicara sembarangan tapi bisa mengatakan kekurangannya saat ingin melamar.


"Ayo kita berperang di dalam pernikahan." Di menyerahkan jarinya.


Gemal langsung memasang cincin, memeluk Diana yang bersedia menjadi istrinya.


Di air danau muncul sebuah kata-kata mutiara yang membuat Diana tersenyum bahagia, Juna pria yang sangat romantis.


"Cie cie, bentar lagi kita pesta." Tika berteriak dari lantai atas, melihat Diana dan Gemal masih berpelukan.


Matahari, bulan dan Bintang menjadi saksi cinta keduanya.


***


done lima bab.


Jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya


follow Ig Vhiaazaira


***


maafkan kesalahan tulisan, bab hari ini belum revisi.

__ADS_1


***


baca juga Mutiara & Kristal up Lima bab.


__ADS_2