
Tatapan Salsa sinis melihat ramainya yang mengantar Diana, menganggu dirinya yang membutuhkan suasana tenang.
Suara berisik terdengar, Salsa hanya memejamkan matanya, langsung memukul meja meminta semua orang diam.
"Semua laki-laki keluar, Aliya juga keluar cukup Diana, Kak Anggun dan Mam Jes. Sisanya keluar semua, membuat rusuh saja." Tangan Salsa menunjuk ke arah pintu.
"Kenapa aku keluar?" Al tidak terima, dirinya juga ingin melihat keponakannya.
Mendengar Aliya protes, Salsa akhirnya mengalah dan membiarkan Al tetap di dalam asalkan tidak mengeluarkan banyak suara.
"Ibu hamil cerewet sekali." Al melipat tangannya di dada, langsung berdiri di pojokan.
Gemal juga protes jika dirinya diminta keluar, setidaknya dirinya ingin tahu kondisi anaknya. Dan menemani Diana untuk memeriksa kandungannya.
"Jika kalian tidak ingin keluar, maka aku yang keluar." Salsa berdiri dari kursinya.
Melihat keseriusan Salsa, Gemal langsung melangkah keluar. Tidak ingin membantah wanita hamil, karena tidak ada gunanya pasti tetap kalah.
Diana diminta naik ke ranjang, Salsa mengoleskan gel khusus untuk ibu hamil, baru menempelkan alat transduser USG ke perut.
Tatapan Di binggung, dirinya juga seorang dokter tetapi tidak mengerti apapun yang Salsa lihat, sehingga membuatnya terdiam.
"Kenapa tidak terlihat Salsa?"
"Ini ada, karena prediksi kandungan baru sekitar 7 Minggu, belum terlihat jelas. Tetapi di sini sudah terlihat pertumbuhan janin." Salsa menjelaskan usia normal melakukan USG untuk mengecek kondisi janin.
Penjelasan Salsa sangat detail, Diana hanya bisa berkedip-kedip kebingungan cara menyimak ucapan dokter Salsa.
Mam Jes dan Anggun yang paling mengerti, mendengarkan semua penjelasan, dan akan memastikan Diana mengikuti saran Salsa untuk menjaga kandungannya.
Salsa juga menjadwalkan pertemuan setiap bulannya untuk melihat perkembangan janin, melihat tubuh Diana yang terlihat masih kecil, memintanya meminum susu hamil, dan mengkonsumsi makanan khusus yang Salsa sarankan.
"Diana sudah banyak makan, apa tidak terlalu berbahaya?" Mommy Anggun menatap Salsa yang tersenyum.
"Diana hanya makan apa yang dia inginkan, tapi tidak menjadi pertumbuhan untuknya. Aku hanya mengkhawatirkan satu hal, tapi kita akan cek saat sudah pastinya saja."
Mendengar kekhwatiran Salsa, Anggun dan Mam Jes langsung deg-degan. Mereka cemas dengan kondisi Diana yang makan banyak, tapi tidak menambah berat badannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu khawatirkan Salsa? aku merasa sehat dan stabil." Di langsung turun dari ranjang.
Salsa mengambil foto USG, menyerahkan kepada Diana. Salsa tidak bisa memastikan langsung, tapi demi keamanan Diana lebih baik khawatir di awal.
"Di, kenapa aku menyarankan kamu menjaga pola makan, kemungkinan besar janin kembar. Jika kamu tidak mengalami pertumbuhan, ukuran janin kecil dan rentan keguguran." Salsa menepuk tangan Diana, tidak ingin membuatnya khawatir.
Aliya yang diam saja dipojokan langsung mendekat, prediksi Salsa soal anak kembar memang memiliki resiko, apalagi Diana sangat kurus.
"Apa kondisinya sama seperti Juan dan Ria?"
"Kita akan tahu setelah usia kandungan 12 minggu atau lebih." Salsa baru melihat ibu hamil kembar tanpa morning sickness hanya Diana.
Biasanya pasti ada saja dalam trimester pertama, Di bahkan tidak menyadari dirinya hamil, karena kondisinya yang berbeda.
"Belajar dari Aliya, dulu kehamilan Al juga cukup berbahaya, tapi berhasil melewatinya. Kamu jangan khawatir, aku akan menjaga kamu dan anak kamu. Kita berdoa saja, dan berusaha yang terbaik." Senyuman Salsa terlihat, menggenggam tangan Diana yang sudah tertunduk.
Di melihat ukuran perutnya, sudah tujuh minggu terlihat sangat kecil. Sedangkan prediksi Salsa kemungkinan kembar.
"Resikonya apa jika pertumbuhan bayi tidak bagus?"
Di seharusnya lebih memotivasi dirinya sendiri untuk bangkit, lebih banyak belajar soal kehamilan, dan mulai mengatur pola makan sehat.
"Prediksi belum pasti benar Di, kita jaga sama-sama."
"Aku takut, bagaimana jika janinnya tidak berkembang? hamil kembar berbeda. Aku pernah menangani kasus ibu hamil yang bayinya tidak berkembang, karena Ibunya mengalami penyakit serius, sehingga harus digugurkan." Di langsung menangis, mengusap perutnya.
"Bodoh, apa kamu punya penyakit serius?" Al memukul punggung Diana yang menangis tidak jelas.
"Benar juga, kenapa aku menangis?" Di langsung mengusap air matanya.
Salsa menyerahkan buku ibu hamil, dan meminta Diana selalu menghubunginya apapun yang dirasakan.
"Salsa, bagaimana kondisi kehamilan kamu?" Mam Jes melihat sikap profesional Salsa sebagai dokter.
"Alhamdulillah Ma, bayinya sehat."
"Jenis kelaminnya laki-laki, kita sudah melihatnya." Al tersenyum mengusap perut buncit Salsa.
__ADS_1
"Siapa yang akan membantu kamu melahirkan?" Di menatap serius, masih penasaran dengan lahiran Salsa.
Tawa Salsa terdengar, jika lahirnya banyak dokter kandungan lainnya. Salsa juga memiliki asisten dokter yang akan menjaganya.
Kepala Di mengangguk, Salsa terlihat santai dengan kehamilannya tidak ada kecemasan sama sekali. Masih bekerja dengan normal.
"Apa yang kamu lihat hanya santainya, tapi perjuangan sejak awal tidak tahu." Salsa juga ibu hamil yang sama seperti wanita lain.
Dia mengalami morning sickness selama hampir dua bulan, sulit dalam pekerjaan, bahkan beberapa kali cuti juga mengundur jadwal pemeriksaan pasien.
"Aku berhasil melewatinya karena dukungan suami, juga kak Anggun dan kak Dimas, ada Aliya juga yang mensupport sejak awal. Intinya jangan dibawa stres." Salsa menyemangati Diana untuk semangat menjalani proses kehamilannya.
Di langsung tersenyum, berusaha untuk mengikuti saran Salsa. Di langsung keluar bersama Aliya untuk menjelaskan kepada suaminya.
Tangan Salsa menahan Anggun dan Mam Jes, memintanya untuk duduk sebentar. Ada sesuatu yang mungkin sangat tidak bisa Diana terima.
"Ada apa Salsa?"
"Kak, Salsa akan memastikan setelah melihat perkembangan janin. Sebenernya ini hanya prediksi saja, tapi bisa melihat jelas."
Salsa meminta Anggun dan Mam Jes benar-benar menjaga Diana, selain Diana yang tidak mengalami morning sickness salah satu hal yang tidak bagus.
Berat badan Diana bukan naik, tetapi turun dan Salsa melihat di usia 7 minggu untuk kehamilan kembar tidak baik untuk keselamatan Diana.
"Apa maksudnya Salsa? Mama jadinya khawatir."
"Pertama, kemungkinan lahir prematur, jika salah satu janin tidak berkembang berbahaya untuk keselamatan Diana. Kedua rentan keguguran. Pertama yang kita lakukan menaikan berat badan Diana, dan mengontrol perkembangan janin. Salsa meminta bantuan sama Kak Anggun dan Mama Jessi." Salsa setiap Minggu akan mengontrol berat badan Diana.
Salsa juga meminta memperingati Gemal, soal pekerjaan Diana dihentikan sementara, sampai Salsa mengizinkan Diana bekerja dan melakukan operasi kembali.
"Aku rasa Diana sudah tahu kondisi bayinya, sehingga mengatakan takut mengecewakan tidak bisa menjaga." Mam Jes menatap Anggun untuk menyemangati.
Melihat tatapan Mama Jessi, Salsa juga tidak menyukai kabar buruk apalagi cucu utama keluarga besar, pastinya sangat berharga.
***
follow Ig Vhiaazaira
__ADS_1