
Perdebatan panjang yang akhirnya dimenangkan oleh Diana, Gemal terpaksa mengikuti Diana ke hutan tempat paling menakutkan bagi Gemal.
Mobil Diana melaju dengan kecepatan tinggi, Gemal sesekali melihat Diana yang tidur karena lelah seharian menyambut tamu.
Dalam diam Gemal mencoba berpikir kembali, saat dirinya datang dan melihat Calvin untuk pertama kalinya ekspresi wajahnya terlihat sangat kaget.
Sorot matanya bekali-kali mencoba menghindari Gemal, dan langsung ada perintah untuk mengasingkan banyak orang lemah.
Kediaman keluarga Leondra langsung di tutup, tidak sembarang orang boleh masuk, Gemal juga tidak sempat melihat Mamanya karena keamanan langsung diperketat.
"Kenapa Calvin menunjukkan foto kakek generasi pertama?" Gemal bergumam pelan, karena Gemal tidak memahami kode yang diberikan oleh Calvin.
Mobil memasuki area hutan, Diana langsung terbangun melihat Gemal mematikan lampu mobil berhenti di tempat mereka nyasar.
Di menahan tangan Gemal saat ingin melangkah keluar, ada suara hewan buas meraung-raung.
Diana langsung membuka pintu perlahan, Gemal juga membuka pintu pelan bahkan tidak menutup kembali.
Dalam kegelapan tidak ada yang bisa dilihat, Gemal memgeggam tangan Diana untuk melangkah pelan ke tempat persembunyian.
Tatapan Diana melihat ke arah langit, bulan bersinar meksipun tidak menembus mereka, karena pohon rindang.
Suara pertarungan juga terdengar, bangunan di bawah tanah bergetar memberikan efek kepada Gemal dan Diana yang kebingungan.
Tanah yang mereka pijak terasa bergetar, Gemal langsung berpegang di pohon memeluk erat Diana yang memeluknya erat.
Suara ledakan terdengar, Gemal menatap Diana langsung melangkah berlari mencoba menghindar.
Di melihat pria yang pernah bekerja dengannya di lempar sampai terpental, ditendang bertubi-tubi sangat kuat.
Sebuah pisau bekali-kali menancap dada, seorang pria menghabisi sampai bersimbah darah.
Diana menutup mata Gemal, tapi tangan Gemal menggenggam sambil tersenyum. Mata Gemal mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
"Anak itu ada di negara ini? tidak heran Shima meminta diasingkan ke sini."
"Jangan sakiti anak itu, ini permintaan terakhir Shima, sudah cukup hukuman untuk keluarga Leondra." Pria yang ditusuk masih bisa berdiri.
__ADS_1
"Tidak, aku ingin anak itu mati. Jika dia tidak mati maka Calvin harus membayar dengan nyawanya." Suara teriakan menggema.
Dua puluh lima tahun belum bisa membayar hancurnya hati kekasih Shima, mereka sudah berencana menikah hanya karena dirinya yang tidak memiliki apapun sampai Shima harus menjadi istri kedua.
Kebahagiaan mereka direnggut begitu mudahnya, hanya karena keluarga Leondra memiliki segalanya.
Hanya untuk mendapatkan penerus generasi kelima, Salman kehilangan Shima wanita yang sangat dicintainya.
"Aku tidak memiliki kesempatan untuk membahagiakan Shima, dia menikah dengan Calvin hanya untuk melahirkan anak, tapi akhirnya dia jatuh cinta." Tatapan Salman tajam memeluk sebuah gucci yang berisi abu kematian Shima.
Calvin memang pria yang sangat dingin, tapi pesonanya bisa membuat banyak wanita jatuh cinta meskipun cintanya hanya untuk Jessi.
Demi bisa hidup bersama Shima, Salman rela bekerja di bawah perintah Calvin. Dia rela menjadi pengawal pribadi.
Sampai akhir kematian Shima, dia masih mencintai Calvin dan belum merelakan jika suaminya hanya mencintai istri pertamanya.
Shima hanya bahagia di malam pertamanya, tapi keesokan harinya Calvin sudah tertawa bahagia bersama istri pertama karena mengetahui istrinya sedang mengandung.
Keberadaan Shima tidak dihargai, dia ada tapi seakan tidak terlihat. Seluruh keluarga hanya mengistimewakan Jessi yang sedang mengandung penerus keluarga.
Rasa marah, benci dan dendam menguasai Shima, saat kelahiran putra Jessi dia langsung menculiknya dan membawa pergi ke negara lain.
Kemarahan Calvin tidak terbendung lagi, dia tidak menganggap Shima manusia tapi sudah seperti sampah yang diinjak-injak.
Jessi dan Shima sama-sama terguncang mentalnya, Jessi sakit karena merindukan anaknya, tapi Shima sakit karena perlakuan Calvin yang kejam.
"Aku sudah membalaskan rasa sakit Shima, tapi dia masih menyembunyikan anak yang dia buang. Dan rasa cintanya masih besar kepada Calvin dan berharap bisa hidup bersama." Suara Salman tertawa menggema.
"Kamu sudah menggagalkan rencana Calvin untuk menemukan anaknya, apa lagi yang kamu inginkan?"
"Aku ingin melihat Jessi gila, Calvin hancur dan anak itu mati. Maka keluarga Leondra akhirnya lenyap." Senyuman sinis terlihat, bagi Salman Calvin pria bodoh.
Panggilan masuk, seseorang mengabari Salman soal anak Calvin. Mereka sudah menemukannya dan mengirimkan foto anak yang seharusnya disingkirkan.
"Sayang, sebentar lagi kita pulang ke negara kita, tapi izinkan aku melenyapkan anak itu di depan mata Calvin dan Jessi."
Diana langsung melangkah keluar, sedangkan Gemal masih tetap bersembunyi.
__ADS_1
"Apa cinta sekejam ini? sejak awal Paman dan bibi Shima sudah salah. Jika Paman gagal menikah, salahkan keluarga Shima yang memaksa menikahi lelaki beristri." Diana menatap tajam Salman yang terkejut melihat keberadaan Diana.
"Siapa kamu? jangan ikut campur jika masih ingin hidup."
"Bibi Shima mencintai Paman, tapi cintanya berpaling kepada Calvin. Salahnya Calvin di mana? bibi yang tidak setia." Di menaikan nada bicaranya.
Tamparan kuat menghantam wajah Diana, tatapan Di langsung tajam. Bagi Diana Salman tidak ada urusan dengan keluarga Leondra, dia hanya punya urusan dengan Shima.
Dendam Shima sudah selesai, Salman tidak punya hak menuangkan kegagalannya kepada keluarga Leondra.
"Sejak awal Paman sudah gagal, gagal dalam percintaan, gagal dalam kesetiaan terhadap Calvin, gagal membuat Jessi gila karena yang mati bukan Mam Jes, tapi Shima." Diana melotot, tubuh Di ditahan oleh pria yang penuh darah karena Salman mulai emosi.
"Aku tidak gagal, buktinya selama ini Calvin tidak bisa menemukan anaknya."
Diana langsung tertawa menggema, menunjukkan sisi jahatnya yang dulu. Calvin jauh lebih pintar, dia tidak bisa mengorbankan banyak orang hanya untuk penerusnya.
"Apa yang Calvin lakukan selama ini sudah benar, karena dia bukan hanya penerus keluarga yang harus melindungi generasinya, tapi dia memiliki tugas menjaga anggota keluarga, bawahannya, rakyatnya, dan putranya." Calvin tahu jika dia memiliki musuh dalam selimut, sehingga bermain diam-diam
Calvin diam-diam mengobati istrinya, diam melindungi keluarganya, diam juga menyelamatkan orang-orang lemah untuk menjauhi dirinya agar tidak ada korban selanjutnya.
"Demi menjaga kesejahteraan, Calvin bahkan diam saja meskipun dia tahu keberadaan putranya." Di tersenyum sinis.
Salman langsung marah, melangkah mendekati Diana, Gemal langsung melayangkan pukulan kuat untuk membalas tamparan terhadap Diana.
"Brengsek! siapa kalian?" Salman kaget melihat putra Calvin ada dihadapannya.
"Sekarang urusan anda dengan putranya, berhenti menganggu ketenangan keluargaku." Gemal menatap tajam.
Diana langsung menarik Gemal, Salman sebenarnya pengawal para raja saat Diana masih kecil, dia biasanya mengawal para bangsawan dan orang-orang terpandang.
Tidak heran mudah baginya untuk menjadi pengawal pribadi Calvin dan memiliki banyak bawahan.
"Gem, dia dulu yang mengajari aku bela diri, mungkin aku juga kalah melawan dia, Paman besar saja babak belur." Di mengerutkan keningnya.
"Sialan, kenapa tidak mengatakan dari tadi? aku juga menyesal mengaku sebagai anaknya Calvin." Gemal garuk-garuk kepala.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira