ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
DEMI ANAKKU


__ADS_3

Tangan Juna bergetar masuk ke dalam kamar secara diam-diam agar tidak ada yang mengetahui jika dirinya sudah pulang.


Suara air shower terdengar mengguyur tubuh kecil yang sedang menangis di bawah air, suara pelan terus memanggil Mama, Papa.


Selama satu jam Juna baru keluar dari kamar mandi, menggunakan bajunya perlahan dan beristirahat.


Air mata masih belum berhenti menetes, dadanya terasa sesak dan perih.


"Waktu yang Mami berikan sudah habis, kamu tidak bisa menyelesaikannya." Al masuk kamar, melangkah mendekati Juna.


Baju Juna terangkat, matanya masih terpejam berpura-pura tidur tidak ingin berdebat dengan Aliya soal masalah pribadinya.


Tangan Al tergenggam erat, melihat punggung putranya penuh luka biru, banyak bekas cambuk juga luka pukul.


"Juna, ayo kita ke rumah sakit. Nanti ada luka serius."


"Pergi, aku mohon pergi." Suara Juna terdengar sangat pelan, dia ingin sendiri dan menenangkan dirinya.


Aliya mengobati punggung Juna sebisanya, tidak mengeluarkan suara sama sekali jika putranya mengalami buli dari kakak kelasnya.


Al tidak mengerti kenapa Juna tidak membela diri, dia hanya pasrah saja di sakiti dan tidak mengeluarkan kata-kata apapun, menerima semua penghinaan.


"Juna, Mami sudah pernah mengatakan aku tidak ingin menjadi musuh kamu, apa yang terjadi kepada Mama dan papa bukan salah Mami, kamu tahu itu. Berikan Mami waktu satu tahun, mungkin saat itu kita sudah berpisah." Al meminta Juna menjadi anak yang bisa berdiri kokoh untuk menjaga adik-adiknya, karena Aliya tidak ada lagi di sisi mereka.


"Aku tahu, jika suatu hari kamu pergi di mana aku mencari kamu? dan bagaimana adik-adikku melupakan kamu?"


Aliya tertawa, di mana mencari dirinya sebuah pertanyaan yang tidak pernah Aliya sangka. Dia sendiri tidak tahu ingin pergi ke mana.


"Kamu tidak akan pernah bisa menemukan Mami, mungkin aku ada di penjara atau dunia lain. Intinya kita tidak akan bertemu." Senyuman Aliya terlihat menatap anak kecil yang melihatnya dengan sinis.


Juna menyebutkan sebuah permintaan, Aliya hanya menggelengkan kepalanya tidak yakin bisa mengabulkan apa yang Juna inginkan.


"Kenapa mereka menyakiti kamu? kenapa Juna tidak membela diri? semakin kamu diam mereka akan terus mengusik, pasti menganggu sekali." Al mengusap kepala anak tirinya yang terkadang jahat, tapi ada kalanya baik.

__ADS_1


Pintu kamar diketuk, Elen membawakan makanan untuk Juna yang belum makan sejak pulang sekolah.


Al tersenyum mempersilahkan Elen masuk, Juna juga langsung duduk memperlihatkan beberapa luka ditubuhnya.


"Haruskah aku memberikan mereka pelajari?" Tatapan Elen tajam, tidak terima melihat Juna mengalami banyak memar.


"Al yang akan memberikan mereka pelajaran, siapa yang berani menyentuh putraku akan merasakan hal yang sama." Al tersenyum sinis, membiarkan Elen mengobati Juna yang meringis kesakitan.


"Kak Elen tahu kamu marah dengan keadaan, menghukum diri sendiri karena sebuah rasa kecewa." Senyuman Elen terlihat, meminta Juna menyayangi dirinya sendiri, jangan menyalahkan keadaan yang tidak sesuai harapan.


Banyak orang yang memiliki segalanya, tapi mereka tidak bahagia karena selalu merasa apa yang mereka miliki tidak pernah cukup.


Ada juga yang hidup susah, sekuat apapun mereka berjuang keberhasilan tidak pernah mendekat.


Sebuah keluarga yang tidak utuh juga menjadi alasan sebuah kehancuran, yang harapan terlalu berlebihan bisa seperti keluarga orang lain.


"Setiap orang memiliki kebahagiaan dan kesulitan masing-masing, kamu ingin keutuhan keluarga, tapi sadarkah kamu jika itu menyakiti Papa kamu." Tangan Elen menyerahkan makanan untuk Juna agar segera mengisi perutnya.


"Apa benar Mama selingkuh?"


Di dalam kamar Aliya menatap temannya, mendengar penjelasan Elen soal masalah Juna. Ada beberapa anak-anak yang memiliki status tinggi, orang tua mereka berhubungan baik dengan Mama Juna, karena sesama dosen.


Berita perceraian Altha dan Citra sudah tersebar, karena Citra sering keluar bersama pria lain dan sudah mengatakan jika dirinya janda.


Berita perselingkuhan ibunya menjadikan ejekan, dan Juna mulai di buli sebagai anak wanita penggoda pria yang memiliki banyak uang.


Juna tidak melakukan pembelaan sama sekali, hanya diam menerima cacian dan ejekan, melihat Juna yang diam anak-anak merasa tersinggung dan mulai melakukan pemukulan.


"Juna dijatuhkan ke dalam aliran air sampai bajunya kotor semua, punggungnya dicambuk menggunakan ikat pinggang. Anak-anak yang menyerang Juna lebih dari delapan orang, aku ingin sekali mematahkan tulang belulang mereka." Tatapan Elen tajam, menggenggam erat tangannya.


Aliya tertawa melihat laptopnya, daftar anak-anak yang menyerang Juna sudah terekam di kepala Aliya.


Dipastikan keluarga kaya mereka akan menyesal menyentuh pewaris tunggal AT grup. Mereka tidak tahu jika Al bisa membuat orang tua mereka bangkrut.

__ADS_1


Al menghubungi Susan yang ada di perusahaan, meminta memberikan peringatan kepada pimpinan perusahaan untuk segera menunggu kedatangan Al.


Beberapa berkas sudah Aliya kirim melalui email, meminta Susan mengurus semuanya sampai dia tiba.


"Kapan Kak Al akan mengurus mereka?"


"Besok pagi, luka ditubuh Juna bisa sembuh, tapi trauma sulit dihilangkan."


"Mami, jangan hancurkan masa depan orang. Juna baik-baik saja, nanti Juna akan bicara dengan Papa untuk pindah sekolah."


"Mami sudah memberi kamu waktu dua hari, tapi Juna tidak berhasil menyelesaikannya. Percaya sama Mami, ini akan menjadi tamparan luar dalam bagi mereka." Al tidak mengizinkan Juna pindah sekolah.


Suara tangisan Juna terdengar, Helen juga meneteskan air matanya tidak tega melihat Arjuna menangis mendapatkan penghinaan.


Aliya memeluk erat pemuda dingin yang tidak bisa menutupi kesedihan, karena harus menanggung ejekan dari banyak orang.


"Mami, Mama Juna bukan penggoda."


"Iya, Mama Juna tidak salah. Mereka tidak tahu masalah apa yang terjadi sehingga tidak berhak menilai." Al mengusap kepala Juna yang memeluknya erat.


***


Pagi-pagi Aliya sudah bangun pergi bersama Juna ke perusahaan, banyak orang yang binggung melihat putra pemilik perusahaan bersama wanita lain.


Biasanya Citra datang bersama anak-anak jika ada meeting pemegang saham, tapi kali ini Juna datang bersama wanita cantik dan terlihat masih sangat muda.


"Apa yang akan Mami lakukan?"


"Kamu lihat saja, sudah saatnya kamu belajar untuk memimpin perusahaan. Mami bisa menyingkirkan Altha dari perusahaan demi kamu." Aliya tertawa lucu, Juna juga tersenyum melihat Papanya ingin disingkirkan.


"Pagi Bu, saya sudah melihat keluhan, tapi ...."


"Tidak ada kata tapi, tarik semua yang bersangkutan dengan mereka. Jika dalam lima belas menit tidak muncul coret nama mereka dari AT group." Al berbicara dengan nada tinggi.

__ADS_1


Juna mengerutkan keningnya, Maminya lebih mirip gangster.


***


__ADS_2