
Sudah larut malam, Diana dan Gemal masih ada di hutan. Suara burung dan hewan meraung-raung terdengar.
Di hanya bisa menghela nafasnya, tidak punya cara lain dia harus menggunakan taktik lama untuk keluar dari hutan.
Alina menatap ke arah langit, membongkar jam tangannya mengambil sesuatu dan menyambungkan ke ponsel.
Gemal menatap binggung, Diana memang seorang mafia karena sangat ahli dalam teknologi.
"Ikuti arahan aku, jalan yang kita ambil ini juga berbahaya."
"Kenapa? apa dia binatang buas bisa telponan?" Senyuman Gemal terlihat, melipat tangannya meminta maaf jika candaannya tidak lucu.
Motor langsung melaju, Diana bisa melihat apa yang ada di depan mereka meksipun suasana gelap, kecuali jika ada binatang.
"Aku harap hutan ini bukan tempat persembunyian para orang-orang dunia hitam." Di menatap layar ponselnya.
Gemal memahami ucapan Diana, dia juga mengkhawatirkan hal yang sama. Hutan bukan hanya tempat tinggal binatang buas dan makhluk tak terlihat, tapi juga menjadi rumah bagi orang-orang yang memilih jalan kejahatan.
Tangan Di menepuk pundak Gemal, keduanya langsung meninggalkan motor dan berlari saling menggenggam tangan.
Puluhan orang meminta berhenti, senjata diarahkan kepada Diana dan Gemal yang langsung angkat tangan. Di melarang Gemal melawan.
"Nona Alina." Semua orang langsung mengikuti pimpinan mereka untuk berlutut dihadapan Diana.
"Kamu masih ada di negara ini, kenapa tidak pergi." Di menatap tajam.
"Maafkan kami yang gagal melindungi, kami hanya perlu bertahan dan melanjutkan bisnis kita." Tatapan tajam mengarah kepada Gemal.
Diana menjelaskan jika Gemal suaminya, mereka berdua tersesat dan Di menggunakan sinyal yang pernah dia buat untuk berkomunikasi dan mencari lokasi bawahannya.
Di menarik tangan Gemal untuk mengikutinya, mereka tidak bisa pergi sebelum melihat ke tempat persembunyian.
Lampu hidup, Diana duduk di ruangan kecil bawah tanah. Bau minuman keras menyengat hidung.
"Aku tidak minum, singkirkan baunya menganggu." Tatapan Gemal tajam, melihat sekitar ada beberapa wanita yang dikurung.
Diana tersenyum meminta beberapa orang berbadan besar membiarkan Gemal berkeliling, sedangkan Diana mempertanyakan jalan mereka keluar dari hutan.
Kening Gemal berkerut melihat seorang anak yang beranjak remaja tersenyum manis kepadanya, berbicara hanya mengerakkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.
"Dia seorang psikopat kecil, melihat dari ekspresi dan catatan dia membunuh kedua orangtuanya." Di menatap Gemal yang tidak memalingkan sedikitpun pandangannya.
__ADS_1
"Kenapa tidak penjara anak-anak? mungkin dia memiliki alasan melakukannya, atau bisa saja apa yang dia lakukan untuk bertahan hidup."
Suara tawa Diana terdengar, alasan dia dikurung di hutan rimba, jauh dari pemukiman karena dia tidak bisa dikendalikan.
"Gem, kelompok mafia tidak sepenuhnya ilegal, bisa saja mereka orang-orang yang hidup tanpa identitas, namun diakui oleh negara, salah satunya tempat ini." Di tersenyum melihat Gemal mengerutkan keningnya.
"Aku pikir ini tempat menimbun kekayaan?"
"Itu juga benar, orang-orang yang ada di sini tidak bisa ditahan oleh negara, karena itu mereka diasingkan." Di berbicara menggunakan bahasa luar agar tidak ada yang memahaminya.
Gemal menganggukkan kepalanya mengerti apa yang Diana katakan, langsung mengikuti Di menunjuk beberapa tempat.
"Kamu mengetahui detail tempat ini?"
"Tidak juga, hanya saja mereka pernah bekerja di bawah kepemimpinan Alina."
Gemal cukup kaget melihat banyaknya obat-obatan keras, senjata ilegal yang disembunyikan.
"Gem, tidak semua keberhasilan itu bersih, ada hal-hal seperti di negara manapun." Di tersenyum meminta Gemal duduk.
Mereka tidak bisa pergi sebelum matahari terbit, tidur menjadi pilihan terbaik untuk bertahan.
Diana langsung memejamkan matanya, hanya Gemal yang duduk sambil mengawasi.
"Sudah berapa lama kamu bekerja dengan Alina?"
Langka pria berbadan besar berhenti, menatap Gemal masih tajam. Wajahnya yang hitam, membuat Gemal tidak bisa membaca ekspresi wajah.
"Sudah lama kalian menikah?"
Kepala Gemal menggeleng, tidak memberikan jawaban lebih lanjut karena tidak pintar bersandiwara.
Pria berbadan besar meminta Gemal mengikutinya, tanpa banyak berpikir Gemal langsung melangkah menjauhi Diana.
"Aku yang membawa Alina saat berusia enam tahun, dia tidak berbicara, tangannya gemetar hanya menyebut nama Alina setelah satu bulan."
Alin dilarikan keluar negeri diserahkan kepada seseorang yang memiliki kekuasaan, Alin yang sangat pintar dan jenius langsung mudah beradaptasi.
Dia memiliki dua pilihan untuk berada di jalan kebenaran atau salah, Alin memilih jalan yang penuh rasa sakit.
Masa remaja Alina penuh kejahatan, dia menjadi pemimpin wanita yang paling muda, tapi memiliki kemampuan paling hebat.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa mengalahkan Alina, hingga dia menguasai di dunia hitam maupun dunia bebas.
"Dia memiliki banyak luka, saat tubuhnya disakiti bukan air mata yang keluar, tapi tawa."
"Alina menjadi psikopat."
"Dia membunuh, menyakiti siapapun yang melakukan kejahatan, dan menghacurkan siapapun yang menganggu jalannya." Tatapan sinis terlihat, kekejaman Alina bukan karena dia psikopat, tapi cara dia bertahan hidup.
Gemal tidak habis pikir, kenapa Alina bisa keluar dari kelompoknya, hidup bebas dan memilki keluarga.
"Alina sudah mati lima tahun yang lalu, dia bukan Alin lagi, tapi Diana Natasha Dirgantara, putri semata wayang Dimas dan Anggun."
Gemal mengerutkan keningnya, tidak paham kebaikan apa yang Alina lakukan sehingga dia dilindungi oleh banyak orang dan dicintai oleh orang baik dan jahat.
Di dalam ruangan terdengar suara keributan, Gemal langsung berlari melihat Diana di serang oleh orang-orang yang dikurung.
Pria berbadan besar langsung melindungi Diana, Di menancapkan sebuah suntikan untuk menghentikan.
"Siapa dia?" Di menarik nafas panjang.
"Dia istri muda dari Keluarga Leondra, mengalami penyiksaan sehingga membuatnya gila."
Diana mengerutkan keningnya, langsung mendekati wanita yang sudah tersungkur jatuh pingsan, tatapan Di melihat ke arah Gemal yang hanya berdiri santai
"Keluarga Leondra, apa kesalahannya?"
Diana menatap tajam, Istri muda Leondra ketahuan sudah membuang putra mahkota, pewaris tunggal keluarga Leondra, menyebabkan istri pertama mengalami depresi karena kehilangan anaknya.
Hukuman seberat apapun tidak membuat istri muda mengatakan di mana dia membuang putra utama, bahkan memilih diasingkan agar keluarga Leondra kehilangan generasi penerus.
"Siapa keluarga Leondra sebenernya?"
"Mereka keluarga terkaya di negara luar, setiap penerus hanya memiliki satu keturunan, dan tidak bisa memiliki anak kedua. Bayi yang hilang anak generasi kelima."
"Kenapa lucu sekali? baru mendengar jika ada keluarga yang bisa menentukan memiliki anak satu." Suara Gemal tertawa terdengar mengejek.
"Itu faktanya, suaminya menikah lagi karena sudah delapan tahun istrinya tidak hamil, demi menjaga kelangsungan keluarga, maka diputuskan untuk menikah lagi."
Gemal hanya geleng-geleng kepala, mungkin keluarga Leondra harus memiliki belasan istri agar bisa memiliki banyak anak.
***
__ADS_1
Follow Ig Vhiaazaira