ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
DATANG BULAN


__ADS_3

Suara tawa Tika dan Diana terdengar, mereka duduk santai di taman balkon atas menikmati sinar bulan yang bayangan cahayanya terlihat di air laut.


"Wow ini namanya honeymoon, Tika menyukainya." Senyuman Tika terlihat mengagumi keindahan bulan.


Suara langkah kaki terdengar, Di tidak menoleh sama sekali. Kenan datang menyapa Tika yang terlihat sangat bahagia.


Tika juga menunjuk ke arah bulan, meminta Kenan mengagumi indahnya bulan honeymoon.


"Maaf, soal ucapan Dika. Dia memang biasa bicara sembarang, tapi sebenarnya Dika tidak seburuk yang kamu pikirkan." Kepala Kenan menatap ke arah bulan yang Tika beri nama bulan honeymoon.


Diana hanya tersenyum sinis, dia tidak ingin membahas lagi. Tidak penting apapun yang orang katakan tentang dirinya, karena tidak ada satu orangpun yang benar-benar mengenalinya.


Atas nama teman-temannya setulus hati Kenan meminta maaf dan pamit pulang lebih dulu, dia tidak ingin enak dengan keluarga karena masalah makanan.


"Sesekali hiduplah, tanpa peduli komentar orang lain. Dika yang salah, kenapa kamu yang minta maaf? memangnya kamu pacarnya." Diana langsung tertawa, merasa geli.


Kenan juga merinding, mendorong Diana tapi dia yang hampir jatuh. Tika binggung melihat Diana tertawa, sedangkan Kenan marah-marah.


"Kenapa? kasih tahu Tika." Bibir Tika monyong, menarik baju Diana untuk memberitahunya penyebab Diana tertawa.


Diana memperingati Kenan agar menjaga hatinya, mencintai Dika hanya akan menjadi petaka dan sakit hati yang tidak ada obatnya.


Menaklukan hati Daddy-nya bukan hal yang mudah, jika tidak ingin kepala bolong karena tembakan harus segera mundur.


"Aku dan Dika hanya sahabat, dia dan Aliya teman terbaik saat masa sulit dan senang." Kenan menatap sinis, berani bersumpah jika dia normal.


Di tersenyum, dia tahu jika hubungan Kenan, Dika dan Aliya sahabat baik. Kenan bersedia melakukan hal konyol bersama teman-temannya agar dia tidak kesepian.


"Aliya dan Dika kamu pilih siapa?"


"Dika, kamu gila jika berpikir aku memilih Al, istri orang." Kenan tertawa diikuti oleh Tika yang tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Kenan soal Maminya.


Apa yang terjadi hari ini hanya peringatan untuk Dika agar bisa membedakan keluarga dan orang asing, karena terkadang orang terdekat yang bisa menghacurkan.


Sebenarnya Diana tidak menyukai pacar Dika yang menjadi simpanan sugar Daddy, dia selalu mendekati pria berpangkat dan beruang.


Saat melihat Altha turun menggunakan baju santai, rambutnya masih basah Ghea berbicara dengan teman-temannya untuk mendekati Alt.

__ADS_1


Diana tidak bisa tinggal diam, jika Altha sampai di dekati pelakor pastinya membangunkan singa di dalam tubuh Aliya sehingga bisa membahayakan kandungannya.


"Apa yang kamu lakukan kepada Ghea? memfitnah sembarangan." Dika berjalan mendekat langsung menggendong Tika.


"Tidak ada fitnah, dia menaburkan garam, tapi tumpah semua lalu memindahkan makanan. Aku sengaja membuat kamu dimarah." Di tersenyum melihat Dika yang tersenyum sinis.


"Kak Di memang licik." Tika tertawa memeluk leher Dika.


Kenan senang melihat Dika dan Diana saling melupakan apa yang terjadi, bahkan sudah bisa saling mengejek kembali.


"Aku pamit pulang, tidak enak mereka menunggu lama." Kenan menepuk pundak Dika.


"Mereka sudah pulang, aku mengusir secara baik-baik. Aliya benar, aku harus mulai memilah teman." Senyuman Dika terlihat langsung merangkul Kenan untuk berdiri di sampingnya.


"Cie Uncle, pacaran ya berdua." Tika tertawa bersama Diana.


Dika dan Kenan saling dorong karena merasa geli. Mereka berdua masih normal dan menyukai wanita.


"Apa yang dilakukan kak Juna?" Tika menunjuk ke arah Juna yang ada di halaman bawah.


"Kira-kira aku lompat seperti Diana mati tidak ya?" Kenan langsung berlari mengejar Dika dan Atika.


Di bawah Diana sudah sampai lebih dulu melihat Arjuna yang sedang mengamati bintang, dan sangat kagum dengan kepintaran Juna.


"Kamu pintar seperti Citra, dan baik seperti Altha." Di tersenyum meminta Juna menyingkir, karena dia juga ingin melihat bintang jarak dekat.


Dika meminta Diana menyingkir, dia juga ingin melihat bintang dan ingin memotretnya.


"Ini apa kak Juna?" Tika memukul benda yang menjadi rebutan.


"Teleskop." Juna mengerutkan keningnya melihat Dika dan Diana yang tidak mengerti cara melihatnya.


"Teleskop itu apa kak?" kenapa dia mirip trompet." Tika meniup menggunakan mulutnya.


"Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh seperti bintang bintang di langit agar tampak lebih dekat dan jelas." Juna menjelaskan membuat empat orang melihat kearahnya yang menjelaskan letak-letak bintang juga nama-nama bintang.


Tangan Arjuna bergerak di atas langit, Atika langsung duduk bersama Diana diikuti oleh Kenan dan Dika yang tersenyum melihat Juan sangat detail menjelaskan nama-nama bintang.

__ADS_1


"Kak Juna bisa melihat bulan honeymoon milik Tika, lihatlah dia indah sekali." Tika menunjuk ke arah bulan yang ada di tengah-tengah bintang.


"Bukannya bulan Playboy, dia memiliki banyak pacar nama pacarnya juga sulit diingat, aku hanya tahu nama depannya bintang." Kenan tertawa bersama Dika yang setuju dengan dugaan Dika.


Diana memukul kepala Kenan, mereka sekolah bertahun-tahun tapi tidak mendapatkan ilmu apapun, sudah tahu salah tapi tertawa dengan bangganya.


Bulan sebenarnya kesepian diantara banyak bintang, karena dia berbeda dari yang lainnya.


"Kak Di, namanya saja sudah bulan bintang pastinya beda." Tika menggelengkan kepalanya.


"Bulan juga memiliki banyak nama, hanya munculnya tidak bersamaan. Ada purnama, sabit." Juna tersenyum melihat Dika dan Kenan yang hanya manggut-manggut.


"Nama bulan Januari, February, Maret, April ... itu juga bulan." Tika meminta penjelasan Juna, kenapa dua belas bulan menjadi kalender.


Senyuman Dika juga terlihat menatap Juna, memintanya menjelaskan soal bulan-bulan dalam satu tahun.


Arjuna tersenyum menjelaskan perbedaan bulan di kalender dan bulan di langit, bahkan Juna juga menjelaskan soal bulan Masehi yang membuat Tika, Dika, dan Kenan semakin pusing.


"Kenapa ada datang bulan?" Dika langsung melangkah pergi meninggalkan Arjuna yang terlihat binggung dengan pertanyaan Dika.


Kenan melihat Diana yang masih melihat bintang, mempertanyakan kenapa wanita ada datang bulan.


"Diamlah, jika kamu mau bukan hanya bulan yang aku datangkan, tapi malaikat maut!" Diana berteriak melihat Kenan berlari masuk ke dalam rumah.


Atika sudah cekikikan tertawa, Juna hanya tersenyum lanjut melihat Bulan dan bintang bersama Tika dan Diana yang menyukai kepintaran Juna.


"Kak Di, terima kasih sudah mengkhawatirkan Mami."


"Aku juga mengkhawatirkan kamu, dingin tidak." Diana meminta Juna mendekatinya agar tidak kedinginan.


"Sini Tika peluk." Mata Tika sudah mengantuk tidur dalam pelukan kakaknya.


Arjuna tersenyum mengusap rambut adiknya, melangkah masuk karena mereka harus beristirahat untuk menyambut hari esok.


***


follow Ig Vhiaazara

__ADS_1


__ADS_2