ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
PENAHANAN YANG BERSALAH


__ADS_3

Pagi-pagi di rumah Altha sudah menahan emosi melihat Juna tidak ada di rumah, saat mendapatkan panggilan dari Dimas jika putranya ada di kantor polisi untuk bertemu Maminya.


Alt langsung melangkah pergi meminta Helen menjaga Mora dan mengantar Tika ke sekolah, menghubungi dirinya jika ada sesuatu.


Sesampainya di kantor polisi, Juna sudah berjalan kaki ingin pergi mencari taksi.


"Juna, apa yang kamu lakukan?" Alt menatap anaknya yang terlihat sedih.


"Leher ada luka bakar, kepala bengkak karena pukulan pasti sakit sekali, ada bekas luka yang masih mengeluarkan darah di area kepala. Kaki dan tangan mengalami memar, mungkin juga ada pembengkakan di kaki." Juna menatap Papanya yang terdiam, Juna menjelaskan luka yang Aliya rasakan.


Alt mengulurkan tangannya, meminta Juna mengikutinya dan berjanji akan membebaskan Maminya dalam hitungan jam.


"Berapa lama? Mami harus dibawa ke rumah sakit."


"Berikan Papa waktu lima jam."


"Tiga jam, kepala Mami harus di periksa mungkin gegar otak, nanti semakin gila." Tangan Juna menyambut tangan Papanya, langsung melangkah ke arah mobil.


Altha menatap Dimas yang menahan tawa melihat Altha yang mencoba bernegosiasi dengan putranya, seandainya putrinya masih hidup mungkin seumuran dengan Juna.


"Dim, aku pergi dulu."


"Iya hati-hati, Altha Juna anak yang cerdas kamu harus menjaga dia, jangan sampai gagal seperti aku." Dimas langsung melangkah pergi.


Mobil Altha melaju menuju perusahaan, suasana sangat dingin karena Juna juga diam saja.


"Jun, kamu pergi ke kantor bersama Mami. Apa yang dilakukan?"


"Menurut Papa. Apa Mami akan melakukan sesuatu yang benar? dia hanya membuat kacau." Tatapan Juna terarah di luar jendela.


Sesampainya di kantor Altha sudah ditunggu oleh Dino yang menundukkan kepala mempersilakan, Juna juga mengikuti Papanya yang berbicara dengan orang kepercayaan perusahaan.


Ruangan meeting sudah ramai, semua orang sudah berkumpul di dalam menunggu kedatangan Altha yang meminta seluruh orang berkumpul.


Semua orang tersenyum bersalaman dengan Alt, sosok Altha orang yang baik, sopan, dan sangat menghargai pendapat banyak orang.

__ADS_1


Hubungan dengan para karyawan sangat baik, Alt sangat disegani sehingga kedatangannya disambut dengan bahagia.


"Hari ini aku datang dengan kabar buruk, setelah pertemuan terakhir kita tahun kemarin." Alt tersenyum mempersilahkan semua orang duduk.


Juna hanya duduk jauh dari Papanya, melihat ke arah luar jendela. Perusahaan Papanya berada di gedung yang tinggi, sedangkan di sekitarnya hanya bangunan biasa dan terlihat kecil seperti bisnis kecil-kecilan.


Suara Altha bicara mulai terdengar, mengumumkan soal perceraian yang sudah sah berpisah.


Banyak sekali rumor yang menjelekkan Citra, Alt tidak meminta banyak orang menghakimi siapa yang salah dan benar. Mereka berpisah secara baik, semua baik tidak ada peselingkuh seperti yang dibicarakan banyak orang.


Perpisahan keduanya menjadi kesepakatan yang tidak bisa Altha umumkan secara publik, karena perpisahan itu kesedihan bagi anak-anak bukan sebagai tempat ejekan sampai mental anak-anak terganggu.


"Tidak ada anak yang ingin melihat kedua orangtuanya berpisah, apapun alasannya. Kita orang dewasa yang egois memilih perpisahan yang tidak bisa dimengerti oleh anak." Alt merasa kecewa dengan banyaknya rumor tidak enak di perusahaan.


Semua orang binggung melihat Altha datang tidak membahas pekerjaan, tetapi menceritakan rumah tangganya yan gagal.


"Juna ke sini sayang."


Juna melangkah mendekat, memutuskan untuk memecat lima direktur yang tidak bisa menjaga nama baik perusahaan. Bukan hanya gagal menjadi contoh yang baik bagi bawahan, tetapi gagal juga menjadi orang tua yang baik untuk anaknya.


Alt menunjuk bukti pembullyan yang dialami putranya, Altha akan mengambil jalur hukum, dan bisa memastikan anak-anak yang terlibat menjadi narapidana yang rusak masa depannya.


"Aku tidak akan tinggal diam melihat anakku diperlakukan tidak pantas, kantor tempat bekerja bukan menyombong diri." Altha meminta Dino memecat lima direktur yang pernah Al panggil.


Peringatan juga untuk seluruh karyawan jika perusahaan akan melakukan tindakan tegas, jika ada yang masih membicarakan kehidupan orang lain, apalagi sampai merugikan langsung dipecat secara tidak terhormat.


Mata Juna tidak berkedip, melangkah keluar mengikuti Papanya yang terlihat marah.


Senyuman Juna terlihat, sekarang dirinya mengerti kenapa Aliya tidak langsung memecat direktur, karena ingin Papanya yang melakukannya.


"Pa, apa perusahaan akan baik-baik saja dengan kehilangan lima direktur?"


"Banyak orang yang ingin ada di posisi itu Juna, sudah saatnya memberikan kesempatan untuk orang yang lebih pantas untuk bekerja dengan perusahaan." Alt menjalankan mobilnya menuju sekolahan.


"Pa, kenapa kakek mendirikan perusahaan di tempat seperti ini? masyarakat sekitar hanya kalangan menengah bawah, dari luar perusahaan kita terlihat kumuh."

__ADS_1


Altha tersenyum, Papa Alt tidak ingin terlihat sombong. Dia hanyalah seorang butuh harian, tidak menyangka bisa menjadi orang yang bisa membangun perusahaan besar.


Demi menjaga kesederhanaan, Papa Alt ingin perusahaan tetap dijaga kesederhanaannya agar yang bekerja dengan mereka orang-orang yang memang membutuhkan pekerjaan, bukan hanya menyombongkan pendidikan.


"Papa mempunyai waktu dua jam untuk membebaskan Mami, hari ini Juna tidak ingin sekolah."


"Baiklah, ada hal yang harus diselesaikan di sekolah. Kamu tunggu papa di mobil." Alt mengusap kepala putranya.


Senyuman Juna terlihat, mengucapkan terima kasih karena Papanya sudah peduli dengan dirinya.


"Papa sangat menyayangi Juna, Tika, Mora. Kalian segalanya untuk Papa."


"Bagaimana dengan Mama?"


Altha tersenyum, tidak menjawab pertanyaan Juna soal Citra.


"Bagaimana dengan Mami?"


Alt tetap diam, langsung melangkah pergi masuk ke sekolah Juna yang sangat besar, karena ada sekolah dasar, menengah, hingga atas.


Kedatangan Altha sudah ditunggu, orang tua siswa yang menyerang putranya sudah dikumpulkan. Bahkan anak-anak yang terlibat perkelahian dengan Aliya juga menatap takut.


"Aku tidak ingin basa-basi, kalian tahu tujuan kedatanganku untuk mengurus kasus Juna. Dia anak kecil yang dipukuli, ini surat dari kepolisian." Altha memastikan satu jam lagi polisi datang untuk melakukan penyelidikan, juga penahanan terhadap siswa yang terlibat.


Beberapa orang langsung bersujud kepada Altha untuk memohon agar tidak dipecat dari perusahaan, bahkan ada guru yang anaknya melakukan pembullyan.


"Juna mendapatkan keadilan karena dia anak kalangan atas, tapi pernah tidak kalian pikirkan jika anak yang disakiti tidak punya kesempatan untuk menghukum, melaporkan perilaku siswa yang merasa hebat sehingga pantas merendahkan orang lain." Alt tidak bisa memaafkan, dia sangat kecewa dengan pihak sekolah yang tidak bertanggungjawab, bahkan pilih kasih.


Keputusan Altha sudah bulat, akan membawa semuanya ke jalur hukum. Anak-anak yang bermasalah akan diselidiki kemungkinan ada yang menggunakan obat terlarang.


Seorang guru terlihat wajahnya pucat, mengingat bisikkan Aliya jika putrinya seorang pecandu obat terlarang.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT

__ADS_1


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


VOTE HADIAHNYA


__ADS_2