ISTRI MUDA PAK POLISI

ISTRI MUDA PAK POLISI
HABIS KESABARAN


__ADS_3

Langkah kaki Juna mendekati kamar Mamanya, langsung melangkah masuk dan melihat Citra sedang berbicara dengan perawatnya.


Juna meminta waktu untuk berbicara berdua dengan Mamanya, dan berharap Mamanya akan mengerti.


Tatapan Citra tajam saat mendengar permintaan Juna untuk tidak mendekati Papinya, apalagi menggunakan cara yang licik.


Anak mana yang tidak bahagia melihat kedua orangtuanya bersama kembali, tapi ada satu sisi yang tidak bisa Juna biarkan.


Saat mamanya pergi, Juna menjadi saksi mata melihat hancurnya Papinya, perlahan Papinya mulai tertawa kembali, banyak bicara dan akhirnya terlihat bahagia.


"Arjuna, Papa akan bahagia jika kita kembali bersama."


"Tidak ma, saat ini kebahagiaan Papi bersama mami. Juna bahagia bisa bersama Mama, Papi juga Tika, tapi Juna juga ingin Papa bahagia, bukan hanya kita." Air mata Juna menetes mengungkapkan kesedihannya.


Citra meminta Juna keluar, dia masih kecil untuk ikut campur dengan urusan orang dewasa.


Juna menolak keluar, dia tidak ingin mamanya mencelakai Maminya apalagi sampai melibatkan kakeknya.


Tamparan mendarat di pipi Juna, Citra tidak menyukai sikap Juna yang ikut campur. Bagi Citra bisa menghancurkan Aliya dan menyingkirkannya baru Citra akan hidup tenang.


"Keluar Juna! jangan pernah kamu masuk lagi ke kamar ini."


"Ma, Juna sayang Mama, dan tidak ingin Mama melakukan kejahatan." Tangan Juna menyentuh pipinya yang terasa panas.


"Mama lakukan ini demi kebahagiaan kamu dan Tika, lihat apa yang terjadi kepada Mora." Citra menatap tajam, meminta perawatnya membawa Juna pergi.


Pintu terbuka, Altha sudah berdiri di depan pintu. Melihat putranya meneteskan air matanya sambil menyentuh pipinya.


"Altha kamu jangan salah paham."


Alt meminta Juna keluar, segera menemui Maminya yang berperang dengan Tika dan menghacurkan satu kamar.


Altha tidak melangkah masuk, menyerahkan sebuah laporan soal kecelakaan Mora. Mobil yang digunakan Al rem blong.


Saat Al tiba mobil dalam keadaan baik, tapi setelah dia naik ke apartemen seseorang merusak mobil dan membuat Al tidak bisa mengendalikan mobilnya.


"Alt, kamu masih membela Aliya, dia yang sengaja menabrak mobil."


"Aku sudah menyelidikinya." Al tidak punya pilihan kecuali menghantam mobil besar, karena jika dia ke arah lain akan membahayakan para pengguna jalan yang mungkin akan terjadi kecelakaan beruntun.


Altha menutup pintu, apa yang Alina jelaskan ternyata benar dia tidak sepenuhnya berniat menyakiti Roby dan Mora, tujuannya hanya Citra.

__ADS_1


Ucapan Aliya dan Alina sangat sama, kata-kata yang keluar dari mulut mereka selalu niat jahat, karena tidak pernah diajarkan cara menjadi orang yang baik, sehingga membuat banyak orang salah pengertian.


Dari depan pintu Altha melihat Tika yang tertawa sangat bahagia, melihat Juna yang duduk dan mengatakan jika dia ditampar.


Alina langsung melangkah keluar ingin menyakiti Citra, tapi langkahnya terhenti saat melihat Altha.


"Alt, putramu ditampar. Bagaimana jika Aliya tahu?" Alin menatap tajam ke lantai bawah.


"Kamu sudah menemukan Aliya?"


Alin menganggukkan kepalanya, dia sudah bicara dengan Aliya, tapi tidak tahu kapan Aliya akan kembali dia hanya mempertanyakan keadaan Tika dan Juna, juga suaminya.


"Jika Aliya menghubungi kamu kembali, katakan aku tidak baik dan sekarat." Altha berjalan sambil menundukkan kepalanya menuju kamarnya.


"Seram sekali. Kamu hidup tapi mati ya Altha?"


Alina menatap ke lantai bawah, melihat perawat Citra sudah melangkah keluar rumah. Elen langsung mendekati Aliya.


Al meminta Elen menjaga Tika dan Juna, apapun yang mereka dengar dilarang untuk keluar dari kamar.


Belum ada yang bisa menembus keamanan yang Alin buat, kecuali Altha. Prioritas utama menjaga keamanan anak-anak.


***


Bukan tugas yang sebenarnya, tapi Alin yang membuat Altha keluar dari rumah agar Alt aman dari rencana busuk Citra.


Alin duduk diam di dalam kegelapan, suara pintu terbuka terdengar, Ayah Citra masuk ke dalam rumah dan mulai mengacak ruang kerja Altha untuk mengambil surat menyurat perusahaan.


Langkah kaki yang lainnya terdengar, Citra dan perawatnya juga membantu Ayahnya membuka brangkas Altha dengan teknologi canggih.


Alin hanya tersenyum saja, tidak ada yang menyadari keberadaannya. Hidup menjadi orang baik memang tidak enak, begitulah yang saat ini Alin rasakan.


Dia bisa saja langsung menebak kepala semua orang, tapi demi janjinya kepada Juna Alin tidak bisa melakukannya.


Lampu hidup semua, Alin menatap binggung dan tidak menyangka jika Altha kembali bahkan membawa Dimas.


"Kalian tidak tahu terima kasih, memalukan." Altha berjalan masuk dan duduk di meja kerjanya.


Beberapa laporan soal kasus yang akan menjerat Ayah Citra kasus pembunuhan, dan juga penyebab kecelakaan kedua orang tuanya.


Altha juga menatap perawat Citra yang menjalankan bisnis ilegal, tim Alt sudah bergerak dan menggeledah.

__ADS_1


"Kalian berdua ditahan, sedangkan kamu Citra silahkan angkat kaki. Kamu sudah pulih dan tidak harus bersandiwara lagi." Alt tersenyum sinis dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Senjata diarahkan ke arah kepala Altha, selama bertahun-tahun Altha mencari kebenaran soal kecelakaan orangtunya, tapi saat Al menemukannya dia harus menahan diri.


Pukulan Altha kuat menghantam ayah Citra, langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi sampai mengeluarkan darah.


"Kesabaran aku ada batasannya, membunuh kalian mudah bagiku, tapi tidak ingin mengotori tangan hanya untuk orang-orang jahat seperti kalian." Alt langsung melepaskan dan memborgol.


Perawat Citra tidak bisa bertidak, tangannya sudah diborgol oleh Dimas dan membawa dua tahanan untuk pergi.


Citra langsung memeluk Altha, meminta maaf untuk semua kesalahannya. Dia tidak bermaksud membohongi Altha soal kelumpuhannya, dia baru saja bisa berjalan.


Soal mencuri surat menyurat perusahaan semuanya usulan dari ayahnya, Citra tidak bisa menghindar.


"Alt, aku melakukan ini hanya karena ingin bersama kamu." Citra melangkah mundur, saat Altha mendorongnya.


"Kamu penuh kebohongan, kenapa kamu sekarang banyak berubah? hanya karena harta kamu bisa menampar Juna, tidak sedikitpun dipikiran kamu ingin memeluk mereka berdua mengatakan jika harus tersenyum kembali setelah kehilangan adiknya. Kamu tidak berniat untuk ziarah ke makam Mora, di mana hati nurani kamu?" Altha menggelengkan kepalanya, tidak bisa lagi berbaik hati kepada Citra.


Selama ini Altha menghargai Citra sebagai seorang ibu dari anak-anaknya, tapi melihat perlakuan kasar Citra Alt tidak bisa baik lagi.


"Altha maafkan aku."


"Minta maaf kepada anak-anak, dan ini surat resmi jika aku tidak mengizinkan kamu lagi menemui anak-anak ku. Jika kamu masih mendekati mereka, maka aku akan memenjarakan kamu." Altha memukul meja sangat kuat.


Altha juga mengungkap jika yang merusak mobil Alina sebenarnya Ayah Citra sendiri, jika ingin menyalahkan dia harus menutut Ayahnya sendiri.


"Siapa Alina?"


"Kamu tidak harus tahu, angkat kaki dari rumah ini sekarang juga atau aku akan memproses kamu sama seperti mereka berdua."


"Aku tidak melakukan kejahatan?"


Altha langsung tertawa, menyerahkan laporan kejahatan Citra yang sudah ada ditangannya.


***


follow Ig Vhiaazara


***


maaf ya up hanya satu, karena novel ini masih erro, banyak episode gagal dan masih proses perbaikan.

__ADS_1


__ADS_2